8 Cara Mengungkapkan Karakter dalam Cerita Fiksi

Mengungkapkan sifat dan karakter dari tokoh cerita fiksi dapat menjadi tantangan bagi penulis. Agar pembaca juga tidak bosan, berikut adalah delapan cara mengungkapkan karakter dalam cerita agar cerita fiksi Anda menjadi sangat menarik:

1. Adegan (tindakan/ aksi)

Mereka mengambil peralatan dari perahu. Si lelaki tua memikul tiang sampan di bahunya, sementara si bocah lelaki membawakan perahu kayu dengan kepangan tali kail cokelat yang tergulung, tombak ikan seta harpun dengan tangkainya. (Dikutip dari: The Old Man and The Sea)

Dari adegan di atas, kita dapat mengetahui bahwa si Karakter, Lelaki Tua berprofesi sebagai nelayan. Penulis juga memperlihatkan bagaimana nelayan mempersiapkan diri sebelum berlayar.

2. Dialog

“Biar kujawab…gara-gara brokoli rebus itu semua makanan di kantin jadi hambar kan?”, William berkata-kata dengan sinis

“Heh! Kalau saja kau tahu, betapa besarnya emisi karbon yang terbuang untuk mengolah bekal makanan itu. Peternakan sapi saja menghasilkan gas nitrogen oksida yang 300 kali lipat lebih berbahaya dari CO2 . Belum lagi, proses transportasinya ke pabrik sosis, ditambah  proses pembuatan sosisnya yang menghasilkan emisi rumah kaca tak terkira. Sepotong sosis saja sudah membuat bumi bertambah panas nol koma sekian derajat! Kalian dengar!”, Abigail berbicara tanpa henti.

“Ah, rupanya ada ceramah global warming di sini. Teman-teman….ini ada chocolate ice cake. Kalian pasti mau coba”, tiba-tiba Mettana masuk dan menghidangkannya di meja.

“Huh! Aku tidak sudi menyentuh makanan berkolestrol seperti ini. Aku tidak akan mati muda karena kanker!”, Abigail beranjak meninggalkan ruangan. (Dikutip dari: Tofi Perburuan Bintang Sirius)

Dari dialog di atas kita langsung tahu bahwa Abigail adalah vegetarian yang terobsesi untuk mengontrol semua makanan di kantin sekolah.

manga 13. Deskripsi Fisik

Wajah Jupiter terlihat bersinar seperti bintang pengembara yang terang. Di tata surya, planet Jupiter memang obyek keempat yang paling bersinar terang dan entah kenapa itu juga berlaku pada Jupiter Adiwinata—hanya saja dia lebih banyak menyebar teror daripada mencuri perhatian. Thyon yang berjalan disampingnya mengedarkan tatapan sombong dan siap menepis siapa saja yang menghalangi jalan.  (Dikutip dari: Tofi Perburuan Bintang Sirius)

Dari deskripsi di atas, Jupiter adalah pemuda yang sangat tampan, bersinar, tapi dia juga seorang perundung yang mempunyai pengikut.

4. Keanehan

Soalnya saya cuma mendengar langkah-langkah kakinya mondar-mandir di dalam kamar sejak pagi sampai larut malam, tapi tak sedetik pun saya pernah melihat sosoknya. Saya tak tahan lagi. Bahkan suami saya menjadi gelisah, tapi dia kan pergi sepanjang hari, sedangkan saya tinggal di rumah seharian. Jadi sayalah yang harus menghadapinya. Untuk apa dia bersembunyi seperti itu? Apa yang telah dilakukannya? Saya di rumah sepanjang hari hanya ditemani anak gadis saya, dan saya benar-benar sudah tak tahan lagi.” (Dikutip dari: Sherlock Holmes, Petualangan Lingkaran Merah)

Keanehan sikap dapat memicu pembaca untuk mengetahui keunikan karakter. Atau sebaliknya membangun misteri dari karakter yang ingin dibangun oleh penulis.

5. Benda/ Kepemilikan

Alora meraih jaket Orion, menghirup aroma kayu yang manis, mengenang kehangatan yang menyelimutinya setiap kali Orion memakaikan jaket itu padanya. (Dikutip dari: City of Heroes)

Benda atau kepemilikan dapat memiliki ikatan emosional. Dapat menjadi alat yang sangat baik untuk mengungkapkan perasaan para karakter.

6. Reaksi

Kata-kata itu menyambar Orion seperti petir yang menggelegar di siang bolong. Anthony van Der Vries –Sang Pemburu! Hiru menyebut nama itu! Napasnya seolah tercekik. Pedang itu berkedip sebelum gempa bumi dan semua keanehan ini terjadi. Apakah pedang samurai itu yang melemparkannya ke masa ini? Oh..Tidak! Mengapa dia menghunus pedang terkutuk itu? Tidak! Tidak! Jantungnya seperti dicengkeram teror. (Dikutip dari: City of Heroes)

Reaksi Orion memungkinkan pembaca memahami emosi Orion yang ketakutan, dan menaikkan sosok Anthony van Der Vries sebagai karakter antagonis tanpa perasaan.

thoughts 27. Pemikiran

Orang kecil tadi orang beradab rupa-rupanya dan berperasaan dalam. Tetapi justru itulah ia orang yang paling berbahaya, lawan yang sanggup mengalahkan Van Mook. Orang-orang Inggris punya motivasi kotor demi Singapura dan Hongkong mereka. Tetapi mereka juga bukan orang tolol. Mana ada Inggris yang tolol. Mereka tahu, siapa Syahrir ini dan dalam hal apa dia harus diajak bicara. (Dikutip dari: Burung-Burung Manyar)

Dalam cerita fiksi, Pembaca bisa menyimpulkan seperti apa seorang karakter lewat cara berpikirnya. Bagaimana cara pandangnya terhadap dunia ini. Ketika pembaca diberi ruang untuk masuk ke dalam pemikiran karakter, maka mereka dapat bersimpati.

8. Informasi Latar Belakang

Hannibal the Grim (1365-1428) membangun Kastil Lecter dalam waktu lima tahun, mengerahkan tentara-tentara yang telah ditangkapnya dalam Pertempuran Zalgiris sebagai pekerja.….Lima ratus tahun kemudian, Hannibal Lecter yang berusia delapan tahun, keturunan kedelapan yang menyandang nama tersebut, berdiri di kebun dapur bersama adik kecilnya Mischa, melemparkan roti untuk angsa-angsa hitam yang berenang-renang di air parit yang pekat. (Dikutip dari: Hannibal Rising)

Thomas Harris memberikan informasi tentang latar belakang Hannibal Lecter agar pembaca mengetahui asal kegilaan Hannibal. Latar belakang dapat menjadi informasi berharga bagi pembaca: mengapa seorang karakter berbuat seperti yang mereka lakukan sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s