7 Hal yang membuat Cerita menjadi jauh Lebih Baik

Sebagai penulis, kita pasti menginginkan cerita atau novel kita lebih dari sekedar baik. Kita ingin naik ke level yang lebih tinggi. Dan untuk mendapatkan cerita yang jauh lebih baik, ternyata, ada 7 hal yang dapat Anda tambahkan ke dalam cerita. Berikut adalah 7 hal tersebut:

1. Tambahkan konten yang dramatis. Konten dramatis dapat berupa: misteri, ketegangan, kejutan, keajaiban, dan sebagainya. Anda dapat langsung merasakan perbedaannya, ketika konten-konten tersebut dimasukkan. Cerita Anda menjadi lebih seru, menggigit, dan menarik.

character 12. Menciptakan karakter yang tak terlupakan. Karakter adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam menulis fiksi. Berikan karakter Anda impian, cita-cita, kekuatan tapi juga kelemahan, pesona, dan keunikan sehingga cerita Anda akan terus melekat pada pembaca bahkan jauh setelah mereka selesai membaca buku Anda.

3. Perdalam plot dengan subplot. Cerita-cerita yang dapat memberikan lebih dari sekedar lapisan pertama, selalu bisa mencengkeram lebih kuat para pembaca.

dialog 14. Efektifitas dialog. Buatlah dialog Anda efektif. Jangan berputar-putar, dan selalu tanyakan kepada diri Anda sendiri; apakah cerita ini memerlukan dialog ini? Apakah dialog tersebut dapat membawa cerita saya ke depan? Atau tidak?

5. Masukkan konflik. Konflik menciptakan ketegangan, dan konflik menarik cerita Anda maju. Tapi bukan hanya itu, konfik juga membuat pembaca meraba-raba apa yang terjadi di depan sana, sehingga mereka akan terus membaca untuk melihat apa yang akan terjadi.

6. Tuliskan awal/ opening yang bagus. Sebuah pembukaan cerita harus mampu mengajak dan mengundang pembaca untuk masuk ke dalam cerita. Tidak heran bahwa ini adalah kalimat paling menantang untuk ditulis. Luangkan waktu, jangan terburu-buru dalam menulis bagian ini.

7. Berikan ending yang memuaskan pembaca. Ada satu novel romance yang pernah saya baca menceritakan tentang seorang istri yang kehilangan suaminya. Di sepanjang buku diceritakan bagaimana dia mengatasi rasa kehilangan yang mendalam dan juga hubungan baru yang dibangun perlahan dengan seorang pria yang baik. Di sepanjang buku, penulis menyuguhkan kisah cinta baru yang mungkin terjadi, tetapi di akhir cerita, pria yang seharusnya baik itu lebih memilih kembali kepada mantan pacarnya yang selingkuh. Saya langsung bereaksi….whattttt #$@%.

Novel tersebut adalah tentang sang istri dengan kehilangannya, dia mulai membuka hatinya dengan ragu-ragu untuk sang pria baik, semua pembaca menginginkan mereka bersama, kemudian Bam! Lalu apa gunanya capek-capek membangun kisah mereka jika tidak menakdirkan mereka untuk bersama? It’s a romance novel. Bukan cerita sastra, atau non fiksi, atau cerita dengan kritik sosial. Jadi berikan ending yang memuaskan, sesuai dengan genre cerita, sesuai dengan ekspektasi yang Anda bangun untuk pembaca.

 

 

 

 

Advertisements

8 Tips dan Nasihat Menulis dari John Grisham

John Grisham adalah penulis otodidak yang bekerja keras dari nol. Dia akan mulai menulis jam 7 pagi rutin di kantornya setidaknya satu halaman. Ketika novel pertamanya A Time to Kill selesai (selama tiga tahun menulis) dan ditolak oleh para agen penerbit, dia tak ambil pusing dan langsung menulis buku keduanya The Firm. Buku keduanya diterima oleh penerbit dan langsung hits, berada di daftar bestseller selama 47 minggu!

Film-film yang diadaptasi dari novel-novelnya pun selalu laris dipasaran. John Grisham adalah penulis dengan genre thriller hukum. Berangkat dari pengalaman dan kuliahnya di jurusan hukum, dan kemampuan menulisnya yang luar biasa, dia menjadi salah satu penulis yang terkenal akan suspense dan dramanya.

Untuk seorang penulis seperti John Grisham yang tahu rasanya merintis menulis dari nol, dan bekerja keras untuk sesuatu yang dia percayai, tentu ada banyak saran dari dirinya yang bisa kita ikuti dan terapkan dalam kehidupan menulis kita. Berikut adalah beberapa tips dan nasihat dari John Grisham:

1. Fokus pada inti buku

John Grisham menyarankan para penulis baru untuk fokus pada inti buku ini. Jika Anda menulis novel yang menegangkan, jangan menyampingkannya dengan hal lain. “Ketika Anda menulis ketegangan, Anda tidak dapat menghabiskan terlalu banyak waktu dengan elemen-elemen lain dari cerita, seperti latar, makanan, hubungan, dll. Ini adalah daftar panjang. Anda harus terus-menerus mengingat bahwa Anda berusaha memastikan halaman-halamannya berubah dengan cepat.”

Karakter, dialog, dan elemen lainnya penting, tetapi elemen-elemen tersebut harus digunakan untuk menambah ketegangan bukan menjadi fokus dari cerita.

2. Memiliki Outline

Memiliki peta jalan yang jelas dari setiap novel yang Anda tulis sangatlah penting. John Grisham mempelajari hal ini dengan susah payah setelah dia menyelesaikan novel pertamanya, A Time to Kill, yang panjangnya sekitar 900 halaman dan tidak teratur. Dia harus memotong setidaknya 300 halaman sebelum bisa digunakan. Sejak itu, ia menyarankan penulis untuk merencanakan buku mereka untuk menghemat waktu menulis juga membuat cerita lebih baik. “Semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk garis besar, semakin mudah untuk menulis buku,” katanya.

3. Satu halaman setiap hari

Tidak peduli betapa sulitnya itu, atau betapa sibuknya Anda dengan hal-hal lain, Anda harus dapat meluangkan waktu menulis setidaknya satu halaman sehari. Dengan cara ini, Anda bekerja perlahan tapi pasti. Dan beberapa bulan kemudian, Anda akan memiliki naskah lengkap yang siap diedit dan diterbitkan.

John Grisham .jpg“Tuliskan satu halaman setiap hari di tempat dan waktu yang sama. Pagi, istirahat makan siang, di kereta, larut malam – tidak masalah. Cari jam tambahan, pergi ke tempat yang sama, tutup pintu. Tanpa pengecualian, tanpa alasan.”

4. Mengedit

Jangan takut pada editing. Karena editing seharusnya menjadi teman baik para penulis. John Grisham menyarankan setiap orang yang bercita-cita menjadi penulis harus membaca naskah mereka beberapa kali dan mencari kata-kata yang dapat dibuang. Hapus kata-kata yang tidak perlu atau berlebihan, tak peduli apakah Anda masih memiliki banya halaman yang perlu diisi.

5. Riset

Jika Anda pernah membaca buku-buku John Grisham, Anda pasti tahu betapa detail dan akurat cerita yang dibangunnya. John Grisham memang memiliki latar belakang hukum yang membuatnya lebih mudah untuk menulis novel-novel hukum, tapi bukan berarti dia tidak melakukan riset sama sekali. Dia membaca ratusan buku dan mewawancarai banyak orang saat menulis novel-novelnya.

6. Mulai menulis sebagai hobi

John Grisham menyarankan bagi para penulis yang ingin berkarir fulltime sebagai penulis untuk mulai menulis sesegera mungkin. Sebagai hobi pada awalnya. Anda bisa mengambil karir lain agar memiliki sumber pendapatan yang tetap, dan menulis bisa dimulai dari hobi, tapi tentunya dengan disiplin.

7. Menjadi kritikus yang baik untuk buku Anda

Selalu baca kembali naskah novel Anda, bacalah dengan mata terbuka sehingga Anda bisa menjadi kritikus bagi diri Anda sendiri sebelum memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukannya.

8. Jangan menyerah

John Grisham menyimpan semua surat penolakan yang diterimanya. Itu sebagai pengingat bagi karirnya sebagai penulis. Novel-novelnya saat ini terjual ratusan juta kopi di seluruh dunia, dan diadaptasi menjadi film-film laris di Holywood. Dia tidak pernah berhenti mengirimkan naskahnya meski terus ditolak. Dan mulai menulis novel keduanya bahkan sebelum ada satupun penerbit menginginkan novelnya.