5 Adegan yang Harus dimiliki oleh Novel Cinta

Apa yang membuat sebuah novel bergenre romance? Novel romance atau novel cinta berpusat pada dua orang yang jatuh cinta dan berjuang untuk membuat hubungan mereka berhasil. Sebagian besar dari genre ini akan memiliki ending happily ever after. Karena harapan pembaca yang tinggi akan keberhasilan hubungan dalam novel populer ini, maka ada adegan atau scene yang harus dimiliki oleh sebuah novel cinta. Dan berikut adalah lima adegan tersebut:

1. Pertemuan kedua kekasih

Scene ini adalah saat dua karakter utama (calon kekasih) bertemu untuk pertama kalinya. Sebelum hero dan heroine bertemu pembaca perlu memiliki perasaan yang baik bagi karakter tersebut,. Misalnya jika sudut pandang cerita melalui Sang Hero maka biarkan pembaca mengetahui apa keinginan utamanya  (selain menemukan seseorang untuk dicintai.).

2. Adegan pengakuan cinta

Ini adalah adegan di mana salah satu (atau keduanya) kekasih tersebut mengakui perasaan mereka. Tidak selalu diartikan bahwa mereka harus mengatakan langsung, “Aku mencintaimu,” tetapi harus diketahui bahwa satu (atau keduanya) dari perasaan mereka tidak lagi bersifat platonis.

kelly-sikkema-E8H76nY1v6Q-unsplash3. Putus cinta

Adegan ini adalah adegan di mana pasangan kekasih cerita Anda putus — biasanya hanya sementara sampai mereka mengatasi apa pun yang menghalangi mereka untuk membuka diri terhadap cinta sejati. Adegan perpisahan terbaik adalah mereka tampaknya sangat tidak mungkin untuk bersatu kembali. Tapi pembaca Anda tetap memiliki harapan mereka bersatu kembali pada akhirnya dan “bahagia selamanya”.

4. Adegan bukti cinta

Meskipun menyadari bahwa sang hero telah kehilangan heroinenya, bahwa tidak ada lagi harapan mereka bisa bersama, hadirkan adegan di mana hero Anda mengorbankan sesuatu untuk heroinenya. Adegan bukti cinta ini merupakan adegan pembuktian bahwa salah satu karakter benar-benar mencintai sang kekasih terlepas apakah mereka akan kembali bersama atau tidak. Dan juga membuktikan bahwa karakter Anda tersebut layak mendapatkan cintanya.

5. Kekasih bersatu kembali

Para kekasih mengungkap kebohongan yang diceritakan pada mereka serta kebohongan yang telah mereka katakan pada diri mereka sendiri. Karena inilah yang membuat mereka terpisah, mereka bersatu kembali lebih bahagia dan lebih berkomitmen daripada sebelumnya.

Novel cinta selalu menarik hati pembaca karena dalam novel ini berisi intrik, cinta, drama mendasar manusia. Jadi jika Anda sedang atau akan menulis novel bergenre ini dapat memasukkan adegan-adegan di atas. Selamat Menulis 🙂

8 TIPS PRAKTIS UNTUK PARA PENULIS

Terkadang kita membutuhkan langkah praktis dalam proses menulis apalagi  ketika draft pertama selesai ditulis dan siap ke proses editing. Berikut adalah hal-hal praktis yang bisa Anda lakukan saat menulis dan mengedit. Selamat Menulis 🙂

1. Pecahkan paragraf Anda. Paragraf besar itu menakutkan, pembaca Anda akan merasa bosan, takut, atau malas membacanya.

2. Pembicara baru, paragraf baru. Jika Anda bingung bagaimana memulai paragraf baru, pergantian pembicara adalah hal yang tepat untuk memulai paragraf baru.

3. Tulislah kalimat pendek. Sebisa mungkin potong paragraf Anda menjadi ringkas, padat. Mengapa? Karena itu lebih mudah dibaca dan dimegerti.

aaron-burden-y02jEX_B0O0-unsplash4. Setelah kalimat yang panjang ikuti dengan kalimat yang pendek, setelah kalimat pendek, ikuti dengan kalimat panjang. Hal yang sama juga berlaku pada paragraf.

5. Be specific. Pertimbangkan dua kalimat di bawah ini:

  • Pria itu menanam banyak bunga di halaman belakangnya.
  • Pria itu menanam setidaknya dua lusin jenis bunga di halaman belakangnya, yang dapat kukenali termasuk, aster ungu, lili putih, Anyelir merah jambu, Azalea, Bougenville, dan camellia.

Manakah dari dua kalimat tersebut yang lebih menarik? Manakah yang membantu Anda melihat halaman belakang pria itu?

annie-spratt-_dAnK9GJvdY-unsplash6. Pilihlah kata-kata sensorik. Kata-kata yang paling kuat adalah kata-kata sensorik, itu membuat pembaca Anda melihat, mendengar, mencium, merasakan sesuatu. Ketika Anda membaca kata-kata seperti lembut atau manis, halus seperti sutra, otak Anda akan menyala.

Seolah-olah Anda melihat tampilan warna yang memesona, seolah-olah Anda merasakan tekstur yang lembut dan halus. Kata-kata ini akan lebih kuat untuk tinggal dalam ingatan, dan juga sangat persuasif.

7. Jangan mengulang. Jangan terus menulis hal yang sama berulang kali. Karena ketika Anda mengulangi atau terus menulis hal yang sama, pembaca akan bosan. 

8. Mengedit dengan kejam. Persingkat, hapus, dan tulis ulang. Jangan menambahkan kata-kata tanpa alasan yang bagus. Untuk mempermudah proses editing, bagi tulisan Anda menjadi tiga langkah: 1)Tuliskan seluruh naskah menjadi draft pertama. 2) Sisihkan teks Anda selama beberapa hari. 3) Kembali kepada naskah Anda dengan kesegaran baru dan edit.

Selamat Menulis ya Writer 🙂