8 Tips untuk Menulis Setiap Hari

Oke, ini memang berat, dan semua penulis mengalaminya. Apalagi kita yang masih memiliki pekerjaan tetap. Kita punya segudang kegiatan yang memburu kita setiap harinya. Di tengah pekerjaan, tanggung jawab, hubungan sosial, belajar, dan kalau pun ada waktu tersisa saat malam tiba, kita sudah begitu lelah.

Bagaimana lagi bisa memiliki waktu untuk menulis? Padahal di awal tahun, kita sudah membuat resolusi akan lebih rajin menulis di web atau blog, akan menyelesaikan buku atau novel yang bertahun-tahun tak terselesaikan. Sementara tengah tahun ini akan segera datang tanpa ampun dan kita belum menulis apa-apa.

Jika terus menunda menulis dan berharap menyelesaikannya saat libur nanti, saya yakin itu tidak akan terjadi. Jalan keluarnya adalah menulis setiap hari, karena yang terpenting bukan berapa lamanya, tapi seberapa rutin Anda melakukannya.

Ingin mencoba melakukannya? Berikut adalah beberapa tips untuk bagaimana melakukannya:

1. Berkomitmen.

Ketika Anda hanya menginginkan sesuatu, Anda melakukannya hanya ketika keadaan mengizinkan. Ketika Anda berkomitmen, Anda tidak menerima alasan. Komitmen adalah janji yang mengikat yang mewajibkan Anda untuk melakukan tindakan. Membuat komitmen berarti Anda berusaha lebih keras, dan mencari solusi ketika dihadapkan dengan hambatan. Karena itu komitmen adalah langkah yang penting jika Anda akan menulis setiap hari. Menulis tidaklah mudah jadi ketika masa-masa sulit terjadi, komitmenlah yang akan menolong Anda untuk tetap melakukannya.

time 12. Menentukan durasi yang wajar.

Menulis setiap hari dapat memungkinkan Anda untuk menyediakan waktu lebih sedikit daripada Anda harus menulis berjam-jam tapi sebulan sekali. Anda akan merasa kehabisan energi jika di push seperti itu. Tapi jika Anda menulis rutin setiap harinya, Anda dapat menentukan durasi yang dapat Anda capai. Durasi yang wajar bukanlah tentang keinginan Anda, misalnya Anda ingin duduk setiap jam setiap harinya untuk menulis. Tapi jadwal Anda tidak mengijinkannya. Jadwalkan sebisa Anda, misalnya 20 menit atau 30 menit, tapi itu durasi yang tidak sulit untuk Anda capai.

3. Unplug. Atau disconnect.

Matikan internet, singkirkan handphone, sosial media, televisi, dan gangguan-ganguan gadget lainnya. Ketika menulis, saya mematikan internet, meletakkan handphone saya jauh dari jangkauan. Hanya teh dan mungkin cemilan yang ada di jangkauan saya ups :P. Anda akan melihat betapa produktifnya Anda tanpa semua itu ketika menulis.

4. Menemukan tempat yang tepat.

Penting menemukan tempat menulis yang nyaman bagi Anda. Terutama tempat di mana Anda mendapat privasi dan tidak terganggu. Jika Anda belum bisa mendapatkannya di rumah, maka Anda bisa mencari tempat di luar, seperti di café atau lainnya. Tapi jika itu juga belum memungkinkan, mintalah bantuan kepada keluarga dan teman Anda untuk memberikan Anda keleluasaan untuk bekerja.

5. Ritual.

Akan sangat menyenangkan jika Anda menciptakan ritual yang bekerja untuk Anda sebelum Anda menulis. Saya biasanya menyeduh teh panas, menyiapkan cemilan, dan mendengarkan musik untuk membangun mood saya. Beberapa menit kemudian, saya siap menulis. Temukan ritual Anda, dan asosiasikan menulis dengan pengalaman yang menyenangkan, maka Anda akan menantikan jadwalnya setiap hari.

help 16. Mendapatkan bantuan.

Jika Anda cukup beruntung memiliki orang lain untuk mendukung Anda, mintalah bantuan mereka. Mintalah mereka untuk mengingatkan Anda tentang komitmen Anda. Mereka dapat mendorong Anda secara positif.

7. Jangan mencoba melakukan semuanya sekaligus.

Jika Anda berkomitmen untuk menulis setiap hari, jangan terjebak dalam program sekaligus. Anda menetapkan satu tujuan pada satu waktu, itu akan lebih mudah untuk dicapai. Jika Anda sedang menulis novel, kerangka dan perencanaan akan sangat memudahkan untuk membagi-bagi tujuan penulisan setiap harinya. Melakukan semuanya sekaligus, dapat membuat Anda kehabisan energi.

8. Jangan terlalu keras pada diri Anda.

Ijinkan diri Anda menulis yang Anda bisa terlebih dulu. Jika Anda berhenti untuk mengedit, menilai, menghapus, dan menulis ulang, maka Anda sedang menjadi editor atau pembaca, atau kritikus. Ada waktunya nanti karya Anda akan mendapat kritikan yang lebih dari cukup ketika Anda menyelesaikan draft pertama Anda. Dan ada waktunya, Anda mengedit tulisan Anda. Tapi untuk saat ini, untuk draft-draft awal, ijinkan Anda menulis dulu, dan menciptakan habit yang baik.

Saya bukanlah penulis yang sporadis, saya menemukan banyak sekali manfaat dari menyempatkan diri menulis setiap hari. Memang ada banyak penulis yang pergi menyendiri ke suatu tempat yang keren selama berbulan-bulan untuk fokus menulis.

Tapi sebagian besar dari kita masih harus berkutat dengan pekerjaan di luar menulis, sehingga menulis setiap hari mungkin adalah jawaban untuk dapat mengejar passion dan impian kita. Yang terpenting adalah kita tidak berhenti. Selamat menulis ya Writers! 🙂

 

 

Advertisements

5 Tips Menghadapi Kritik

Saya rasa tidak ada satu pekerjaan pun di dunia ini yang imun terhadap kritik. Kritik dapat terasa begitu menakutkan dan mengancam. Tapi sekeras apa pun sebuah kritikan disampaikan kepada Anda, jika itu konstruktif dan tidak didasarkan oleh kebencian, maka kritikan tersebut dapat bermanfaat untuk perkembangan Anda.

Tidak mudah menghadapi kritikan apalagi dalam menulis. Saya ingat pernah menulis sebuah script untuk acara televisi, naskah saya tersebut dianggap tidak memenuhi kaidah-kaidah Bahasa Indonesia. Saya seharusnya membeli kamus besar Bahasa Indonesia karena tidak tahu cara menulis dengan benar. Dan orang tersebut juga berkata kalau tulisan saya tidak akan pernah bertahan dalam industri ini.

Sulit sekali menerima kritikan setajam itu, apalagi untuk sebuah script yang bayarannya begitu kecil. Kata-kata tersebut sempat menyakiti saya. Tapi saya tahu bahwa tulisan saya tidak sempurna dan saya harus memperbaikinya.

Jadi bagaimana seharusnya menghadapi kritikan? Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan dalam menghadapinya:

1. Mengidentifikasi bantuan apa yang paling Anda butuhkan

Sangat penting bagi setiap penulis untuk mengetahui bantuan apa yang dibutuhkan. Apakah kelemahan Anda adalah tata bahasa, apakah Anda kesulitan untuk memotong paragraf, apakah kosa kata Anda begitu terbatas, sehingga, Anda menggunakan kata-kata yang itu-itu saja? Dengan mengetahui hal-hal tersebut, maka kritikan akan menjadi lebih mengerucut, sehingga Anda mampu mengambil kritik yang sesuai dengan kebutuhan menulis Anda dan membuang yang tidak perlu.

2. Menghargai kritikan

Kita cenderung mudah menganggap orang yang mengkritik sama dengan haters. Dan seringkali kita hanya menghargai pujian. Pujian memang menyenangkan tapi jika kita hanya menginginkan pujian, bagaimana kita bisa meningkatkan kemampuan menulis kita? Jika ingin berkembang maka kita harus mulai menghargai sebuah kritik.

critics 23. Jangan langsung menanggapinya

Saat kritikan muncul, seringkali perasaan kita begitu terluka dan marah, atau sedih. Dan menumpahkan semua perasaan tersebut secara langsung dapat menjebak kita melontarkan kata-kata yang mungkin akan disesali nantinya. Sehingga yang terbaik adalah menunggu sebelum merespon. Karena menunggu dapat membuat kita merenungkan kritikan tersebut dengan lebih tenang dan obyektif.

4. Belajar dari kritik

Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari sebuah kritikan. Yang pertama adalah Anda melihat bahwa itu benar. Kritikan tersebut benar adanya meskipun menyakitkan dan Anda berusaha memperbaikinya.

Yang kedua adalah kritikan tersebut mungkin benar tapi tidak valid. Kritikan tersebut justru dapat memperkuat keyakinan Anda sendiri, dan terus berpegang pada hal yang Anda yakini.

Ada begitu banyak orang yang mencela saya saat saya mengatakan bahwa saya ingin mencoba menjadi penulis. Saya tahu bahwa tidak mudah menjadi penulis.  Tapi saya kan tidak meminta bantuan jenis apa pun pada mereka, jadi whatever you said, I’m pursuing my passion, because I just have this one life only. 

5. Memberanikan diri

Seringkali ketakutan membuat kita tidak melakukan apa pun. Takut menulis dan mempostingnya karena kita takut kritikan. Kita ragu karena bakat kita terasa mentah, dan kurang dalam berbagai sisi. Untuk menjadi penulis Anda harus menulis, tidak ada jalan pintas lain. Jadi mengambil langkah berani sangatlah penting.

Bagaimanapun, kita dapat belajar dan berkembang dari kritik yang kita terima. Kita memiliki kekuatan untuk mengambil hal positif dan negatif dari sebuah kritikan. Yang terpenting jangan jadikan kritikan sebuah penghalang untuk berkembang.

Keep fighting !!