8 Tips dan Nasihat Menulis dari John Grisham

John Grisham adalah penulis otodidak yang bekerja keras dari nol. Dia akan mulai menulis jam 7 pagi rutin di kantornya setidaknya satu halaman. Ketika novel pertamanya A Time to Kill selesai (selama tiga tahun menulis) dan ditolak oleh para agen penerbit, dia tak ambil pusing dan langsung menulis buku keduanya The Firm. Buku keduanya diterima oleh penerbit dan langsung hits, berada di daftar bestseller selama 47 minggu!

Film-film yang diadaptasi dari novel-novelnya pun selalu laris dipasaran. John Grisham adalah penulis dengan genre thriller hukum. Berangkat dari pengalaman dan kuliahnya di jurusan hukum, dan kemampuan menulisnya yang luar biasa, dia menjadi salah satu penulis yang terkenal akan suspense dan dramanya.

Untuk seorang penulis seperti John Grisham yang tahu rasanya merintis menulis dari nol, dan bekerja keras untuk sesuatu yang dia percayai, tentu ada banyak saran dari dirinya yang bisa kita ikuti dan terapkan dalam kehidupan menulis kita. Berikut adalah beberapa tips dan nasihat dari John Grisham:

1. Fokus pada inti buku

John Grisham menyarankan para penulis baru untuk fokus pada inti buku ini. Jika Anda menulis novel yang menegangkan, jangan menyampingkannya dengan hal lain. “Ketika Anda menulis ketegangan, Anda tidak dapat menghabiskan terlalu banyak waktu dengan elemen-elemen lain dari cerita, seperti latar, makanan, hubungan, dll. Ini adalah daftar panjang. Anda harus terus-menerus mengingat bahwa Anda berusaha memastikan halaman-halamannya berubah dengan cepat.”

Karakter, dialog, dan elemen lainnya penting, tetapi elemen-elemen tersebut harus digunakan untuk menambah ketegangan bukan menjadi fokus dari cerita.

2. Memiliki Outline

Memiliki peta jalan yang jelas dari setiap novel yang Anda tulis sangatlah penting. John Grisham mempelajari hal ini dengan susah payah setelah dia menyelesaikan novel pertamanya, A Time to Kill, yang panjangnya sekitar 900 halaman dan tidak teratur. Dia harus memotong setidaknya 300 halaman sebelum bisa digunakan. Sejak itu, ia menyarankan penulis untuk merencanakan buku mereka untuk menghemat waktu menulis juga membuat cerita lebih baik. “Semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk garis besar, semakin mudah untuk menulis buku,” katanya.

3. Satu halaman setiap hari

Tidak peduli betapa sulitnya itu, atau betapa sibuknya Anda dengan hal-hal lain, Anda harus dapat meluangkan waktu menulis setidaknya satu halaman sehari. Dengan cara ini, Anda bekerja perlahan tapi pasti. Dan beberapa bulan kemudian, Anda akan memiliki naskah lengkap yang siap diedit dan diterbitkan.

John Grisham .jpg“Tuliskan satu halaman setiap hari di tempat dan waktu yang sama. Pagi, istirahat makan siang, di kereta, larut malam – tidak masalah. Cari jam tambahan, pergi ke tempat yang sama, tutup pintu. Tanpa pengecualian, tanpa alasan.”

4. Mengedit

Jangan takut pada editing. Karena editing seharusnya menjadi teman baik para penulis. John Grisham menyarankan setiap orang yang bercita-cita menjadi penulis harus membaca naskah mereka beberapa kali dan mencari kata-kata yang dapat dibuang. Hapus kata-kata yang tidak perlu atau berlebihan, tak peduli apakah Anda masih memiliki banya halaman yang perlu diisi.

5. Riset

Jika Anda pernah membaca buku-buku John Grisham, Anda pasti tahu betapa detail dan akurat cerita yang dibangunnya. John Grisham memang memiliki latar belakang hukum yang membuatnya lebih mudah untuk menulis novel-novel hukum, tapi bukan berarti dia tidak melakukan riset sama sekali. Dia membaca ratusan buku dan mewawancarai banyak orang saat menulis novel-novelnya.

6. Mulai menulis sebagai hobi

John Grisham menyarankan bagi para penulis yang ingin berkarir fulltime sebagai penulis untuk mulai menulis sesegera mungkin. Sebagai hobi pada awalnya. Anda bisa mengambil karir lain agar memiliki sumber pendapatan yang tetap, dan menulis bisa dimulai dari hobi, tapi tentunya dengan disiplin.

7. Menjadi kritikus yang baik untuk buku Anda

Selalu baca kembali naskah novel Anda, bacalah dengan mata terbuka sehingga Anda bisa menjadi kritikus bagi diri Anda sendiri sebelum memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukannya.

8. Jangan menyerah

John Grisham menyimpan semua surat penolakan yang diterimanya. Itu sebagai pengingat bagi karirnya sebagai penulis. Novel-novelnya saat ini terjual ratusan juta kopi di seluruh dunia, dan diadaptasi menjadi film-film laris di Holywood. Dia tidak pernah berhenti mengirimkan naskahnya meski terus ditolak. Dan mulai menulis novel keduanya bahkan sebelum ada satupun penerbit menginginkan novelnya.

 

 

Advertisements

4 Cara Mengatasi Perlawanan dalam diri Anda ketika Menulis

Sebagai penulis, kita pasti cukup sering merasa tidak ingin menulis. Kadang-kadang kita ingin merasakan suasana hati untuk menulis. Jadi kita menonton TV, atau nongkrong di sosial media, dan menunggu. Dan menunggu suasana hati itu datang.

Terkadang, inspirasi tersebut memang datang. Tapi lebih sering, inspirasi begitu jauh. Di sinilah ketahanan Anda diuji. Apakah itu akan menjadi tulisan Anda semakin kuat atau tidak.

Jika Anda merasakan rasa perlawanan seperti itu di dalam diri Anda, terimalah dan bahkan rangkullah. Perlawanan yang Anda rasakan bukanlah sinyal untuk Anda tidak menulis. Saya tidak melihatnya sebagai musuh yang harus dikalahkan tapi lebih kepada ketika ada perlawanan dalam diri saya, itu artinya saya sedang melakukan sesuatu yang berharga.

Daripada menghadapi langsung perlawanan tersebut, lebih baik menghindarinya. Nah ada cara-cara yang saya telah buktikan sendiri cukup berhasil dan pada akhirnya membuat saya lebih produktif. Semoga bisa membantu Anda juga:

1. Menjadikan menulis kebiasaan rutin Anda. Dengan cara ini semua akan lebih mudah. Anda mungkin akan merasakan penolakan dan perlawanan dalam diri Anda pada awalnya.Tetapi jika Anda serius, maka hal tersebut dapat Anda atasi. Memiliki kebiasaan menulis yang rutin dapat membangun motivasi Anda dan membuat menulis menjadi lebih mudah.

love writing2. Ingatkan diri Anda mengapa Anda begitu mencintai menulis. Ini selalu berhasil setiap kali ada perlawanan dalam diri saya yang membuat menulis terasa begitu berat. Mengingatkan diri saya betapa saya mencintai menulis, membuat saya kembali termotivasi. Dan mampu membuat saya melupakan semua perlawanan tersebut.

3. Bertindaklah sebelum perlawanan itu tumbuh. Jika Anda merasa sedang tidak mood menulis, justru menulislah secepat mungkin. Semakin lama Anda menundanya, itu akan semakin sulit. Tapi jika Anda benar-benar kehabisan energi, Anda bisa menunggu tetapi setidaknya tetapkan waktu tertentu untuk tulisan Anda.

4. Membaca. Percaya atau tidak, setiap kali saya kehabisan energi atau merasa lelah terhadap ‘menulis’ saya akan ‘melarikan diri’ kepada buku. Membaca akan mengisi kembali energi saya yang hilang. Mungkin karena kata-kata mempunyai kekuatan yang lebih hebat daripada yang pernah kita pikirkan.

Merasakan sesekali perlawanan dalam diri Anda bukan berarti Anda tidak cocok menjadi penulis. Semua penulis pasti pernah mengalaminya. Hanya saja jangan menyerah untuk passion Anda.