10 Cara Membangun Kebiasaan Membaca yang Lebih Baik

Membaca adalah cara bagi saya untuk memperluas pikiran saya. Membuka mata saya. Dan mengisi hati saya. Oprah Winfrey

Hobi membaca memang terdengar bagi banyak orang begitu boring. Uncool. Dalam hal ini, saya tidak dapat mengerti mengapa orang menganggap membaca begitu membosankan, karena pertama kali saya jatuh cinta terhadap buku-buku fiksi, buku-buku tersebutlah yang menarik saya keluar dari cakrawala sehari-hari saya yang begitu serba sulit, membosankan, dan penuh dengan keterbatasan.

Kata-kata seperti: gorong-gorong, basement, loteng, frisbee, salju, membuat saya tahu di luar sana, di bagian dunia lain, ada hal-hal yang menarik hati saya, dan suatu hari nanti mungkin saya bisa melihatnya dan merasakannya langsung. Tapi hari itu. Hari di mana saya membaca buku-buku, saya bisa merasakan bahwa saya ada di sana tanpa bergerak dari tempat saya duduk.

Bukan hanya meningkatkan komunikasi atau mengembangkan kemampuan verbal Anda dan segudang manfaat lainnya. Buku dapat memberi kesenangan, mereka kadang lucu, santai, mengasyikan, mendebarkan, menghangatkan hati dan masih banyak lagi.

Jadi saya mendedikasikan tulisan ini untuk Anda yang jatuh cinta pada buku-buku dan dengan mencoba tips di bawah ini Anda bisa membangun kebiasaan membaca dengan lebih baik lagi.

1. Selalu membawa buku. Kemanapun Anda pergi, bawalah buku di tas Anda. Jika ada waktu ketika Anda harus menunggu seperti saat mengantri, killing time, waktu istirahat dan sebagainya, Anda bisa membaca. Cara yang baik untuk menghabiskan waktu. Atau bisa juga membaca dengan smartphone. Teknologi tentu akan lebih memudahkan.

Book 12. Mengatur waktu Anda. Dengan mengatur dan menetapkan waktu selama setidaknya 10-30 menit setiap harinya, ini akan membantu Anda. Misalnya Anda membaca sembari sarapan dan makan siang, lalu Anda membaca lagi sebelum tidur. Dengan begitu Anda sudah memiliki tiga kali sehari jadwal membaca. Itu akan menjadi awal yang baik. Dan dengan sendirinya akan menjadi kebiasaan.

3. Mengurangi televisi dan internet. Jika Anda benar-benar ingin membaca lebih banyak, kurangi konsumsi TV atau Internet. Mungkin sulit bagi banyak orang, tapi untuk setiap menit yang Anda kurangi dari internet dan televisi untuk Anda gunakan untuk membaca, itu bisa menghasilkan berjam-jam waktu membaca buku.

4. Menemukan tempat yang tenang. Mengapa tidak mencoba me time Anda dengan duduk di sudut rumah Anda yang tenang, dengan buku yang bagus tanpa gangguan. Tidak ada televisi atau laptop, atau smartphone untuk meminimalisir gangguan, dan tidak ada anggota keluarga atau teman-teman.

5. Pergi ke toko buku atau toko buku bekas. Tempat favorit saya adalah sebuah toko buku yang sedang diskon dan toko buku bekas. Butuh anggaran ekstra untuk membeli buku, jadi pergi ke tempat-tempat seperti ini bisa menolong para bookworms seperti kita :). Juga rasanya menyenangkan menelusuri buku-buku dan mencari nama-nama penulis favorit dan judul-judul baru. Jadikan perjalanan Anda ke toko buku menjadi hal yang rutin. Karena kondisi pandemi seperti ini, internet juga bisa menjadi sarana untuk membaca online atau membeli buku-buku bekas.

book 46. Membuat itu menyenangkan. Jadikan waktu membaca Anda sebagai waktu favorit Anda dalam sehari. Jika Anda menyukai teh atau kopi, buatlah minuman tersebut saat Anda membaca. Duduklah di kursi yang nyaman. Dengan membuat pengalaman membaca menyenangkan, maka tidak sulit bagi Anda untuk sering melakukannya.

7. Menyimpan daftar bacaan. Anda bisa melakukannya secara detail seperti menulis judul buku, nama penulis dan tanggal Anda memulai dan menyelesaikannya. Tapi jika itu berat, cukup mencatat daftar buku dan nama penulis, lalu setelah selesai, Anda bisa menuliskan satu atau dua kalimat tentang buku tersebut. Apa yang Anda sukai atau kutipan yang paling favorit dari buku tersebut.

8. Menetapkan target yang tinggi. Anda bisa menetapkan target seperti ingin membaca 30 buku dalam tahun ini. Kemudian mulailah berusaha untuk mencapainya. Untuk melakukan ini, Anda harus tetap menikmati buku-bukunya, jangan menjadikannya sebagai tugas yang diburu-buru.

9. Membaca review buku. Akan selalu membantu jika memahami buku dari sudut pandang yang berbeda. Membaca review sebelum membeli akan membantu Anda membuat daftar bacaan. Anda juga bisa belajar menulis review buku setelah membacanya. Akan ada banyak orang yang terbantu loh. ๐Ÿ™‚

10. Mendapatkan alat yang menolong Anda membaca. Saya lebih menyukai buku-buku cetak dibandingkan ebook, sehingga lampu yang terang sangat crucial bagi saya. Dan tentunya beberapa variasi teh dan cookies, dan brownies ups ^^, itu membantu saya untuk membangun suasana yang menenangkan.

Teman saya yang lain, tidak masalah dengan ebook, dan membaca online. Sehingga, peralatan mobile seperti tablet, aplikasi buku online, membantunya untuk membaca. Jadi mencari tahu alat apa yang cocok untuk membantu habit membaca Anda sangat membantu.

Jadi selamat membaca ya book lovers! ๐Ÿ˜‰

5 Tanda bahwa Anda Tidak Harus Menjadi Penulis

Ada begitu banyak orang yang ingin menulis. Ada banyak orang juga yang menyebut diri mereka penulis. Tapi ada yang jarak yang jauh antara penulis sejati dan bukan penulis.ย  ini juga bisa menjadi pengingat bagi kita yang sedang menulis, mempelajarinya dan mengejarnya.

1. Tidak Membaca

Setiap penulis membaca. Saya belum pernah bertemu atau mendengar tentang seorang penulis sejati yang tidak membaca. Faktanya, satu hal yang saya temukan di setiap penulis yang pernah saya temui atau baca adalah cinta yang luar biasa terhadap kata-kata.

2. Anda Tidak Menemukan Kebahagiaan dalam Menulis

Menulis itu pekerjaan yang sunyi dan tidak mudah. Tetapi sesulit apa pun proses menulis, para penulis tidak pernah akan meninggalkannya. Ada perasaan sukacita yang meletup di dalam benak mereka.

Menulis memberikan sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Bagi sebagian orang, menulis dapat menenangkan atau membebaskan dan tentu menyenangkan. Jadi jika Anda tidak pernah merasa bahagia saat menulis, maka mungkin menulis bukan untuk Anda.

book fantasy3. Jarang Mendengar Suara- suara di Kepala Anda

Oke, ini kedengarannya agak โ€˜creepyโ€™ ya. Tapi semua penulis pasti mengalaminya. Hobi para penulis salah satunya adalah melamun. Kita melamunkan kisah, karakter-karakter yang kehidupannya kita jalin di dalam kepala kita. Mungkin kita sudah memilikinya sejak kita masih kecil, kebutuhan untuk tenggelam dalam cerita di kepala kita sendiri.

Protagonis kita mengisi hari-hari kita, tidak jarang mereka berbicara di dalam kepala kita. Nah, jika Anda belum pernah melihat dunia melalui mata pikiran Anda, mungkin Anda bukan seorang penulis, dan itu tidak apa-apa.

4. Ego Anda Tidak Tahan untuk Dikritik

Kritik memang menyakitkan, tapi kritik yang membangun justru akan membuat bakat menulis tumbuh. Pada akhirnya jika kita begitu mencintai menulis, kita akan mempunyai kekuatan untuk melaluinya.

5. Anda tidak Menulis

Para penulis menulis. Itu saja.