Rekomendasi: Buku Paulo Coelho

Paulo Coelho adalah seorang penulis Brasil yang terkenal dengan karyanya The Alchemist. Ceritanya yang unik, tidak konvensional dan sering terkesan magis membuat sebagian orang tidak selalu menyukai buku-bukunya. Bagi saya pribadi ada buku-bukunya yang bukan menjadi santapan saya, tetapi ada beberapa buku-bukunya yang benar-benar memikat dan menyentuh saya. Berikut adalah 4 diantaranya:

The Alchemist

Ada sebagian orang berpendapat kalau The Alchemist tak lebih dari sebuah self-help book. Kalau saya melihatnya sebagai cerita fiksi yang memikat tentang seorang bernama Santiago yang melakukan perjalanan untuk menemukan legenda pribadinya yang muncul dari mimpi-mimpinya. Buku ini sederhana, namun mendalam. Saya pikir seperti Santiago, setiap orang melakukan perjalanannya sendiri untuk menemukan dirinya sendiri. The Alchemist adalah bacaan yang cepat, menyenangkan dan penuh makna yang memberi saya perspektif baru tentang hidup.  

Veronika Decides to Die

Suatu hari Veronika memutuskan untuk mati. Dia menelan obat tidur dan tidak sadarkan diri, lalu terbangun di sebuah rumah sakit jiwa yang ditakuti di negaranya Slovenia. Dia kemudian diberitahu oleh dokter bahwa dia akan mati dalam waktu lima hari karena telah mengalami kerusakan hati.

Novel ini mungkin terinspirasi oleh pengalaman Paulo Coelho sendiri. Saat dia berkata ingin menjadi seorang penulis, reaksi orang tuanya adalah memasukkannya ke rumah sakit jiwa sebanyak tiga kali dan menjalani terapi kejut listrik.

Veronika Decides to Die adalah buku berani yang mempertanyakan arti kegilaan dan merayakan individu-individu yang tidak sesuai dengan kenormalan umum di masyarakat. Kisah seorang wanita muda di persimpangan keputusasaan dan pembebasan.

The Spy

The Spy menghidupkan kembali kisah nyata dari Margaretha Zelle atau lebih dikenal sebagai Mata Hari, seorang penari eksotis terkenal yang membuat tubuhnya menjadi ikon seksualitas. Pada tahun 1917, atas bukti yang meragukan, dia diadili karena tindakan spionase sebagai mata-mata Jerman dan dieksekusi di hadapan regu tembak Prancis.

Paulo Coelho menggunakan narasi orang pertama, membangkitkan kembali kehidupan Mata Hari melalui surat terakhirnya. Dari penjara, Mata Hari mengungkapkan untuk mengejar kebenarannya sendiri. Kisah masa kecilnya di sebuah kota kecil di Belanda, kemudian tahun-tahun sebagai istri seorang perwira di tentara kolonial Belanda di Jawa, hingga kebangkitannya yang diperhitungkan menjadi seorang selebriti di Perancis. Di dalamnya ada kesedihan, kesepian, pengkhianatan, gairah, kebebasan dan kemandirian seorang wanita yang tangguh.

The Winner Stands Alone

Dalam buku ini, Paulo Coelho membawa kita ke Festival Film Cannes di mana orang-orang sukses di dunia mode dan sinema berkumpul. Igor, seorang jutawan Rusia, Hamid, seorang tokoh terkemuka fashion dari Timur Tengah, aktris Amerika Gabriela yang sangat ingin mendapatkan peran utama, Jasmine, seorang wanita di ambang karir modeling yang sukses dan seorang detektif kriminal Savoy yang ambisius mengejar puncak karirnya.  Siapa di antara mereka yang akan berhasil mewujudkan mimpinya?

The Winner Stand Alone berbicara tentang uang, ketenaran, ambisi yang digambarkan melalui dunia superclass nan glamor. Juga pembunuhan di tengah-tengah perhelatan besar Festival Film Cannes. Buku ini membuat kita kembali merenungkan persepsi pribadi tentang definisi sukses.

Rekomendasi: 5 Dokumenter NETFLIX 

Netflix adalah salah satu platform yang mendefinisikan ulang cara kita menonton film. Platform ini menemukan streaming dan menyuguhkan kita banyak pilihan dalam menonton. Netflix memiliki koleksi dokumenter yang luar biasa dan variatif. Beberapa diantaranya memenangkan Oscar, yang lainnya menjadi hits dan tak sedikit mengundang perdebatan.

Jadi meskipun Anda bukan penggemar film dokumenter, film-film berikut sangat layak ditonton. Jangan lewatkan ya.

1. The Tinder Swindler

Pada awal kemunculannya, saya agak skeptis dengan film ini. Saya baru tergerak menontonnya setelah teman-teman mulai membicarakannya. Ini benar-benar film yang bagus baik secara teknis dan content.

Dokumenter ini bercerita tentang Simon Leviev—seorang putra pengusaha berlian bernama Lev Leviev, yang menjalani kehidupan jetset. Simon ingin mencari cinta sejatinya melalui Tinder—dating app yang populer. Kecuali bahwa dia sebenarnya bukan putra Lev Leviev. Dia tak lebih dari penipu lihai yang menipu wanita untuk membayar gaya hidup mewahnya.

Bersama dengan surat kabar Norwegia—Verdens Gang, tiga wanita yang pernah ditipu Simon melakukan penjebakan dan investigasi terhadap Simon. Kritikus menganggap The Tinder Swindler sebagai film dokumenter terbaik yang pernah diproduksi Netflix, dan saya sangat setuju dengan itu.

2. Coded Bias

Joy Buolamwini—mahasiswa pascasarjana di MIT Media Lab menemukan perangkat lunak pengenalan wajah komersial mampu mendeteksi teman sekelasnya yang berkulit terang dengan baik, namun tidak dapat “melihat” wajahnya. Sampai, dia mengenakan topeng plastik berwarna putih.

Coded Bias mengeksplorasi bagaimana algoritma pengambilan keputusan rentan terhadap bias. Teknologi ini semakin banyak digunakan untuk membuat keputusan penting, seperti menyaring kandidat pekerja, mengenali penjahat di jalan-jalan melalui CCTV. Namun banyak dari algoritmanya justru dapat mengakibatkan salah tangkap dan ketidakadilan dalam mengevaluasi kandidat pekerja yang sebenarnya.

Film ini adalah a wake up call. Kita harus bisa merangkul teknologi baru tetapi pada saat yang bersamaan kita juga harus mendukung transparansi, kesetaraan dalam penggunaan AI yang mengatur kehidupan kita dalam bermasyarakat. Dan penting sekali bahwa pemangku kebijakan turut serta dalam hal ini.

3. Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal 

Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal menyelidiki metode penyogokan yang digunakan oleh Rick Singer untuk memasukkan anak-anak dari keluarga kaya dan terkenal ke universitas-universitas top di Amerika Serikat. Film dokumenter ini juga melibatkan nama-nama aktris Holywood seperti Felicity Huffman dan Lori Loughlin.

Film ini memperlihatkan bagaimana keluarga kaya melakukan apa saja demi harga diri mereka meskipun anak-anak mereka tidak punya kapabilitas untuk berada di universitas-universitas bergengsi. Dengan masuk melalui penerimaan olah raga, nilai SAT dan kredensial palsu, semuanya dengan harga ratusan ribu dolar, anak-anak dari keluarga kaya ini bisa melenggang masuk ke universitas-universitas top Amerika Serikat.

4. Amanda Knox

Ada banyak dokumenter bergenre crime di Netflix, mulai dari pembunuh berantai sampai pada kasus-kasus yang belum terpecahkan. Kasus ini begitu kontroversial dan Amanda Knox baru berusia 20 tahun saat pembunuhan ini terjadi.

Amanda Knox bersama sang pacar—Raffaele Sollecito dituduh dan dihukum atas pembunuhan teman satu flatnya bernama Meredith Kercher di Perugia, Italia pada tanggal 1 November 2007. Mereka berdua dihukum di bawah hukum Italia, kemudian dibebaskan kemudian dihukum lagi, dan akhirnya, pada tahun 2015, akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung Italia.

Secara pribadi saya melihat dokumenter ini cukup objektif. Rob Blackhurst dan Brian McGinn sang pembuat film menampilkan beberapa cuplikan Amanda yang menceritakan pengalamannya dituduh melakukan pembunuhan, menjalani interogasi polisi yang intens, dan bagaimana dia menjadi bulan-bulanan media selama bertahun-tahun. Ada juga sudut pandang jaksa Italia, cuplikan statements dari keluarga Meredith, juga wartawan Nick Pisa yang sejak awal ditugaskan oleh Daily Mail untuk mengikuti kasus ini.

Film ini membuat benak Anda terus bertanya-tanya dan mencerna, apakah Amanda membunuh Meredith Kercher?

5. Secrets of The Saqqara Tomb

Tidak sulit untuk saya untuk memilih dokumenter ini dalam daftar karena saya selalu mempunyai ketertarikan pada sejarah. Saqqara, terletak sekitar 30 km selatan Kairo, adalah salah satu situs arkeologi terkaya dan tertua di Mesir.

Sebuah makam berusia 4.400 tahun yang dibangun untuk seorang pendeta dan pejabat tinggi bernama “Wahtye” dan menyimpan setidaknya 55 patung telah ditemukan di Saqqara pada Desember 2018. Meskipun berusia ribuan tahun makam itu tampak utuh dengan dekorasi warna-warni. Di bawah makam, para arkeolog menemukan lima lubang tersembunyi, salah satunya, menampung sarkofagus Wahtye.

Penemuan ini adalah satu langkah awal setelahnya para ilmuwan mulai meneliti tulang-tulang yang mereka temukan dan mengungkapkan misteri di balik kematian mereka. Satu hal yang jelas saya merasa sangat beruntung bisa menonton dokumenter ini. Dan saya berharap Anda juga. 🙂