3 TIPE ANTAGONIS DAN BAGAIMANA MEREKA BEKERJA DALAM FIKSI

Apakah setiap cerita membutuhkan penjahat yang ‘baik’?

Coba kita lihat. Konflik mendorong plot untuk maju. Akan tetapi apakah kita memerlukan penjahat super atau Pangeran Kegelapan yang mahakuasa untuk menciptakan konflik yang akan dihadapi oleh protagonis kita?

Ada tiga jenis antagonis utama yang biasanya muncul dalam fiksi. Memahami bagaimana setiap tipe antagonis dapat membantu Anda mengembangkan konflik yang paling efektif untuk cerita Anda.

1. Penjahat Klasik

Karakter-karakter penjahat klasik biasanya sangat tidak bermoral. Semua sikap dan tindakan mereka semata-mata untuk memberikan efek kengerian melekat pada diri mereka. Penjahat tipe ini juga memiliki kekuatan yang tampak mahakuasa, sumber daya yang luas, dan kurangnya empati terhadap penderitaan orang lain. Contoh dari penjahat-penjahat klasik adalah: Darth Vader dalam Star Wars dan Sauron dalam The Lord of the Rings.

Penjahat klasik paling sering ditemukan dalam novel fantasi, fiksi ilmiah, dan novel petualangan, meskipun mereka juga muncul dalam jenis fiksi lain tapi biasanya sifat ekstrim dari antagonis tersebutlah yang membuat protagonis menjadi pahlawan terang dalam kegelapan.

Antagonis ini seringkali dianggap klise dalam lingkungan sastra modern. Karena itu memberikan latar belakang mengapa mengapa mereka menjadi jahat dan bertindak seperti itu akan memberikan kedalaman yang sangat dibutuhkan pada karakter mereka.

2. Antagonis Sehari-hari

Antagonis umumnya dipahami memainkan peran “orang jahat” dalam cerita fiksi. Antagonis tipe ini ada untuk menciptakan konflik dalam perjalanan karakter utama Anda. Namun, mereka tidak perlu niat jahat untuk menjalankan peran mereka secara efektif. Mereka mempunyai karakter buruk dan berfungsi sebagai penghalang dalam perjalanan protagonis Anda. Tindakan mereka mungkin tidak sopan atau bahkan kejam, tetapi mereka tetap manusia. Mereka memiliki harapan, impian, sakit hati, dan juga ketakutan.

Contoh antagonis tipe ini adalah: Keluarga Lannisters dalam Game of Thrones, Sue Sylvester di serial musikal Glee.

Jenis antagonis ini dapat menciptakan konflik dalam kehidupan protagonis Anda dengan berbagi tujuan yang sama atau mengejar suatu tujuan yang menciptakan hambatan dalam perjalanan protagonis.

Untuk membuat antagonis sehari-hari yang efektif, galilah siapa mereka, apa yang mereka inginkan, dan mengapa mereka menginginkan tujuan yang sama atau menghalangi mereka. Beri mereka ketakutan, kekurangan, dan latar belakang.

3. Organisasi yang Rusak

Dalam beberapa cerita fiksi terutama dalam genre dystopia. Sistem pemerintahan yang korup, geng, korporasi, pemerintah, atau kelompok militan dan organisasi buruk lainnya sering muncul sebagai kekuatan antagonis yang perlu dilawan.  

Terlepas dari bagaimana itu terwujud, jenis kekuatan antagonis ini biasanya memiliki niat yang tidak bermoral. Mereka sering beroperasi mirip dengan penjahat klasik, kurang empati dan mencari kekuasaan. Contohnya adalah The Capitol yang dipimpin oleh Presiden Snow dalam The Hunger Games, LexCorp dalam Superman (DC Comics) yang dipimpin oleh Lex Luthor.

Untuk membuat antagonis seperti ini Anda perlu mengembangkan dua atau lebih karakter yang mewakili organisasi tersebut agar memberikan protagonis Anda antagonis yang lebih langsung untuk bertempur dalam adegan konflik.

Masing-masing kekuatan antagonis di atas dapat menciptakan konflik yang kuat dalam cerita yang tepat, semuanya tentu saja tergantung pada sifat novel Anda. Semoga membantu dan selamat menulis 🙂

10 Tips dan Trik Untuk Membaca Lebih banyak

Berapa banyak buku yang Anda baca per tahun? Kemungkinannya, tidak sebanyak yang Anda inginkan. Sering sekali saya mendengar banyak orang ingin membaca tapi mereka selalu beralasan tidak punyak waktu. Padahal mereka mampu mengupdate sosial media puluhan kali dalam sehari.

Jika Anda ingin menyaksikan perkembangan diri Anda dengan pesat, maka membaca adalah salah satu kendaraannya. 

Berikut adalah tips dan trik yang berhasil saya lakukan untuk menyiasati mulai dari budget juga waktu yang terbatas dalam membaca lebih banyak lagi. Dan lagi. Semoga bisa memberi semangat bagi kita semua untuk terus membaca ya:

book and bag1. Membawa buku ke mana-mana.

Akan selalu ada kesempatan untuk membaca. Mungkin saat mengantri di supermarket, bank, di dalam perjalanan Anda. Kapan pun ada kesempatan, Anda bisa mengeluarkan buku dari tas dan membaca. Jika Anda bisa membaca online, itu akan lebih praktis lagi.

2. Menyimpan list bacaan.

Setiap bulannya, saya memiliki list atau daftar buku yang harus saya baca. Biasanya saya mengecek buku-buku terbitan baru di internet dan membaca reviewnya dari goodreads atau situs lainnya, setelah itu baru saya akan pergi ke toko buku untuk memutuskan apakah saya akan membelinya atau meletakkannya ke daftar untuk kemudian hari. Secara psikologis memiliki daftar sangat memotivasi saya. Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika melihat daftar-daftar tersebut berkurang karena saya sudah membacanya.

3. Membaca multi genre.

Saya cenderung memilih buku-buku dengan genre distopia dan thriller, tapi sesekali saya memerlukan genre lain untuk mendapatkan kesegaran dan juga sudut pandang baru. Tidak masalah bagi saya membaca buku-buku fantasi yang sedang in, atau romance dengan ide-ide lucu dan unik. Ini strategi yang selalu berhasil untuk saya. Pikiran saya tetap segar sekaligus menghindari readers’s block.

4. Membaca buku-buku yang lebih pendek.

Cara tercepat untuk membaca buku adalah memilih buku-buku yang lebih pendek. Buku-buku seperti kumpulan cerpen atau buku-buku puisi adalah pilihan yang sangat baik untuk Anda yang mempunyai waktu lebih sempit atau baru memulai membaca kembali. Setelah itu cobalah untuk membaca satu buku lebih panjang dan satu lagi buku pendek. Jangan takut, kebiasaan membaca dibangun jadi tidak perlu tergesa-gesa 🙂

buku diskon 15. Membeli dengan murah.

Diskon-diskon! Kita mempunyai event tahunan Big Bad Wolf, toko-toko buku juga biasanya menyiapkan waktu-waktu menggelar buku-buku diskon. Atau Anda bisa pergi ke Blok M, Pasar Senen, untuk mencari buku-buku bekas. Perlu waktu memang tapi ini bisa Anda lakukan sebulan sekali disela-sela pulang sekolah, kuliah atau bekerja. Selain lebih murah, kita bisa loh menemukan buku-buku lama yang bagus di sana. Dan senang sekali rasanya membeli buku dari para book keepers tersebut 😉

6. Memprioritaskan.

Bagaimana pun juga jika kita memprioritaskan sesuatu, maka itu akan menjadi bagian penting dalam hidup kita. Itu jadi lebih diutamakan daripada menonton, menelusuri sosial media berjam-jam. Kita semua memiliki 24 jam yang sama. Jadi semuanya kembali kepada prioritas Anda.

7. Membagikan apa yang Anda baca.

Membagikan apa yang Anda baca akan membantu orang lain. Ketika saya membaca, saya dapat menemukan pengalaman yang menyenangkan. Jadi kenapa tidak membagikannya kepada orang lain? Jangan berhenti sampai pada diri Anda.

waktu membaca8. Memiliki waktu membaca khusus.

Saya pikir ini tips yang tak tergantikan. Karena hal ini akan membantu menciptakan kebiasaan. Dengan menciptakan kebiasaan, Anda tidak akan merasa lagi membaca begitu berat. Itu menjadi tak terpisahkan dari diri Anda.

9. Menemukan sumber terpercaya.

Salah satu selebriti Holywood yang mempunyai kebiasaan membaca adalah Reese Witherspoon. Saya mengikuti buku-buku yang dia baca dan rekomendasikan. Atau Anda bisa mencarinya di internet. Paling dekat dan populer tentu situs goodreads, Anda bisa memulainya dari sana. Temukanlah yang cocok dengan Anda.

10. Mengikuti tantangan membaca.

Jika Anda menyukai tantangan, ini adalah trik terbaik untuk mendorong Anda membaca lebih banyak buku. Temukan seseorang yang sama-sama menyukai buku, dan Anda bisa memulai dengan mereka untuk saling memberikan rekomendasi atau membuat daftar bacaan. Memiliki teman-teman dengan kebiasaan yang sama akan memotivasi Anda, dan tentu ini akan menjadi tantangan yang menyenangkan.