5 Jenis untuk akhir (ending) cerita

Ending sebuah cerita memiliki dampak besar terhadap bagaimana pembaca akan mengingat buku Anda di kemudian hari. Jika mereka tidak puas pada ending cerita Anda, maka mereka tidak akan merekomendasikannya kepada orang lain. Meskipun opening novel Anda mungkin cukup meyakinkan untuk terus dibaca, tetapi bagaimana Anda mengakhiri cerita akan menentukan apakah pembaca akan berubah dari pembaca menjadi fans setia Anda.

Berikut adalah 6 cara untuk mengakhiri novel Anda. Semoga dapat  menginspirasi Anda untuk menemukan akhir terbaik untuk novel Anda:

1. Benar-benar selesai

Anda harus menyelesaikan semua pertanyaan. Setiap subplot dan plot utama harus mencapai kesimpulan yang jelas dan memuaskan. Tidak ada yang tersisa untuk diceritakan.

2. Ending (akhir) cerita yang tidak terselesaikan

Jenis akhir ini mengajukan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, ini akan mendorong pembaca untuk merenungkan hal-hal yang terjadi di dalam novel. Dan membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Akan ada beberapa resolusi, tetapi kemungkinan besar akan menimbulkan pertanyaan atau membiarkan pertanyaan-pertanyaan lain tak terjawab.

Biasanya ending ini digunakan untuk novel-novel berseri atau serial televisi berseri. Anda juga bisa menyebutnya dengan cliffhanger meskipun tingkatannya bisa berbeda-beda. Intinya adalah pembaca menginginkan jawaban akan misteri yang Anda berikan sehingga mereka akan menunggu untuk seri berikutnya karena itu.

pencil

3. Akhir yang tidak terduga (twist)

Biasanya cerita-cerita thriller, misteri, detektif, dan sejenisnya akan menggunakan jenis akhir cerita dengan twist. Bagi kita penulis, mengakhiri novel dengan twist mungkin memiliki sensasi tersendiri. Tetapi harus berhati-hati karena apabila kita tidak berhasil yang terjadi bukannya mendatangkan tepuk tangan dari pembaca malahan itu membuat pembaca Anda marah.

Untuk lebih mengetahui bagaimana membuat plot twist dalam novel Anda, silakan baca postingan berikut ini.

4. Happy ending

Sebuah akhir yang tidak terduga atau mengejutkan lebih sering tidak menyenangkan, tidak nyaman, dan bukan seperti yang diharapkan tentu saja. Anda hanya ingin memberi pembaca apa yang mereka harapkan dan inginkan dari novel Anda. Ending yang dapat menghibur. Tapi bagaimana membuat kisah happy ending dengan tidak terasa membosankan? Anda dapat melakukan dua hal berikut:

Pertama membuat ketegangan sebelum cerita Anda klimaks, ini akan membuat happy ending sedikit lebih menantang, dan pembaca akan berdebar menunggu bagaimana cerita ini akan berakhir.

Kedua jika sudah mencapai akhir happy ending, biarkan sedikit bagian cerita tidak terselesaikan untuk memberikan kemungkinan akan sekuel, meskipun itu belum tentu terjadi, atau membuat pembaca merenung dan mengambil kesimpulan sendiri. Tapi hanya sebagian kecil saja, bukan untuk hal-hal primer.

reading 15. Pembaca memilih ending sendiri (open ending)

Meninggalkan akhir cerita kepada pembaca Anda sendiri adalah sebuah pendekatan yang menantang tapi juga sangat berisiko. Mengapa ada penulis yang mau mengambil risiko ini? Karena akhir seperti ini dapat memicu imajinasi pembaca, dan mereka akan bebas menafsirkan adegan terakhir juga memutuskan sendiri apa artinya.

Semoga artikel di atas dapat memberikan gambaran untuk mencari ide bagaimana mengakhiri novel Anda. Jika Anda belum yakin akan pilihan Anda, tulis beberapa ending yang berbeda, dan biarkan naskah Anda selama minimal dua minggu. Kemudian bacalah seluruh naskah Anda dari awal dan lihat mana yang mengalir paling baik dan yang mana yang paling masuk akal untuk cerita Anda secara keseluruhan.

Selama menulis ya Writers!

Advertisements

Jangan Lakukan Hal-hal Ini Saat Menulis plot twist

Bayangkan pembaca Anda membuka buku Anda, lalu mereka mulai menelusuri narasi yang Anda tulis. Narasi itu membangun dan membangun, dan kemudian sesuatu terjadi! Sebuah rahasia besar terungkap. Lalu satu rahasia lagi. Dan kemudian satu lagi. Itulah yang membuat perjalanan membaca menjadi lezat, berisi, tegang, tidak nyaman, dan sangat mendebarkan.

Tapi masalahnya bagaimana membuat perjalanan tersebut terasa alami dan tidak dipaksakan. Bagaimana mengatur agar plot twist Anda mengejutkan pembaca tanpa keluar sepenuhnya dari logika cerita yang Anda bangun? Anda bisa melihat  postingan sebelumnya tentang 5 hal yang Anda lakukan untuk menulis plot twist yang baik. Kali ini saya memberikan tips tentang apa yang sebaiknya tidak dilakukan untuk membuat plot twist Anda berhasil.

1. Jangan membuatnya terlalu jelas

Hal  pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan yang terlihat sangat jelas. Buang semua solusi yang Anda pikirkan agar protagonis Anda berhasil. Pikirkan skenario lain. Lalu buang itu juga :). Plot twist seharusnya tidak terduga. Pembaca Anda tidak bisa menebak bagaimana buku Anda berakhir. Tetapi…mereka harus tersenyum ketika hal itu terjadi. Segila apa pun twist yang Anda buat ketika mereka berpikir, mereka akan berkata: kami melihat tanda-tandanya, tapi kami tidak menebaknya.

Pet Semetary adalah salah satu contoh yang ingin saya bahas untuk hal ini. Ada beberapa plot twist dalam Pet Semetary, saya bisa menebak salah satunya ketika seorang anggota dalam keluarga tersebut tewas. Tapi saya tercengang ketika cerita hampir berakhir, Stephen King memilih jalan yang benar-benar tak dapat saya tebak. Meskipun saya lebih memilih akhir yang ‘menyenangkan’ tapi hei…ini genre horor jadi saya tersenyum, menggelengkan kepala kagum. Premisnya berhasil dan jika Anda mencintai genre ini atau thriller dan suspense, saya menyarankan untuk membaca bukunya atau menonton filmnya.

card2. Jangan memperlihatkan kartu Anda terlalu cepat.

Teknik foreshadowing atau petunjuk dan pertanda yang muncul di awal cerita yang akan terjadi kemudian dalam cerita—sangatlah penting dalam menulis fiksi. Tetapi ketika Anda menyiapkan plot twist, Anda tidak boleh memperlihatkannya terlalu banyak. Karena itu akan membuat pembaca Anda dapat menebak apa yang akan terjadi, dan akhirnya twist Anda gagal.

Tahan informasi sampai tidak dapat ditahan lagi. Ini membantu meningkatkan ketegangan dalam cerita Anda. Segera setelah memasukkan plot twist, jalan cerita harus menjadi lebih baik dan lebih kuat. Pembaca Anda akan memburu dan mencari petunjuk bahwa twist ini akan terjadi. Petunjuk harus ada tapi Anda harus tahu bagaimana mengaturnya.

Contoh foreshadowing: Mereka pikir tidak akan ada lagi mayat; Namun, mereka tidak bisa mempercayai pemikiran seperti itu lagi. →→ Ini adalah foreshadowing tentang akan ada pembunuhan lagi di bab-bab selanjutnya.

3. Jangan terlalu sering membuatnya

Pembaca jelas akan berhenti mempercayai narator atau buku Anda, jika Anda melakukan hal ini. Mereka akan malas dan berpikir Anda melakukannya hanya untuk sensasi semata. Jadi batasi twist Anda.

puzzle4. Jangan menggunakan tipuan

Pembaca membeli buku Anda tentu bukan untuk merasa tertipu dan dibohongi. Kita sering menonton atau membaca cerita dengan adegan yang mengerikan, berbahaya, dan mengancam, tapi tiba-tiba yang kita lihat kemudian adalah sang karakter terbangun dan yang dia alami adalah mimpi buruk. Itu agak menyebalkan buat saya, apalagi jika dilakukan berulang kali. Adegan tersebut sangat klise dan sebagian besar pembaca Anda mungkin akan bisa menebaknya. Tapi apakah itu berarti tidak boleh menggunakan adegan mimpi sama sekali? Tentu Anda tetap dapat melakukannya, tapi cukup ceritakan mimpi tersebut pastikan itu menakutkan dan berakhir dengan hal yang tidak diprediksi.

Saya melakukannya di novel saya City of Heroes, ketika protagonis cerita Orion, bermimpi tentang Indonesia di masa depan, ketika musuhnya mengambil alih negara ini. Orion menceritakan mimpinya semalam karena mimpinya cukup mengerikan, jadi Orion tak bisa lupa soal itu dan semakin mendorongnya untuk mencari cara agar mimpi tersebut tak akan pernah terwujud dan Indonesia tetap merdeka.

Pembaca Anda ingin terlibat secara emosional terhadap cerita Anda. Sehingga jangan menggunakan trik-trik yang disengaja.

Yang terpenting adalah plot twist juga harus memperdalam karakter-karakter Anda sehingga pembaca terlibat secara emosional dengan novel Anda. Selamat menciptakan plot twist kalau begitu, Writers 🙂