Cara Menentukan Jumlah Karakter dalam Cerpen

Sebagai penulis, kita menginginkan sebuah cerita yang memiliki karakter yang mewakili sudut pandang yang berbeda, tapi dengan keterbatasan halaman dalam cerpen dapat menjadi tantangan tersendiri untuk benar-benar menciptakan karakter yang efektif dan efisien.

Bagaimanakah menentukan jumlah karakter dalam cerpen? Berikut adalah tips-tips untuk membantu Anda:

Jangan terlalu banyak

Pada awal-awal menulis, saya mempunyai kebiasaan menciptakan beberapa karakter yang tidak penting hanya untuk satu atau dua adegan yang menurut saya menarik, tapi karakter tersebut tidak memiliki tujuan selain berada di sana. Atau membuat karakter yang dalam beberapa bagian hanya untuk dilihat sebentar, lalu hilang, tidak pernah terlihat lagi sampai cerita selesai. Seringkali karakter-karakter seperti ini tidak memiliki tujuan sehingga seharusnya mereka tidak perlu ada.

Yang terjadi apabila karakter dalam cerpen Anda terlalu banyak, ini akan membingungkan pembaca. Mereka tidak hanya harus mengikuti alur cerita dan sub plot tapi juga harus mengingat siapa ini, dan siapa itu. Dan dalam sebuah cerpen karakter yang tidak penting untuk plot atau karakter utama sangat tidak dibutuhkan.

character 3Jangan terlalu sedikit

Memiliki terlalu sedikit karakter mempunyai arti bahwa cerita tidak akan bergerak maju. Cerita mungkin tidak mencapai potensi maksimal. Setiap cerita, terutama cerpen membutuhkan jumlah karakter yang layak untuk menceritakan kisah yang baik. Ada cerpen yang hanya memerlukan satu saja karakter, jika memang jalan cerita Anda cukup untuk itu. Tapi saya menyarankan untuk keseimbangan, ada dua karakter yang dibutuhkan, protagonis dan antagonis.

Lalu bagaimana jika Anda memerlukan karakter lain atau bisa kita sebut karakter sekunder (sahabat, pasangan, dll). Tentu Anda bisa mempertimbangkannya, dengan menghubungkan mereka dengan protagonis atau antagonis dalam jalinan plot Anda. Yang terpenting adalah mereka hadir untuk meningkatkan plot dan karakter utama dan untuk membantu mendorong cerita ke depan. Jika mereka tidak melakukan hal-hal ini, mereka harus dipotong.

Anda dapat menentukan keseimbangan karakter dalam cerita Anda terutama cerpen, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Siapa karakter yang paling penting?
  2. Siapa karakter yang tidak penting? Mengapa mereka harus ada dalam cerita?
  3. Apakah peran karakter-karakter Anda nantinya pada klimaks cerita?
  4. Siapa karakter sekundernya? Dan mengapa mereka ada di sana?
  5. Apakah masing-masing karakter berhubungan dengan plot?

Dalam novel ada ruang untuk lebih banyak karakter. Karakter Anda dapat lebih leluasa untuk mendapatkan latar belakang dan kompleksitas yang lebih dibandingkan dalam cerpen. Tapi bukan berarti karakter dalam cerpen tidak bisa memiliki kedalaman. Cerpen dapat bekerja dengan baik dengan karakter sesedikit mungkin. Tapi itu semua akan tergantung dengan seberapa pendek cerpen Anda, dan kebutuhan cerita Anda.

Untuk postingan seputar karakter ata cerpen Anda bisa membaca link berikut:

Berapa Banyak Karakter Yang Harus Anda Masukkan dalam Novel Anda?

5 Cara Menciptakan Protagonis (Karakter Utama) yang Berbeda dengan diri Anda

4 Hal yang Jangan Dilakukan Dalam Menulis Cerpen (The Don’ts dalam Menulis Cerpen)

5 Hal yang Harus Dilakukan dalam Menulis Cerpen (The Do’s dalam Menulis Cerpen)

 

Advertisements

Berapa Banyak Karakter Yang Harus Anda Masukkan dalam Novel Anda?

Mungkin ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena karakter-karakter dalam novel bisa begitu variatif jumlahnya. Dalam cerita Game of Thrones, Anda tahu bahwa G.R.R Martin memiliki ratusan karakter dan dia terus membunuh karakter-karakternya :). Yang lain mungkin memiliki lebih sedikit karakter seperti Life of Pi karya Yann Martell, ada 14 karakter dan hanya beberapa karakter yang akhirnya berada terombang-ambing di lautan bersama Pi.

Tentunya, tidak ada aturan jumlah yang baku untuk setiap cerita. Mungkin tidak dalam jumlah, tapi ada padanan karakter dasar yang harus dimiliki setiap cerita. Berikut adalah karakter-karakter yang setidaknya Anda harus miliki dalam novel Anda:

1. Protagonis

Cerita Anda membutuhkan peran protagonis. Karakter utama yang membawa seluruh cerita Anda maju. Tujuan protagonis Anda adalah inti dari cerita Anda.

2. Antagonis

Antagonis ada untuk menentang dan menghalangi tujuan protagonis Anda. Dia menciptakan konflik, dan dialah yang bertanggung jawab untuk membuat protagonis Anda mulai mempertanyakan tujuannya.

Antagonist3. Deuteragonis.

Karakter yang level pentingnya berada tepat di belakang protagonis Anda. Biasanya mereka adalah sahabat karib dari protagonis, tapi mereka lebih dari itu. Contoh deuteragonis dalam Star Wars adalah Han Solo terhadap Luke Skywalker. Atau mereka bisa membantu secara intelektual seperti Dr. Watson pada Sherlock Holmes. Spock dengan Captain Kirk. Akan tetapi, kembali kepada cerita Anda, tidak semua sahabat atau sidekick layak untuk menjadi label deuteragonis.

Deuteragonis juga tidak selalu mendukung protagonis. Banyak karakter sekunder yang tampak sebagai teman protagonis atau pendukung protagonis ternyata menjadi penghalang mereka (karena kecemburuan misalnya, adalah alasan umum), atau menyatakan diri sebagai antagonis. Seperti Harvey Dent dalam The Dark Night. Harvey mulai bersahabat dengan Bruce Wayne, kemudian ikut mengambil tanggung jawab yang sama seperti Batman, lalu dia membelot menjadi jahat karena kematian Rachel. Namun di sepanjang film, Harvey yang menjadi Two-Face adalah karakter kedua terpenting di belakang protagonis.

Apabila Anda memiliki tiga karakter ini, maka itu cukup untuk menulis sebuah cerita. Lalu bagaimana dengan karakter lain? Dalam menciptakan karakter yang terpenting yang harus diingat adalah bahwa setiap karakter dalam cerita Anda akan mengisi salah satu dari fungsi ketiga peran di atas.

Sang antagonis bisa saja memiliki orang-orang yang membantu pekerjaan jahatnya. Protagonis dan antagonis mungkin juga akan memiliki hubungan penting dengan beberapa karakter lainya, yang akan membantunya memajukan karakternya. Setiap karakter perlu membawa sesuatu ke dalam cerita. Jika perannya bisa diisi oleh karakter yang sudah ada, itu artinya karakter tersebut harus dipotong.

Sebagai penulis kita perlu memahami fungsi dasar setiap karakter dalam sebuah cerita, mengarahkan setiap karakter kepada potensi maksimalnya dalam batasan plot. Sehingga cerita kita akan lebih efisien dan efektif.