6 Langkah dalam Menulis Review Buku

Buku merupakan bagian terpenting dalam menulis. Karena itu saya percaya kita pasti punya buku-buku yang berdampak besar pada diri kita. Siapapun kita, baik blogger, penulis, mahasiswa, pekerja, dalam poin tertentu kita ingin membagikan buku-buku yang kita baca kepada orang lain. Terlepas kita menyukai buku tersebut atau tidak, review jujur Anda akan membantu orang lain menemukan buku yang tepat bagi mereka. Nah, bagi Anda para bookworms yang tertarik untuk menulis review buku berikut adalah caranya:

1. Mulailah dengan beberapa kalimat yang menjelaskan tentang buku tersebut untuk memberikan konteks. Tapi tentu tanpa memberikan spoiler atau plot twist secara terbuka. Saya biasanya juga menyebutkan genre dalam review yang saya tulis. Karena ada bookworms yang memang memilih genre-genre tertentu dalam daftar bacaannya. Jika buku tersebut adalah bagian dari sebuah seri, akan sangat baik jika Anda juga menyebutkannya. Disertai apakah perlu membaca buku lain dalam seri tersebut dan bagaimana buku-buku tersebut saling berkaitan.

2. Bahaslah dengan singkat tentang apa yang sangat Anda sukai dari buku yang Anda review. Ungkapkan pikiran dan perasaan Anda tentang cerita, plot, dan sebagainya.

Untuk membantu mengerucutkannya ke dalam review yang padat Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana karakter protagonisnya?
  • Siapa karakter favorit Anda, dan mengapa?
  • Bagaimana flow ceritanya? Apakah ceritanya membuat Anda terus menebak-nebak? Ataukah terlalu datar, lambat?
  • Apakah buku itu membuat Anda tertawa atau menangis?
  • Bagaimana ceritanya memikat Anda dan membuat Anda terus membalik halaman?

3. Sebutkan apa yang tidak Anda sukai tentang buku tersebut. Ceritakan mengapa menurut Anda bagian itu tidak berhasil untuk Anda.

Contoh:

  • Apakah Anda berharap endingnya tidak seperti itu?
  • Apakah ceritanya terlalu membingungkan, menakutkan, atau datar untuk Anda sukai?
  • Apakah alurnya tidak masuk akal?

4. Akhiri review Anda dengan ringkas. Anda bisa menyarankan tipe pembaca yang akan Anda rekomendasikan untuk buku tersebut. Misalnya: penggemar cerita romance, atau misteri / thriller, atau mungkin komedi.

5. Temukan buku lain yang bisa dibandingkan. Cara terbaik untuk menyimpulkan review Anda adalah dengan menemukan buku yang mirip dengan yang Anda ulas. Sehingga bisa dijadikan perbandingan. Anda juga bisa lebih spesifik, melihat hal-hal yang mungkin membuat dua buku itu serupa seperti karakter atau plot twist yang mencengangkan. Misalnya dengan menulis seperti ini: jika Anda menyukai plot twist dalam buku Gone Girl maka Anda juga akan menyukai plot twist dalam buku ini. Kira-kira seperti itu.

6. Memberikan bintang. Jika Anda benar-benar ingin memberi peringkat atau bintang, Anda dapat menggunakan cara yang biasa misalnya dari bintang 1 sampai lima. Tapi ini opsional.

Untuk melihat review buku atau tips menulis lainnya lewat instagram, Writers bisa follow instagram: @ellen.conny

Happy Writing 🙂

4 Rahasia agar Pembaca terus Membalik Halaman Novel Anda

Pada prinsipnya kunci paling efektif untuk melibatkan para pembaca dalam novel Anda dan membuat mereka membalik halaman hingga larut malam adalah dengan memikat mereka. Jika Anda tidak mendorong cerita ke depan dengan membuat pembaca khawatir tentang karakter utama Anda, mereka tidak akan punya alasan untuk terus membaca. Nah rahasianya adalah bagaimana menciptakan ketegangan agar pembaca Anda terus menebak-nebak apa yang akan terjadi dengan karakter dalam novel.

Berikut adalah lima cara efektif:

1. Meletakkan karakter yang disukai pembaca dalam bahaya

Dengan memberikan karakter keinginan, luka atau pergulatan personal itu akan menciptakan empati pembaca. Mereka akan melihat karakter berjuang untuk mendapatkan apa yang paling dia inginkan. Tapi juga khawatir tentang apakah karakter tersebut akan mendapatkannya atau tidak.

2. Sertakan lebih banyak janji

Cerita bukan sekadar laporan peristiwa. Cerita adalah tentang perubahan situasi, karakter dan hubungan. Tentu saja, tergantung pada genre novel Anda, janji dapat berupa komedi, romantis, mengerikan, atau dramatis. Misalnya, dua kekasih berencana bertemu di pinggir hutan dekat perbatasan. Itu janji.

Tapi saingan pemuda itu mengetahui dan berkata pada dirinya sendiri, “Jika aku tidak bisa memilikinya, maka tak seorang pun bisa.” Kemudian dia menuju ke pinggir hutan dan bersembunyi di sana. Menunggu mereka dengan pistol di tangan. Dua pasangan itu tiba tanpa tahu bahaya mengintai mereka…. dst…

Janji mampu mengikat pembaca Anda sehingga mereka akan terus membaca buku Anda.

3. Menepati janji yang Anda buat

Bersamaan dengan membuat janji adalah kewajiban untuk menaatinya. Setiap kata dalam cerita Anda adalah janji bagi pembaca tentang pentingnya kata itu bagi cerita secara keseluruhan. Jika Anda menghabiskan tiga paragraf untuk mendeskripsikan kalung berlian unik berwarna merah, kalung itu sangat penting untuk cerita. Jika tidak, Anda memberi tahu pembaca, bahwa Anda menyia-nyiakan waktu mereka.

Saya suka kesal ketika seorang penulis memperkenalkan karakter, memberi saya latar belakang mereka, keinginannya, makanan favoritnya dan sebagainya, dan kemudian langsung membunuhnya atau gagal memberi peran pentingnya dalam cerita.

Ketika pembaca menginvestasikan waktu mereka, mereka ingin investasi itu ada artinya.

4. Membiarkan karakter memberitahu pembaca rencana mereka

Saya tidak berbicara tentang memberitahu pembaca tentang liku-liku cerita Anda. Alih-alih, tunjukkan saja agendanya kepada pembaca, dan Anda akan berjanji bahwa akan ada sesuatu yang tidak beres untuk mengacaukan agenda tersebut, rencana akan berjalan dengan cara yang mendorong cerita (dan ketegangan) ke depan.

Cukup dengan meminta karakter Anda memberi tahu jadwal mereka kepada pembaca, misalnya dengan menciptakan antisipasi dan membangun ketegangan:

–> “Sampai jumpa besok saat presentasi.” Ini bisa dikatakan oleh antagonis pada karakter utama. Sehingga pembaca akan mengantisipasi mungkin ada kejadian seru saat presentasi besok.

Atau

–> “Baiklah, ini akan saya tindak lanjuti. Mulai ikuti Donny, kita lihat bukti yang akan kita temukan.”

Empat cara ini dapat secara efektif mengikat pembaca Anda pada plot yang Anda atur dalam cerita. Semoga membantu dan selamat menulis.