Daftar Checklist Penulis untuk novel Bagian (1)

Setelah menyelesaikan draft pertama novel, yang harus Anda lakukan adalah mengedit dan memoles tulisan Anda. Proses ini akan membutuhkan beberapa kali membaca keseluruhan naskah. Sebagai penulis, kita sering menghabiskan banyak waktu untuk bermimpi tentang kisah ideal kita. Tapi pada akhirnya kita harus mengadapi kenyataan untuk menganalisis apakah cerita tersebut akan berhasil atau tidak. Kita harus tahu apa yang kita inginkan di jantung cerita dan membangun elemen-elemennya di sekitarnya.

Menulis adalah proses yang panjang dan sulit. Tapi itu adalah bagian dari proses penulisan. Jika itu mudah, semua orang akan melakukannya :). Jangan khawatir Writers, ada checklist yang bisa memudahkan dalam proses mengedit. Selama puluhan tahun menulis, daftar ini sangat membantu saya, dan saya berharap juga akan membantu Anda.

Cerita

1. Apakah opening line novel Anda sudah menarik perhatian, yang akan membuat pembaca untuk terus membaca?

2. Apakah aksi/tindakan segera dimulai? Atau ada terlalu banyak eksposisi dan pengaturan adegan?

3. Apakah cerita Anda sudah memiliki konflik yang cukup?

4. Apakah kecepatan cerita Anda sudah bergerak maju secara konsisten? Apakah kecepatannya cukup? Adakah pengaturan yang cukup untuk membuat pembaca Anda beristirahat?

5. Apakah cerita sudah memiliki struktur yang baik: awal, tengah dan akhir.

story 76. Apakah klimaks cerita Anda datang pada bagian yang tepat di bagian cerita Anda dan tidak terlalu awal?

7. Apakah dialog, narasi, dan deskripsi Anda seimbang? Apakah mereka terjalin dan mengalir dengan baik menjadi satu kesatuan? (Anda bisa membacanya dengan keras)

8. Apakah kalimat Anda terlalu panjang dan memiliki paragraf-paragraf raksasa?

9. Apakah janji Anda kepada pembaca di awal cerita? Apakah itu sudah jelas?

10. Sudahkah Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di awal cerita Anda pada akhir cerita?

Karakter

1. Apakah karakter Anda berubah dan berkembang dengan baik? Bisakah Anda melihat momen ketika pertumbuhan karakter cerita Anda itu terjadi?

2. Apakah protagonis Anda memiliki tujuan dan motivasi yang jelas?

3. Sudahkah Anda memilih sudut pandang yang benar untuk novel?

4. Sudahkah Anda memberikan protagonis Anda suara yang khas?

Characters 15. Apakah protagonis Anda sudah mendapatkan empati pembaca? Apakah mereka sudah memiliki hambatan dan rintangan yang cukup?

6. Apakah karakter utama Anda terus menerus ditantang dan tumbuh?

7. Apakah antagonis dan karakter sekunder lainnya mengalami pertumbuhan dan memiliki karakterisasi yang jelas? Dan tidak sama dengan satu sama lain?

8. Apakah protagonis Anda dapat dipercaya?

Untuk cheklist dialog akan ada di postingan selanjutnya. At the mean time, keep writing Writers! 😉 

 

 

 

Advertisements

5 Tips untuk Keluar dari Reader’s Block

Reader’s block mungkin tidak sepopuler writer’s block. Tapi para bookworm, booklover, tahu sekali bagaimana rasanya berada di sana. Mungkin berawal dari kesibukan Anda, sehingga Anda tidak lagi sempat membaca buku. Lama kelamaan, Anda bahkan tidak dapat melewati paragraf pertama. Rasanya berat sekali.

Saya pernah selama berbulan-bulan tidak menyentuh buku sama sekali. Rasa lapar saya hilang terhadap buku, padahal saya adalah orang yang begitu mencintai kata-kata. Tapi sama seperti writer’s block, reader’s block pun dapat disembuhkan. Anda hanya memerlukan tips dan kreativitas untuk keluar dari kondisi ini. Dan tentu sebagai pembaca yang rajin, Anda tidak ingin keadaan ini dibiarkan. Karena Anda akan lebih banyak kehilangan manfaatnya saat benar-benar meninggalkan kebiasaan membaca. Tips di bawah ini dapat membantu Anda keluar dari reader’s block, selamat mencoba:

1. Mulai dengan mudah

Jika sudah terlalu lama Anda meninggalkan buku bacaan, lebih baik Anda jangan memulainya dengan ambisius. Misalnya membaca buku-buku sejarah, sastra, atau buku-buku pemenang penghargaan, dan lain sebagainya tanpa menanyakan kepada diri Anda apakah Anda sungguh-sungguh ingin membacanya. Mulailah dengan sesuatu yang pendek dan mudah dicerna. Misalnya, buku-buku tipis, seperti komik, atau humor, atau Anda bisa memulainya dengan majalah. Setelah beberapa lama, baru Anda dapat beralih ke buku-buku yang lebih menantang.

2. Mencoba buku kumpulan cerpen

Dibandingkan dengan novel dengan tebal 300-400 an halaman, cerpen tidak akan terasa seperti tugas yang sulit. Cobalah untuk mencari buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh penulis yang berbeda. Dengan begitu, Anda akan memiliki variasi gaya tulisan sehingga dapat memicu ketertarikan Anda sekali lagi. Saya pernah membeli sebuah novel berisi kumpulan cerpen bertema fantasi dan distopia dari penulis-penulis fantasi yang terkenal. Saya menyukai variasinya dan karena ada banyak judul dalam buku tersebut, saya tidak merasa mempunyai beban untuk menyelesaikan begitu banyak halaman dalam satu hari. Cukup satu judul saja setiap harinya.

comics3. Membaca komik

Saya bukan penggila komik, tapi saya memiliki komik-komik favorit. Salah satunya adalah Miiko karya Eriko Ono. Tidak memiliki semua serinya, tapi dikala saya benar-benar berat sekali untuk memulai sederet daftar buku bacaan, maka saya akan membaca Miiko. Karakter-karakter dalam Miiko terasa alami, bercerita tentang persahabatan, keluarga, sesuatu yang benar-benar relate dengan masa kecil saya. Selain lucu, dalam seri-seri special Eriko Ono kadang menulis episode fantasi di mana setting Miiko pindah ke jaman Edo, atau di mana Miiko telah beranjak remaja. Mungkin Anda bukan penggila komik, tapi Anda bisa pergi ke toko buku atau toko buku bekas untuk mencari komik yang Anda sukai. Tidak salahnya untuk mencoba.

4. Genre yang berbeda

Jika Anda menyukai romance cobalah membaca genre adventure, jika Anda penggemar science fiction cobalah membaca thriller. Terkadang, keluar dari rutinitas dapat membantu. Atau dari non fiksi Anda bisa beralih sebentar menikmati buku-buku fiksi sejarah?

goosebumps5. Membaca ulang buku favorit Anda.

Saya pikir tidak ada yang mampu mengalahkan buku-buku favorit. Ketika serial Goosebumps di cetak ulang, saya senang sekali. Buku itu adalah buku kenangan masa kecil saya. Saya ingat saya memiliki sekitar 10 atau 15 serinya dulu, tapi hanya tersisa beberapa saja. Jadi, setiap kali saya merasa berat untuk memulai buku-buku thriller dengan 400 an halaman, atau buku-buku distopia yang baru terbit, saya akan membeli Goosebumps, meskipun mungkin puluhan tahun yang lalu saya pernah membacanya, itu tidak masalah. Saya merasa kembali ke masa lalu, dan itu mengembalikan semangat membaca saya.

Ada berbagai genre buku bagi semua orang, apakah Anda menyukai sastra, non fiksi, romance, komik, horor, yang pasti ada sesuatu di luar di sana untuk menangkap keingintahuan Anda. Menjauhlah dari sosial media sebentar, mari kita membuka buku, dan mengisi kembali rasa lapar akan imajinasi! Happy Reading 🙂