Karakter-Karakter Yang Diperlukan dalam Novel Cinta

Dalam postingan sebelumnya, saya menuliskan adegan-adegan apa saja yang harus ada dalam novel cinta. Ada karakter-karakter tertentu yang biasanya muncul dan penulis butuhkan untuk membantu menjaga alur cerita, untuk meningkatkan ketegangan dalam cerita.

1. Rival (Saingan)

Kehadiran rival sangat penting untuk mengganggu hubungan romantis. Jika kita bertemu protagonis dan jatuh cinta, kita tidak akan punya banyak cerita. Kita membutuhkan orang ketiga untuk masuk dan memecah mereka, untuk memperkenalkan konflik. Ia ada di sana untuk menciptakan perselisihan, karena alasannya sendiri.

Saya tidak berpikir bahwa setiap novel cinta harus memiliki saingan, masih ada potensial konflik yang lain tanpa ini, tetapi untuk menciptakan warna, mereka juga dapat menjadi karakter minor.

2. Sahabat

Anda menginginkan karakter yang dekat dengan protagonis yang akan mendorongnya untuk berjuang. Sang Sahabat juga dapat menghibur protagonis ketika berada dalam hubungan yang menyakitkan, memberinya pundak untuk menangis. Demikian pula, Anda ingin seseorang dalam kehidupan protagonis Anda untuk mengatakan: Dia tidak baik untukmu, lupakan dia! Sahabat terburuk dan sahabat terbaik bisa adalah orang yang sama – seperti yang sering terjadi dalam kehidupan nyata.

dan-burton-vuZi5zk5W-A-unsplash3. Mentor

Mentor dalam novel cinta biasanya orang-orang yang dituakan. Bisa jadi ayah, ibu, dsb. Dalam cerita-cerita fantasi mentor biasanya adalah seseorang yang disayangi protagonis yang telah meninggal dunia. Misalnya, Obi Wan Kenobi dalam Star Wars. Intinya adalah mentor dapat mengingatkan protagonist tentang siapa dia sebenarnya, memberi tahu dia bagaimana mereka telah berubah, baik untuk yang lebih baik maupun lebih buruk.

4. Kebutuhan Eksternal

Kebutuhan Eksternal memberikan dorongan untuk memaksa protagonis untuk bertindak, mereka akan berkontribusi untuk menyatukan protagonis dan kekasihnya. Fungsi ini dapat diwakili oleh saudara, orang tua, teman-teman atau antagonis. Misalnya, protagonis Anda dan temannya ada di pesta pernikahan. Temannya bertaruh kalau dia bisa mendapatkan nomor telepon dari seorang pria yang lucu. Ini adalah kompetisi. Itu adalah kebutuhan eksternal yang ringan, tetapi itu menjadi alasan mengapa protagonis kita yang cantik pergi mencari seorang pria misalnya.

5. Penjaga Rahasia/ Pencerita Kebenaran

Orang berbohong satu sama lain, kadang-kadang juga berbohong kepada diri mereka sendiri. Dalam banyak kisah— terutama kisah cinta— ada penjaga rahasia dan pencerita kebenaran. Bisa jadi mereka adalah orang yang sama. Seringkali mereka adalah sahabat protagonis, tetapi kadang-kadang itu adalah musuh terburuknya.

Anda membutuhkan seseorang yang bisa memberi tahu protagonis Anda. Anda dapat menambahkan konflik pada cerita dengan meminta orang tersebut mengkhianati kepercayaan protagonis. Bisa jadi ini karena konflik internal, atau murni ketidaksengajaan. Anda juga membutuhkan seseorang yang berada di titik ketika semua harapan telah hilang—seseorang yang akan mengatakan sebenarnya kepada protagonis.

Selamat Menulis 🙂

2 Cara Menciptakan Ketidaksempurnaan Karakter Utama

Karakter utama adalah elemen penting dalam cerita terutama fiksi. Ketidaksempurnaan atau kekurangan karakter mempunyai tujuan, salah satunya adalah unsur penting dalam menciptakan konflik. Tanpa kelemahan, karakter akan seperti porselin yang harus sempurna untuk dipajang. Nah, bagaimana cara menciptakan ketidaksempurnaan yang menyenangkan? Berikut hal yang bisa Anda lakukan:

1. Kekurangan fisik

Kekurangan fisik dalam dunia nyata bisa menjadi begitu memalukan. Tekanan yang timbul akibat kekurangan ini bukan hanya dapat menimbulkan respon negatif terhadap orang lain tetapi juga terhadap diri sendiri (karakter Anda).

Kelemahan fisik ini bisa menjadi menarik bagi cerita Anda. Misalnya meskipun kekurangan, karakter Anda justru bersikap positif terhadap kekurangannya. Atau membuat kualitas lain dari karakter Anda lebih terlihat. Saat menulis novel romance pikirkan detail fisik yang mungkin tidak disukai karakter tentang penampilan mereka.

2. Kelemahan emosional atau kepribadian

Kelemahan emosional dapat menjadi penyebab utama konflik. Konflik antar karakter dapat memberikan ketegangan. Pertimbangkan bagaimana kualitas karakter ini bisa muncul sebagai nilai positif pada saat memulainya. Kemudian lihat bagaimana kualitas yang sama mungkin tampak negatif dalam waktu-waktu tertentu.

karakterMisalnya: Kelemahan karater: Pemalu atau rasa Malu. Pada awalnya mungkin itu tampak manis. Seseorang yang pemalu biasanya menawan dan peka terhadap lingkungan sekitar. Tetapi seiring dengan waktu sifat tersebut dapat mempunyai efek negatif karena cenderung dekat dengan kepasifan, kurangnya kepercayaan diri.

Sederhananya kekurangan atau kelemahan karakter adalah ketidaksempurnaan. Kelemahan ini dapat memengaruhi tindakan dan kemampuan karakter Anda. Kekurangan tersebut bisa jadi telah mendarah daging dalam diri karakter. Karena kelemahan ini sudah mendarah daging, maka dibutuhkan keinginan, tujuan yang penting, atau alasan yang kuat agar mereka termotivasi untuk mengubahnya. Dari sinilah Anda menemukan cerita Anda.