6 Tips untuk Meningkatkan Kemampuan Travel Writing Anda

Tidak masalah ke mana Anda pergi, akan ada cerita yang menunggu Anda untuk dituliskan. Dalam perjalanan tentu ada banyak hal yang bisa dibagikan kepada audiens Anda. Apakah itu petualangan, scam, kesalahpahaman, kegembiraan, atau kebetulan yang menyenangkan.

Menulis kisah-kisah traveling tidak hanya akan memuaskan Anda tapi itu juga akan meningkatkan skill menulis Anda. Masalahnya adalah ketika Anda pergi ke suatu tempat, tentu bukan hanya Anda seorang yang pergi ke sana, ada ratusan bahkan ribuan orang yang berada di tempat yang sama, dan waktu yang sama ketika Anda di sana. Karena itu meningkatkan tulisan Anda sangat diperlukan di tengah-tengah para bloggers dan penulis di luar sana. Berikut adalah tips-tips yang bisa membantu Anda:

1. Menyeimbangkan prinsip Show dan Tell

Saya pernah menulis tentang prinsip Show dan Tell di postingan terdahulu, Anda bisa melihatnya di sini. Prinsip Show adalah prinsip menunjukkan. Sementara prinsip Tell adalah mengatakan semua informasi.

Dia adalah gadis yang cantik ⇒ Tell. Anda langsung mengatakan, dia cantik. Tapi terus menerus menggunakan prinsip Tell, akan membuat tulisan Anda kering, dan hanya sebatas informasi belaka. Sementara, para pembaca ingin juga ikut “mengalami” apa yang Anda alami.

Rambut hitamnya tergerai lurus jatuh lembut ke pundak, membingkai dagunya yang kecil. Kulit gadis itu seputih permata, terlihat sangat halus seperti sutra ⇒ Show. Pembaca Anda tidak diberi informasi bahwa gadis itu cantik, tapi deskripsi yang Anda berikan membuat mereka berkesimpulan bahwa gadis tersebut cantik.

Dengan menggunakan prinsip Show, tulisan Anda akan lebih hidup. Tapi bukan berarti Anda harus menggunakan keseluruhan tulisan dengan prinsip Show. Cerdik dalam memilih yang mana menggunakan Show dan Tell sangat diperlukan.

Jadi ketika Anda berada di suatu kota di belahan bumi lain misalnya, deskripsikan hal-hal penting dengan detail menggunakan prinsip Show. Daripada menggunakan kata-kata seperti: Lalu lintasnya kacau sekali. Jelaskan apa yang Anda lihat: Ada sapi melenggang di tengah-tengah jalan utama, lampu lalu lintas tidak berfungsi, bajaj dan motor berebut mencari sudut-sudut jalan yang lowong, sementara pengendara mobil sibuk memaki-maki, dan itu hanya 500 meter dari pusat pemerintahan. Tapi saya tersenyum melihat sapi itu begitu santai di tengah keonaran ini.

Dengan mengubah pendekatannya, maka tulisan Anda pun berubah drastis.

pen 12. Ceritakan kisah-kisah kecil

Cerita kecil yang dimaksud adalah potong cerita Anda menjadi bagian-bagian kecil. Misalnya Anda pergi ke Islandia (Mimpi saya ahemmm….^^) seminggu lamanya. Jangan menceritakan semua yang terjadi di Islandia selama seminggu itu. Pilihlah cerita kecil-kecil yang menarik selama di sana. Misalnya, Anda sempat menyaksikan aurora, ceritakan dalam satu atau dua judul jika ada beberapa hal yang memang harus disampaikan. Lalu jika Anda sempat mengobrol dengan orang setempat, beri satu judul yang menarik, misalnya: Gunnar, Petugas Pos yang merangkap jadi Kiper sepak bola (berdasarkan sedikitnya penduduk Islandia ;)), dan lain sebagainya. Hubungkan kisah-kisah kecil itu sehingga menjadi satu jalinan yang menyatu, maka audiens akan menunggu cerita Anda.

3. Ceritakan mengapa Anda tertarik ke tempat tersebut

Terkadang kita pergi ke suatu tempat mungkin karena pekerjaan, atau situasi lain yang menjadikan tujuan tersebut bukan pilihan kita. Jadi secara pribadi, Anda tidak tertarik terhadap tempat tersebut. Tapi terlepas dari itu semua, apa kesan Anda tentang tempat tersebut sebelum Anda tiba? Kesan yang Anda dapatkan lewat buku atau tayangan televisi yang pernah Anda tonton.

Jika Anda betul-betul bermimpi ingin ke tempat tersebut, bagaimana tempat itu sampai berada di benak Anda? Apakah itu memang perjalanan impian bagi banyak orang? Meskipun begitu tentu Anda mempunyai minat secara personal lebih dari sekedar karena semua orang ingin pergi ke sana. Menulis tentang kesan awal Anda tentang suatu tempat dan bagaimana tempat itu memenuhi atau tidak memenuhi harapan Anda akan menghasilkan tulisan travel yang jauh lebih kaya.

4. Mengakhiri tulisan dengan perubahan

Saya yakin bahwa perjalanan atau traveling akan mengubah kita. Ketika kita pergi ke luar zona nyaman, tempat berbeda, dan bertemu dengan orang-orang baru, ada sesuatu di dalam diri kita yang berubah. Bagaimana Anda berubah? Apakah Anda menemukan sesuatu yang Anda cari? Apakah Anda mempelajari sesuatu di sana? Tidak harus perubahan besar, bisa jadi sangat kecil. Perubahan ini akan membuat tulisan kita begitu personal dan menginspirasi.

reading 25. Membaca

Saya tak akan pernah bosan untuk menulis betapa pentingnya membaca bagi para penulis. Hal yang utama untuk meningkatkan tulisan kita adalah dengan membaca. Membaca tulisan-tulisan yang bagus dan biarkan itu meresap masuk ke jiwa kita. Jadi luangkan waktu sebisa mungkin untuk membaca, ya Writers.

6. Lakukan itu demi cinta

Apa pun yang kita lakukan demi rasa cinta kita, dalam hal ini adalah menulis, pasti tidak akan membebani kita. Karena tanpa passion, kita akan menyerah dengan mudah.

Satu hal yang perlu Anda percayai adalah, tidak ada orang lain selain Anda telah melakukan traveling ke suatu tempat pada waktu itu yang memiliki pemikiran dan pengalaman yang Anda lalui, jadi selamat traveling dan menulis 🙂

 

 

 

Advertisements

7 Cara Menjadi Travel Writer

Mungkin Anda mempunyai naluri seorang pengembara. Anda ingin mendaki gunung-gunung terkenal di dunia dan mampir di kota-kota yang luas dari Paris, Mumbai, sampai Reykjavik. Anda merasakan cinta yang tulus terhadap tempat-tempat di dunia. Anda senang bertemu dengan orang baru, melihat tempat baru. Dan jika Anda bisa membuat orang lain dapat melihat mengapa tempat yang Anda kunjungi begitu indah, maka itu lebih dari cukup. Lalu mengapa tidak menjadi travel writer saja? Siapa yang tidak suka traveling, menulis dan dibayar? Pasti menyenangkan. Tapi seperti banyak tipe profesi menulis lainnya, itu tentu membutuhkan lebih dari sekedar  kemampuan menulis dan budget untuk travel.

Berikut adalah 7 cara menjadi travel writer:

1. Tumbuhkan ciri atau keunikan Anda

Di antara ribuan travel writer wara-wiri di media baik online maupun offline, Anda harus berbeda di antara kerumunan itu. Dan yang akan membuat Anda menonjol dari banyak penulis adalah ciri, keunikan Anda. Itu bisa tentang traveling dengan bersepeda, atau traveling sambil memangkas rambut, saya pernah melihatnya :), atau apa saja yang membuat Anda berbeda dengan travel writer lainnya. Ciri khas Anda ini akan menambah ketertarikan pembaca dan juga media-media yang mengulas tentang travel, dan siapa tahu, lain kali Anda dapat pergi ke mana pun tanpa mengeluarkan budget.

2. Membaca

Mulailah membaca dan jangan berhenti. Bacalah buku-buku non fiksi tentang traveling. Majalah-majalah yang mengulas tentang travel. Anda akan belajar untuk tahu bagaimana cara menulis dan apa yang diinginkan oleh penerbit dan editor in chief dengan banyak membaca. Membaca juga akan membantu Anda untuk memilah topik mana yang menarik perhatian Anda.

blogging 13. Mulai nge-blog

Nge-Blog adalah latihan yang hebat bagi para penulis. Blog menyediakan sebuah platform untuk passion Anda, dan sekarang ini travel writer tidak hanya terbatas untuk mereka yang hanya menulis di majalah-majalah wisata yang glossy saja. Tapi nge-blog juga bisa menjadi platform yang oke untuk memulai. Kita tahu bahwa banyak para travel writer yang terkenal mulai dari blog.

4. Hindari klise

Ada jutaan orang yang pernah ke Grand Canyon, atau Paris. Dan di luar sana ada banyak artikel tentangnya. Para editor dan pembaca tidak kekurangan orang yang mau pergi ke tempat tujuan Anda untuk menulis tentang hal itu. Anda perlu menemukan angle cerita yang bagus. Tidak masalah jika Anda pergi ke tempat-tempat yang banyak dikunjungi tapi cari sudut cerita yang jarang sekali atau bahkan belum pernah di cover oleh penulis lain. Ke mana pun Anda pergi, Anda perlu berpikir seperti seorang jurnalis dan menggali sesuatu yang fresh untuk editor atau pembaca blog Anda.

5. Foto yang baik

Tidak perlu menjadi seorang fotografer untuk menjadi seorang penulis travel. Tapi foto-foto yang baik sangat diperlukan. Foto yang mempunyai resolusi yang tinggi. Sehingga jika foto Anda di cetak, gambarnya masih terlihat. Tentu percuma jika editor menyukai cerita Anda tapi ketika mereka meminta gambar untuk menyertainya, gambar Anda tidak bisa dicetak karena resolusinya rendah. Anda juga perlu mencari informasi tentang bagaimana memilih sudut gambar yang menarik. Ini akan membuat foto-foto Anda berbeda.

writing 26. Saat Anda menulis, Anda harus tahu inti cerita Anda

Menulis tentang travel berbeda dengan menulis diari. Pembaca atau audiens Anda tidak menginginkan cerita Anda dari Anda bangun tidur, menyikat gigi, makan, lalu keluar pintu dan sederetan kegiatan-kegiatan Anda. Jangan sekedar bercerita ngalor ngidul tanpa tahu poin apa yang ingin Anda komunikasikan. Jika Anda pergi ke India misalnya, tanyakan apa yang Anda ingin pembaca Anda pelajari dari tulisan Anda? Apakah India yang penuh warna-warni? Jika iya, bangunlah warna-warni itu dengan ketat. Sehingga tulisan Anda mempunyai inti sehingga audiens Anda akan menanti-nantikannya terus.

7. Menulis

Tentu saja yang terakhir adalah menuliskannya. Inilah yang membedakan Anda dengan para pemimpi di luar sana. Anda duduk, memberikan waktu Anda, dan menulis. Satu-satunya cara dan tidak ada jalan pintas.