9 Hal yang Plot Anda butuhkan dalam Menulis Cerita Thriller:

Thriller adalah salah satu genre cerita yang memiliki banyak penggemar. Teka-teki, penjahat yang begitu kejam dan cerdas membuat kita para penonton dan pembaca thriller begitu menikmati sensasi ketegangan dan perubahan yang mendadak. Tentunya tidak mudah membuat plot twist dan sisi emosional yang tinggi. Untuk Anda yang tertantang ingin menulis cerita thriller, berikut adalah 9 hal dalam plot yang sangat Anda butuhkan:

1. Seorang protagonis yang cerdas, menyenangkan, tetapi kompleks.

2. Seorang penjahat yang menakutkan, gigih, dan berkomplot.

3. Masalah yang penting dan akan lebih baik masalah/ rintangannya berkonsep tinggi.

4. Konflik terkait lainnya.

5. Karakter pendukung yang menarik dan unik, biasanya di kedua sisi.

6. Banyak intrik dan ketegangan.

rope 17. Beberapa kejutan atau pengungkapan misteri.

8. Pertarungan terakhir yang besar dan dekat antara protagonis dan penjahat.

9. Resolusi yang memuaskan, dengan kejutan atau twist akhir. Dan semua pertanyaan utama dalam cerita terjawab.

Selain itu protagonis harus memiliki karakter busur. Mereka tidak boleh menjadi orang yang sama di akhir cerita. Karena tantangan dan rintangan dalam cerita sudah sangat mempengaruhi mereka dan mengubah mereka selamanya.

Selamat Menulis!

 

 

Advertisements

5 Hal Fundamental Saat Menulis Novel Pertama Anda

Orang-orang di sekeliling Anda sudah mulai bertanya di mana novel Anda? Sementara setiap kali ingin menuliskan sesuatu, Anda tertahan dengan segala pekerjaan dan urusan. Tapi sekarang, alasan-alasan itu sudah cukup. Jika Anda tahu bagaimana mengetik; duduklah di laptop Anda dan lanjutkanlah. Tapi … harus mulai dari mana?

Inilah lima hal fundamental untuk membuat Anda memulai novel pertama Anda:

1. Apa cerita Anda? Ini terdengar mudah karena Anda memiliki cerita dalam pikiran Anda, tapi – apa cerita Anda? Cobalah untuk menulis cerita Anda dalam tidak lebih dari tiga kalimat dan Anda akan segera melihat bahwa apa yang melibatkan cerita Anda adalah hal yang jauh berbeda dari apa cerita Anda. Misalnya, apakah Hunger Games adalah tentang Katniss menemukan Peeta atau tentang menjatuhkan kediktatoran? Atau apakah Burung-burung Manyar adalah tentang bagaimana perjalanan kisah cinta Teto dan Atik?

Lalu, apakah semua halaman tentang Peeta dan Katniss dan Atik? Apa yang mendasar di sini adalah tuliskan cerita Anda tapi jangan sembunyikan di bawah sketsa dan kata-kata saja. Cerita Anda harus bergerak. Tidak peduli seberapa manis adegan dan kata-kata yang terlontar keluar dari pikiran Anda ke halaman, jika itu tidak memajukan cerita Anda, tinggalkan saja.

2. Pelajari teknik dasar penulisan fiksi, suara, konflik, dialog, sudut pandang, dan setting. Praktek menulis tidak hanya pada orang pertama tapi juga pada orang kedua sebagai narator dan dalam suara maha tahu, seperti cicak di dinding yang kebetulan melihat segalanya dan tahu apa yang dipikirkan semua orang dalam novel Anda.

learn 2Tulislah setting dan deskripsi secara jelas. Anda harus tahu bahwa cerita Anda akan dibaca oleh orang yang belum pernah melihat apa yang Anda gambarkan. Beri banyak pemikiran saat konflik Anda akan meledak, bagaimana protagonis Anda akan mengatasinya, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

3.  Jadikan pembaca Anda bagian dari cerita dengan menciptakan harapan yang menginvestasikannya pada hasilnya, betapa pun tidak mungkinnya kondisi yang ada. Misalnya, Alexandre Dumas merekayasa Count of Monte Cristo yang melarikan diri dari Château d’If dengan rincian ketebalan dinding batu, kebiasaan para penjaganya, dan ketinggian di atas gelombang laut bergemuruh sehingga pembaca bisa percaya bahwa lolos dari sana memungkinkan. Tulislah tidak hanya apa yang Anda ketahui, tapi apa yang juga pembaca ketahui.

read 14.  Bacalah buku yang ditulis oleh penulis yang sangat bagus dan Anda sukai. Dengan membaca penulis yang Anda sukai, Anda akan melihat dengan cermat bahwa mereka memiliki cara untuk menulis sebuah kalimat yang menjadi sebuah paragraf, kemudian sebuah bab, dan bahwa ada irama dalam struktur yang Anda buat untuk Anda, pembaca, dan sesuatu yang menarik.

Cobalah menulis beberapa baris dialog yang membangkitkan pola kata yang menarik bagi Anda – bukan kata-kata, tapi juga polanya. Tapi jangan menjiplak, belajar saja. Tulis sebuah paragraf, lalu yang lain. Tetaplah dengan itu sampai pikiran Anda berjalan dalam pola tersebut. Dengan tetap mengikuti proses ini dan menerapkannya pada cerita Anda, Anda akan mulai mengembangkan gaya unik Anda sendiri.

5.  Bersikaplah serius dengan tulisan Anda. Menulislah setiap hari. Menulis novel, memoar, puisi, atau cerpen, atau puisi, atau apa saja. Besok, Anda dapat mengeditnya, merevisi dan memperbaiki. Betulkan kalimat-kalimat yang membingungkan, hilangkan kata ganti yang mungkin merujuk pada lebih dari satu orang, tempat, atau benda sehingga pembaca dapat memahami apa yang ingin Anda katakan. Kemudian ulangi lagi. Semua orang jenius yang sukses menghabiskan minimal sepuluh ribu jam kerja sebelum ada yang mengenali bakat mereka.

Facebook, e-mail, Twitter, dan sejenisnya tidak masuk hitungan ribuan dari tulisan harian Anda. Semua ini terdengar berat dan memang berat, tapi Anda bisa melakukannya. Sekarang, mulailah. Semua orang menunggu tulisan Anda 🙂