5 Tips Memulai Menulis Memoar

Apa yang telah Anda pelajari dari kegagalan atau kemenangan di masa lalu? Pikiran atau perasaan apa yang ingin Anda ungkapkan setelah mengalami tragedi atau keberuntungan dalam hidup Anda? Semua peristiwa inilah yang memengaruhi bagaimana cara pandang Anda terhadap dunia.

Jika Anda dapat menulis tentang pengalaman masa lalu Anda dengan cara yang menyentuh, maka Anda harus memulai memoar Anda.

Seperti semua cerita yang bagus, memoar harus dimulai pada saat perubahan. Anda berharap pembaca peduli dan terhubung pada cerita Anda. Untuk dapat mencapainya, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Mulailah memoar di mana terjadi sesuatu yang lucu atau unik tetapi masih berhubungan dengan tema memoar. Misalnya: Sebuah memoar tentang kehilangan seseorang dapat dimulai dengan kesan pertama Anda dengan orang tersebut atau situasi bersamanya yang menyenangkan.

2. Buatlah diri Anda dapat dipercaya. Bahkan jika pembaca tidak menyukai Anda, pembaca harus bisa berempati dengan Anda. Tidak berarti menuliskan detail-detail yang tidak berhubungan, tetapi Anda perlu melibatkan mereka. Siapa Anda? Apa yang terjadi pada Anda?

3. Ingatlah bahwa memoar adalah kisah bertahan hidup, tetapi hidup itu terdiri dari terang dan gelap, naik dan turun, sukacita dan luka. Namun pembaca juga membutuhkan saat-saat ringan karena terlalu banyak kesengsaraan juga bisa membuat banyak pembaca menjauh.

4. Tulis adegan di mana Anda menyadari bahwa hidup Anda akan berubah. Seperti konflik atau badai hidup. Misalnya sebuah momen ketika Anda didiagnosa sesuatu, saat mengetahui pasangan Anda tidak setia atau konflik lainnya.

5. Ciptakan tujuan yang membuat Pembaca ingin membaca lebih lanjut. Misalnya: Buat pembaca ingin mengetahui bagaimana Anda menghadapi badai hidup Anda, menyelesaikan masalah atau konflik yang rumit.

Mulai menulis mungkin adalah bagian yang terberat tetapi kita menulis karena telah mengalami sesuatu dalam hidup dan menyadari bahwa menuliskannya dapat merupakan bagian dari pemulihan diri kita.

Rekomendasi: 4 Novel Klasik Indonesia

Buku-buku di bawah ini terkenal bukan tanpa alasan. Ditulis oleh para sastrawan terbaik Indonesia dengan karakter menarik, perspektif yang unik, problematika dan emosi yang masih relevan hingga saat ini. Jika Anda suka membaca, inilah daftar bacaan untuk Anda yang saya pikir harus dibaca semua orang. Bahkan jika Anda bukan seorang bookworm, buku-buku ini layak dibaca setidaknya sekali seumur hidup Anda 🙂

1. Tetralogi Pulau Buru

Telah diterjemahkan ke dalam 33 bahasa novel ini mendapatkan banyak penghargaan dan sambutan hangat bahkan dari internasional. Novel karya Pramoedya Ananta Toer ini terdiri dari empat judul yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan yang terakhir adalah Rumah Kaca. Keempat buku ini menceritakan perjalanan hidup Minke yang adalah nama lain dari tokoh pers masa awal Indonesia yaitu Raden Tirto Adhi Soerjo. Ada drama percintaan yang mengharubiru selain dengan spermasalahan krisis identitas, penyimpangan terhadap budaya turun-temurun dan juga perlawanan terhadap diskriminasi ras antara Pribumi dan Eropa.

2. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Rupanya Indonesia memang tidak pernah kekurangan kisah cinta yang tak sampai. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang ditulis oleh Hamka ini bercerita tentang Zainuddin sebagai tokoh utama. Zainuddin adalah perantau dari Makassar yang tidak pernah diterima di Padang. Tetapi di tanah kehaliran ayahnya ini dia menemukan Hayati, pujaan hatinya. Mereka saling mencintai dan saya sangat menikmati gaya bahasa dalam buku ini. Sangat indah seperti puisi, mengalun manis untuk didengar dengan makna yang dalam. Jangan lewatkan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk di daftar bacaan Anda.

3. Burung-burung Manyar

Burung- Burung Manyar adalah roman karya Y.B. Mangunwijaya yang menceritakan kisah cinta antara Setadewa dan Atik yang tidak pernah bersatu. Tetapi bukan hanya soal itu, roman ini juga banyak membahas soal kondisi masyarakat dan politik bangsa saat zaman penjajahan Belanda, Jepang dan pasca kemerdekaan. Perjalanan hidup Teto yang begitu dipengaruhi oleh keadaan politik dan betapa dendamnya dia pada Jepang. Novel ini penuh dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas tapi juga humor yang mampu membuat kita tertawa.

4. Layar Terkembang – STA

Novel yang terbit pada tahun 1937 ini menceritakan tentang dua orang kakak-beradik Tuti dan Maria yang memiliki dua sifat yang berbeda dan bagaimana cara memandang dunia. Saya sangat menyukai novel ini karena gagasan yang dibangunnya begitu modern pada masa itu. Terdapat perjuangan terhadap hak-hak wanita, pemikiran akan kesadaran gender dan kedudukan perempuan dalam masyarakat. Saya pikir, salah satu peranan penting seorang penulis yaitu terlibat dalam menyuarakan cita-cita akan masa depan.  Dan inilah yang dilakukan oleh Sutan Takdir Alisjahbana.