Cara Memilih Sudut Pandang (Point of View) Bagian 1

Salah satu hal paling penting yang harus dipikirkan sebelum Anda mulai menulis adalah Anda memilih sudt pandang (POV). Sudut pandang mungkin merupakan satu bidang dalam penulisan novel yang penulis pemula dapat bermasalah dengannya.

Hampir tidak mungkin untuk tidak berkomitmen pada POV pada akhir paragraf pertama. Jadi pilihan apa yang ada? Pilhan antara menggunakan sudut pandang orang pertama dan ketiga yang dapat memberikan efek mengejutkan pada bentuk cerita Anda. Berikut ini cara memilih sudut pandang untuk novel Anda.

Sudut Pandang Orang pertama: soal intimacy

pov
Pada sudut pandang orang pertama, semua yang kita lihat, dengar, dan alami tentang adegan cerita datang kepada kita melalui narator orang pertama, karakter “Aku”. Orang ini menceritakan kisah itu kepada pembaca, menjelaskan peristiwa dan reaksi individualnya terhadap peristiwa-peristiwa itu. Pembaca dapat menyaksikan pikiran karakter, hal-hal yang dialaminya. Dalam fiksi jika Anda ingin menciptakan keintiman semacam itu, sulit dilakukan dengan sudut pandang orang ketiga.

Berikut adalah contoh dari novel The Fifth Wave:

Terkadang aku berpikir jangan-jangan akulah manusia terakhir di Bumi. Yang artinya akulah manusia terakhir di alam semesta ini. Aku sadar itu bodoh. Mana mungkin mereka membunuh semua orang… belum. Namun aku dapat membayangkan itu bisa saja terjadi, pada akhirnya. Kemudian aku berpikir itulah tepatnya yang diinginkan Makhluk Lain untuk kusaksikan.

Kalimat di atas terasa intim. Karakter mengoceh seperti kepada teman-teman dekatnya dalam percakapan, atau kita mengoceh di dalam kepala kita sendiri.

Faktor lain meningkatkan keintiman orang pertama: rasa dari kata-kata karakter. Karena karakter Anda berbicara langsung kepada pembaca, Anda dapat menggunakan istilah emosional yang tinggi, bahasa yang unik, dialek, dan para pembaca akan merasa mengalami. Singkatnya, semua keuntungan karakterisasi dialog dapat diperluas ke deskripsi, aksi, dan eksposisi. Jadi jika Anda ingin memberikan intimacy kepada pembaca, maka sudut pandang Orang pertama bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Cara Memilih Sudut Pandang (Point of View) Bagian 2

Advertisements