4 Tips lagi untuk Mengatasi Reader’s Block

Kita semua melewati masa-masa ketika tidak ada buku yang dapat menarik minat kita. Setiap buku tampak membosankan. Terjadinya reader’s block bagi bookworm biasanya bisa membawa kita pada titik di mana akhirnya kita tidak menyentuh buku lagi. Dan karenanya ini tidak boleh dibiarkan. Bagaimana membuat diri kita mulai suka membaca lagi? Jika dalam postingan sebelum-sebelumnya, cara-cara itu belum berhasil. Atau pun Anda menginginkan tips lain, mungkin tips di bawah ini dapat membantu: 

1. Jangan merasakan itu seperti tugas, tapi Anda harus menikmatinya

Terkadang membaca itu seperti tugas untuk para book lovers. Jujur saja, kita memiliki daftar buku bacaan yang harus dibaca bulan ini atau tahun ini. Dan mau tak mau membaca menjadi seperti tugas bukan ‘teman hangout’ yang mampu menjernihkan pikiran dan menghibur jiwa kita. Membaca seharusnya menyenangkan bukan tugas.

2. Disconnect dengan teknologi

Mengapa kita menghabiskan waktu untuk membaca, membayangkan, dan menciptakan dunia ketika televisi, dunia streaming telah melakukannya untuk kita? Netflix, content-content youtube, serial-serial cable, sangat sulit ditolak hari-hari ini. Ada begitu banyak platform hiburan yang lebih mudah daripada membaca buku. Tapi tidak seperti buku, mereka menyediakannya langsung di depan mata Anda. Dan itu agak membosankan, menurut saya. Saya menonton televisi, dan saya berada di media sosial, tapi ketika saya membaca buku, saya akan memutuskan hubungan itu selama yang dibutuhkan.

This image has an empty alt attribute; its file name is book-holiday.jpg3. Bawalah buku Anda keluar dari gangguan

Terkadang yang dibutuhkan hanyalah keluar dari gangguan atau perubahan pemandangan. Aturlah weekend Anda untuk mengunjungi teman di luar kota, atau mungkin anggota keluarga, atau mungkin menginap di sebuah vila atau tempat peristirahatan untuk membaca. Jika Anda tidak dapat pergi sejauh itu, cobalah cari tempat yang sunyi, duduklah di sana, dan duduk membaca. Yang penting tidak ada gangguan.

4. Jika tidak ada yang berhasil, beristirahatlah dari membaca

Jika tips di atas belum ada yang berhasil, mungkin Anda perlu mengambil waktu jauh dari buku untuk sementara waktu. Habiskanlah waktu itu untuk hobi yang baru atau menonton film-film yang seharusnya sudah Anda tonton. Ketika dua atau tiga minggu jauh dari buku, mungkin Anda bisa mencobanya lagi.

Rekomendasi: 5 Cerpen Indonesia Wajib Baca

Jika Anda mengalami reader’s block, cerpen adalah salah satu cara untuk memulai bacaan. Novel terkadang bisa sangat mengintimidasi, tetapi cerpen dapat dibaca sekali duduk. Untuk kali ini saya membagikan beberapa cerpen dari negeri sendiri. Penulis dan sastrawan Indonesia juga tak kalah mendunia. Dan berikut adalah beberapa cerpen yang sangat mengena di hati saya:

1. Sahabat Saya Cordiaz –Asrul Sani

Asrul Sani

Saya menemukan buku kumpulan cerpen karya Asrul Sani yang berjudul Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempat saat sedang hunting buku bekas di Pasar Senen bertahun-tahun yang lalu. Bukunya kecil dan terbitan tahun 1972 jadi masih menggunakan ejaan lama. Saya merasa sangat beruntung bisa menemukan buku ini. Ada sepuluh judul cerpen di dalam buku ini. Dan Sahabat Saya Cordiazlah yang paling berkesan untuk saya. Cerpen ini bercerita tentang krisis identitas sampai-sampai dia harus menggunakan nama lain untuk memperoleh tempat yang menurutnya lebih tinggi di masyarakat.

2. Ave Maria –Idrus

Idrus adalah salah satu pengarang favorit saya. Tulisan-tulisannya satir tetapi juga menyayat hati secara bersamaan. Dalam kumpulan cerpennya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma terdapat 14 judul. Cerpen-cerpen Idrus biasanya tentang kejamnya penjajahan Jepang, kemelaratan yang diakibatkannya juga kondisi pasca kemerdekaan. Dalam Ave Maria, Idrus membuktikan bahwa dia memiliki sisi romantis karena cerpen ini bercerita soal cinta segitiga. Juga tentang pengorbanan dan kesendirian. Sehingga membawa warna yang berbeda diantara judul-judul lainnya.

3. Mata yang Enak Dipandang –Ahmad Tohari

Ahmad Tohari telah menulis beberapa buku kumpulan cerpen salah satunya adalah Mata yang Enak Dipandang. Tema cerpen Ahmad Tohari tidak jauh dari kehidupan orang-orang pinggiran, orang-orang yang termajinalkan, masalah sosial yang timbul karena kemiskinan, keluarga dan lain sebagainya. Dengan pemilihan diksi yang lugas saya rasa cerpen Ahmad Tohari selalu menarik untuk dibaca.

4. Sungai –Sapardi Djoko Damono

Sapardi memang ahlinya menjalin kata-kata menuju romantisme yang dalam. Ini terbukti dari puisi-puisinya. Ketika membaca cerpen Sungai saya melihat kekhasan Sapardi sekali lagi yaitu kisah cinta yang tidak mudah, keindahan dalam sebuah perjuangan atau mencintai dalam diam. Karena itu saya selalu menyukai cerpen ini.

5. Seribu Kunang-kunang di Langit Manhattan –Umar Kayam

This image has an empty alt attribute; its file name is manhattan.jpg

Cerpen ini menceritakan bagaimana budaya timur dan budaya barat direpresentasikan dalam dua tokoh yaitu Marno dan Jane. Dua sudut pandang yang berbeda diramu dengan dialog yang cukup lugas dan mudah dimengerti. Akan tetapi yang paling saya sukai dari cerpen ini adalah penulis mengarahkan pembaca untuk menilai dan menafsirkan makna dan akhir ceritanya.  Bagi saya ini sangat menarik.

Masih banyak lagi cerpen-cerpen karya penulis-penulis Indonesia lainnya yang bisa Anda baca seperti Robohnya Surau Kami karya AA Navis, Lorong Gelap karya Budi Dharma atau cerpen-cerpen karangan Leila Chaouduri. Mungkin buku-buku antalogi cerpen bisa menjadi target baca Anda di tahun ini. Bagaimana dengan Anda? Punya cerpen favorit?