Gone Girl dan Sharp Object

Salah satu alasan mengapa saya menyukai karya-karya Gillian Flynn adalah karena dia tidak takut membuat karakter perempuan yang benar-benar rusak dan jahat. Jika kamu belum pernah membaca buku-buku karyanya, berikut adalah gambaran dari novel Gillian yaitu Gone Girl dan Sharp Objects:

*spoiler alert

Karakter Utama Wanita

Selain menjadi gambaran wanita yang kuat dan kompleks, Camille Preaker di Sharp Objects dan Amy Dunne di Gone Girl tidak memiliki kesamaan. Amy adalah wanita jenius yang membangun pencitraan sebagai “cool girl”. Sementara Camille adalah seorang yang sulit didekati, dia melindungi dirinya dari dunia. Camille pada dasarnya ingin mencari kebenaran dan berusaha menemukan keadilan, sementara Amy membuat jaring manipulasi dan kebohongan demi kepentingannya. Camille berusaha menghentikan tindakan kekerasan sementara Amy malah melakukannya untuk keluar dari kecerobohannya sendiri.

Narator yang Tidak dapat Diandalkan

Gillian Flynn menulis kedua novel ini dari sudut pandang orang pertama, baik dari mata Amy maupun Camille. Mereka sama-sama berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia mereka tidak bisa diterima begitu saja. Amy adalah narator yang tidak bisa diandalkan karena seluruh tuduhan Amy terhadap Nick adalah kebohongan. Di sisi lain, Camille menyembunyikan dirinya sedemikian rupa. Dia tidak mengungkapkan kebiasaannya yang merusak. Ingatannya tentang masa lalunya juga tak sepenuhnya bisa dipercaya.

Plot Twist

Apa jadinya cerita thriller dan misteri yang bagus tanpa plot twist yang bagus? Sharp Objects dan Gone Girl menyembunyikan plot twist untuk pembaca mereka dengan sangat baik. Pada akhirnya, Sharp Objects menceritakan cerita misteri pembunuhan yang lebih konvensional daripada Gone Girl. Kejujuran dari perspektif Camille sangat bertentangan dengan manipulasi Amy. Rencana Amy yang berjalan buruk memberi twist yang dramatis pada novel Gone Girl.

Melukai Diri Sendiri

Amy dan Camille sama-sama melukai diri mereka sendiri. Amy menguras darahnya sendiri dan menghancurkan wajahnya dengan palu. Sedangkan Camille secara kompulsif mengukir kata-kata di kulitnya sendiri. Namun sementara Amy melakukan kekerasan itu untuk menyakiti orang lain dan mencapai tujuan pribadinya, tindakan Camiller melukai dirinya sendiri lahir dari rasa sakit dan rahasia masa lalunya.

Jadi jika kamu belum membaca kedua novel tersebut dan kamu sangat menyukai thriller, jangan lupa untuk memasukkan kedua novel ini ke dalam daftar bacaan ya! Selamat membaca 🙂

Berlatih Menulis Setting Novel dengan 6 Hal Ini

Setting sering dianggap hanya sebagai latar belakang sebuah cerita. Sesuatu yang ada hanya untuk memperjelas karakter agar tidak mengambang tanpa tujuan. Namun setting lebih dari sekedar latar belakang. Apa yang bisa disumbangkan oleh sebuah setting ke dalam narasi cerita? Hampir semua yang bisa dilakukan karakter, termasuk menyampaikan nada, emosi, atau ide.

Jika kamu ingin melatih bagaimana membuat setting yang lebih detail dan menaikkan bobot cerita, berikut latihan yang bisa kamu lakukan:

1. Identifikasi tempat yang paling kamu benci dalam hidupmu. Tulis adegan yang terjadi di tempat tersebut dari sudut pandang seseorang yang menyukainya.

2. Mulailah dengan sebuah ide “keluarkan aku dari tempat ini.” Kemudian, kembangkanlah tempat ini. Dengan mengembangkannya kamu pasti akan memiliki karakter, konflik, dan sudut pandang yang berbeda.

3. Cobalah membuat sebuah tempat fantasi. Bisa seluruh kota atau skala yang lebih kecil misalnya di dalam sebuah sekolah.

4. Gambarlah peta atau blueprint sebuah dunia. Bagaimana karakter bisa menavigasi dunia ini. Di mana peristiwa penting terjadi? Di mana konflik terjadi?

5. Perhatikan detail-detailnya. Bahkan momen terkecil pun dapat membantu kamu memvisualisasikan dunia dengan lebih jelas. Tampilkan lanskap seperti gunung, sungai, danau dan jalan-jalan. Tandai kota dan catat juga wilayah dan distrik-distriknya. Sesuaikan nuansa setting ceritamu. Jika cerita ini mengenai dunia sihir, tunjukkan fitur yang berkaitan dengan ini misalnya benteng penyihir, hutan keramat, dsb.

6. Fokus pada detail yang mudah diingat, dan masukkan pengalaman sensorik karakter. Pembaca ingin tahu seperti apa danau dengan airnya yang ajaib, apa yang membuatnya berbeda dari danau-danau lainnya. Kamu ingin memberi tahu pembaca seperti apa suara gemericik airnya, baunya, dan atmosfer di sana. Seperti apa pun jenis dunia yang kamu ciptakan, teknik ini dapat membuat tulisanmu lebih jelas.