5 Rekomendasi Cerpen Menarik untuk Akhir Pekan

Ada banyak alasan mengapa kita menyukai cerpen. Salah satunya cerpen dapat dibaca sekali duduk. Selain itu sebuah cerita pendek yang ditulis dengan baik dapat melakukan keajaiban. Nah untuk melewati weekend ini, saya mengumpulkan 5 cerita pendek yang benar-benar saya sukai dan ingin membagikannya kepada Anda. Saya juga memberikan link untuk cerpen-cerpen tersebut jika Anda ingin langsung membacanya.

1. Death by Scrabble – Charlie Fish

Sebagai penggemar permainan Scrabble, cerpen ini langsung mendapatkan perhatian saya hanya dari judulnya saja. Cerpen ini bercerita tentang gagalnya hubungan pernikahan. Komunikasi antara suami dan istri melalui permainan scrabble dan kata apa pun yang diletakkan oleh mereka berdua akan menjadi kenyataan di dunia nyata. Kata-kata mereka memiliki konsekuensi yang nyata. Sampai akhirnya kata-kata itu berakibat fatal. Sebuah cerpen yang menarik.

Klik di sini untuk membacanya:

2. The End of Something – Ernest Hemingway

Cerpen yang bercerita tentang seorang pemuda bernama Nick yang memutuskan pacarnya Marjorie karena tidak ingin terjebak untuk menikahinya. Reaksi Marjorie sungguh di luar dugaan Nick. Mungkin pada awalnya Nick berpikir dialah yang menang karena dia melepaskan Marjorie, tetapi Nick sendiri harus rela melepaskan rencana-rencananya dengan Marjorie dan Marjorie mengambil perahu sebagai lambang dari kemandiriannya. The end of something adalah awal dari masa depan yang berbeda untuk mereka berdua.

Klik di sini untuk membacanya.

3. The Yellow Wallpaper – Charlotte Perkins Gilman

Diterbitkan pertama kali pada tahun 1892, The Yellow Wallpaper dianggap sebagai karya penting literatur dalam feminisme. Bercerita tentang seorang wanita yang menderita depresi dengan kecenderungan histeris yang didiagnosis oleh suaminya sendiri yang kebetulan adalah seorang dokter terkemuka. John, sang suami meresepkan obat istirahat di sebuah perkebunan yang indah. Tetapi kesembuhan yang diresepkan John malah membuat istrinya terpenjara karena dia bahkan tidak dapat memilih kamar yang dia inginkan. Sebuah cerpen tentang perasaan terkurung, terperangkap dan kemerosotan mental yang menyedihkan.

Klik di sini untuk membacanya.

4. The Tell-Tale Heart – Edgar Allan Poe

Kurang rasanya jika bicara soal cerpen tanpa memasukkan karya Edgar Allan Poe di dalamnya. The Tell-Tale Heart adalah salah satu cerita horor gotik pendeknya yang paling terkenal. Naratornya menceritakan pembunuhan yang dilakukannya terhadap seorang lelaki tua. Dan kemudian teror dimulai. Detak jantung korbannya membuatnya gila. Jika Anda menyukai cerita horor gotik penuh teror, jangan lewatkan cerpen ini.

Klik di sini untuk membacanya.

5. Flowers for Algernon – Daniel Keyes

Cerpen ini bergenre science fiction yang mengangkat tentang disabilitas. Protagonisnya adalah Charlie seorang dengan keterbelakangan mental yang menjadi subjek eksperimen untuk menjadi pintar. Dan setelah dilakukan operasi dan banyak sesi pembelajaran Charlie berhasil menjadi sangat pintar. Pembaca diajak melihat perubahan kepandaian Charlie dari tulisannya yang tidak dieja dengan benar. Bagi saya cerpen ini sangat menyentuh meski berakhir tragis.

Klik di sini untuk membacanya.

5 Cerita Edgar Allan Poe Terbaik

Edgar Allan Poe lahir pada 19 Januari 1809 di Boston, Massachusetts. Terkenal karena kisah-kisah kelam horor, teror psikologis, detektif, kehidupan Edgar Allan Poe sendiri tidak jauh dari tragedi sehingga tidak diragukan lagi kalau pengalaman hidupnyalah yang membentuk karya-karyanya yang luar biasa. Dan berikut ini adalah 5 cerpen terbaik Edgar Allan Poe:

1. The Murders in the Rue Morgue

Sebagai cerita detektif modern pertama, tokoh utama Poe dalam cerita ini adalah C. Auguste Dupin. Bersetting di Paris, cerita ini merinci kasus pembunuhan Madame L’Espanaye dan putrinya, dibunuh di apartemen mewah mereka dan kemudian dimasukkan ke dalam saluran cerobong asap. Narator yang tidak disebutkan namanya mengikuti Dupin menggunakan metode yang eksentrik untuk memecahkan kasus. Teka-teki yang sempurna membuat pembunuhan itu sendiri sudah cukup untuk membuat pembaca ketagihan. Semua yang ditawarkan oleh cerita detektif yang bagus ditambah dengan menggabungkan berbagai eksplorasi kecerdikan mental dan kelas sosial. Cerita ini sangat menarik.

2. The Tell-Tale Heart

Seorang narator yang tidak dapat diandalkan, atau seorang narator yang sangat andal dan jujur, sehingga ia menuduh dirinya sendiri untuk dipahami dan dikasihani. The Tell-Tale Heart, mungkin adalah cerita Poe yang paling terkenal. Ceritanya bergerak dari seorang narator yang membunuh temannya karena matanya yang aneh, hanya untuk kemudian disiksa oleh suara detak jantung temannya itu setelah pembunuhannya yang sukses. Cerita ini bukan sekedar kebrutalan atau kepolosan dari sang narator tapi juga delusinya terhadap dirinya bahwa dia masih waras. Dengan sangat ahli Edgar Allan Poe tentu saja mengantarkan ending cerita ini kepada kesimpulan mengerikan.

3. The Masque of the Red Death

Di sini Poe menggunakan wabah penyakit untuk menggambarkan sikap orang kaya terhadap orang miskin yang membentengi diri mereka sendiri di dalam kastil sementara kesengsaraan menyapu bersih pedesaan. Pangeran Prospero dan istananya tidak dapat diganggu oleh penderitaan, dia malah mengadakan pesta topeng untuk orang-orang kaya lainnya di sana. Tapi kematian tidak pandang bulu dan tidak menunggu siapa pun. Seorang penyusup masuk ke dalam istana dan kematian itu pun datang ke sana. Ada kengerian di cerpen tersebut, simbolisme dan alegori. Jadi jangan lewatkan The Masque of the Red Death

4. The Black Cat

Black Cat adalah kisah seram dengan akhir yang keterlaluan, jika Anda memiliki hewan peliharaan ini akan membangkitkan emosi Anda. Ceritanya benar-benar menakutkan dan gelap. Saya pribadi berpikir bahwa cerita ini sangat kuat karena karakter jahat yang benar-benar terganggu. Diceritakan dari sudut pandang seorang pria yang kecanduan alkohol. Dari seseorang penyayang binatang yang bahagia, sampai kepada sosok penyiksa istri.

5. Kejatuhan Keluarga Usher

Cerita ini mendokumentasikan kunjungan narator ke rumah temannya, Roderick Usher, atas permintaannya untuk memeriksa penyakit psikologis yang mengganggu. Setelah kematian aneh saudara perempuannya, rumah itu mulai memiliki perasaan tersendiri, dan kondisi psikologis Roderick mulai dipertanyakan. Di bawah suasana gelap House of Usher, Poe membawa kita melewati sudut tergelap dari pikiran manusia. Ada rumah hantu, penyakit misterius, kegilaan, kematian, kutukan. Apalagi yang Anda butuhkan? Ini adalah resep cerita horor yang membuat Anda merasakan terornya dan juga tersentuh secara bersamaan, agak sukar dipahami tetapi seperti itulah efek yang bisa ditimbulkan oleh karya-karya Poe.