5 Cara Menggambarkan Sebuah Tempat dalam Novel

Setting dalam cerita adalah adalah kunci agar pembaca dapat membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam novel Anda. Bagaimana cara menggambarkan setting di dalam novel Anda sehingga pembaca dapat berkontribusi untuk cerita Anda?

Anda bisa mencoba tips-tips di bawah ini:

1. Menggambarkan tempat melalui indera karakter

Bawalah indera seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan bahkan rasa ke dalam setting Anda. Saat menggambarkan tempat-tempat dalam cerita Anda, pikirkan gaya cerita Anda dan suasana hati karakter atau cerita yang ingin Anda bangun. Haruskah setting ini menakutkan atau menyenangkan? Kuno, berdebu, modern, misterius, bersih?

2. Memasukkan periode waktu dalam deskripsi

‘Waktu’ adalah aspek penting dari setting. Terutama jika novel Anda ada unsur fiksi sejarah. Detail dari jenis bangunan dan toko yang memenuhi jalan- jalan utama kota sampai kepada detail pakaian dan ucapan orang secara individu berkontribusi pada perasaan ketika cerita tersebut terjadi. Sebuah cerita yang dibuat pada 1800-an di Jakarta secara alami akan memiliki bangunan, pakaian dan orang yang sangat berbeda, dari setting di akhir 90-an.

Bagaimana Anda menggambarkan tempat sehingga pembaca dapat merasakan periode waktu?

A. Tunjukkan teknologi: Apa saja alat yang biasa dimiliki orang? Misalnya, radio, televisi, alat komunikasi, dll

B. Perlihatkan budaya: Bagaimana cara orang hidup? Apakah ada peran gender yang kaku di antara kedua jenis kelamin? Jelaskan dalam cara orang berbicara dan hal-hal yang mereka katakan pada periode tersebut.

C. Sertakan minat, tantangan, atau hambatan saat itu: Dalam periode waktu cerita Anda, apakah topik hangat hari itu? Apakah orang khawatir tentang perang, perubahan dalam pemerintahan?

aron-visuals-BXOXnQ26B7o-unsplash3. Sertakan perubahan skala kecil dalam waktu

Selain menciptakan pengertian waktu atau periode yang lebih luas, Anda dapat menggunakan waktu skala kecil (seperti waktu sehari atau perubahan tempat dari minggu ke minggu atau bulan ke bulan). Pikirkan bagaimana waktu hari dan perubahan fisik ke suatu tempat dalam waktu dapat menyumbangkan nada dan suasana hati.

Misalnya, jika sebuah kota terkena gempa dalam suatu cerita, seperti apa penampilannya sebelum kota tersebut gempa dan kondisi kota tersebut setelahnya? Apa yang telah berubah dan suasana hati apa yang diciptakan oleh perubahan ini?

4. Tunjukkan perasaan karakter tentang setting Anda

Setting cerita memengaruhi dan mengubah suasana hati dan keadaan pikiran karakter, seperti halnya tempat memengaruhi perasaan kita. Cara mendeskripsikan tempat sehingga mereka mengungkapkan keinginan, minat, ketakutan karakter, dan lainnya.

Bawa kepribadian dan sejarah karakter Anda pada detail setting yang mereka perhatikan dan uraikan. Secara keseluruhan, efek dari deskripsi tempatnya adalah untuk menciptakan rasa permusuhan dan ‘ketidakbahagiaan’. Kami memiliki perasaan yang jelas tentang emosi yang dihasilkan atau dibangunkan kembali oleh tempat.

5. Membuat daftar kata sifat untuk menggambarkan lokasi cerita Anda

Mempelajari cara mendeskripsikan suatu tempat berarti juga memperluas kosakata Anda. Ada begitu banyak kata sifat untuk menggambarkan bangunan ‘tua’, misalnya. Carilah istilah- istilah yang menggambarkan usia, namun dengan nuansa makna yang berbeda untuk menggambarkan kata ‘tua’.

8 TIPS PRAKTIS UNTUK PARA PENULIS

Terkadang kita membutuhkan langkah praktis dalam proses menulis apalagi  ketika draft pertama selesai ditulis dan siap ke proses editing. Berikut adalah hal-hal praktis yang bisa Anda lakukan saat menulis dan mengedit. Selamat Menulis 🙂

1. Pecahkan paragraf Anda. Paragraf besar itu menakutkan, pembaca Anda akan merasa bosan, takut, atau malas membacanya.

2. Pembicara baru, paragraf baru. Jika Anda bingung bagaimana memulai paragraf baru, pergantian pembicara adalah hal yang tepat untuk memulai paragraf baru.

3. Tulislah kalimat pendek. Sebisa mungkin potong paragraf Anda menjadi ringkas, padat. Mengapa? Karena itu lebih mudah dibaca dan dimegerti.

aaron-burden-y02jEX_B0O0-unsplash4. Setelah kalimat yang panjang ikuti dengan kalimat yang pendek, setelah kalimat pendek, ikuti dengan kalimat panjang. Hal yang sama juga berlaku pada paragraf.

5. Be specific. Pertimbangkan dua kalimat di bawah ini:

  • Pria itu menanam banyak bunga di halaman belakangnya.
  • Pria itu menanam setidaknya dua lusin jenis bunga di halaman belakangnya, yang dapat kukenali termasuk, aster ungu, lili putih, Anyelir merah jambu, Azalea, Bougenville, dan camellia.

Manakah dari dua kalimat tersebut yang lebih menarik? Manakah yang membantu Anda melihat halaman belakang pria itu?

annie-spratt-_dAnK9GJvdY-unsplash6. Pilihlah kata-kata sensorik. Kata-kata yang paling kuat adalah kata-kata sensorik, itu membuat pembaca Anda melihat, mendengar, mencium, merasakan sesuatu. Ketika Anda membaca kata-kata seperti lembut atau manis, halus seperti sutra, otak Anda akan menyala.

Seolah-olah Anda melihat tampilan warna yang memesona, seolah-olah Anda merasakan tekstur yang lembut dan halus. Kata-kata ini akan lebih kuat untuk tinggal dalam ingatan, dan juga sangat persuasif.

7. Jangan mengulang. Jangan terus menulis hal yang sama berulang kali. Karena ketika Anda mengulangi atau terus menulis hal yang sama, pembaca akan bosan. 

8. Mengedit dengan kejam. Persingkat, hapus, dan tulis ulang. Jangan menambahkan kata-kata tanpa alasan yang bagus. Untuk mempermudah proses editing, bagi tulisan Anda menjadi tiga langkah: 1)Tuliskan seluruh naskah menjadi draft pertama. 2) Sisihkan teks Anda selama beberapa hari. 3) Kembali kepada naskah Anda dengan kesegaran baru dan edit.

Selamat Menulis ya Writer 🙂