5 Cara Membangun Dunia Baru dalam Novel atau Cerita Fantasi

Kita tahu yang membuat para penggemar cerita-cerita fantasi salah satunya adalah dunia yang berbeda. Karena itu sangatlah penting untuk membuat setting yang mengesankan, menarik, dan dapat dipercaya. Sebagai pembaca kita tahu Hogwarts atau Westeros adalah fantasi tapi entah mengapa dunia tersebut rasanya begitu nyata dan dapat dipercaya. Namun bagaimana membangun dunia seperti itu? Jangan khawatir 🙂 berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan:

1. Membuat ringkasan detail bangunan dunia untuk dimasukkan

Dunia dalam cerita fantasi terkenal sangat dipuja karena ada detail dan kekhususan yang membuat mereka terasa nyata. Banyak pembaca dari berbagai umur  ngefans dengan dunia Hogwarts yang diciptakan oleh J.K Rowling. Dari ruang makan kastil dengan meja panjang, hutan terlarang, atau vegetasi yang mengancam seperti pohon liar yang menggapai-gapai, J.K Rowling menamakannya ‘Whomping Willow’.

Ciptakan ringkasan detail yang ingin Anda sertakan di dunia cerita Anda. Apakah Anda membangkitkan setting magis seperti Hogwarts atau dunia di masa depan? Ini akan menciptakan ruang lingkup setting Anda.

Ketika membuat detail ini coba pikirkan tentang:

a. Peran setting Anda: Di mana adegan utama atau tempat setting utama cerita Anda akan terjadi? (misalnya: istana atau rumah karakter utama Anda.)

b. Lokasi yang lebih luas: Kota, negara, atau benua atau planet mana yang mungkin ada dalam rentang cerita Anda.

c. Nama dan fitur kota: Apa yang membedakan satu tempat di dunia Anda dari yang lain? Dalam Lord of The Ring, Rivendell adalah tempat yang aman bagi Frodo dari seluruh Middle Earth. Sementara Hutan Fangorn adalah mimpi buruk dengan kegelapan yang mengancam. Jadi buatlah perbedaan dari satu setting ke setting lain dalam cerita Anda.

d. Demografi yang mendiami dunia Anda (apakah semua adalah manusia? Ataukah ada kelompok lain? Kalau iya berikan sedikit background storynya atau alasannya. Misalnya jika ada peri jahat mengapa dia atau mereka bisa menjadi jahat?.

2. Memberikan kontras nyata pada dunia fiksi Anda

2. Memberikan kontras nyata pada dunia fiksi Anda

Setiap dunia (termasuk dunia kita sendiri) memiliki perbedaan mengejutkan dari satu tempat ke tempat lain. Ada banyak kota di mana yang kaya dan miskin hidup dalam keadaan yang sangat berbeda, hanya dipisahkan oleh tembok besar misalnya.

Pikirkan tentang perbedaan yang mungkin Anda buat di dalam dunia fiksi Anda. Kontras apa yang akan menyajikan cerita Anda? Bayangkan sebuah novel tentang seorang gadis muda yang melawan pemerintah otoriter, misalnya. Sisi jalan raya tempat dia berasal akan menentukan, sampai batas tertentu, di mana dia bersembunyi dan menyusun strategi dan alat apa yang dia miliki untuk menemani perjuangannya?

Saat Anda membangun dunia Anda, pikirkan bagaimana Anda dapat membuat setting Anda menjadi pemain aktif dalam pemilihan karakter, tujuan mereka dan ketakutan mereka.

3. Pikirkan nama-nama yang meyakinkan untuk setting dunia Anda

Nama yang bagus menyampaikan suasana suatu tempat. Kalau Anda membaca seri The Lord of The Rings, J.R.R Tolkien sang penulis memberikan nama yang menyampaikan nada dan suasana tempat seperti yang digambarkan pada ceritanya. ‘Shire’ memiliki hubungan lembut, cocok dengan dunia padang rumput hijau. Ketika Anda memikirkan nama untuk tempat-tempat di dunia dalam novel Anda, pikirkan:

a. Tujuan: Apa tujuan dari setting ini? Setting harus mempunyai tujuan dalam cerita.

b. Suasana hati: Apa suasana tempat Anda? Pikirkan tentang contoh Tolkien di atas dan bagaimana suara dari kata-kata itu sendiri terasa cocok untuk tempat itu.

4. Gunakan indera karakter Anda untuk menunjukkan dunia cerita Anda

Salah satu cara untuk menghidupkan dunia fiksi adalah dengan menggunakan deskripsi indera yang dimiliki. Untuk memulainya gambarkan apa yang dilihat oleh karakter-karakter Anda. Itu dapat menarik pembaca Anda masuk ke dalam novel dan setting cerita.

5. Jangan lupakan detail-detail kecil

Tentunya kita sangat memerlukan setting-setting yang luas seperti kota, planet, tatanan kehidupan dalam cerita fantasi yang kita bangun. Tapi jangan abaikan detail yang memberi pembaca perasaan indera dalam tempat-tempat.

Seperti suasana pagi hari di rumah karakter Anda, atau cara mereka mengatur rumah mereka atau bau khas di apartemen mereka. Pastinya semua itu juga harus relevan dengan cerita. Detail-detail kecil seperti ini juga mengungkapkan dunia yang Anda bangun sehingga pembaca akan menyukainya dan terbawa masuk ke dalam cerita.

5 Cara Menggambarkan Sebuah Tempat dalam Novel

Setting dalam cerita adalah adalah kunci agar pembaca dapat membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam novel Anda. Bagaimana cara menggambarkan setting di dalam novel Anda sehingga pembaca dapat berkontribusi untuk cerita Anda?

Anda bisa mencoba tips-tips di bawah ini:

1. Menggambarkan tempat melalui indera karakter

Bawalah indera seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan bahkan rasa ke dalam setting Anda. Saat menggambarkan tempat-tempat dalam cerita Anda, pikirkan gaya cerita Anda dan suasana hati karakter atau cerita yang ingin Anda bangun. Haruskah setting ini menakutkan atau menyenangkan? Kuno, berdebu, modern, misterius, bersih?

2. Memasukkan periode waktu dalam deskripsi

‘Waktu’ adalah aspek penting dari setting. Terutama jika novel Anda ada unsur fiksi sejarah. Detail dari jenis bangunan dan toko yang memenuhi jalan- jalan utama kota sampai kepada detail pakaian dan ucapan orang secara individu berkontribusi pada perasaan ketika cerita tersebut terjadi. Sebuah cerita yang dibuat pada 1800-an di Jakarta secara alami akan memiliki bangunan, pakaian dan orang yang sangat berbeda, dari setting di akhir 90-an.

Bagaimana Anda menggambarkan tempat sehingga pembaca dapat merasakan periode waktu?

A. Tunjukkan teknologi: Apa saja alat yang biasa dimiliki orang? Misalnya, radio, televisi, alat komunikasi, dll

B. Perlihatkan budaya: Bagaimana cara orang hidup? Apakah ada peran gender yang kaku di antara kedua jenis kelamin? Jelaskan dalam cara orang berbicara dan hal-hal yang mereka katakan pada periode tersebut.

C. Sertakan minat, tantangan, atau hambatan saat itu: Dalam periode waktu cerita Anda, apakah topik hangat hari itu? Apakah orang khawatir tentang perang, perubahan dalam pemerintahan?

aron-visuals-BXOXnQ26B7o-unsplash3. Sertakan perubahan skala kecil dalam waktu

Selain menciptakan pengertian waktu atau periode yang lebih luas, Anda dapat menggunakan waktu skala kecil (seperti waktu sehari atau perubahan tempat dari minggu ke minggu atau bulan ke bulan). Pikirkan bagaimana waktu hari dan perubahan fisik ke suatu tempat dalam waktu dapat menyumbangkan nada dan suasana hati.

Misalnya, jika sebuah kota terkena gempa dalam suatu cerita, seperti apa penampilannya sebelum kota tersebut gempa dan kondisi kota tersebut setelahnya? Apa yang telah berubah dan suasana hati apa yang diciptakan oleh perubahan ini?

4. Tunjukkan perasaan karakter tentang setting Anda

Setting cerita memengaruhi dan mengubah suasana hati dan keadaan pikiran karakter, seperti halnya tempat memengaruhi perasaan kita. Cara mendeskripsikan tempat sehingga mereka mengungkapkan keinginan, minat, ketakutan karakter, dan lainnya.

Bawa kepribadian dan sejarah karakter Anda pada detail setting yang mereka perhatikan dan uraikan. Secara keseluruhan, efek dari deskripsi tempatnya adalah untuk menciptakan rasa permusuhan dan ‘ketidakbahagiaan’. Kami memiliki perasaan yang jelas tentang emosi yang dihasilkan atau dibangunkan kembali oleh tempat.

5. Membuat daftar kata sifat untuk menggambarkan lokasi cerita Anda

Mempelajari cara mendeskripsikan suatu tempat berarti juga memperluas kosakata Anda. Ada begitu banyak kata sifat untuk menggambarkan bangunan ‘tua’, misalnya. Carilah istilah- istilah yang menggambarkan usia, namun dengan nuansa makna yang berbeda untuk menggambarkan kata ‘tua’.