4 Cara Menulis Cuaca Dengan Baik

Dalam postingan 4 Alasan Mengapa Cuaca Penting dalam Novel, Anda mengetahui bahwa cuaca penting dalam novel. Karena itu sekarang saya ingin membagikan bagaimana menulis cuaca dengan baik. Berikut adalah empat cara menulis cuaca dengan baik dalam menulis novel:

1. Show, jangan Tell

Tunjukkan cuacanya- (dengan teknik Show) bukan hanya dengan memberi tahu pembaca tentang cuaca saja, tapi menggambarkannya sedemikian rupa sehingga pembaca dapat merasakan cuaca, hampir seolah-olah itu memengaruhi mereka secara langsung.

Ketika Edie berangkat kerja keesokan paginya, hari masih hujan ⇒ Ini adalah teknik Tell

Tapi…

Ketika Edie berangkat kerja keesokan paginya, langit begitu gelap dan angin timur yang dingin meniupkan hujan langsung ke wajahnya ⇒ Ini adalah teknik Show

Untuk mengetahui CARA MENULIS: SHOW VS TELL

2. Hindari klise

Menampilkan cuaca yang kaya dengan detail bisa sangat rumit, karena kita mudah sekali terjebak dalam klise. Seperti siang hari yang terik, atau hujan yang menderas. Angin yang bertiup.

Solusi untuk menghindari klise adalah sebagai berikut:

A) Menolak untuk menuliskan deskripsi yang pertama muncul di dalam pikiran kita. Sebaliknya, luangkan waktu untuk membuat sesuatu yang segar dan orisinal.

B) Mendeskripsikan bukan cuaca itu tetapi efek dari cuacanya. Jika Anda mendeskripsikan hujan, misalnya, Anda dapat memulai dengan pernyataan yang relatif faktual, bahkan yang klise seperti: Seluruh langit gelap dengan hujan badai. Tapi kemudian gambarkan efek yang ditimbulkan salju. Contoh: Mobil melaju pelan sekali di sisi jalan. Ranting pohon melambai-lambai karena kencangnya badai.

C) Tunjukkan reaksi karakter terhadap cuaca. Ini adalah cara yang lebih kuat untuk menunjukkan emosi mereka.

D) Gunakan detail terbaik yang dapat Anda bayangkan. Libatkan semua indera (bagaimana cuaca tersebut terdengar, bau, dan rasanya). Gunakan kiasan, terutama perumpamaan dan metafora.

scene 13. Pilihlah setiap setting dengan kepedulian

Setting dan cuaca merupakan satu kesatuan yang harus saling bekerja sama, baik melalui kontras atau perbandingan. Misalnya di scene pertama, kita menuliskan cuaca yang indah dan sebuah gang sempit yang gelap. Keduanya sangat kontras, satu elemen yang diinginkan, satu tidak, tapi sebagai penulis kita harus tahu tujuan dari adegan tersebut. Contoh lain, cuaca menjadi gelap dan sepertinya akan badai. Sekarang kita mempunyai dua elemen yang sama-sama tidak diinginkan. Kedua elemen tersebut jika digabungkan akan bekerja sama untuk membangun ketegangan atau kegelisahan. Jadi tergantung dari tujuan adegannya.

Cuaca dapat memiliki efek positif atau negatif pada setting dan mengubah reaksi karakter terhadapnya, jadi jangan takut untuk menggunakannya.

4. Jadikan cuaca teman Anda

Cuaca itu kaya. Kuat. Diisi dengan simbolisme dan makna. Cuaca penting bagi kita sebagai manusia, kita berinteraksi dengannya setiap hari. Itu mempengaruhi kita dalam banyak cara. Coba kita lihat apa yang terjadi dengan adegan di bawah ini:

Pikirkan tentang berjalan-jalan. Saat itu sore, kristal cerah, dan angin sepoi-sepoi berhembus ke arah Anda. Anak-anak sekolah dan anak-anak berlarian di trotoar, tawa mereka berderai di udara saat mereka berlomba menuju toko di sudut untuk membeli permen dan es. Sepatu Anda berbunyi tok tok di trotoar saat Anda menoleh di antara dua bangunan bata. Pintu samping restoran Italia baru saja Anda lewati, tempat sampah restoran itu tampak penuh dan shift pekerjaan pacar Anda akan segera berakhir. Anda tersenyum, merasa ringan. Anda tidak sabar untuk melihatnya.

cuaca 4

Sekarang, mari kita ubah adegannya.

Saat itu matahari terbenam, dan cuaca telah memburuk. Awan gelap menyelimuti langit, menciptakan simpul yang berputar di atas kepala Anda. Trotoar sepi, dan angin berembus dingin, menampar-nampar gaun Anda di kaki saat berjalan. Anda ingin memakai celana panjang, berharap Anda membawa cardigan. Di gang, sampah-sampah bertebaran di trotoar berminyak dan dan tempat sampah restoran telah ditelan oleh bayangan tinggi. Pintu samping hanya berjarak beberapa langkah. Anda tidak bisa melihatnya, dan sementara yang harus Anda lakukan adalah menyeberang dan mengetuk, Anda ragu-ragu, mengamati kegelapan.

Setting yang sama, kejadian yang sama. Tapi mood dan nada berubah, semua karena cuaca yang dimasukkan ke dalam latar belakang. Yang tadinya aman dan terang dan bersih menjadi gelap dan asing. Beginilah kekuatan cuaca – mengubah perasaan orang tentang lingkungannya.

Advertisements

4 Alasan Mengapa Cuaca Penting dalam Novel

Kita hampir selalu membaca deskripsi cuaca di dalam setiap novel. Bahkan sebagai penulis, kita tak pernah alpa menuliskan deskripsi cuaca di banyak scene tulisan kita. Mengapa sih cuaca sebegitu pentingnya? Berikut adalah empat alasan mengapa cuaca penting dalam fiksi:

1. Cuaca adalah bagian dari setting

Ya, cuaca adalah bagian penting dari sebuah setting, terutama ketika cuaca berubah dari biasanya menjadi ekstrim.

Coba bayangkan sepasang kekasih bertengkar dalam mobil yang melaju di sepanjang jalan gelap dan sepi. Mereka saling menuding karena mereka sekarang tersesat. Di luar, kondisi adalah sebagai berikut:

  • Mereka hampir tidak bisa melihat jalan di depan mereka.
  • Hujan badai. Dan mereka harus terus melaju ke dalam badai tersebut.
  • Dingin dan beku. Salju yang turun dengan lebat, ditambah dengan tumpukan salju di jalan yang membuat jalan semakin licin.
  • Panas terik. Hari terpanas sepanjang bulan dan AC mobil mati.

Masing-masing dari kondisi cuaca di atas akan memberikan suasana yang berbeda. Tetapi bahkan cuaca yang tidak terlalu spesial seperti—pagi yang hangat dan cerah, masih memberikan atmosfer dan suasana yang berbeda dalam cerita.

Tetapi jika Anda tidak menuliskan cuaca sama sekali dalam novel, elemen penting akan hilang dari imajinasi pembaca.

cuaca 32. Cuaca mempengaruhi karakter

Sama seperti cuaca mempengaruhi mood kita di dunia nyata, itu juga mempengaruhi mood karakter dalam novel.

  • Jika seorang karakter merasa sedih, hujan yang turun sepanjang hari akan membentuk background yang sempurna.
  • Jika matahari terbit di pagi hari, maka itu pertanda kalau semangat para karakter akan meningkat dan cenderung positif.

Tapi kadang-kadang, untuk membuat cerita lebih menarik kita juga bisa membuatnya kontras: seorang karakter yang tetap gembira meskipun cuaca mendung dan suram, atau tenggelam dalam kesedihan meskipun langit biru cerah.

Apa pun itu, memiliki sudut pandang mood para karakter atau kontras dengan cuaca di luar hanyalah sedikit cara untuk menambah dimensi pada novel Anda.

3. Cuaca mempengaruhi plot

Cuaca dapat mempengaruhi rencana kita di dunia nyata dan tentu saja karakter dalam novel.

  • Hujan dapat merepotkan sebuah pesta pernikahan.
  • Kabut asap dapat mengganggu rencana perjalanan.
  • Kekeringan yang panjang dapat menyebabkan krisis air dan gagal panen.

Jika Anda membuat cuaca menjadi lebih ekstrim maka Anda dapat meningkatkan taruhan. Faktanya, menulis tentang cuaca ekstrim dapat menjadi sumber utama konflik dalam sebuah novel.

Perlu diingat bahwa plot adalah tentang karakter yang mencoba mencapai tujuan dalam menghadapi tantangan. Tantangan, atau konflik, juga dapat berupa ancaman dari lingkungan. Sesuatu yang bukan manusia melawan protagonis Anda, seperti cuaca misalnya.

Pekerjaan Anda sebagai penulis adalah meletakkan sebanyak mungkin rintangan di jalur karakter yang Anda bisa. Jadi selalu cari peluang untuk memperkenalkan konflik lingkungan ke dalam sebuah adegan.

  • Jika seorang cowok mengajak pacarnya piknik, buatlah hujan.
  • Jika seorang wanita takut pada kegelapan, buatlah listrik di rumahnya padam.

Saya sih yakin Anda adalah orang paling baik tapi menjadi kejam sangat diperlukan saat menulis novel 😉

hujan4. Cuaca itu simbolik

Di poin sebelumnya, saya sudah jelaskan kalau cuaca dapat mempengaruhi mood karakter. Dengan mengambil satu langkah lebih jauh, Anda dapat melambangkan bagaimana perasaan karakter Anda dengan cuaca.

Misalnya seorang istri memikirkan suaminya yang terlambat pulang ke rumah. Ketika dia berdiri di dekat jendela yang menunggunya untuk kembali, dia melihat angin bertiup. Pada titik ini, dia hanya khawatir.

Namun, satu jam kemudian, kursi di halaman bergoyang-goyang dan akibatnya, sang istri mulai panik. Penulis bahkan tidak perlu menggambarkan kepanikannya. Adegan di luar memberi tahu para pembaca segala hal yang perlu mereka ketahui tentang bagaimana perasaan istri itu.