20 Plot Kisah Cinta untuk Ide Menulis Anda

Kisah cinta tak pernah lekang oleh waktu. Tak hanya di novel-novel bergenre romance, bahkan dalam novel-novel genre lain pun kisah cinta selalu menjadi bumbu atau plot tambahan untuk menambah warna dalam cerita. Seperti kata Sang Master dalam cerita tragedi dan cinta, William Shakespeare, “Perjalanan cinta sejati tidak pernah berjalan mulus.” Maka dalam kisah cinta apa pun, konflik yang kuat menjadi modal utama untuk menjadikan novel Anda menarik.

Hambatan akan membuat karakter-karakter Anda untuk berubah dan bertumbuh untuk menjadi lebih baik, dan untuk membuktikan apakah kedua karakter protagonis Anda saling mencintai. Jenis konflik tentunya akan tergantung pada cerita Anda. Apakah akan ada teror, kesedihan, kematian, sebelum mereka mencapai kebahagiaan? Atau Anda dapat juga menulis kisah tragedi seperti Romeo dan Juliet. Nah jika Anda ingin sekali menulis sebuah cerita cinta tapi masih berjuang untuk menemukan ide plot yang menarik, saya sudah merangkum 20 ide plot atau alur cerita dengan potential conflict yang mungkin dapat Anda gunakan.

Anda bisa memilih di antara plot-plot di bawah ini untuk memulai novel atau cerpen romance Anda. Plot-plot di bawah ini mungkin juga bisa menjadi pemicu ide lain. Selamat menulis ya.

Keterangan: 

Hero    : Karakter utama pria

Heroine: Karakter utama wanita

1. Heroine sudah menendang Hero dari kehidupannya…Heroine sudah memutuskan sejak lama bahwa dia hanya akan menikahi pria dengan gelar dan uang, dia tidak akan pernah berpacaran lagi dengan seorang musisi kafe tanpa pekerjaan tetap.

2. Mereka berdua adalah musuh…. Heroine ingin membeli tanah untuk membangun sebuah resor mewah, sementara Hero ingin mengubahnya menjadi cagar alam. Dia adalah pengacara dan Si Heroine adalah seorang jaksa. Mereka berada di posisi berlawanan baik dalam pekerjaan juga keinginan.

3. Heroine sangat cantik dan populer. Tapi dia sudah lelah berpacaran dengan pria-pria yang punya segalanya; uang, karir, dan ketampanan. Dia ingin mencari pacar yang betul-betul berbeda.

4. Hero mematahkan hati Heroine di masa lalu. Mungkin ada alasan bagus di balik itu, atau mungkin dia hanya begitu bodoh di masa lalu. Kemudian mereka bertemu kembali dan mereka berpacaran dengan teman baik satu sama lain.

5. Hero melakukan kesalahan di masa lalu… mungkin dia bersalah pada anggota keluarga atau teman baiknya. Sampai Heroine menemukan kalau ternyata Anggota keluarga atau teman baiknyalah yang berbohong agar mereka tidak bersama.

Love 1

6. Hero melakukan kesalahan di masa lalu. Meskipun Heroine bukan korban dari kesalahannya, tapi kesalahan tersebut sangat buruk. Bagaimana Heroine bisa yakin dia sudah berubah?

7. Heroine mempunyai masalah kepercayaan…hubungan terakhirnya berakhir dengan pengkhianatan.

8. Mereka adalah teman baik….dan mereka tidak ingin mengambil resiko merusak persahabatan mereka dengan membawanya ke hubungan romantis.

9. Heroine yakin tidak akan ada orang yang benar-benar dapat mencintainya…karena dia telah membuat kesalahan besar di masa lalu, atau dia merasa tidak menarik secara fisik.

10. Mereka adalah rekan kerja dan mereka jatuh cinta….tapi di kantor ada peraturan tidak boleh terlibat dalam hubungan romantis. Sehingga mereka harus merahasiakannya, tapi sampai kapan?

11. Heroine memiliki sebuah rahasia….dia berada dalam program perlindungan saksi, dia adalah seorang hacker hebat, sementara Heroine berusaha menguak identitas dirinya yang sebenarnya.

12. Hero dan Heroine sama-sama mengenal orang yang sama. Hero berpacaran dengan teman Heroine. Sampai suatu ketika pacar hero yang merupakan teman heroine meninggal dunia akibat kecelakaan.

love 5

13. Hero dan Heroine adalah teman baik. Tapi Sang Heroine tergila-gila dengan orang lain yang bukan Sang Hero…Heroine belum menyadari bahwa orang lain ini benar-benar brengsek.

14. Waktu mereka untuk bersama-sama terbatas ….Hero akan pergi ke luar negeri untuk meneruskan kuliahnya, sementara Heroine akan menerima pekerjaan di pedalaman, jadi untuk apa memiliki hubungan yang serius?

15. Memutuskan untuk terus bersama membutuhkan pengorbanan yang sangat besar…Heroine harus berkata tidak pada pekerjaan impiannya, sementara Hero harus meninggalkan keluarganya.

16. Hero adalah seorang tersangka dalam kasus pembunuhan. Sementara Si Heroine adalah wartawan yang meliput kasusnya.

17. Mereka tidak dapat bersama dalam kehidupan nyata…ada beberapa abad di antara mereka.

18. Heroine mencintai kebebasannya…dan selalu melihat dirinya yang bebas dan tidak akan pernah menikah, lalu datanglah Sang Hero.

19. Hero mencintainya, tapi Heroine tidak mengenalnya…mungkin Hero mengenalnya dari semesta yang lain atau mungkin Heroine terkena amnesia.

20. Pekerjaan sedang menghalangi Hero untuk membangun kisah cintanya. Sulit sekali untuk bersikap romantis saat dia harus bekerja 24 jam sehari dalam kampanye politik, Heroine sudah lelah dengan alasan-alasan sibuk dan pekerjaan Hero.

Catatan: Saat menulis kisah romantis, kita sering terjebak pada karakter-karakter yang sempurna. Padahal setiap karakter harus memiliki kelemahan atau kekurangan. Setiap kisah cinta di kehidupan nyata berurusan dengan kelemahan. Mungkin Hero terlalu egois atau Heroine terlalu manja. Mungkin Hero terlalu gegabah, atau terlalu takut. Mungkin salah satu dari mereka terlalu negatif, dan harus berhenti bersikap sinis. Hal ini dapat menyebabkan salah satu dari mereka membuat kesalahan besar dan bodoh, dan perlu menebus kesalahan dan mendapatkan maaf dari pasangannya.

 

 

Advertisements

4 Cara Menulis Ketika Anda tidak Merasa Ingin Melakukannya

Bagaimana cara untuk terus menulis ketika kita tidak ingin sekali melakukannya? Saya pernah mengalaminya dan tahu bahwa hal ini bisa membuat frustasi. Suatu hari Anda sangat bersemangat menulis. Kata-kata datang dengan mudahnya tanpa banyak usaha. Dan kemudian sesuatu terjadi. Anda mulai melewati satu hari tanpa menulis. Satu hari menjadi satu minggu. Dan begitu seterusnya tanpa menulis satu baris pun.

Terkadang Anda juga merasa seharusnya Anda lebih serius dalam menulis, tapi Anda tidak berhasil mengumpulkan tekad untuk benar-benar menulis. Jika Anda pernah mengalaminya, dalam postingan ini, saya menuliskan mengapa kita bisa merasa seperti itu. Dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya:

Itu adalah Perasaan yang Normal

Dalam titik tertentu saya pernah ingin menyerah. Beberapa kali saya mencapai satu titik di mana saya benar-benar lelah, merasa bodoh, merasa dipermalukan sehingga saya ingin berhenti saja menjadi penulis dan menyerah pada mimpi yang konyol ini. Tapi apa yang membuat Anda terus menerobos, adalah kembali kepada pertanyaan, “Mengapa Saya Menulis?”

stress 1Perjalanan menulis saya dimulai sejak mengikuti lomba mengarang antar sekolah ketika di sekolah dasar. Saya sering tidak puas terhadap ending sebuah buku dan bertanya-tanya mengapa pengarang-pengarang tersebut membuat akhir cerita seperti itu. Kekuatan imajinasi sebuah tulisan selalu mempesona saya.

Jadi apa pun yang terjadi, tidak akan pernah ada orang yang mengambil kecintaan saya terhadap literasi khususnya menulis dari saya. Perasaan ingin menyerah adalah normal. Profesi menulis sendiri adalah salah satu profesi yang rentan dengan penolakan. Saya yakin banyak penulis besar di dunia ini pernah ditolak. Tidak apa-apa untuk merasa ingin menyerah. Tapi yang membuat kita menjadi penulis yang berbeda adalah apa yang membuat Anda menulis? Mengapa Anda menulis?

Karena itu berikut adalah lima tips yang dapat Anda lakukan saat Anda tidak merasa ingin menulis :

1. Temukan Ritual Menulis Anda atau “Sudut Kreatif” Anda

Ritual menulis adalah serangkaian urutan tindakan yang Anda lakukan sebelum Anda menulis. Ini bisa sesederhana seperti membuat secangkir teh atau memainkan lagu favorit Anda.

Stephen King pernah bicara soal proses menulisnya seperti ini:

“Ada hal-hal tertentu yang saya lakukan jika saya menulis … Saya memiliki segelas air atau secangkir teh. Saya duduk di waktu tertentu, dari jam 8:00 sampai 8:30, di suatu tempat dalam waktu setengah jam setiap pagi … Saya punya pil vitamin dan musik saya, duduk di kursi yang sama, dan semua kertas diatur di tempat yang sama. . Tujuan kumulatif melakukan hal-hal ini dengan cara yang sama setiap hari tampaknya menjadi cara untuk mengatakan kepada pikiran saya, kamu akan segera bermimpi. ”

sitting 1Sementara itu, Phillip Pullman dalam ucapan terima kasih di novelnya The Golden Compass, Phillip berterima kasih kepada sebuah kafe museum, mengatakan bahwa setiap kali dia pergi ke sana, masalah yang dia hadapi dengan novelnya dapat diselesaikan.

Terkadang, yang Anda butuhkan hanyalah lokasi yang tepat, sebuah sudut kreatif pribadi Anda. Atau ritual menulis Anda. Sudut kreatif saya adalah kamar saya yang penuh dengan tumpukan buku. Segelas teh panas tanpa gula saya letakkan agak jauh dari laptop tapi masih dalam jangkauan. Saya senang mencari inspirasi di luar tapi sudut kreatif saya tetaplah kamar dan lemari buku saya. Karena ketika saya menulis, seringkali saya membutuhkan tumpukan kertas-kertas dan buku-buku saya. Jadi di situlah saya merasa aman dan paling kreatif. Bagaimana dengan Anda?

2. Jadikan Itu Pekerjaan Anda

Banyak penulis-penulis terkenal, sebelum mereka menjadi penulis fiksi, mereka pernah menulis secara profesional. Ernest Hemingway pernah menjadi jurnalis. Suzanne Collins pernah bekerja sebagai script writer untuk program anak di televisi.

job 1Anda bisa menjadi penulis secara profesional terlebih dahulu jika itu memungkinkan. Menjadi part time content writer di media online, aplikasi online, dan lain sebagainya. Sebelum menjadi penulis fiksi, saya bekerja sebagai script writer di televisi dan production house. Saya belajar untuk mengatasi mood, menyelesaikan tulisan tepat waktu, menerima kritikan dan saran dari atasan, mengakomodasi keinginan klien saat bekerja di kantor.

Tanpa bekerja secara profesional, sebenarnya Anda juga bisa menjadikan menulis layaknya pekerjaan. Tapi ini dibutuhkan disipilin. Misalnya dengan mengatur waktu deadline, dan meminta teman-teman atau keluarga untuk menagih tulisan Anda seolah-olah mereka adalah bos Anda.

3. Keluar dan berjalan-jalanlah.

Jika Anda terjebak di tengah proyek penulisan atau tugas penulisan, Anda mungkin hanya perlu menyegarkan kepala Anda. Ambil handphone Anda atau buku catatan Anda dan pulpen dan pergilah berjalan-jalan. Ini akan menjernihkan pikiran Anda dan membuat pikiran Anda bekerja untuk menyelesaikan apa saja yang memblok kreatifitas Anda. Ditambah lagi, duduk terus di depan laptop tentu sangat melelahkan jadi Anda butuh untuk pergi keluar.

book 14. Membaca Buku dari Penulis Favorit atau Genre Favorit Anda

Ketika deadline tulisan saya menumpuk dan kepala saya terlalu penuh untuk memulainya lagi. Saya akan membaca buku-buku yang sudah saya stok sebelumnya. Biasanya beberapa bulan sekali saya akan menyempatkan diri ke toko buku untuk membeli beberapa buku. Genre favorit saya adalah science fiction, misteri, crime dan thriller, jadi genre ini selalu menjadi prioritas pilihan buku saya. Tidak selalu langsung saya baca, saya akan menyimpannya untuk waktu-waktu seperti ini. Dua belas tahun saya menulis secara profesional, poin ke empat ini selalu berhasil. Buku-buku akan selalu menginspirasi saya untuk berkarya dan menjadi penulis yang lebih baik.

Semoga postingan ini dapat membantu Anda untuk kembali bersemangat menulis 🙂