10 Fakta Unik tentang William Shakespeare

Dramanya ditulis sejak ratusan tahun lalu tetapi masih relevan sampai hari ini karena bertemakan cinta, kematian, ambisi, kekuatan, takdir, kehendak bebas, untuk menyebut beberapa diantaranya. Tak heran kalau William Shakespeare menjadi penulis drama paling terkenal di dunia serta paling berpengaruh dalam sejarah bahasa Inggris. Dia lahir di Stratford-upon-Avon, Inggris Raya, dibaptis pada tanggal 26 April 1564 dan meninggal pada tanggal 23 April 1616.

Banyak fakta tentang Shakespeare yang akan mengejutkan Anda. Berikut adalah 10 fakta unik untuk membantu Anda memulai:

1. William Shakespeare hidup melalui Wabah Bubonic. Epidemi ini yang menewaskan lebih dari 33.000 di London saja. Wabah-wabah yang sangat parah terjadi pada tahun 1582, 1592-93, 1603-04, 1606, dan 1608-09. Tapi Shakespeare dapat melalui salah satu epidemi paling buruk yang melanda dunia ini. Bahkan dalam periode antara tahun 1606 dan 1610 Shakespeare menghasilkan beberapa drama terbesarnya seperti King Lear, Macbeth dan Antony and Cleopatra.

2. William Shakespeare menikahi seorang wanita bernama Anne Hathaway yang sedang hamil 3 bulan. Enam bulan setelah pernikahan, keluarga Shakespeare menyambut seorang putri, Susanna, dan si kembar Hamnet dan Judith menyusul pada Februari 1585.

3. Putra Shakespeare, Hamnet, meninggal pada tahun 1596. Putrinya Susanna meninggal pada tahun 1649. Putri bungsunya Judith memiliki tiga anak, tetapi semuanya meninggal sebelum ibu mereka dan tanpa anak. Cucu perempuannya Elizabeth, putri Susanna, meninggal tanpa anak pada tahun 1670, mengakhiri garis keturunan William Shakespeare.

4. Drama Shakespeare langsung menjadi hit besar! Dia menulis berbagai jenis drama, yang semuanya dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu tragedi, komedi dan sejarah. Dramanya membuatnya sangat kaya dan terkenal.

5. Drama Shakespeare mendapat persetujuan kerajaan. Baik Ratu Elizabeth I dan James VI dari Skotlandia dan I dari Inggris sering menyewa pertunjukkannya untuk datang dan tampil di istana.

6. Drama pada masa Shakespeare berbeda dengan yang kita miliki saat ini. Tidak ada aktor wanita (peran wanita dimainkan oleh pria), dan penonton bisa sangat gaduh. Mereka akan berteriak, mencemooh, bahkan melemparkan makanan ke aktor yang tidak mereka sukai. Duh!

7. Dua drama William Shakespeare telah diterjemahkan ke dalam bahasa Klingon. Bagi Anda penggemar Star Trek tentu familiar dengan bahasa ini. Anda dapat membaca Hamlet dan Much Ado About Nothing dalam bahasa fantasi ini 😉

8. Beberapa bulan dinamai sesuai dengan karakter Shakespeare

Bulan-bulan yang mengelilingi planet Uranus sebagian besar dinamai berdasarkan karakter dari drama Shakespeare, termasuk Oberon, Ariel, dan Juliet.

9. William Shakespeare juga sering berakting drama-dramanya.

10. William Shakespeare membuat puisi di makamnya di Gereja Trinity, Stratford-upon-Avon. Tertulis:

“Teman baik demi Yesus, bersabarlah,

Untuk menggali debu tertutup di sini.

Terberkatilah orang yang menyimpan batu-batu ini,

Dan terkutuklah dia yang memindahkan tulang-tulangku.”

Dikatakan siapa pun yang memindahkan tulang-tulangnya akan dikutuk. Akibatnya, makamnya tidak tersentuh sejak 1747.

8 Tips Menulis dari Chuck Palahniuk

Kalau Anda pernah membaca Fight Club atau menonton filmnya yang diperankan oleh Edward Norton dan Brad Pitt, orang di balik tulisan ini adalah Chuck Palahniuk. Pertama kali membaca Fight Club saya menyukai dialog juga narasi yang ada di buku tersebut. Ada banyak orang yang mengkiritik buku ini karena berpikir mempromosikan kekerasan tapi menurut saya inti dari buku ini adalah tentang krisis eksistensial, di mana narator memiliki segala sesuatu yang diinginkan tapi tetap merasa hampa.

Novel pertama Chuck Palahniuk The Invisible Monster ditolak oleh semua penerbit yang dia kirimkan. Barulah setelah menulis Fight Club karir menulis fiksinya mulai terang. Dia telah menulis lebih dari 25 novel, kumpulan cerita, non fiksi yang banyak diantaranya telah diadaptasi ke film juga serial televisi. Jadi tentu saja kita membutuhkan tips menulis dari seorang Chuck Palahniuk.

Berikut adalah 8 diantaranya:

1. Sebelum Anda duduk untuk menulis sebuah adegan, pikirkanlah. Ketahui tujuan adegan itu. Hal apa yang perlu dibangun scene tersebut berhasil? Apa yang akan diatur untuk adegan selanjutnya dalam cerita Anda? Bagaimana adegan ini akan melanjutkan plot Anda? Saat Anda bekerja, mengemudi, berolahraga, dan menjalani hidup Anda, ingatlah pertanyaan ini di benak Anda. Buat catatan saat Anda mendapatkan ide-ide baru tentang cerita Anda. Saya suka yang ini karena akan menghemat banyak waktu dengan pengeditan dan revisi. Ini memaksa Anda untuk memikirkan kisah Anda dan bahkan menjaga agar tetap di jalur yang benar.

2. Jika Anda tidak ingin menulis, setel timer selama satu jam (atau setengah jam) dan duduklah untuk menulis sampai alarm itu berdering. Jika Anda masih benci menulis, Anda punya waktu luang dalam satu jam. Tetapi biasanya, pada saat alarm berbunyi, Anda akan sangat terlibat dalam tulisan Anda, sangat menikmatinya, Anda akan terus melanjutkannya.

3. Kejutkan diri Anda. Jika Anda dapat membawa cerita – atau membiarkan cerita itu membawa Anda – ke tempat yang menakjubkan Anda, kemudian membuat pembaca terkejut. Tidak masalah jika Anda seorang outliner; Anda masih bisa mengejutkan diri sendiri.

4. Ada tiga jenis ucapan. “Ketiga jenis tersebut adalah: Deskriptif, Instruktif, dan Ekspresif. Deskriptif: “Matahari terbit tinggi…” Instruksi: “Berjalanlah, jangan lari…” Ekspresif: “Aduh!” Kebanyakan penulis fiksi hanya akan menggunakan satu – paling banyak, dua – dari bentuk ini. Jadi gunakan ketiganya. Campurlah. Begitulah cara orang berbicara.”

5. Tulis buku yang ingin Anda baca. Saat Anda melakukan ini, Anda dapat memastikan bahwa Anda akan menikmati bukunya. Dan itu penting.

6. Tidak tahu itu tidak apa-apa. “Semakin lama Anda membiarkan cerita terbentuk, semakin baik bentuk akhirnya. Jangan terburu-buru atau memaksakan akhir cerita atau buku Anda.”

7. Anda yang bertanggung jawab: “Jika Anda membutuhkan lebih banyak kebebasan di sekitar cerita, draf ke draf, ubah nama karakter … Atau lebih buruk lagi, hapuslah karakter, jika itu yang benar-benar dibutuhkan cerita.”

8. Berfotolah saat Anda masih muda. “Jepret foto sampul buku sekarang, saat Anda masih muda.”