4 Elemen dalam Cerita Detektif

Apa itu cerita detektif? Cerita detektif adalah kisah yang plotnya bergantung pada kejahatan yang terjadi, kemudian diselidiki dan diselesaikan di dalam cerita tersebut. Sebagian besar cerita detektif ditulis dari sudut pandang detektif.

Edgar Allan Poe adalah Bapak dari cerita detektif, cerita pendeknya yang berjudul The Murders in the Rue Mourge dianggap sebagai kisah detektif modern pertama. Setelah itu kita tahu ada Sir Arthur Conan Doyle pencipta Sherlock Holmes dan ada karakter Hercule Poirot yang terkenal dari novel-novel Agatha Christie.

Situasi bahaya, misteri dan teka-tekilah yang membuat cerita detektif sangat diminati banyak pembaca. Ini juga yang membuat mereka terus membalik halaman. Jika Anda tertarik untuk mencoba menulis genre ini, yuk kita lihat elemen-elemen yang harus dimiliki novel atau cerita detektif:

1. Seorang detektif. Namanya cerita detektif tentu karakter detektifnya harus ada. Detektif tersebut biasanya adalah protagonis cerita. Tentunya membangun karakter seorang detektif tidaklah mudah, Anda harus memikirkan bukan hanya sikap dan kepribadian detektif Anda, tetapi juga motivasi mereka, latar belakang mengapa mereka memilih profesi yang berbahaya ini. Ada begitu banyak detektif di dunia penulisan, detektif Anda harus unik di antara detektif lainnya.

Crime2. Kejahatan. Sebagian besar cerita detektif membutuhkan kejahatan sebagai penggerak plot. Telah terjadi satu kejahatan atau lebih, dan kejahatan ini seolah-olah tidak dapat dipecahkan, dengan cara itu, pembaca akan sangat tergoda oleh teka-teki yang Anda sajikan sehingga mereka harus terus membaca. Penemuan jasad biasanya sangat umum dalam fiksi detektif tetapi masih ada banyak pilihan lain seperti perampokan, orang hilang, penipuan dan sebagainya.

3. Setting. Setting menjadi bagian yang sangat penting dari setiap cerita detektif karena di situlah tindak kejahatan terjadi. Detektif Anda juga akan mencoba mencari petunjuk di lokasi-lokasi tertentu. Oleh karena itu kisah-kisah detektif akan terkait erat dengan waktu dan tempat yang Anda atur sedemikian rupa untuk menjalin plot cerita.

finger print4. Petunjuk/ Clue. Petunjuk dibutuhkan untuk melibatkan pembaca pada tingkat yang lebih dalam dibandingkan genre fiksi lainnya. Para pembaca novel detektif akan mengikuti jejak petunjuk untuk menemukan siapa penjahatnya, siapa pembunuhnya atau pelakunya. Nah sebagai penulis genre ini, Anda harus mengatur petunjuk dan kapan saat yang tepat untuk mengeluarkannya ke dalam cerita. Sehingga pada akhirnya semua petunjuk Anda masuk akal dan memang menjawab siapa identias pelaku kejahatan tersebut.

5. Tersangka. Banyak cerita detektif memiliki sederetan tersangka, tersangka ini bisa saja melakukan kejahatan (entah mereka memiliki alibi yang lemah atau pernah melakukan kriminalitas dan lain sebagainya). Tersangka Anda berfungsi untuk mengarahkan perhatian pembaca menjauh dari pelaku yang sebenarnya. Juga untuk membuat pembaca Anda berpikir dan ikut memecahkan kasus tersebut bersama dengan detektif Anda.

Jika Anda ingin mencoba menulis genre ini membaca atau menonton cerita detektif bisa menjadi awal yang menarik 🙂 Semoga bermanfaat dan selamat menulis!

3 Tips untuk Mengembangkan Suara Karakter

Suara karakter adalah cara unik para karakter di novel atau cerita Anda dalam mengekspresikan diri mereka baik secara fisik maupun emosional. Suara karakter dapat dikomunikasikan melalui kepribadian karakter, pemikiran, dan cara karakter itu berbicara.

Sebagai seorang penulis, ada beberapa cara untuk menyampaikan suara karakter sesuai dengan gaya tulisan Anda sendiri. Berikut adalah beberapa cara yang bisa penulis gunakan untuk mengekspresikan suara karakter:

1. Memperhatikan dialog.

Dialog mendefinisikan suara karakter Anda, menetapkan cara bicara mereka, dan mengungkapkan pikiran terdalam mereka. Dialog yang nyata sangatlah penting untuk menulis karakter yang menarik.

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan dialog Anda adalah dengan mendengarkan cara orang berbicara. Anda bisa pergi duduk di café dan memperhatikan cara dan gaya orang-orang berbicara. Dan cobalah menebak karakter mereka dari cara mereka berbicara. Kemampuan untuk menulis dialog yang bisa dipercaya akan membantu karakter Anda meyakinkan.

character 22. Memperhatikan bahasa tubuh.

Bahasa tubuh dapat menyampaikan begitu banyak tentang karakter Anda, sama seperti ketika mereka berbicara. Bagaimana karakter Anda berjalan? Seperti apa postur mereka? Bagaimana reaksi mereka terhadap berita buruk? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dapat menjadi integral dalam menentukan suara karakter sebagai kata-kata literal yang mereka ucapkan.

3. Memisahkan suara Anda dan karakter Anda.

Bukan tidak mungkin sebagai penulis kita memasukkan gaya berbicara kita ke dalam karakter yang kita tulis. Tapi penulis yang baik harus mampu memisahkan suara dan gaya kita sendiri dengan karakter. Buatlah tabel tentang karakter Anda. Sehingga ketika menulis Anda bisa mengecek apakah suara karakter Anda melenceng dari karakteristik yang sudah Anda rencanakan.

Tabel tersebut dapat merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini: Apakah pandangan karakter Anda terhadap dunia? Apakah mereka sopan atau kasar? Apakah mereka bersumpah serapah atau tidak sama sekali? Ini dapat menolong Anda membentuk karakter yang unik.

Ketika pembaca mempercayai karakter Anda seperti nyata, Anda memiliki kesempatan untuk menghibur pembaca. Ketika kita membaca sebuah cerita, para karakterlah yang akan mempertahankan minat kita. Selamat mengembangkan karakter Anda 🙂