5 Cara membuat penjahat yang menyenangkan (sambil tetap membuat mereka jahat)

Kita para penulis memiliki kebiasaan menyembah hero atau protagonis kita. Protagonis kita akan menyelamatkan hari dan tentang merekalah cerita Anda dibangun. Tetapi tanpa Lex Luthor atau Joker, Superman dan Batman tidak perlu menyelamatkan hari itu. Para penjahat, gangster dan anti-hero menciptakan konflik. Itulah sebabnya kita perlu mematahkan mitos bahwa pahlawan Anda adalah karakter paling penting dalam novel Anda. Para penjahat juga sangat penting.

Tapi itu memberi penulis masalah karena penjahat biasanya dilihat melalui mata protagonis kita, yang berarti mereka tidak mendapatkan banyak halaman. Sehingga lebih sulit untuk memberikan penjahat kedalaman yang mereka butuhkan untuk meyakinkan pembaca Anda.

Berikut adalah 5 langkah cepat untuk membuat penjahat lebih menyenangkan (sambil tetap membuat mereka jahat).

1. Memberikan mereka kepribadian yang menyenangkan. Tidak semua orang yang melakukan hal-hal mengerikan adalah orang yang menyebalkan.

isai-ramos-YkFYP_zAT6k-unsplash2. Memberikan mereka masa lalu yang tragis. Saya mengapresiasi film Joker. Melalui film ini, kita bisa melihat mengapa Joker menjadi Joker yang kita kenal selama ini. Kita semua melakukan sesuatu karena suatu alasan, seringkali itu adalah penggabungan pengalaman di masa lalu kita. Dan memberikan Joker satu cerita utuh adalah bagian dari mendapatkan simpati dan kepercayaan audiens mengapa Joker menjadi dirinya.

3. Memberikan mereka motif yang berhubungan dengan masa lalu mereka yang tragis. Anda telah mengidentifikasi penjahat Anda dari mana sumber perilaku mereka. Tambahkan itu ke motif – balas dendam atau pandangan keadilan yang melengkung, dan itu memberi Anda tindakan yang dilakukan penjahat Anda untuk mencapai tujuannya.

guilherme-stecanella-pxFtN74Djb4-unsplash4. Membuat mereka memiliki setidaknya beberapa orang yang benar-benar mereka pedulikan. Sejahat apa pun seseorang biasanya mereka memiliki orang-orang yang mereka pedulikan. Jadi tidak masalah jika Anda ingin membuat mereka mencintai istrinya, anaknya atau ibunya.

5. Membuat mereka cantik dan tampan. Siapa bilang para penjahat harus jelek secara penampilan. Penampilan yang baik pada umumnya sangat disukai pembaca dan penonton, jadi ini juga bisa menjadi pilihan Anda untuk menciptakan penjahat yang ‘menyenangkan’.

Penjahat adalah manusia, atau setidaknya memiliki karakteristik manusia. Mereka didorong oleh keinginan dan melihat dunia dari perspektif masing-masing. Meskipun keinginan dan kebutuhan mereka mungkin ekstrem. Kuncinya adalah memastikan pembaca Anda memahami dari mana mereka berasal. Penjahat adalah karakter utama dari kisah mereka sendiri jadi Anda boleh memberikan porsi sedikit lebih besar dari biasanya. Selamat Menulis 🙂

Baca juga:

4 Cara Menciptakan Karakter Penjahat (Antagonis) dalam Novel

My Top 4 Villain In Fiction

 

4 Tanda Kurang Berkembangnya Karakter dalam Novel

Pernahkah Anda merasa bahwa novel Anda mungkin kekurangan sesuatu? Seperti ada kekosongan dalam cerita? Anda sudah mengerahkan banyak pekerjaan untuk memoles plot, membangun setting cerita Anda namun entah kenapa tetap masih terasa hampa.

Jika itu terjadi, mungkin Anda bisa melihat kembali kepada karakter Anda. Pembaca lebih bisa menoleransi kekurangan lain dalam novel Anda asalkan karakter Anda mempunyai kepribadian dan dimensi. Inilah mengapa begitu penting untuk mengembangkan karakter. Dalam postingan berikut, Anda dapat melihat tanda-tanda karakter yang kurang berkembang. Dengan mengenalinya, Anda bisa memoles kembali cerita Anda.

1. Dialog yang datar

Mungkin Anda berpikir apakah hubungannya antara dialog yang datar dengan karakter yang kurang berkembang? Dialog diucapkan oleh para karakter dalam novel. Saat Anda merasakan dialog atau percakapan yang datar, sebaiknya periksa motivasi, perspektif dan sikap karakter Anda. Mungkinkah lubang dalam karakterisasi karakter Anda berkontribusi pada datarnya dialog mereka? Dialog yang segar dan tidak bertele-tele datang dari karakter yang lengkap dan berkembang dengan baik.

sydney-sims-fZ2hMpHIrbI-unsplash2. Kurangnya emosi

Manusia adalah makhluk emosional. Kita semua merasakan emosi dalam banyak hal, terlepas dari apakah kita melepaskannya keluar atau tidak. Sebagai penulis, kita mungkin kesulitan untuk mengomunikasikan emosi pada halaman cerita sehingga membuat karakter kita seperti robot, bukan orang sungguhan. Sangat penting untuk menghembuskan kehidupan ke dalam karakter Anda dan memberi mereka kedalaman. Itu bisa berupa emosi yang alami.

3. Monolog dalam batin yang panjang

Saya sebenarnya menyukai monolog dalam batin. Ini adalah wadah untuk memaparkan pemikiran karakter yang unik juga agar pembaca benar-benar mengerti apa yang ada di dalam kepala mereka. Tapi monolog dalam batin cenderung terasa datar dan jika Anda harus menulis monolog ini panjang dan berparagraf-paragraf hanya untuk memastikan dan mencari tahu apa yang terjadi di dalam kepala karakter Anda, maka mungkin Anda belum mengetahui lebih dalam tentang perkembangan mereka.

4. Kurangnya keinginan atau rasa takut

Orang yang nyata memiliki keinginan. Mereka memiliki motif untuk semua yang mereka lakukan, meskipun itu sesederhana mengarahkan percakapan ke arah tertentu. Orang juga memiliki ketakutan. Karakter tanpa rasa takut tidak mungkin berhubungan dengan orang lain. Jika karakter Anda tidak menginginkan sesuatu maka cerita tidak akan ada. Hal inilah yang mendorong karakter untuk melakukan apa yang mereka lakukan.

Terkadang Anda akan melihat tanda-tanda ini di draft pertama, dan itu tidak apa-apa. Itu normal. Jadi jika Anda sedang menyusun novel Anda sekarang, Anda dapat membuat catatan di mana Anda mengamati tanda-tanda ini lalu merevisinya nanti. Selamat menulis 🙂