7 Tips Menulis dari J.K Rowling

Kita tahu jalan J.K Rowling dalam menulis tidaklah mudah. Dia menulis Harry Potter sambil menjadi ibu tunggal dan bekerja, lalu diberi tahu bahwa bukunya tidak cukup baik untuk diterbitkan, tapi J.K Rowling tidak membiarkan rasa takut, kemiskinan, penolakan menghentikannya untuk menulis. Sehingga tips menulis darinya tentu akan sangat bagus untuk kita renungkan dan diterapkan dalam proses menulis kita.

Seperti dikutip dalam website resminya dan beberapa kutipan wawancara, berikut adalah tips menulis dari J.K Rowling:

1. Membaca

Khususnya untuk para penulis yang lebih muda. Anda tidak bisa menjadi penulis yang baik tanpa menjadi pembaca yang setia. Membaca adalah cara terbaik untuk menganalisis apa yang membuat buku yang bagus. Perhatikan apa yang berhasil dan yang tidak, apa yang Anda nikmati dan mengapa. Pada awalnya Anda mungkin akan meniru penulis favorit Anda, tapi itu cara yang bagus untuk belajar. Setelah beberapa saat, Anda akan menemukan suara khas Anda sendiri.

2. Disiplin

Momen inspirasi murni itu mulia, tetapi sebagian besar kehidupan penulis, dengan mengadaptasi klise: adalah lebih tentang keringat daripada inspirasi. Terkadang Anda harus menulis bahkan ketika inspirasi tidak bekerja sama.

3. Ketahanan dan Kerendahan Hati

Ini berjalan seiringan, karena penolakan dan kritik adalah bagian dari kehidupan seorang penulis. Feedback sangat perlu dan berguna, beberapa penulis paling hebat sekalipun ditolak berkali-kali. Mampu bangkit dan terus maju sangatlah berharga jika Anda ingin bertahan dari pekerjaan Anda yang dinilai secara publik.

Kritikus paling keras sering kali ada dalam pikiran Anda sendiri. Hari-hari ini biasanya saya dapat menenangkan kritikus tersebut dengan memberinya biskuit dan waktu istirahat.  Meskipun pada awal menulis saya kadang-kadang harus mengambil cuti seminggu sebelum dapat memandang pekerjaan saya sedang berjalan dengan lebih baik.

Salah satu alasan mengapa ada tujuh tahun antara memiliki ide untuk Philosopher’s Stone dan menerbitkannya, adalah karena saya terus-menerus menyimpan naskah itu selama berbulan-bulan, yakin kalau itu sampah.

4. Keberanian

Ketakutan akan kegagalan adalah alasan paling menyedihkan di dunia untuk tidak melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. Saya akhirnya menemukan keberanian untuk mulai mengirimkan buku pertama saya ke agen dan penerbit di saat saya merasakan kegagalan yang mencolok. Baru setelah itu saya memutuskan bahwa saya akan mencoba satu hal yang selalu saya cuigai dapat saya lakukan, dan, jika tidak berhasil, saya akan menghadapi yang lebih buruk dan selamat.

Pada akhirnya, bukankah Anda lebih suka menjadi orang yang benar-benar menyelesaikan proyek yang Anda impikan, daripada menjadi orang yang hanya berbicara ‘selalu ingin’?

5. Melindungi Hari Menulis Anda

“Bersikaplah kejam tentang melindungi hari-hari menulis, yaitu, jangan menyerah pada permintaan tanpa akhir untuk mengadakan pertemuan yang “penting” dan “lama tertunda” hari-hari ini. Lucunya, meskipun menulis telah menjadi pekerjaan saya selama beberapa tahun sekarang, saya tampaknya masih harus berjuang untuk waktu yang tepat untuk melakukannya. Beberapa orang tampaknya tidak memahami bahwa saya masih harus duduk dengan tenang dan menulis buku, tampaknya percaya bahwa buku-buku itu muncul seperti jamur tanpa sepengetahuan saya. Oleh karena itu, saya harus menjaga waktu yang dialokasikan untuk menulis seperti Hungarian Horntail menjaga telur sulungnya.”

6. Menulis Apa yang Anda Ketahui

“Tulis apa yang Anda ketahui: minat, perasaan, kepercayaan, teman, keluarga, dan bahkan hewan peliharaan Anda sendiri akan menjadi bahan mentah Anda saat mulai menulis. Kembangkan kegemaran akan kesendirian jika Anda bisa, karena menulis adalah salah satu profesi paling sepi di dunia. “

7. Ketekunan

“Ketekunan sangatlah penting, tidak hanya untuk menghasilkan semua kata itu, tetapi untuk bertahan dari penolakan dan kritik.”

6 Langkah dalam Menulis Review Buku

Buku merupakan bagian terpenting dalam menulis. Karena itu saya percaya kita pasti punya buku-buku yang berdampak besar pada diri kita. Siapapun kita, baik blogger, penulis, mahasiswa, pekerja, dalam poin tertentu kita ingin membagikan buku-buku yang kita baca kepada orang lain. Terlepas kita menyukai buku tersebut atau tidak, review jujur Anda akan membantu orang lain menemukan buku yang tepat bagi mereka. Nah, bagi Anda para bookworms yang tertarik untuk menulis review buku berikut adalah caranya:

1. Mulailah dengan beberapa kalimat yang menjelaskan tentang buku tersebut untuk memberikan konteks. Tapi tentu tanpa memberikan spoiler atau plot twist secara terbuka. Saya biasanya juga menyebutkan genre dalam review yang saya tulis. Karena ada bookworms yang memang memilih genre-genre tertentu dalam daftar bacaannya. Jika buku tersebut adalah bagian dari sebuah seri, akan sangat baik jika Anda juga menyebutkannya. Disertai apakah perlu membaca buku lain dalam seri tersebut dan bagaimana buku-buku tersebut saling berkaitan.

2. Bahaslah dengan singkat tentang apa yang sangat Anda sukai dari buku yang Anda review. Ungkapkan pikiran dan perasaan Anda tentang cerita, plot, dan sebagainya.

Untuk membantu mengerucutkannya ke dalam review yang padat Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana karakter protagonisnya?
  • Siapa karakter favorit Anda, dan mengapa?
  • Bagaimana flow ceritanya? Apakah ceritanya membuat Anda terus menebak-nebak? Ataukah terlalu datar, lambat?
  • Apakah buku itu membuat Anda tertawa atau menangis?
  • Bagaimana ceritanya memikat Anda dan membuat Anda terus membalik halaman?

3. Sebutkan apa yang tidak Anda sukai tentang buku tersebut. Ceritakan mengapa menurut Anda bagian itu tidak berhasil untuk Anda.

Contoh:

  • Apakah Anda berharap endingnya tidak seperti itu?
  • Apakah ceritanya terlalu membingungkan, menakutkan, atau datar untuk Anda sukai?
  • Apakah alurnya tidak masuk akal?

4. Akhiri review Anda dengan ringkas. Anda bisa menyarankan tipe pembaca yang akan Anda rekomendasikan untuk buku tersebut. Misalnya: penggemar cerita romance, atau misteri / thriller, atau mungkin komedi.

5. Temukan buku lain yang bisa dibandingkan. Cara terbaik untuk menyimpulkan review Anda adalah dengan menemukan buku yang mirip dengan yang Anda ulas. Sehingga bisa dijadikan perbandingan. Anda juga bisa lebih spesifik, melihat hal-hal yang mungkin membuat dua buku itu serupa seperti karakter atau plot twist yang mencengangkan. Misalnya dengan menulis seperti ini: jika Anda menyukai plot twist dalam buku Gone Girl maka Anda juga akan menyukai plot twist dalam buku ini. Kira-kira seperti itu.

6. Memberikan bintang. Jika Anda benar-benar ingin memberi peringkat atau bintang, Anda dapat menggunakan cara yang biasa misalnya dari bintang 1 sampai lima. Tapi ini opsional.

Untuk melihat review buku atau tips menulis lainnya lewat instagram, Writers bisa follow instagram: @ellen.conny

Happy Writing 🙂