7 Hal yang Perlu ditanyakan sebelum Memilih Sudut Pandang untuk Buku atau Novel Anda

Memilih sudut pandang yang tepat untuk cerita Anda susah-susah gampang. Ada hal-hal yang harus Anda eksplorasi terlebih dahulu sebelum memutuskannya. Karena sudut pandang, akan mempengaruhi jalannya cerita dalam buku atau novel Anda.

Untuk memudahkan memilih opsi mana yang akan Anda gunakan, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini akan membantu Anda untuk memilih:

1. Berapa banyak sudut pandang atau perspektif yang Anda perlukan untuk menceritakan cerita ini? Ada banyak novel yang menggunakan beberapa sudut pandang karakter.

Misalnya dalam bab 1, dia akan menceritakan dari sudut pandang Sang Hero, lalu di bab berikutnya penulis menggunakan sudut pandang Sang Heroine, dan seterusnya. Ada juga yang setiap babnya menggunakan sudut pandang dari karakter-karakter yang dianggap penting dalam cerita.

Penulis melakukan ini supaya pembaca mendapatkan perspektif yang luas dan berbeda dibandingkan hanya mendapatkan dari satu sudut pandang karakter saja. Cerita Anda juga akan lebih menarik dan segar.

Jika Anda ingin menggunakan multiple points of view atau banyak sudut pandang, maka Anda dapat menggunakan sudut pandang orang ketiga (maha tahu) atau sudut pandang orang ketiga terbatas.

reading 12. Apakah Anda ingin menciptakan jarak atau kedekatan/ intimasi di antara pembaca dan karakter yang Anda bangun?

Jika jawabannya adalah Anda ingin menciptakan kedekatan/ intimasi, maka sudut pandang yang tepat adalah menggunakan Sudut Pandang Orang Pertama (Aku)

3. Apakah Anda ingin menceritakan novel atau buku Anda dengan suara Anda sendiri atau karakter Anda? Dalam menulis buku terutama non fiksi, biasanya para penulis lebih cenderung memilih menulis dengan suara sendiri. Lebih personal dan mendalam.

Tidak ada benar atau salah dalam memilih sudut pandang. Itu semua tergantung pada cerita yang ingin Anda ceritakan. Seringkali, sudut pandang akan tergantung dari preferensi pribadi penulis. Saya sendiri sudah meninggalkan sudut pandang orang ketiga maha tahu bertahun-tahun lalu. Lebih memilih menggunakan sudut pandang orang pertama. Atau jika ada karakter-karakter yang suaranya akan sangat menarik untuk didengar pembaca, saya akan memilih sudut pandang orang ketiga terbatas.

blank paper 1Jika Anda masih stuck, berikut adalah pertanyaan lain untuk menentukan sudut pandang mana yang akan digunakan dalam novel Anda. Tulis halaman pertama novel Anda dari ketiga sudut pandang: sudut pandang orang ketiga maha tahu, sudut pandang orang pertama, atau sudut pandang orang ketiga terbatas. Kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

4. Manakah di antara ketiga sudut pandang tersebut yang terasa paling alami untuk cerita Anda?

5. Yang mana di antara ketiganya yang memberi Anda kreativitas lebih tinggi?

6. Sudut pandang mana yang paling cepat Anda tuliskan?

7. Yang manakah yang menceritakan kisah terbaik?

Setiap metode yang Anda pilih akan memberikan pembaca pengalaman yang berbeda. Di situlah keindahannya. Sebagai penulis, Anda dapat memutuskan bagaimana Anda ingin pembaca Anda mengalami cerita Anda. Apakah Anda ingin menarik mereka ke dalam karakter utama Anda? atau ingin menjadikan mereka peserta? Keputusannya ada di tangan Anda.

Advertisements

Cara Memilih Sudut Pandang (Point of View) Bagian 2

Sudut Pandang Orang Ketiga: soal jarak

Keuntungan dari orang ketiga adalah kebalikan dari Orang pertama. Orang ketiga memberi Anda jarak dari sudut pandang karakter Anda. Tetapi sebelum membahas bagaimana dan mengapa, mari kita perjelas apa yang kita maksud dengan “jarak.”

Bayangkan Anda, pembaca, berdiri 30 kaki dari sebuah rumah. Di teras, seorang suami dan istri berdebat. Anda dapat melihatnya dengan jelas dan mendengar kata-kata mereka, tetapi tentu saja Anda tidak dapat melihat ke dalam pikiran mereka. Itu jarak yang jauh antara Anda dan sudut pandang karakter.

Sudut pandang ini terbagi menjadi dua macam:

a) Sudut Pandang Mahatahu (omniscient)

Sudut pandang mahatahu sudah jarang digunakan oleh penulis modern. Dengan sudut pandang ini, penulis mengizinkan para pembacanya untuk mengintip isi kepala lebih dari satu karakter dan mengungkapkan hal-hal yang terjadi di masa lalu ataupun masa depan. Sudut pandang ini memiliki perspektif yang lebih luas tetapi mengurangi keintiman pembaca dengan karakter di dalam cerita.

Contoh:

Keheranan, Meggie menerima kertas itu. begitu melihat tulisannya, ia menatap Staubfinger tak percaya. Bagaimana Staubfinger bisa mendapat surat dari ibunya? Di sini, di dunia ini?

Tetapi Staubfinger hanya berkata, “Bacalah.” Dan Meggie membacanya. Kata-kata yang tercantum dalam surat itu bagaikan jerat yang melingkari lehernya, setiap kata seolah mencekik leher, sampai-sampai ia sulit bernapas.

“Ada apa? Tanya Farid cemas. “Apa isinya?” ia menatap Staubfinger, tapi Staubfinger tidak menjawab.

Sementara Meggie, hanya bisa memandangi tulisan Resa. “Mortola…menembak Mo?”

Di belakang mereka, orang berdesakan maju ingin melihat Cosimo, Cosimo yang benar-benar baru, tapi mengapa Meggie harus tertarik pada hal itu? Tidak ada lagi yang penting baginya sekarang. Hanya satu hal yang ingin dia ketahui.

“Bagaimana …” tanyanya, menatap Staubfinger dengan putus asa, “Bagaimana mereka bisa sampai di sini? dan bagaimana keadaan Mo? Lukanya tidak terlalu parah, kan?

Sumber: Inkspell

b) Sudut Pandang Terbatas

pov 2Kebanyakan penulis sekarang, mengompromikan sudut pandang mahatahu dengan memberi batas-batas informasi yang hanya diketahui oleh sudut pandang karakter tersebut, sehingga pembaca tidak benar-benar mahatahu.

Seribu tahun mendatang, ketika misi ini dikisahkan di sekeliling api unggun, Leo menduga orang-orang bakalan membicarakan Jason yang pemberani, Piper yang cantik, dan anak buah mereka si Leo Membara, yang menemani mereka dengan sekantong obeng ajaib dan kadang-kadang membuatkan burger tahu.

Seandainya itu masih kurang parah, Leo jatuh cinta pada setiap gadis yang dia lihat –asalkan mereka sama sekali tak sebanding dengannya.

Ketika dia pertama kali melihat Thalia, Leo langsung berpikir bahwa gadis itu terlalu cantik untuk menjadi kakak Jason. Lalu Leo berpikir sebaiknya dia tidak mengatakan itu atau dia bisa-bisa kena masalah. Leo menyukai rambut gelap Thalia, mata birunya dan sikapnya yang percaya diri. Thalia kelihatannya merupakan tipe cewek yang bisa mengalahkan siapapun di lapangan bola atau medan tempur, dan tidak bakalan menengok ke arah Leo satu kali pun –benar-benar tipe cewek yang disukai Leo.

Sumber: The Last Hero

Sudut Pandang: adalah tentang pilihan.

Jadi bagaimana Anda memilih di antara orang pertama, orang ketiga terbatas, dan ketiga mahatahu? Pilihan Anda akan tergantung pada efek yang Anda inginkan untuk cerita Anda. Beberapa hal sebagai pertimbangan:

  • Jika Anda ingin menulis seluruh cerita dalam bahasa yang unik, pilihlah sudut pandang Orang Pertama.
  • Jika Anda ingin karakter sudut pandang Anda menikmati renungan (kontemplasi) panjang, pilih orang pertama.
  • Jika Anda ingin pembaca Anda merasakan identifikasi yang tinggi dengan karakter sudut pandang Anda, pilih orang pertama atau orang ketiga terbatas.
  • Jika Anda ingin mendeskripsikan karakter Anda dari luar serta memberikan pemikirannya, pilihlah orang ketiga terbatas atau mahatahu.
  • Jika Anda ingin menyelingi pendapat penulis dengan karakter, pilihlah orang ketiga mahatahu.
  • Jika Anda ingin identifikasi rendah antara pembaca dan karakter, mungkin karena Anda akan ‘mengerjai’ atau ‘membodohi’ karakter Anda, pilihlah orang ketiga mahatahu.

Jadi sebelum Anda menulis dari novel baru Anda, luangkan beberapa waktu untuk memastikan Anda telah memilih sudut pandang terbaik untuk memaksimalkan efeknya kepada pembaca. Selamat Menulis 🙂

Baca juga: Cara Memilih Sudut Pandang (Point of View) Bagian 1