4 Film Indie Komedi Romantis yang Harus Anda Tonton

Di tengah masifnya produksi film superhero belakangan ini, genre film komedi romantis sepertinya tidak lagi mendapatkan ruang. Namun saya berani untuk bilang kepada Anda Movie Lovers, bahwa masih ada film-film komedi romantis yang tidak kehilangan geregetnya dan juga tak kalah kualitasnya dengan film bergenre lain. Jadi kalau Anda belum punya rencana untuk menghabiskan weekend, bagaimana kalau nonton beberapa film ini. Nah berikut adalah 4 film indie komedi romantis yang harus Anda tonton:

Ruby Sparks 1Ruby Sparks

Saya pikir ini adalah film terbaik yang pernah diperankan oleh Zoe Kazan. Ruby Sparks mengisahkan seorang penulis muda yang diperankan oleh Paul Dano, yang jatuh cinta dengan karakter yang dia tulis. Tiba-tiba karakternya hidup dan tinggal bersamanya. Ada elemen fantasi dalam drama romantis ini, tapi juga ada konflik yang nyata dalam hubungan tersebut. Akting Zoe Kazan sebagai Ruby sangat menawan dan brilian, dan tentu saja drama ini tidak akan berhasil tanpa akting keren Paul Dano. Ruby Sparks adalah film yang sangat manis dan cerdas.

The Big Sick

The Big Sick 1Film ini adalah tentang bentrokan budaya. Diperankan oleh Kumail Nanjiani sebagai Nanjiani dan Zoe Kazan sebagai Emily. Nanjiani yang dibesarkan sebagai keluarga Muslim asal Pakistan, jatuh cinta dengan Emily, wanita Amerika. Nanjiani harus menghadapi perjodohan (arranged married) sementara semakin hari, cintanya kepada Emily semakin dalam. Pergulatan dan konflik dimulai ketika Emily koma, di mana Najiani harus berhadapan dengan keluarga Emily. Film yang diadaptasi dari kisah nyata dari pasangan penulis Emily V Gordon dan Kumail Nanjiani ini cukup bijak, unsur komedinya juga terasa alami dan cerdas. Mungkin karena itu “The Big Sick” muncul sebagai salah satu film indie terbaik tahun ini.

Safety Not Guaranteed

Safety Not Guarantee 1Film yang mengukuhkan nama sutradara “Jurassic World” Colin Trevorrow dalam Festival Film Sundance tahun 2012 ini, adalah film campuran dari genre sains fiksi dan komedi romantis. Dibintangi oleh Mark Duplass dan Aubrey Plaza ini mempunyai setting dan ide cerita di luar film komedi romantis pada umumnya. Aubrey Plaza memerankan karyawan magang majalah yang meneliti iklan baris seorang pria yang meminta pendamping dalam perjalanan waktu dengan mesin waktu. Kedua orang ini menjalin hubungan dalam situasi aneh dan berbagi cerita tentang orang-orang tercinta yang telah mereka lewatkan. Awal yang ‘aneh’ tapi bukan berarti tidak lucu, indah dan menggelitik pemikiran kita.

Celeste and Jesse Forever

Celeste & Jesse Forever 1Celeste and Jesse Forever adalah komedi romantis tentang dua pasangan yang sangat disukai. Mereka berdua menikah bertahun-tahun, semua teman-teman mereka menganggap mereka satu unit dan contoh cinta yang berhasil. Dibintangi oleh Rashida Jones dan Andy Samberg, keduanya berhasil menunjukkan chemistry pasangan yang hangat dan hidup, sehingga membuat perpecahan mereka semakin memilukan. Film ini bukan tentang cinta yang penuh bunga, melainkan sebuah cinta yang membutuhkan kerja keras, komitmen. Bukan jenis rom-com penuh fantasi melainkan realitas yang bisa membangunkan kita bagaimana sebenarnya cinta bekerja.

 

Advertisements

4 Buku yang Menyentuh Hidup Saya Secara Personal

“If you find the right book, it can change your life.” –Marcus Sedgwick

Kata-kata Marcus Sedgwick di atas benar-benar terjadi pada saya. Sebuah buku mampu mengubah kita, menyentuh kita secara personal karena begitu terhubung dengan kisah kita. Sebuah buku dapat membawa kita ke seluruh dunia, memberikan kita kesempatan untuk memiliki banyak kehidupan yang tak terbayangkan. Karena sebegitu hebatnya efek sebuah buku, maka saya ingin sekali membagikan kepada Anda empat buku yang menyentuh dan mengubah saya secara personal. Mungkin saja bisa menjadi rekomendasi yang baik untuk Anda.

Istanbul 1Istanbul (Orhan Pamuk)

Secara personal saya merasa relate dengan buku ini. Istanbul begitu mempengaruhi saya secara pribadi. Mungkin karena gaya penulisan dan mood buku ini yang sangat melankolis. Mengenai sebuah gambaran indah tentang Istanbul dan pesonanya. Orhan Pamuk berhasil memasukkan sifat individu ke dalam sifat sebuah kota.

Buku ini mengisahkan hubungan pribadi seorang pemenang nobel Orhan Pamuk dengan kotanya. Pertanyaan-pertanyaan yang besar tentang present time yang dibayangi oleh kejayaan masa lalu. Bagaimana mempertahankan identitas Anda di antara pengaruh barat, tentang keterikatan personal penulis dengan tempat-tempat di kotanya. Sebuah perspektif yang membuat kita melihat sebuah kota dan perjalanan hidup, bagaimana itu mempengaruhi kita, membentuk hidup kita. Yang pada akhirnya membuat kita menjadi diri kita sekarang. Atau dalam Istanbul adalah bagaimana Orhan Pamuk menemukan awal perjalanan menulisnya.

Goosebumps (R.L. Stine)

Goosebumps 1Mungkin buku serial horor ini terlihat sepele karena buku ini termasuk ke dalam buku anak-anak dan remaja. Tapi, serial Goosebumps menemani masa remaja saya. Saya gemar mengoleksinya, meskipun yang tertinggal sekarang hanya tiga judul. Goosebumps menarik saya keluar dari lingkungan saya, yaitu rumah, sekolah, menonton video, poster-poster boyband di tembok kamar, dan ekskul sekolah. Goosebumps membawa saya mengenal dunia luar lebih daripada film-film Barat yang sering saya dan teman-teman tonton. Mungkin juga karena sebuah tulisan mempunyai efek lebih dalam bagi saya pribadi.

Kalimat-kalimat seperti bermain frisbee, rumah yang memiliki loteng dan basement, kata gorong-gorong, salju, monster, boneka ajaib, memicu imajinasi saya, dan membuat saya ingin pergi ke luar negeri dan melihat sendiri rumah-rumah yang digambarkan R.L Stine. Goosebumps jelas adalah serial yang memicu saya menulis fiksi.

1984 (George Orwell)

1984Salah satu dasar membuat sebuah cerita dystopia adalah sukses membangun sebuah dunia baru. Dan 1984 sangat sukses membangun sebuah dunia baru dengan dictatorship yang brutal dan mengerikan. Ada cerita politik yang kental, bahasa yang baru, karakter-karakter yang tajam. 1984 adalah sebuah novel tentang penindasan. Tentang perjuangan tentang kebebasan, pemikiran, kebebasan pilihan, dan kebebasan bertindak.

Novel ini mengajari saya bagaimana membangun sebuah dunia baru yang detail. Dan membuat saya semakin mencintai genre dystopia yang mampu membebaskan imajinasi saya. Dan tentunya membawa saya kepada skenario paling buruk di masa depan. 🙂

The Fall of The House of Usher

The Fall of House of UsherSaya adalah penggemar cerita thriller dan detektif. Dan Edgar Allan Poe adalah bapak penulis detektif. Dia juga adalah guru dari cerpen horor. Salah satu cerpennya yang paling menarik perhatian saya adalah The Fall of The House of Usher. “Kejatuhan House of Usher menceritakan tentang kejadian mengerikan yang menimpa anggota terakhir dari Klan Usher yang sangat terkenal. Poe tidak pernah gagal membangun ketegangan yang menyiksa para pembaca 😛

Saya mencintai tulisan-tulisan Poe karena setiap kata, setiap deskripsi yang digunakannya dalam cerita mampu menggambarkan gagasan untuk menciptakan rasa takut, rapuh, mengerikan tapi juga indah secara bersamaan. Jika Anda ingin menjadi penulis thriller, horor, misteri, detektif belajarlah pada Edgar Allan Poe.

Saya yakin Anda juga mempunyai buku bagus yang menyentuh Anda secara personal. Bagi saya pribadi, tidak ada yang bisa menggantikan sebuah buku. Ketika saya sendirian, masuk ke dalam dunia baru sebuah cerita. One of the best feeling in the world ;).