Menulis Adegan dengan Dialog dan Narasi yang Baik (Part 2)

Sekarang mari kita lihat lagi bagaimana fungsi dialog dan narasi dalam sebuah adegan, agar kita dapat memperoleh gambaran ketika mencampur dialog dan narasi dalam tulisan.

5. Membaca Antara Garis (perpindahan adegan)

Narasi perlu mengisyaratkan atau mengungkapkan tema adegan Anda. Tentu saja tidak sembarangan ditulis, tapi narasi menentukan kaitan adegan-adegan dan perpindahan adegan.

Mari kita lihat bagaimana hal itu bisa mempengaruhi adegan antara Indra dan Joy.

“Tia meneleponku tadi pagi. Dia resign dari pekerjaannya,” kata Indra.

“Apakah Mama sudah tahu?” Jika dia mendengar bahwa anak kesayangannya resign dari pekerjaannya, dia akan panik!,” Joy menjatuhkan sendoknya dengan keras sehingga sendok itu terpelanting ke piring Indra. (Joy kesal dengan informasi yang Indra katakan.)

“Sudah selesai makan?” tanya Indra sambil mengecek piringnya, dan mengembalikan sendok Joy. (Indra tidak terpancing, tetapi reaksinya yang tenang akan membuat marah Joy.)

“Mengapa kau selalu memihaknya?”

“Aku tidak memihaknya,” kata Indra sambil melambaikan tangannya kepada pelayan yang sudah berjalan ke arah mereka memperhatikan keributan itu. (adegan keributan di restoran ini selesai dan mungkin dilanjutkan ke adegan lain di rumah, atau Joy yang mengkonfrontasi Tia.)

frustasi6. Ilustrasi Mendasari Emosi

Uraian singkat di antara garis tersebut menggambarkan perilaku Indra dan Joy selama percakapan, yang pada gilirannya menunjukkan status emosional mereka saat itu. Joy jelas kesal dan frustrasi. Indra berusaha untuk tetap tenang dan mengendalikan situasi. Membawa reaksi orang lain selain dua partner dialog, memungkinkan pembaca merasakan suasana setting, mendukung ketegangan yang semakin nyata. Adegan menjadi teraba. Pembaca ada di sana, menonton, mampu menarik kesimpulannya sendiri.

7. Mengemudikan Plot ke Depan

Kenyataan bahwa reaksi Joy yang kuat sampai hampir memecahkan piring dan membuat pelayan menyadarinya dapat menyiratkan bahwa perasaan Joy bisa menimbulkan atau bahkan menghancurkan keadaan di keluarganya juga. Pembaca tidak bisa tidak bertanya-tanya apa yang terjadi dalam keluarga itu sehingga menimbulkan reaksi yang kuat, dan apa yang mungkin terjadi sekarang. Penasaran, pembaca siap membalik halaman untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tugas seorang penulis adalah menciptakan dunia yang terbentang di depan mata pembaca. Pembaca ingin mendengar orang berbicara dan melihat apa yang karakter-karakter lakukan, sehingga pembaca dapat mengetahui apa yang menyebabkan perilaku mereka dan ke mana arahnya.

Dengan interaksi dialog dan narasi yang bagus, Anda dapat menciptakan adegan penuh romance, ketegangan, kegembiraan, yang melibatkan pembaca dalam situasi karakter Anda.

Baca juga: Menulis Adegan dengan Dialog dan Narasi yang Baik (Part 1)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s