6 Hal yang Perlu Anda Lakukan dan Jangan Anda Lakukan dalam Mengembangkan Karakter di dalam Novel

Memperkenalkan protagonis Anda kepada pembaca perlu keterampilan tersendiri. Jika Anda memberi tahu pembaca terlalu banyak dalam waktu singkat, Anda akan membuat mereka bosan, tetapi jika Anda memberi tahu terlalu sedikit, Anda akan membingungkan pembaca.

Semua jenis informasi tentang karakter utama Anda akan muncul. Mungkin dia tinggal di gedung apartemen yang mewah atau ayahnya adalah politikus yang terkenal. Hal-hal ini akan masuk di bab pertama Anda. Dan itu tidak masalah.

Namun perlu Anda tahu bahwa pada akhirnya Anda akan memotong sebagian besar informasi atau memindahkannya ke bagian lain di cerita Anda saat Anda mengeditnya. Apalagi jika Anda menulis untuk diterbitkan. Untuk itu, saat mengedit Anda perlu mengingat hal-hal ini supaya karakter utama Anda terealisasi dengan baik. Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan dan jangan Anda lakukan dalam membantu proses editing novel Anda nantinya.

1. Jangan memulai dengan pembukaan-pembukaan klise, seperti: mengemudi sendirian di dalam mobil, bangun dan bersiap-siap untuk hari itu, melihat ke cermin, adegan bangun dari mimpi. Ciptakan adegan yang jauh dari klise saat memperkenalkan karakter Anda, supaya pembaca Anda juga tidak bosan.

Character 32. Lakukan. Tuliskan protagonis dalam sebuah adegan dengan karakter lain. Tunjukkan bagaimana dia berinteraksi dengan dunia. Tapi jangan juga terlalu banyak agar pembaca Anda tidak kewalahan.

3. Jangan memberikan banyak deskripsi fisik. Deskripsi fisik penting agar pembaca Anda dapat membayangkan protagonis Anda. Tapi jika Anda sudah meletakkan seluruh deskripsi wajah, sebaiknya, jangan lagi memaparkan deskripsi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Biarkan imajinasi pembaca mengisi kekosongan deskripsi yang tidak Anda tulis.

4. Lakukan. Memberi pembaca beberapa penanda fisik yang tidak biasa yang menunjukkan kepribadian. Seperti kumis Hercule Poirot. Kumisnya unik, dan mengesankan. Tetapi jika semua yang Anda tuliskan adalah mereka memiliki rambut hitam lurus—Anda hanya memberi tahu pembaca bahwa mereka sama dengan karakter utama dari novel-novel lainnya.

5. Jangan memulai dengan dialog. Pada awal-awal menulis saya melakukan hal ini. Menulis dialog sebelum memberikan konteks apa pun kepada pembacanya. Meskipun kata-kata yang kita rangkai bisa memberikan ketegangan, tetapi membuat pembaca Anda masuk ke dalam cerita tanpa konteks apa pun, tidak akan menimbulkan efek tegang atau efek apa pun yang ingin Anda raih.

6. Lakukan. Meletakkan karakter utama di tempat dan waktu sekarang juga. Jika karakter utama Anda berpikir atau berbicara dengan seseorang — di mana dia? Bukan deskripsi panjang tentang pemandangan atau cuaca yang datar, tetapi berikan pembaca Anda beberapa detail sensorik dan beri tahu mereka di planet apa, di tempat seperti apa cerita Anda sedang bergerak.

6 thoughts on “6 Hal yang Perlu Anda Lakukan dan Jangan Anda Lakukan dalam Mengembangkan Karakter di dalam Novel

    • Hai juga Jejakandi, terima kasih untuk pertanyaannya.

      Saya tuliskan ya contoh-contohnya.
      1. Poin pertama untuk contoh pembukaan tidak klise favorit saya adalah: Film Mementonya Christopher Nolan. Adegan pertama Memento memperlihatkan sebuah Polaroid dari mayat yang perlahan mulai memudar ketika kita mulai menyadari bahwa seluruh adegan yang kita tonton sedang terjadi backwards.

      2. Poin kedua ketika protagonis bersama dengan karakter lain.

      Alice’s Adventures in Wonderland: Alice mulai bosan duduk di dekat kakak perempuannya di tepi sungai, dan tidak melakukan apa-apa: sekali atau dua kali dia mengintip ke dalam buku yang sedang dibaca kakaknya, tetapi tidak ada gambar atau percakapan di dalamnya, ‘dan apa gunanya buku’, pikir Alice,’ tanpa gambar atau percakapan?”

      3 & 4. Poin ketiga dan Keempat saya memberikan contoh yang sama.

      Deskripsi Hercule Poirot: Dia hampir tidak lebih dari lima kaki empat inci tetapi membawa dirinya dengan sangat bermartabat. Kepalanya persis berbentuk telur, dan dia selalu bertengger sedikit di satu sisi … Kerapian pakaiannya nyaris luar biasa; Saya percaya setitik debu akan membuatnya lebih sakit daripada kena luka tembak.

      Tidak perlu memberikan deskripsi dari ujung rambut sampai kaki, secukupnya tetapi dapat mengungkapkan seperti apa karakter cerita kita.

      5. Poin ke lima: Jangan mulai dengan dialog, ini adalah contoh opening line dari : The Crow Road, yang ditulis oleh Iain Banks.

      Itu adalah hari ketika nenekku meledak.

      6. Poin ke enam, langsung letakkan karakter Anda pada setting. Berikut adalah favorit saya:

      –> Pada hari-hari berawan, Robert Neville tidak pernah yakin kapan matahari terbenam datang, dan kadang-kadang mereka berada di jalan sebelum dia bisa kembali.–I am Legend, Richard Matheson

      –> In a hole in the ground there lived a hobbit. –The Hobbit, J.R.R. Tolkien

      Semoga membantu ya 🙂 Selamat Menulis!

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s