9 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menulis Opini

Hi writers, dengan maraknya situasi politik menjelang pilkada, netizen juga nggak mau kalah dengan tokoh-tokoh terkenal dan selebriti yang membuat pernyataan di media. Para blogger berlomba-lomba menulis opini, mulai dari yang paling detail, formal dan analistis hingga yang serba dramatis atau yang diplesetkan menjadi humor. Belum lagi hoax atau konten-konten palsu yang beredar dimana-mana, sehingga netizen harus bisa kritis.

Mungkin Anda seorang pelajar, mahasiswa, atau buat yang sudah bekerja, yang juga ingin menyuarakan pendapat Anda tentang situasi di negeri ini. Tulisan yang menarik seringkali membuat blogger cepat terkenal lho, terutama kalau menjadi viral dimana-mana. Tapi kalau menulis tanpa berpikir panjang, bisa saja Anda malah terjerat masalah hukum. Nah, sebenarnya bagaimana sih cara menulis opini yang baik?

  1. Fokus pada satu masalah saja di awal paragraf. Nyatakan opini Anda dengan efisien dan efektif. Jangan bertele-tele.
  1. Lakukan riset dan dapatkan informasi dari sumber langsung. Misalnya, bila ingin berkomentar tentang pernyataan selebriti X di twitternya, cek twitternya secara langsung, dan media pertama yang meliputnya. Telusuri asalnya dari mana, mengapa X membuat pernyataan itu. Jangan sampai, Anda mengutip dari sumber yang sudah menyimpang dari berita aslinya.
  2. concept-de-dmonstrateur-49859870Boleh saja Anda menulis hal yang kontroversial, tapi perhatikan emosi Anda. Menulislah ketika Anda tenang, walaupun mungkin isu tertentu membuat Anda sangat marah. Setelah menenangkan diri dan melakukan riset secara mendalam, Anda bisa berpikir lebih jernih. Jangan pernah menyentuh sosial media tanpa berpikir, bisa-bisa tulisan Anda viral sebelum Anda siap dengan akibatnya.
  3. Jadilah diri sendiri. Sebuah tulisan yang memiliki voice akan menampilkan gaya bahasa yang sesuai dengan kepribadian penulisnya. Karena itu jangan main copas tulisan orang lain
  4. Berikan sudut pandang yang jelas, dimana posisi Anda dalam masalah tersebut. Misalnya isu mengenai apakah Anda setuju dengan larangan merokok di tempat umum. Tegaskan Anda setuju atau tidak. Basa-basi yang panjang akan membuat pembaca bingung.
  1. Gunakan kalimat aktif. 

Coba bandingkan dua kalimat ini. Mana yang lebih mudah dicerna?

“Terjadi kontroversi di dalam masyarakat akibat larangan merokok di tempat umum yang dikeluarkan oleh pemerintah.”

atau 

“Pemerintah mengeluarkan larangan merokok di tempat umum, yang langsung mengundang kontroversi.”

Kalimat aktif lebih to the point dan lebih kuat untuk meyakinkan pembaca Anda. Kalimat pasif sering kali sulit diserap secara langsung dan terkesan bertele-tele.

funny

  1. Selipkan humor. Humor membuat para pembaca Anda tertawa sehingga opini Anda lebih ringan dan mudah diterima. Eit.. tapi hati-hati kalau mau bercanda ya. Jangan menertawakan hal-hal yang sensitif seperti isu SARA yang bisa membuat Anda berurusan dengan hukum.
  2. Berpendapatlah dengan tegas dan berani, tapi didukung alasan-alasan yang logis dan contoh-contoh kasus. Dengan begitu pendapat Anda lebih berdasar dan bisa meyakinkan pembaca.
  3. Buatlah pernyataan penutup yang kuat sehingga pembaca tidak akan segera melupakan tulisan Anda. Jangan berfilosofi. Gunakan “Call to Action” untuk mengajak pembaca mengubah keadaan. 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s