6 Tips Menulis Cerita Zombie

Ada banyak novel dan film yang menitikberatkan pada skenario akhir dunia. Mulai dari skenario wabah, bencana alam, perang nuklir sampai zombie apocalypse. Buat Anda nih Writers, skenario mana yang mungkin terjadi untuk akhir dunia?  Barangkali bisa dijadikan ide cerita untuk novel selanjutnya ya.

Salah satu skenario akhir dunia yang memiliki banyak penggemar tentu saja kiamat zombie. Mungkin karena faktor keseruan dari bertahan hidup, teror yang menakutkan tapi juga seru untuk dibaca, cerita ini jadi santapan bagi para pembaca dan penggemar film. Jika Anda tertarik untuk menulis cerita zombie, ini dia beberapa tipsnya:

1. Menggali ide yang menarik

Sudah ada banyak sekali cerita zombie nih writers, jadi cerita Anda harus berbeda dengan cerita-cerita zombie lainnya. Pastinya tidak mudah memikirkan ide yang baru untuk cerita ini, karena itu banyaklah membaca buku-buku bergenre ini supaya Anda menemukan ide di luar kotak atau berbeda dari yang lain.  

2. Menentukan konsep aturan dunia

Seperti pada cerita bergenre fantasi, distopia,  cerita zombie juga memerlukan konsep aturan dunia yang sedang berlangsung. Aturan tentang cara kerja dunia yang dipenuhi zombie ini harus mencakup hal-hal seperti bagaimana awal mulanya tragedi ini terjadi? Apakah virus? Senjata biologis? Atau lainnya. Lalu seberapa cepat penyebarannya? Jenis zombie seperti apa yang berkeliaran di cerita Anda. Apakah mereka orang mati yang dibangkitkan untuk berjalan lagi atau manusia hidup yang terinfeksi seperti zombie?

Bagaimana cara manusia menjadi zombie? Apakah infeksi itu ditularkan melalui gigitan atau semua orang akan menjadi zombie ketika mereka mati? Seperti apakah zombie pada cerita Anda? Apakah yang bergerak lambat atau cepat atau lainnya? Bagaimana dengan survivors? Dimanakah mereka bersembunyi? Di bunker militer, di hutan, atau di sebuah zona yang masih aman? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hal-hal yang harus Anda jawab sebelum mulai menulis. Ketika aturan dalam dunia cerita Anda lengkap, tidak ada missing points maka cerita Anda akan matang.

3. Membangun karakter Anda

Kisah zombie yang bagus bukan hanya tentang orang-orang yang dicabik-cabik semata meskipun itu bagian yang seru dan cukup penting jika berguna untuk cerita Anda ya Writers. Anda juga harus memiliki karakter yang menarik sehingga pembaca Anda peduli pada mereka. Tidak ada yang lebih menyayat hati ketika karakter yang pembaca sukai menjadi korban.

Buatlah daftar karakteristik setiap karakter utama sebelum Anda mulai menulis. Dengan cara ini Anda bisa mengenal mereka dan juga memastikan mereka berperilaku konsisten sepanjang cerita. Dan tentu saja, Anda juga harus mempunyai strategi kapan akan mengungkapkan informasi tentang karakter Anda kepada pembaca.

4. Kenali Audiens Anda

Anda perlu mengenal target audiens Anda, supaya buku Anda tidak salah sasaran atau bahkan paling buruknya tidak ada yang mau membacanya. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membaca review dari buku-buku sejenis. Lihat apa yang pembaca sukai atau tidak sukai pada buku-buku tersebut dan jadikan hal tersebut sebagai masukan bagi cerita Anda.

5. Melakukan Riset

Sekalipun cerita Anda adalah fiksi tentang kiamat zombie, bukan berarti cerita ini hanya mengandalkan imajinasi belaka. Anda mungkin perlu mencari tahu hal-hal seperti berapa banyak peluru yang dimiliki oleh senjata tertentu, apa yang terjadi ketika Anda meledakkan kepala seseorang dengan senapan, seberapa jauh Anda dapat mengemudi mobil jenis A dengan bahan bakar bensin misalnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is zombie-3.jpg

Atau mengetahui cara memulihkan patah tulang, jenis antibiotik yang Anda perlukan untuk mengobati infeksi. Ini adalah sebagian dari hal-hal yang mungkin Anda butuhkan dalam cerita. Meskipun Anda dapat menulis cerita tanpa riset, itu akan terlihat jauh lebih otentik jika Anda melakukannya, dan cerita zombie yang bagus perlu terasa nyata.

6. Memikirkan cara kreatif untuk membunuh zombie

Pembaca novel zombie ingin melihat para zombie dihabisi dengan cara yang baru daripada cara yang sama yang telah digunakan ribuan kali yaitu memukul kepala mereka dengan tongkat atau menembak dengan senapan.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk menulis cerita zombie?

4 Cara Memilih Diksi yang Bagus dalam Menulis

Diksi mengacu pada pilihan kata yang dibuat penulis untuk menyampaikan ide, sudut pandang untuk menulis cerita secara efektif. Dalam menulis, kita menggunakan diksi untuk membantu membentuk suara dan gaya yang berbeda pada tulisan.

Belajar menggunakan diksi yang lebih baik dapat meningkatkan kemampuan penulisan kreatif Anda. Saya telah menyusun tips dan trik ini untuk membantu Anda mulai memilih kata-kata yang lebih baik untuk cerita Anda selanjutnya.

1. Memilih kata kerja yang lebih kuat

Kata kerja akan menghidupkan tulisan Anda. Buatlah 2-3 kata kerja berbeda yang dapat Anda gunakan dalam kalimat tertentu. Pilih kata kerja yang lebih kuat dalam arti paling deskriptif, cocok dengan konteks dan menggugah secara visual untuk setiap kalimat agar tulisan Anda lebih jelas bagi pembaca.

Contoh:

(1) Jenny berjalan di lorong panjang

(2) Jenny melangkah di lorong panjang

Dari dua kalimat di atas manakah yang lebih visual?

Contoh:

(1) Tiga hal yang membuat saya merasa perlu melakukan sesuatu…

(2) Tiga hal meyakinkan saya…

Setiap kata yang Anda pilih harus membuat pembaca Anda masuk ke dalam tulisan dan mengalami cerita Anda.

2. Memilih kata-kata yang memancing emosi

Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan jalannya cerita atau tujuan kalimat Anda. Memilih kata-kata yang memancing emosi akan membantu menyampaikan apa yang sebenarnya ingin Anda katakan untuk pembaca rasakan. Ganti kata-kata netral dengan alternatif yang memiliki konotasi emosional positif atau negatif. Satu kata mengubah seluruh konotasi kalimat atau sebagian.

Contoh: ganti kata melihat dengan membelalak untuk menyampaikan rasa kaget, atau ganti kata memandang dengan kata menelisik untuk menyampaikan ada kecurigaan.  

Selalu pertimbangkan pesan yang ingin Anda sampaikan saat memilih kata.

3. Spesifik

Kata-kata yang lebih tepat memberi pembaca konteks yang lebih baik. Cobalah untuk mengganti kata keterangan dan kata sifat dengan kata-kata yang lebih deskriptif. Pikirkan cara lain untuk menggambarkan orang, tempat, dan hal-hal untuk melukiskan gambaran yang lebih baik dalam imajinasi pembaca. Mengganti kata-kata yang tidak jelas dengan yang lebih spesifik bahkan lebih baik.

Contoh: Hari yang baik.

Kalimat tersebut tidak punya efek apa-apa. Tidak spesifik, tidak ada detail apa pun. Hari baik seperti apa? Pembaca tidak dapat mendapatkan gambarannya.

Sekarang mari kita ganti dengan detail deskriptif.

Hari yang indah, sangat cerah. Orang-orang beraktifitas di luar setelah minggu yang basah. Taman-taman penuh dengan tawa anak-anak yang ceria dan sepeda mereka yang dicat warna-warni.

Meskipun ini bukan kalimat yang paling menarik di dunia, setidaknya itu memberi tahu pembaca sesuatu. Pilihan kata yang spesifik selalu lebih baik daripada yang samar-samar.

4. Hindari Pengulangan

Sepanjang saya menulis menghindari pengulangan adalah hal yang cukup berat. Pilihan kata sebaiknya bervariasi agar tulisan kita lebih kaya dan menarik. Cara yang selalu saya lakukan adalah mencari sinonim untuk kata-kata yang sering digunakan atau mencari cara lain untuk menyampaikan makna yang ingin saya sampaikan. Saya selalu menyarankan para penulis untuk membaca lebih banyak dan salah satu alasannya adalah ini. Sebagai penulis kita dituntut memiliki kosakata yang kaya sehingga terhindar dari pengulangan.  

Semoga tips ini membantu ya Writers. Selamat menulis 🙂