4 Tips Menulis Cerita Perjalanan Waktu

Ada alasan mengapa cerita tentang perjalanan waktu sangat menarik bagi banyak orang. Cerita ini dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana jika kita bisa mencegah kematian orang yang kita cintai? Bagaimana jika kita bisa bertemu diri kita di masa lalu?

Tidak semua novel tentang perjalanan waktu harus menegangkan. Namun ceritanya juga bisa menyenangkan atau segar. Poin yang terpenting adalah dapat dipercaya secara emosional. Jika Anda berpikir untuk menulis cerita atau novel tentang perjalanan waktu, berikut adalah tiga cara melakukannya :

1. Memperjelas Aturan

Yang perlu diingat adalah teknologi perjalanan waktu memiliki keterbatasan, hal ini juga dapat menciptakan konflik bagi karakter. Sebagai penulis merinci batasan ini sangatlah penting agar ceritanya mengalir dengan masuk akal. Pembaca tahu bahwa karakter harus bekerja dalam serangkaian aturan-aturan tersebut untuk bisa kembali ke masa lalu atau pergi ke masa depan.

2. Pertaruhan Pribadi

Dalam cerita apa pun, pertaruhan pribadi adalah keharusan. Cerita perjalanan waktu biasanya mengandalkan protagonis yang mencoba menyelamatkan keluarga atau kekasihny, atau berinteraksi dengan versi masa lalu atau masa depan dari diri mereka sendiri. Penulis harus dapat membuat alur yang membuat pembaca peduli akan misi protagonis dan mereka berharap misi ini akan berhasil terlepas semua kemustahilan yang dibangun dalam alurnya.

3. Bekerja dengan garis waktu

Dalam cerita time travel, Anda harus memiliki setidaknya dua garis waktu. Garis waktu pertama adalah garis waktu dari cerita yang Anda tulis. Anda dapat membuat garis waktu ini meliputi protagonis, antagonis, dan mungkin beberapa karakter utama lainnya.

Garis waktu kedua harus menjadi garis sejarah jika cerita Anda pergi ke masa lalu. Ini harus mencakup semua peristiwa eksternal utama yang dapat memengaruhi cerita tersebut. Misalnya dalam City of Heroes novel time travel yang saya tulis, sang Protagonis—Orion terlempar ke Surabaya beberapa bulan sebelum peristiwa 10 November. Garis waktunya saya buat seperti itu agar Orion bertumbuh dan mengenal era itu sebelum peristiwa yang besar terjadi.

Dengan dua garis waktu di tangan, Anda dapat merujuk silang keduanya. Pastikan cerita Anda cocok dengan garis waktu sejarah, dan buat penyesuaian jika tidak.

4. Menjadi Akurat Secara Historis

Selalu pastikan bahwa Anda menulis tentang waktu, abad sesuai dengan keakuratan sejarah saat itu. Ini berarti Anda harus melakukan penelitian untuk memastikan bahwa tulisan Anda memasukkan elemen sejarah yang tepat.

Semakin banyak yang Anda ketahui, semakin baik Anda menuliskannya dalam kisah perjalanan waktu Anda. Satu-satunya area di mana Anda memiliki keleluasaan untuk berspekulasi adalah ketika Anda menulis tentang perjalanan ke masa depan. Anda dapat bebas membayangkan bagaimana dunia di masa itu.

Namun, jika Anda kembali ke masa lalu, inilah saatnya untuk melakukan riset. Apa yang akan dikenakan orang-orang pada era tersebut? Bahasa yang digunakan, situasi politik atau sosial di masa itu.

Jika perjalanan waktu memungkinkan, apakah Anda akan melakukan perjalanan ke masa lalu? Atau masa depan dan menyaksikan nasib dunia? Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengubah sejarah apakah Anda akan melakukannya? Ide yang cukup menakutkan tetapi juga seru secara bersamaan, bukan? Mungkin ini adalah alasan mengapa fiksi ini begitu menarik untuk ditulis?

Baca juga:

Cara Efektif Menulis Fiksi Sejarah

Fiksi Sejarah, Apakah genre ini untuk Anda?

Link novel City of Heroes: https://www.wattpad.com/myworks/258012791-city-of-heroes

Link novel The Night Sky of Lyra: https://www.wattpad.com/myworks/257518015-a-night-sky-of-lyra

6 Langkah dalam Menulis Review Buku

Buku merupakan bagian terpenting dalam menulis. Karena itu saya percaya kita pasti punya buku-buku yang berdampak besar pada diri kita. Siapapun kita, baik blogger, penulis, mahasiswa, pekerja, dalam poin tertentu kita ingin membagikan buku-buku yang kita baca kepada orang lain. Terlepas kita menyukai buku tersebut atau tidak, review jujur Anda akan membantu orang lain menemukan buku yang tepat bagi mereka. Nah, bagi Anda para bookworms yang tertarik untuk menulis review buku berikut adalah caranya:

1. Mulailah dengan beberapa kalimat yang menjelaskan tentang buku tersebut untuk memberikan konteks. Tapi tentu tanpa memberikan spoiler atau plot twist secara terbuka. Saya biasanya juga menyebutkan genre dalam review yang saya tulis. Karena ada bookworms yang memang memilih genre-genre tertentu dalam daftar bacaannya. Jika buku tersebut adalah bagian dari sebuah seri, akan sangat baik jika Anda juga menyebutkannya. Disertai apakah perlu membaca buku lain dalam seri tersebut dan bagaimana buku-buku tersebut saling berkaitan.

2. Bahaslah dengan singkat tentang apa yang sangat Anda sukai dari buku yang Anda review. Ungkapkan pikiran dan perasaan Anda tentang cerita, plot, dan sebagainya.

Untuk membantu mengerucutkannya ke dalam review yang padat Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana karakter protagonisnya?
  • Siapa karakter favorit Anda, dan mengapa?
  • Bagaimana flow ceritanya? Apakah ceritanya membuat Anda terus menebak-nebak? Ataukah terlalu datar, lambat?
  • Apakah buku itu membuat Anda tertawa atau menangis?
  • Bagaimana ceritanya memikat Anda dan membuat Anda terus membalik halaman?

3. Sebutkan apa yang tidak Anda sukai tentang buku tersebut. Ceritakan mengapa menurut Anda bagian itu tidak berhasil untuk Anda.

Contoh:

  • Apakah Anda berharap endingnya tidak seperti itu?
  • Apakah ceritanya terlalu membingungkan, menakutkan, atau datar untuk Anda sukai?
  • Apakah alurnya tidak masuk akal?

4. Akhiri review Anda dengan ringkas. Anda bisa menyarankan tipe pembaca yang akan Anda rekomendasikan untuk buku tersebut. Misalnya: penggemar cerita romance, atau misteri / thriller, atau mungkin komedi.

5. Temukan buku lain yang bisa dibandingkan. Cara terbaik untuk menyimpulkan review Anda adalah dengan menemukan buku yang mirip dengan yang Anda ulas. Sehingga bisa dijadikan perbandingan. Anda juga bisa lebih spesifik, melihat hal-hal yang mungkin membuat dua buku itu serupa seperti karakter atau plot twist yang mencengangkan. Misalnya dengan menulis seperti ini: jika Anda menyukai plot twist dalam buku Gone Girl maka Anda juga akan menyukai plot twist dalam buku ini. Kira-kira seperti itu.

6. Memberikan bintang. Jika Anda benar-benar ingin memberi peringkat atau bintang, Anda dapat menggunakan cara yang biasa misalnya dari bintang 1 sampai lima. Tapi ini opsional.

Untuk melihat review buku atau tips menulis lainnya lewat instagram, Writers bisa follow instagram: @ellen.conny

Happy Writing 🙂