Menciptakan Karakter Pendukung yang Mendapat Perhatian Pembaca

Apakah karakter pendukung dalam novel Anda mendapat cukup perhatian dari pembaca?

Sebagai penulis, tentu saja kita akan bekerja keras untuk menghidupkan protagonis kita, bersusah payah untuk menjadikannya karakter yang senyata dalam dunia nyata. Karakter pendukung, bagaimanapun juga tidak selalu menerima perlakuan yang sama.

Jika kita ingin menyuguhkan pembaca dunia yang menarik, karakter pendukung juga layak mendapatkan perhatian yang sama seperti para karakter utama.

Kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana memberikan karakter pendukung kita perhatian yang mereka layak dapatkan 🙂

Karakter pendukung berhak untuk berdiri sendiri dengan kehidupan yang kaya dan jiwa yang kompleks juga seperti protagonis. Tetapi seberapa banyak kita perlu mengembangkan karakter pendukung kita sebelum menulis? Dan bagaimana kita dapat menunjukkan kerumitan mereka jika mereka tidak boleh menghabiskan banyak halaman dalam cerita?

Berikut adalah tips utama untuk memulainya:

1. Mengembangkan Karakter Pendukung Sepenuhnya

Tidak selalu perlu untuk menyusun karakter pendukung sedetail karakter utama Anda. Namun, saya merekomendasikan untuk mengembangkan semua elemen yang sama untuk karakter tersebut seperti yang Anda lakukan pada protagonis Anda seperti: kepribadian, kisah latar belakang mereka, hubungan, pandangan terhadap dunia, suara unik, dan sebagainya.

Seluas apa pun yang Anda kembangkan, kecil kemungkinan setiap potongan informasi akan berakhir di halaman. Namun, selalu lebih baik untuk mengetahui lebih banyak tentang karakter Anda lebih daripada yang diperlukan karena itu akan membuat jalinan cerita, adegan Anda lebih kuat.

2. Menjadikan Mereka Diingat

Mengembangkan karakter pendukung adalah cara yang bagus untuk menghidupkan karakter tersebut. Tapi bagaimana Anda bisa menjaga karakter pendukung agar tidak tersesat di antara kerumunan karakter-karakter lainnya?

Berikut adalah beberapa tips cepat untuk membuat karakter pendukung Anda menjadi lebih berkesan:

1: Beri mereka permainan kata-kata aliteratif.

Untuk membantu pembaca membedakan antara dua atau lebih karakter sekunder, gunakan aliterasi dengan cerdik. Saya menggunakannya di novel saya, Abby Si Pembenci ViBa—Virus dan Bakteri, karena Abby adalah karakter yang gila kebersihan dan tidak tahan dengan segala kontaminasi virus dan bakteri. Atau mungkin Andre yang Pendiam, jika Anda memiliki karakter pemalu dan pendiam dalam cerita Anda.

Meskipun Anda tidak ingin terus-menerus menyebut permainan kata-kata aliteratif ini dalam novel Anda, tapi ini dapat memicu pengenalan pembaca.

2: Memasukkan budaya pop dalam nama karakter.

Nama-nama tertentu membawa beban budaya pop. Misalnya, karakter bernama Bella akan mengingatkan pada tokoh Bella dalam tetralogi Twilight, sedangkan karakter bernama Four membuat pembaca mengingat novel divergent dan terkait dengan genre tersebut.

Budaya pop sangat membantu saat Anda merujuk karakter dari dalam genre Anda sendiri, karena referensi genre akan berdampak lebih besar pada target pembaca Anda.

3. Membuat mereka unik.

Karakter pendukung adalah individu yang juga punya keunikan sendiri. Berusahalah untuk menentukan suara mereka dan membuat ciri yang khas pada kepribadian dan latar belakang mereka.

Tidak semua karakter pendukung diciptakan sama. Beberapa karakter akan muncul lebih sering dalam cerita Anda daripada yang lain, dan semuanya dapat memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam dunia cerita Anda seperti berperan sebagai mentor penjahat, sahabat karib, atau lainnya. Karena itu ciptakan dan kembangkan mereka sesuai dengan porsinya dengan kekayaan dan kerumitan individu yang seharusnya.

Menciptakan Protagonis yang Kuat

Protagonis Anda dapat mensukseskan atau menghancurkan cerita Anda. Saat kita bekerja untuk menghidupkan karakter utama kita, seringkali kita menghadapi keraguan: apakah protagonis kita cukup menarik? Akankah pembaca mendukung mereka untuk mencapai tujuan mereka?

Memilih karakter utama yang tepat untuk membawa bobot cerita Anda sangatlah penting. Lalu apa yang harus protagonis Anda miliki untuk mencapai ini? Yuk kita lihat:

1. Mereka harus memiliki pertaruhan dalam cerita

Saat peristiwa demi peristiwa dalam cerita Anda mulai berjalan, adakah alasan kuat bagi karakter utama Anda untuk tertarik atau masuk ke dalamnya? Apa yang dipertaruhkan oleh protagonis Anda jika mereka tidak terlibat? Apa konsekuensinya? Jika mereka tidak mempunyai kepentingan yang berarti dan bisa dengan mudah keluar dari ‘masalah atau tragedi’ dalam plot yang Anda buat, maka Anda mungkin belum membuat karakter yang dapat membawa bobot dalam cerita Anda.

2. Mereka harus berinteraksi dengan tema cerita

Tema menentukan cerita dan protagonis yang kuat harus mampu berada di dalam tema, berinteraksi dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh karakter lain. Sesuatu yang berkaitan dengan tema cerita Anda menjadi sesuatu yang personal untuk protagonis Anda.

Pada Gone Girl kita dapat melihat tema balas dendam yang kental. Amy Dunne dan pembalasan dendamnya pada suaminyalah yang menjalin plot. Amy bukan hanya berinteraksi dengan tema tapi juga memikul bobot cerita sehingga plot berkembang sesuai dengan tema.

Karakter harus mampu memikul bobot kedua elemen ini karena inilah yang mendorong mereka bertindak. Tanpa pertaruhan dan tanpa terlibat dalam tema maka karakter utama Anda mungkin hanya menjadi pemanis cerita. Jadi mulailah dari dua hal ini sebelum bergerak ke dalam karakterisasi. Selamat menulis Writers 🙂

Berikut adalah postingan lain tentang karakter utama yang mungkin bisa membantu Anda:

Alasan Mengapa Hero (Karakter Utama) Anda Membutuhkan Kelemahan

5 Cara Menciptakan Protagonis (Karakter Utama) yang Berbeda dengan diri Anda

12 Hal Mendasar Untuk Karakter Utama Anda