8 Fakta Menarik tentang Gillian Flynn

Novel Gone Girl karya Gillian Flynn menjadi fenomena saat diterbitkan pada 2012. Berada di posisi nomor 1 dalam daftar buku terlaris The New York Times selama 37 minggu, diadaptasi menjadi film hit yang dibintangi Ben Affleck dan Rosamund Pike pada tahun 2014, dan telah terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Penasaran dengan sosok Gillian Flynn, berikut adalah beberapa fakta menarik tentangnya:

1. Gillian Flynn sempat berniat menjadi reporter kriminal. Namun, dia mendapati dirinya tidak cukup yakin memiliki keterampilan untuk pekerjaan itu. Dia malah bekerja sebagai wartawan setempat untuk U.S. News & World Report secara berkala sebelum diterima sebagai penulis staf untuk majalah Entertainment Weekly. Dia melaporkan dari set film dan akhirnya menjadi kritikus televisi. Namun, pemotongan budget pada 2008 menyebabkan dia di PHK dan beralih sebagai penulis fiksi penuh waktu.

2. Selama masa kecil, Gillian Flynn menghabiskan sebagian besar waktunya dengan membaca buku dan menonton film. Dia memiliki kenangan saat A Wrinkle in Time dicabut dari tangannya saat dia di meja makan dan melihat Alien, Psycho, dan Bonnie dan Clyde pada usia tujuh tahun.

3. Dia menulis buku pertamanya, Sharp Objects, sepenuhnya tanpa seorang agen, dan sangat protektif terhadap bukunya itu. Sharp Objects sulit dijual — dia sering diberi tahu bahwa novel itu “terlalu gelap” — tetapi agen yang akhirnya menyukai bukunya itu masih terus mendampingi Gillian sampai sekarang. Dari tiga bukunya, dia mengatakan Sharp Objects, “sebenarnya akan menjadi yang paling mudah untuk diterjemahkan ke dalam film dan bisa sangat menyeramkan.”

4. Ibu dari Gillian Flynn, Judith Ann, adalah seorang profesor reading comprehension. Ayahnya, Edwin Matthew, bekerja sebagai profesor film. Kakaknya, Travis, bekerja sebagai mekanik kereta api.

5. And Then There Were None karya Agatha Christie dan Executioner’s Song karya Norman Mailer adalah “comfort food books,” nya. Dia membaca ulang Executioner’s Song sekali atau dua kali setahun: “Saya menemukan sesuatu yang baru di dalamnya setiap saat. Buku itu benar-benar menghantui saya.”

6. Gillian benar-benar banyak membaca. Berikut adalah penulis dalam daftar bacaannya: Joyce Carol Oates, Margaret Atwood, Patricia Highsmith, Martin Amis, Joy Williams, Arthur Phillips, Karin Slaughter, Megan Abbott, Judy Budnitz, Marcus Sakey, Harlan Coben, dan Karen Russell.

7. Gillian tidak masalah dengan karakter yang tidak disukai — selama itu lucu.

Karakter-karakternya Libby Day, Nick, dan Amy Dunne melakukan hal-hal buruk dan mereka sangat sadar diri dan terkadang lucu. “Saya pikir Anda bisa banyak memaafkan jika seseorang membuat Anda tertawa (bahkan jika Anda tahu Anda seharusnya tidak tertawa).”

8. Gillian Flynn mengatakan kalau jam menulisnya paling produktif adalah dari pukul 23.00 sampai 03.00. “Saya suka menulis setelah tengah malam karena Anda mulai merasa memiliki dunia untuk diri sendiri. Ponsel Anda berhenti bekerja, tidak ada SMS masuk, dan Anda benar-benar dapat masuk ke dunia Anda.”

Gone Girl dan Sharp Object

Salah satu alasan mengapa saya menyukai karya-karya Gillian Flynn adalah karena dia tidak takut membuat karakter perempuan yang benar-benar rusak dan jahat. Jika kamu belum pernah membaca buku-buku karyanya, berikut adalah gambaran dari novel Gillian yaitu Gone Girl dan Sharp Objects:

*spoiler alert

Karakter Utama Wanita

Selain menjadi gambaran wanita yang kuat dan kompleks, Camille Preaker di Sharp Objects dan Amy Dunne di Gone Girl tidak memiliki kesamaan. Amy adalah wanita jenius yang membangun pencitraan sebagai “cool girl”. Sementara Camille adalah seorang yang sulit didekati, dia melindungi dirinya dari dunia. Camille pada dasarnya ingin mencari kebenaran dan berusaha menemukan keadilan, sementara Amy membuat jaring manipulasi dan kebohongan demi kepentingannya. Camille berusaha menghentikan tindakan kekerasan sementara Amy malah melakukannya untuk keluar dari kecerobohannya sendiri.

Narator yang Tidak dapat Diandalkan

Gillian Flynn menulis kedua novel ini dari sudut pandang orang pertama, baik dari mata Amy maupun Camille. Mereka sama-sama berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia mereka tidak bisa diterima begitu saja. Amy adalah narator yang tidak bisa diandalkan karena seluruh tuduhan Amy terhadap Nick adalah kebohongan. Di sisi lain, Camille menyembunyikan dirinya sedemikian rupa. Dia tidak mengungkapkan kebiasaannya yang merusak. Ingatannya tentang masa lalunya juga tak sepenuhnya bisa dipercaya.

Plot Twist

Apa jadinya cerita thriller dan misteri yang bagus tanpa plot twist yang bagus? Sharp Objects dan Gone Girl menyembunyikan plot twist untuk pembaca mereka dengan sangat baik. Pada akhirnya, Sharp Objects menceritakan cerita misteri pembunuhan yang lebih konvensional daripada Gone Girl. Kejujuran dari perspektif Camille sangat bertentangan dengan manipulasi Amy. Rencana Amy yang berjalan buruk memberi twist yang dramatis pada novel Gone Girl.

Melukai Diri Sendiri

Amy dan Camille sama-sama melukai diri mereka sendiri. Amy menguras darahnya sendiri dan menghancurkan wajahnya dengan palu. Sedangkan Camille secara kompulsif mengukir kata-kata di kulitnya sendiri. Namun sementara Amy melakukan kekerasan itu untuk menyakiti orang lain dan mencapai tujuan pribadinya, tindakan Camiller melukai dirinya sendiri lahir dari rasa sakit dan rahasia masa lalunya.

Jadi jika kamu belum membaca kedua novel tersebut dan kamu sangat menyukai thriller, jangan lupa untuk memasukkan kedua novel ini ke dalam daftar bacaan ya! Selamat membaca 🙂