Menciptakan Protagonis yang Kuat

Protagonis Anda dapat mensukseskan atau menghancurkan cerita Anda. Saat kita bekerja untuk menghidupkan karakter utama kita, seringkali kita menghadapi keraguan: apakah protagonis kita cukup menarik? Akankah pembaca mendukung mereka untuk mencapai tujuan mereka?

Memilih karakter utama yang tepat untuk membawa bobot cerita Anda sangatlah penting. Lalu apa yang harus protagonis Anda miliki untuk mencapai ini? Yuk kita lihat:

1. Mereka harus memiliki pertaruhan dalam cerita

Saat peristiwa demi peristiwa dalam cerita Anda mulai berjalan, adakah alasan kuat bagi karakter utama Anda untuk tertarik atau masuk ke dalamnya? Apa yang dipertaruhkan oleh protagonis Anda jika mereka tidak terlibat? Apa konsekuensinya? Jika mereka tidak mempunyai kepentingan yang berarti dan bisa dengan mudah keluar dari ‘masalah atau tragedi’ dalam plot yang Anda buat, maka Anda mungkin belum membuat karakter yang dapat membawa bobot dalam cerita Anda.

2. Mereka harus berinteraksi dengan tema cerita

Tema menentukan cerita dan protagonis yang kuat harus mampu berada di dalam tema, berinteraksi dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh karakter lain. Sesuatu yang berkaitan dengan tema cerita Anda menjadi sesuatu yang personal untuk protagonis Anda.

Pada Gone Girl kita dapat melihat tema balas dendam yang kental. Amy Dunne dan pembalasan dendamnya pada suaminyalah yang menjalin plot. Amy bukan hanya berinteraksi dengan tema tapi juga memikul bobot cerita sehingga plot berkembang sesuai dengan tema.

Karakter harus mampu memikul bobot kedua elemen ini karena inilah yang mendorong mereka bertindak. Tanpa pertaruhan dan tanpa terlibat dalam tema maka karakter utama Anda mungkin hanya menjadi pemanis cerita. Jadi mulailah dari dua hal ini sebelum bergerak ke dalam karakterisasi. Selamat menulis Writers 🙂

Berikut adalah postingan lain tentang karakter utama yang mungkin bisa membantu Anda:

Alasan Mengapa Hero (Karakter Utama) Anda Membutuhkan Kelemahan

5 Cara Menciptakan Protagonis (Karakter Utama) yang Berbeda dengan diri Anda

12 Hal Mendasar Untuk Karakter Utama Anda

Karakter-Karakter Yang Diperlukan dalam Novel Cinta

Dalam postingan sebelumnya, saya menuliskan adegan-adegan apa saja yang harus ada dalam novel cinta. Ada karakter-karakter tertentu yang biasanya muncul dan penulis butuhkan untuk membantu menjaga alur cerita, untuk meningkatkan ketegangan dalam cerita.

1. Rival (Saingan)

Kehadiran rival sangat penting untuk mengganggu hubungan romantis. Jika kita bertemu protagonis dan jatuh cinta, kita tidak akan punya banyak cerita. Kita membutuhkan orang ketiga untuk masuk dan memecah mereka, untuk memperkenalkan konflik. Ia ada di sana untuk menciptakan perselisihan, karena alasannya sendiri.

Saya tidak berpikir bahwa setiap novel cinta harus memiliki saingan, masih ada potensial konflik yang lain tanpa ini, tetapi untuk menciptakan warna, mereka juga dapat menjadi karakter minor.

2. Sahabat

Anda menginginkan karakter yang dekat dengan protagonis yang akan mendorongnya untuk berjuang. Sang Sahabat juga dapat menghibur protagonis ketika berada dalam hubungan yang menyakitkan, memberinya pundak untuk menangis. Demikian pula, Anda ingin seseorang dalam kehidupan protagonis Anda untuk mengatakan: Dia tidak baik untukmu, lupakan dia! Sahabat terburuk dan sahabat terbaik bisa adalah orang yang sama – seperti yang sering terjadi dalam kehidupan nyata.

dan-burton-vuZi5zk5W-A-unsplash3. Mentor

Mentor dalam novel cinta biasanya orang-orang yang dituakan. Bisa jadi ayah, ibu, dsb. Dalam cerita-cerita fantasi mentor biasanya adalah seseorang yang disayangi protagonis yang telah meninggal dunia. Misalnya, Obi Wan Kenobi dalam Star Wars. Intinya adalah mentor dapat mengingatkan protagonist tentang siapa dia sebenarnya, memberi tahu dia bagaimana mereka telah berubah, baik untuk yang lebih baik maupun lebih buruk.

4. Kebutuhan Eksternal

Kebutuhan Eksternal memberikan dorongan untuk memaksa protagonis untuk bertindak, mereka akan berkontribusi untuk menyatukan protagonis dan kekasihnya. Fungsi ini dapat diwakili oleh saudara, orang tua, teman-teman atau antagonis. Misalnya, protagonis Anda dan temannya ada di pesta pernikahan. Temannya bertaruh kalau dia bisa mendapatkan nomor telepon dari seorang pria yang lucu. Ini adalah kompetisi. Itu adalah kebutuhan eksternal yang ringan, tetapi itu menjadi alasan mengapa protagonis kita yang cantik pergi mencari seorang pria misalnya.

5. Penjaga Rahasia/ Pencerita Kebenaran

Orang berbohong satu sama lain, kadang-kadang juga berbohong kepada diri mereka sendiri. Dalam banyak kisah— terutama kisah cinta— ada penjaga rahasia dan pencerita kebenaran. Bisa jadi mereka adalah orang yang sama. Seringkali mereka adalah sahabat protagonis, tetapi kadang-kadang itu adalah musuh terburuknya.

Anda membutuhkan seseorang yang bisa memberi tahu protagonis Anda. Anda dapat menambahkan konflik pada cerita dengan meminta orang tersebut mengkhianati kepercayaan protagonis. Bisa jadi ini karena konflik internal, atau murni ketidaksengajaan. Anda juga membutuhkan seseorang yang berada di titik ketika semua harapan telah hilang—seseorang yang akan mengatakan sebenarnya kepada protagonis.

Selamat Menulis 🙂