Cegah Burnout dengan 5 Langkah

Mungkin ini akan berbeda untuk semua orang. Saya bukan dokter atau psikolog, tetapi saya pernah mengalami burnout. Rasanya seperti tidak memiliki energi tersisa di penghujung hari bahkan untuk melakukan hal-hal yang saya sukai. Saya tidak lagi bisa membaca buku, menonton film atau sekedar tidur tanpa pikiran yang membebani.

Namun ada langkah-langkah yang saya coba berhasil memberi saya kesegaran kembali dari burnout yang melanda dan mencegahnya sebelum itu terjadi:

1. Pergi keluar berjalan-jalan

Charles Dickens adalah salah satu penulis yang mendapatkan inspirasinya dari berjalan-jalan rutin menyusuri kota. Berjalan-jalan adalah saat di mana kamu bisa bergerak. Apakah kamu berjalan-jalan di sekitar lantai gedung apartemenmu atau jika kamu bisa berjalan di sekitar blok rumah atau ke taman terdekat, ini bisa jadi rutinitas yang menyegarkan juga.

2. Mengubah waktu break menjadi relaksasi

Masukkan break sebagai bagian penting dalam hari-harimu. Beristirahat sejenak bisa membantu menghindari kelelahan. Tinggalkan ponsel saat beristirahat. Kamu bisa menyeduh teh misalnya, tidur siang jika memang sesuai dengan produktivitasmu, bermain dengan hewan peliharaan. Apapun yang membuat istirahatmu seperti relaksasi. Itu juga akan membangkitkan suasana hati saat kembali mulai bekerja.

3. Memasak makanan sendiri

Selama beberapa tahun belakangan saya lebih sering memasak sendiri apalagi saat pandemi melanda. Kalau sempat kadang-kadang saya juga memanggang kue atau cookies. Dengan memasak dan memanggang sendiri, saya bisa menakar gula lebih sedikit, mengganti beberapa bahan dengan bahan yang lebih sehat.

Riset juga membuktikan makanan yang kaya vitamin B termasuk biji-bijian dan sayuran berdaun hijau tua terlibat dalam pengaturan mood. Beberapa vitamin B diketahui memiliki peran anti-inflamasi dan neuroprotektif yang penting, yang juga bisa berkontribusi pada manfaat antidepresan. Jadi jika kamu mengalami burnout, jangan lupa menambah menu sehat dalam dietmu ya 😊 

4. Memberikan sistem penghargaan pada diri

Jika saya memiliki empat copy dan artikel untuk diselesaikan, saya mengatakan pada diri sendiri bahwa saya harus melewati tugas ini atau saya tidak dapat minum teh hijau atau nonton Netflix  😉

Jika kamu mengenal saya, saya benar-benar mencintai teh saya dan film. Jadi saya menempatkan diri saya ke dalam kotak kerja harus melakukan hal-hal ini atau saya tidak dapat melanjutkan kebutuhan saya.

Gunakan sistem penghargaan yang konstan untuk dirimu sendiri untuk memasukkan hal-hal positif ke dalam jadwalmu dan menghindari burnout.

5. Meminta bantuan

Jika kamu merasa kewalahan sehingga sudah sangat mengganggu produktifitasmu, tak ada salahnya untuk meminta bantuan. Ceritakan kepada orang-orang yang kamu percaya untuk bisa saling menjaga selama masa-masa sulit. Sesederhana undangan makan siang bisa membantumu untuk segar kembali.

Jika meminta bantuan terasa sulit, pertimbangkan untuk mencari pertolongan kepada ahlinya. Sekarang ini ada banyak aplikasi self-care dan mental health yang bisa kamu download. Bahkan ada beberapa apps yang menyediakan konselor, tools untuk journaling dan tracking suasana hati.  Tak sedikit apps yang gratis tapi beberapa memang berbayar. Akan tetapi jika kamu bisa menyisihkan budget, kenapa tidak? Bukan hanya kesehatan fisik tetapi kesehatan mental juga penting.  

5 Tanda Kamu Mengalami Burnout

Sebagian besar dari kita mengalami hari-hari ketika kita merasa bosan, kelelahan, menanggung beban yang berat. Mungkin ada hari-hari di mana kita harus menyeret diri kita hanya untuk bangkit dari tempat tidur. Jika kamu sering merasa seperti ini, mungkin kamu sedang menuju pada kondisi burnout.

Menurut psychologytoday.com burnout adalah keadaan kelelahan emosional, mental, dan seringkali fisik yang disebabkan oleh stres yang berkepanjangan atau berulang. Meskipun paling sering disebabkan oleh masalah di tempat kerja, itu juga dapat muncul di area kehidupan lain.

Kondisi burnout akan mengurangi produktivitas dan menguras energi kamu, membuat kamu merasa semakin tidak berdaya, putus asa, sinis, dan kesal.

Seperti yang dilansir dari Healthline.com berikut adalah tanda-tanda burnout:

Kelelahan. Merasa terkuras secara fisik dan emosional. Gejala fisik mungkin termasuk sakit kepala, sakit perut, dan nafsu makan atau perubahan tidur.

Isolasi. Orang dengan burnout cenderung merasa kewalahan. Akibatnya, mereka mungkin berhenti bersosialisasi dan curhat pada teman, anggota keluarga, dan rekan kerja.

Berfantasi untuk melarikan diri. Tidak puas dengan tuntutan pekerjaan yang tidak pernah berakhir, orang-orang dengan burnout mungkin berfantasi tentang melarikan diri atau pergi berlibur sendirian. Dalam kasus ekstrim bisa beralih ke obat-obatan, alkohol, atau makanan sebagai cara untuk mematikan rasa sakit emosional mereka.

Mudah marah. Burnout bisa menyebabkan orang kehilangan ketenangan dengan lebih mudah. Mempersiapkan rapat kerja, mengantar anak ke sekolah, mengurus tugas rumah tangga mungkin mulai terasa tidak dapat diatasi, terutama ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana.

Penyakit yang sering dialami. Kelelahan, seperti stres jangka panjang lainnya, dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga kamu lebih rentan terhadap pilek, flu, dan insomnia. Burnout juga bisa menyebabkan depresi dan kecemasan.

Menemukan tanda-tanda peringatan bahwa kamu mungkin akan mengalami burnout kemudian meluangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai dapat membantumu mencegahnya.