8 Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis Thriller

Suatu ketika Anda mungkin mendapatkan ide yang bagus, menegangkan, penuh tantangan melayang di kepala Anda untuk digali. Jika Anda ingin menulis cerita ber genre thriller, horor, misteri pembunuhan, atau berbagai cerita menyeramkan lainnya, ketegangan adalah bahan utamanya.

Ketegangan inilah yang akan membuat pembaca Anda membalik halaman, karena ini adalah tujuan utama dari genre thriller. Anda bisa menggunakan tips ini untuk menulis atau keluar dari writer’s block Anda:

1. Pergilah keluar, pilihlah beberapa setting yang menarik perhatian Anda dan amatilah semua yang terjadi di sana. Tuliskan di notebook Anda atau ketik di handphone Anda satu atau dua halaman deskripsi tentang setting tersebut dan orang-orang yang ada di sana. Setelah selesai coba ubah ceritanya, bayangkan bahwa semua yang Anda tulis tadi, keadaan ‘normal’ tadi bukanlah seperti kelihatannya. Tetapi ada rahasia di balik kondisi tersebut, atau ada bahaya laten di sana. Dari sana Anda bisa mengembangkan ceritanya.

2. Memberikan sentuhan gelap pada cerita dongeng atau urban legend saat Anda kecil, atau yang berkembang di masyarakat. Anda bisa mengadopsi karakter-karakter di dalamnya.

thriller 23. Menuliskan cerita berdasarkan kehidupan nyata tetapi ambil dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya Anda menghadiri pesta pernikahan sepupu atau sahabat Anda, tetapi kemudian ceritanya berubah dari situ. Keesokan paginya Anda bangun di sebuah tempat yang asing tapi tidak ingat apa-apa. Atau Anda berada di rumah sakit, polisi menunggu Anda saat siuman.

4. Mengambil latar belakang sejarah dan memberikan twist. Ada banyak sejarah menarik baik di Indonesia maupun dunia. Dengan mengambil latar belakang sejarah atau sedikit fakta sejarah kemudian memberikan twist terhadapnya ini bisa menjadi ide yang menarik sekaligus menegangkan.

5. Membangun cerita menegangkan di seputar science fiction atau distopia. Cerita-cerita seperti 1984, Fahrenheit 451, Unwind, Maze Runner, Hunger Games adalah cerita yang mengerikan di sebuah dunia baru. Ada teknologi, ada pertarungan hidup, terror, misteri di tengah kondisi dunia yang mengerikan.

thriller 36. Mengeksplorasi ide-ide aneh. Konsep seperti zombie yang terjadi akibat virus, atau hilangnya ingatan dalam satu kota, bagaimana jika ada terror dalam dunia digital? Kembangkan ide-ide di luar kotak dan mulailah dari sana.

7. Memilih dua cerita acak dari mana saja, dan hubungkan dengan cara yang masuk akal. Cerita yang berbeda satu sama lain tetapi mereka mempunyai dua hubungan yang erat secara diam-diam. Misalnya ada dua pembunuhan yang tidak berkaitan tetapi ternyata kedua pembunuh tersebut saling bertukar korban. Pembunuh A membunuh istri Pembunuh B dan Pembunuh B membunuh istri Pembunuh A.

8. Menggunakan ironi dramatis dan tragis. Saya ingat ada satu film televisi bersambung yang menceritakan tentang seorang anak perempuan yang hilang dan dibunuh. Setelah melewati investigasi ternyata pembunuh anak remaja tersebut tak lain adalah tantenya sendiri. Saat pembunuhan terjadi tantenya tidak berpikir bahwa seseorang yang sebenarnya masih hidup di dalam bagasi mobil adalah keponakannya sendiri. Karena dia begitu mencintai pria yang ingin membunuh gadis itu, dan pria itu ragu-ragu untuk menyelesaikannya maka dia mendorong mobil tersebut ke sungai, di mana keponakannya sendirilah yang ada di dalamnya. 

Jangan takut untuk mencoba ide-ide Anda ya Writers, siapa tahu itu akan berkembang menjadi cerita yang menarik. Keep writing 🙂

4 Cara Efektif Mengoreksi (proofreading) Tulisan Anda

Langkah terakhir dalam proses editing adalah memastikan tulisan Anda bebas dari kesalahan. Sebagai penulis sangatlah penting jika Anda memahami bagaimana mengoreksi tulisan atau lebih sering dikenal dengan proses proofreading.

Proofreading adalah bagian dari proses pengeditan yaitu dengan membaca kembali tulisan Anda untuk menemukan kesalahan seperti kesalahan ketik, tata bahasa, dan kata-kata yang hilang. Proofreading dilakukan untuk tahap akhir dari draft tulisan Anda.

Tips proofreading berikut dapat membantu Anda memastikan dan menemukan semua kesalahan dalam draft terakhir Anda:

1. Mengedit dalam bentuk hard copy. Jika Anda terlalu lama melihat layar komputer dalam mengedit, maka kemungkinannya Anda akan melewatkan kesalahan ejaan, tanda baca, dll. Mengedit dari hard copy atau bentuk cetak adalah teknik proofreading yang memungkinkan Anda melihat berbagai kesalahan ejaan dan tanda baca yang tidak Anda sadari sebelumya. Bentuk cetak lebih meringankan mata sehingga membuatnya lebih mudah untuk menemukan kesalahan.

2. Memperhatikan kesalahan tanda baca. Selain kesalahan ejaan, Anda juga harus memperhatikan tanda baca seperti tanda kutip, koma, dan lain sebagainya yang mungkin hilang, atau salah tempat.

mic 13. Membaca dengan bersuara. Saya sering memasukkan poin ini dalam editing. Proses ini membantu saya untuk menemukan pilihan kata yang salah atau tidak cocok, juga dapat memperbaiki struktur kalimat. Dengan mendengarkan kata-kata saya sendiri, itu dapat memberikan saya pandangan yang baru.

4. Mengambil waktu istirahat. Menjauh dari tulisan Anda untuk sementara dan kembali lagi nanti dengan mata dan pikiran yang segar dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk menemukan kesalahan pengejaan dan berbagai kesalahan lainnya.