5 Latihan untuk Mengatasi Writer’s Block

Apa yang terjadi saat Anda benar-benar mengalami “buntu” dan tidak dapat lanjut menulis lagi? Kondisi writer’s block memang kadang tak terelakkan bagi para penulis. Meski ada sebagian penulis yang tidak mengamini kondisi tersebut, saya sendiri pernah benar-benar mengalaminya. Di mana pada suatu titik, inspirasi hilang, rasanya seperti di block begitu saja. Dan ini adalah mimpi buruk bagi penulis. Kunci untuk membuka kreativitas Anda yang terperangkap adalah … Kreativitas itu sendiri.

Nah sekarang bagaimana membukan keran kreativitas tersebut? Berikut beberapa latihan yang bisa Anda coba:

1. Hal pertama yang saya lakukan ketika saya merasa tidak terinspirasi adalah mencari buku. Buku adalah teman saya yang paling setia. Membaca buku terbukti dapat memicu imajinasi dan menginspirasi saya. Bahkan di saat saya tidak ingin menulis, bukulah yang membuat saya untuk tetap mencintai dunia tulisan.

go out2. Pergi keluar. Duduk di food court, atau kafe dan menguping pembicaraan :). Kemudian, pulang dan tuliskan ending imajinasi Anda ke dalam percakapan yang Anda temukan. Bisa serius, bisa juga konyol. Contoh: Mendengar: seorang cewek yang kesal karena pacarnya membawanya ke museum untuk nge date. Dia merasa museum membosankan, dan tidak mengerti apa isi museum itu. Nah tantangan Anda adalah membuat alur cerita dari percakapan tadi. Dan ini serius saya pernah mendengar seorang pasangan bertengkar gara-gara sang cewek kesal di bawa ke museum, menurutnya museum sungguh membosankan. ^^

3. Membaca berita secara online maupun di majalah atau koran. Pilihlah sebuah cerita. Ketika Anda sedang membacanya setengah jalan, berhentilah dan lanjutkan ceritanya sendiri, tambahkan potongan-potongan yang menurut Anda akan membuatnya lebih baik.

4. Memulai otobiografi Anda. Sertakan kenangan masa kecil favorit Anda, dan hal-hal yang membuat Anda sedih. Tujuannya adalah untuk memicu perasaan Anda.

5. Tulislah sebuah paragraf atau beberapa paragraf tentang seleb favorit Anda, atau tokoh favorit Anda.

Hal di atas hanyalah latihan. Tidak ada sasaran, agenda, atau ukuran. Latihan yang baik untuk membuat Anda mulai menulis lagi, membuat Anda aktif kembali. Cepat atau lambat, Anda akan pulih dan kembali menulis. Writer’s block adalah rintangan yang harus dilalui, bukan keadaan permanen.

 

Advertisements

Apa yang harus dilakukan saat Anda terjebak di tengah-tengah Menulis Novel

Sebagai penulis, kita pasti pernah terjebak di tengah-tengah tulisan. Apa yang harus kita lakukan saat mengalaminya? Banyak penulis mungkin akan meninggalkannya begitu saja. Nah ternyata, ada beberapa cara penyelamatan yang bisa dilakukan loh. Tips berikut mungkin bisa membantu:

1. Berikan Karakter Pendukung Anda lebih banyak halaman

Anda mencintai protagonis Anda, dan keseluruhan cerita berfokus pada dirinya, tetapi ketika karakter pendukung Anda dikembangkan maka pada saat yang bersamaan itu juga dapat menyempurnakan karakter protagonis Anda (dalam hal membantunya atau menghalanginya) sepanjang perjalanan cerita.

Dalam The Hunger Games kita mengenal Peeta, Rue, para tribute lain yang berpartisipasi dalam pertandingan. Mereka membantu menyempurnakan sosok Katniss Everdeen. Jadi buatlah pemain pendukung Anda menjadi hidup.

2. Meningkatkan Ketidakpastian tentang Impian atau Tujuan Akhir Karakter Anda

Di sepertiga pertama novel Anda, Anda memperkenalkan karakter penting dan sasaran mereka. Misalnya, di The Fellowship of the Ring, Lord Of The Ring, dengan cepat ditetapkan bahwa tokoh protagonis Frodo harus melanjutkan pencarian cincin. Namun di tengah-tengah buku, ketegangan memuncak. Frodo menghadapi antagonis, medan berbahaya, dan banyak lagi.

Menggunakan tengah-tengah novel untuk meningkatkan ketidakpastian tentang tujuan karakter berlaku di banyak genre cerita. Dalam cerita romance, bagian tengah sering kali terdapat dua karakter menarik sengaja dipisahkan. Dalam novel klasik Pride Prejudice, Jane Austen sang penulis membuat Mr Darcy mengungkapkan perbedaan status antara keluarganya dan sang protagonis Elizabeth. Ini membuat Elizabeth tidak menyukai Mr Darcy. Jane Austen tahu bahwa dengan menaikkan ketidakpastian, ceritanya akan lebih menarik.

conflict3. Meningkatkan komplikasi dalam plot/ konflik atau rintangan untuk karakter

Anda bisa menggunakan pergantian peristiwa atau kemunduran tiba-tiba untuk menambah ketegangan yang dramatis. Nah kemungkinan komplikasi dalam plot atau rintangan karakter di antaranya adalah kesalahpahaman antar karakter atau hambatan fisik yang tidak terduga.

Pada akhirnya, ketika semuanya gagal, masukkan lebih banyak konflik. Anda bisa bertanya pada diri sendiri: Apa hal terburuk yang mungkin saya lakukan terhadap karakter utama? Lempar sesuatu yang jahat dan tidak terduga.

Semoga beberapa tips ini dapat membantu Anda ketika Anda terjebak di tengah-tengah cerita pendek atau novel Anda. Yang paling penting untuk diingat adalah bahwa jika Anda bosan menulisnya, pembaca Anda juga akan bosan membacanya.