5 Tips dalam Menulis Novel Fantasi

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar cerita fantasi? Anda mungkin tumbuh besar dengan membaca buku-buku Harry Potter, atau menyaksikan film-film yang diadaptasi dari karya J.R.R Tolkien—The Lord of The Rings. Ya. Fantasi adalah genre sastra yang menampilkan elemen magis dan supranatural yang tidak ada dalam dunia nyata.

Beberapa penulis mengambil latar dunia nyata tapi ditambah dengan unsur-unsur fantastik, banyak yang menciptakan alam semesta yang sepenuhnya imajiner dengan hukum dan populasi berupa makhluk dan ras yang imajiner juga. Beberapa tema yang paling sering ditulis dalam cerita fantasi adalah peri, penyihir, troll, goblin, dunia tersembunyi dengan aliran waktu yang berbeda, dengan alam dan keajaiban yang kuat.

Jika Anda tertarik ingin menulis cerita fantasi berikut adalah tips menulisnya:

1. Membangun dunia cerita Anda.

Langkah pertama dalam menulis novel fantasi adalah membangun dunia. Ada dunia baru yang ingin Anda berikan kepada pembaca. Dan membuat mereka mempercayainya adalah tugas Anda juga. Dunia ini bukan hanya nyata bagi karakter Anda, tetapi nada, gaya cerita Anda dan tema utamanya. Anda mungkin tidak akan mengetahui semuanya di awal cerita tetapi penting untuk meletakkan dasar-dasarnya.

Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda pertimbangkan saat membangun dunia dalam cerita Anda:

1. Seperti apa infrastruktur dunia Anda?

2. Bagaimana karakter-karakter Anda berinteraksi satu sama lain?

3. Bagaimana mereka berkomunikasi atau bepergian?

4. Apakah dunia di dalam cerita Anda penuh dengan pertikaian, ketentraman, kepalsuan dan sebagainya?

Dalam cerita fantasi, dunia sama pentingnya dengan karakter. Dunia ini akan berinteraksi dan kadang-kadang memicu tindakan dari protagonis. Anda tidak bisa menulis karakter yang realistis dan konsisten kecuali Anda memahami dunia tempat karakter Anda hidup. Sangat penting untuk merencanakannya.

2. Membuat dan mengingat aturan.

Setiap dunia memiliki aturan, aturan tersebut akan membuat plot Anda masuk akal dan mengalir dengan baik. Karena aturan ini juga dapat mempersulit karakter Anda.

Ciptakan daftar aturan singkat yang mungkin ada di dunia Anda, Anda mungkin akan menemukan lebih banyak seiring berjalannya tulisan Anda. Jika Anda akan memiliki keajaiban di sana, misalnya seperti sihir, harus tetap masuk akal atau memiliki semacam logika internal. Misalnya, para penyihir tidak dapat menyihir orang lain kecuali….. Atau para peri boleh menolong manusia dengan syarat…..Dengan menyiapkan aturan maka cerita Anda akan mengalir dengan baik.

3. Menentukan sudut pandang cerita Anda.

Salah satu alat terbaik untuk mengungkapkan dunia Anda adalah dengan menentukan sudut pandang dari novel atau cerita Anda. Dengan sudut pandang yang tepat, Anda bisa membawa pembaca untuk tahu bagaimana rasanya bagi para karakter Anda berada dalam dunianya. Apa pun dan bagaimana pun jenis dunia yang Anda ciptakan, sudut pandang dapat memberikan kejelasan kepada pembaca.

4. Temukan struktur cerita.

Banyak cerita fantasi mengikuti alur narasi yang serupa, yaitu perjalanan Sang Protagonis. Tetapi dalam novel atau cerita fantasi tidak harus mengikuti alur tersebut. Mungkin fiksi fantasi Anda bisa seperti Game of Thrones. Semua kisahnya di dalamnya terjalin dan berpusar pada The Iron Throne. Tahta besi yang diperebutkan sejak awal novel.

5. Keajaiban

Magis atau sihir adalah unsur yang membedakan fantasi dari genre sastra lainnya. Karena sihir dan unsur magis cukup sentral dalam cerita, maka Anda harus mempertimbangkannya ketika membangun dunia Anda. Sesuaikan keajaiban atau sihirnya untuk membentuk karakter-karakter dan mengarahkan mereka.

Jenis sihir apa yang akan Anda masukkan ke dalam cerita Anda? Apakah ada penyihir? Peri? Apakah keajaibannya berbasis sains seperti time machine atau teleportasi? Atau apakah supranatural? Siapa yang memilikinya? Apakah sihir hanya tersedia untuk beberapa orang? Jika demikian bagaimana mereka mendapatkannya? Seperti apa mereka yang memiliki sihir ini? Apakah mereka dikejar-kejar? Hidup tersembunyi? Atau apakah sihir ini dihormati atau justru dilarang?

Ketika Anda bekerja dengan sihir di dunia Anda, Anda juga bisa menciptakannya sesuai dan mengikuti aturan yang ada di dalam cerita Anda.

Bagaimana tertarik menulis cerita fantasi? Selamat menulis ya Writers 🙂

5 Cara Menulis Cerita Detektif

Dalam postingan sebelumnya saya menulis tentang 5 elemen dalam cerita detektif. Bagi Anda pecinta genre ini, saya paham sekali alasannya. Karena saya termasuk pembaca genre ini. Ngefans banget dengan Sherlock Holmes 🙂

Misteri, petunjuk, penjahat yang cerdas, juga protagonis yang unik membuat kita terpesona dengan cerita-cerita detektif. Nah untuk para Writers di mana pun berada, jika Anda tertantang untuk mencoba genre ini, lets take a look tips menulis cerita detektif berikut ini:

1. Memberikan motivasi pada karakter Anda.

Berikan motivasi terhadap karakter Anda dan itu termasuk pelaku kejahatan dalam cerita Anda. Motif adalah hal yang paling dicari dari sebuah kejahatan. Motif juga dapat mengarahkan polisi atau detektif kepada tersangka yang tepat. Jadi motivasi sangat diperlukan. Mengapa pembunuh tersebut membunuh? Mengapa dia menipu? atau Mengapa dia menculik? Sekalipun Anda menuliskan seorang pembunuh berantai dia pasti memiliki latar belakang mengapa terobsesi melakukan kejahatan tersebut.

2. Mempelajari tentang pekerjaan detektif

Pembaca ingin merasa tenggelam dalam dunia kisah detektif Anda — apakah itu tentang dunia hukum atau situasi lingkungan kerja detektif tersebut. Itulah mengapa riset sangat penting untuk mendapatkan detail-detail yang tepat saat menulis genre ini agar plot Anda dapat dipercaya dan Anda tetap menjaga perhatian pembaca.

Lakukan riset untuk mengetahui bagaimana melakukan investigasi, mewawancarai saksi dan peran forensik yang akan dimainkan di crime scene Anda, agar tulisan Anda akurat dan dapat dipercaya.

sherlock holmes3. Membaca cerita detektif.

Membaca banyak fiksi detektif dan mempelajari bagaimana plot cerita-cerita tersebut mengalir, memperhatikan bagaimana penulis mengeluarkan petunjuk secara bertahap. Proses ini dapat langsung memberikan Anda gambaran dan membantu Anda mengembangkan ide Anda.

4. Jangan membuatnya terlalu mudah. Para penggemar genre fiksi detektif adalah mereka yang menyukai misteri yang bagus, jadi jangan memberikan kejahatan yang terlalu mudah untuk dipecahkan, mereka akan bosan dan mungkin akan menutup buku Anda. Percayalah pada kemampuan pembaca Anda untuk deduksi logis dan jangan memberi terlalu banyak, membuat mereka menebak dan mengejutkan mereka.

5. Akhir yang tidak mengecewakan.

Sebagai pembaca saya tahu rasanya mendapatkan ending yang mengecewakan. Ketika jawaban dari seluruh misteri novel tidak sesuai dengan ekspektasi, menjadi anti klimaks atau menyelesaikannya dengan tiba-tiba, dengan usaha yang sedikit atau tanpa usaha dari karakter sama sekali, ini bisa menjadi hal yang sangat mengecewakan pembaca. Jadi jangan sia-siakan usaha Anda dalam membangun plot dengan penyelesaian yang gagal.

Hal terbaik tentang menulis fiksi detektif adalah bahwa sebagai penulis Anda hampir menjadi detektif itu sendiri. Setelah perencanaan yang cermat selama puluhan bahkan ratusan jam, Anda sendirilah yang berada dalam penyelidikan. Sangat menyenangkan dan menantang kan? 🙂