5 Kesalahan Menulis Deskripsi Novel yang Harus Dihindari

Ketika menulis Anda mengijinkan pembaca untuk tenggelam ke dunia “lain” yang Anda ciptakan untuk mereka. Agar hal ini bisa dicapai, Anda membutuhkan deskripsi yang memberikan kesan nyata. Bagian dari tugas penulis adalah membuat sketsa latar sehingga pembaca dengan cepat dan mudah membayangkan adegan-adegan, karakter, emosi dalam cerita tersebut.

Jika tidak ada cukup deskripsi, pembaca akan meraba-raba, tapi jika deskripsi terlalu banyak maka hal ini berpotensi membuat pembaca Anda bosan. Anda membutuhkan deskripsi yang tidak berlebihan dan memiliki detail yang cukup. Berikut kesalahan deskripsi yang bisa dihindari ketika Anda menulis:

1. Tidak jelas atau samar-samar

Menulis dengan spesifik dan menghindari sesuatu yang tidak jelas atau samar-samar. Daripada menulis mobil mahal bagaimana kalau Anda menulis Mercedes A-Class. Atau sepatu mewah dengan menyebut merek seperti Manolo Blahnik. Pembaca Anda langsung mendapatkan gambaran yang ingin Anda ciptakan.

Tentu saja deskripsi ini untuk menambahkan detail untuk menggambarkan karakter secara psikologis dan sosial ekonomi. Anda harus spesifik jika misalnya, menyebutkan merek yang mereka gunakan. Ini akan menjelaskan seperti apa karakter Anda.

Berikut adalah beberapa detail bagus untuk digunakan dalam cerita Anda:

1. Jenis kendaraan apa yang mereka punya?

2. Di mana mereka tinggal?

3. Merek pakaian apa yang mereka sukai?

4. Apa hobi mereka?

2. Tidak menggunakan indera

Pembaca ingin merasakan cerita Anda. Cara paling mudah adalah menulis dengan menggunakan panca indera. Tunjukkan kepada pembaca apa yang karakter Anda lihat, dengar, cium, sentuh, dan rasa.

3. Tidak menggunakan karakter sudut pandang

Deskripsi bisa dibilang gagal jika kita tidak memiliki karakter yang berinteraksi dengan setting kita. Karakter sudut pandang dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan apa yang mereka alami melalui indera, pikiran, dan kata-kata mereka.

4. Hindari kata-kata abstrak

Pembaca ingin tahu persis seperti apa rupa seseorang atau bagaimana bentuk dan atmosfer sebuah tempat. Menuliskan seseorang itu cantik agak membosankan dan tidak memberikan gambaran yang jelas. Anda bisa menuliskan seperti apa wajahnya, kulitnya atau pengaruhnya kepada orang lain. Contohnya: pria itu tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya seolah tersihir oleh kehadirannya.

5. Menggunakan terlalu banyak kata sifat dan kata keterangan

Kata kerja dan kata benda mempunyai fungsi menunjukkan sesuatu. Sementara kata sifat dan kata keterangan memberitahu sesuatu. Kata keterangan menjadi berlebihan ketika tidak memberikan informasi baru tentang kata yang seharusnya diubah. Dengan kata lain, kata-kata itu hanya mengkonfirmasi apa yang sudah dijelaskan oleh kata kerja. Biasanya terjadi ketika mereka mengikuti kata kerja yang kuat atau tingkat dari tindakan yang terjadi. Dalam kasus seperti itu, kata keterangan tidak memiliki tujuan dalam penulisan dan harus dihilangkan.

Contoh:

1. Reza menginjak rumput hijau itu -> hijau sudah tidak diperlukan, jika rumputnya tidak spesial kata hijau tidak dibutuhkan lagi untuk menerangkan rumput.

2. Aku benar-benar lelah, jadi aku benar-benar harus berbaring.

Kata keterangan benar-benar di atas sama sekali tidak mengubah kata kerja lelah karena akan sulit membayangkan seseorang yang hanya “sebagian” kelelahan. Hal yang sama juga ketika seseorang harus berbaring, ini juga tidak menunjukkan betapa mendesaknya masalah ini. Mengatakan bahwa seseorang benar-benar harus berbaring tidak membuat kebutuhan untuk berbaring semakin kuat.

Ketika kita menulis ulang kalimat tanpa dua kata keterangan ini, kita melihat bahwa kalimat itu tidak kehilangan artinya: Aku lelah, jadi aku harus berbaring. Ini kalimat yang lebih baik.

6 Tips Menulis Cerita Zombie

Ada banyak novel dan film yang menitikberatkan pada skenario akhir dunia. Mulai dari skenario wabah, bencana alam, perang nuklir sampai zombie apocalypse. Buat Anda nih Writers, skenario mana yang mungkin terjadi untuk akhir dunia?  Barangkali bisa dijadikan ide cerita untuk novel selanjutnya ya.

Salah satu skenario akhir dunia yang memiliki banyak penggemar tentu saja kiamat zombie. Mungkin karena faktor keseruan dari bertahan hidup, teror yang menakutkan tapi juga seru untuk dibaca, cerita ini jadi santapan bagi para pembaca dan penggemar film. Jika Anda tertarik untuk menulis cerita zombie, ini dia beberapa tipsnya:

1. Menggali ide yang menarik

Sudah ada banyak sekali cerita zombie nih writers, jadi cerita Anda harus berbeda dengan cerita-cerita zombie lainnya. Pastinya tidak mudah memikirkan ide yang baru untuk cerita ini, karena itu banyaklah membaca buku-buku bergenre ini supaya Anda menemukan ide di luar kotak atau berbeda dari yang lain.  

2. Menentukan konsep aturan dunia

Seperti pada cerita bergenre fantasi, distopia,  cerita zombie juga memerlukan konsep aturan dunia yang sedang berlangsung. Aturan tentang cara kerja dunia yang dipenuhi zombie ini harus mencakup hal-hal seperti bagaimana awal mulanya tragedi ini terjadi? Apakah virus? Senjata biologis? Atau lainnya. Lalu seberapa cepat penyebarannya? Jenis zombie seperti apa yang berkeliaran di cerita Anda. Apakah mereka orang mati yang dibangkitkan untuk berjalan lagi atau manusia hidup yang terinfeksi seperti zombie?

Bagaimana cara manusia menjadi zombie? Apakah infeksi itu ditularkan melalui gigitan atau semua orang akan menjadi zombie ketika mereka mati? Seperti apakah zombie pada cerita Anda? Apakah yang bergerak lambat atau cepat atau lainnya? Bagaimana dengan survivors? Dimanakah mereka bersembunyi? Di bunker militer, di hutan, atau di sebuah zona yang masih aman? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hal-hal yang harus Anda jawab sebelum mulai menulis. Ketika aturan dalam dunia cerita Anda lengkap, tidak ada missing points maka cerita Anda akan matang.

3. Membangun karakter Anda

Kisah zombie yang bagus bukan hanya tentang orang-orang yang dicabik-cabik semata meskipun itu bagian yang seru dan cukup penting jika berguna untuk cerita Anda ya Writers. Anda juga harus memiliki karakter yang menarik sehingga pembaca Anda peduli pada mereka. Tidak ada yang lebih menyayat hati ketika karakter yang pembaca sukai menjadi korban.

Buatlah daftar karakteristik setiap karakter utama sebelum Anda mulai menulis. Dengan cara ini Anda bisa mengenal mereka dan juga memastikan mereka berperilaku konsisten sepanjang cerita. Dan tentu saja, Anda juga harus mempunyai strategi kapan akan mengungkapkan informasi tentang karakter Anda kepada pembaca.

4. Kenali Audiens Anda

Anda perlu mengenal target audiens Anda, supaya buku Anda tidak salah sasaran atau bahkan paling buruknya tidak ada yang mau membacanya. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membaca review dari buku-buku sejenis. Lihat apa yang pembaca sukai atau tidak sukai pada buku-buku tersebut dan jadikan hal tersebut sebagai masukan bagi cerita Anda.

5. Melakukan Riset

Sekalipun cerita Anda adalah fiksi tentang kiamat zombie, bukan berarti cerita ini hanya mengandalkan imajinasi belaka. Anda mungkin perlu mencari tahu hal-hal seperti berapa banyak peluru yang dimiliki oleh senjata tertentu, apa yang terjadi ketika Anda meledakkan kepala seseorang dengan senapan, seberapa jauh Anda dapat mengemudi mobil jenis A dengan bahan bakar bensin misalnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is zombie-3.jpg

Atau mengetahui cara memulihkan patah tulang, jenis antibiotik yang Anda perlukan untuk mengobati infeksi. Ini adalah sebagian dari hal-hal yang mungkin Anda butuhkan dalam cerita. Meskipun Anda dapat menulis cerita tanpa riset, itu akan terlihat jauh lebih otentik jika Anda melakukannya, dan cerita zombie yang bagus perlu terasa nyata.

6. Memikirkan cara kreatif untuk membunuh zombie

Pembaca novel zombie ingin melihat para zombie dihabisi dengan cara yang baru daripada cara yang sama yang telah digunakan ribuan kali yaitu memukul kepala mereka dengan tongkat atau menembak dengan senapan.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk menulis cerita zombie?