10 Alasan Mengapa Anda harus Membuat Kerangka Novel Anda

Selama mengajar menulis, salah satu hal yang sering ditanyakan kepada saya adalah bagaimana menyelesaikan sebuah novel. Saat memulai sebuah novel, biasanya kita tahu apa yang akan kita tuangkan, tapi setelah beberapa lama, tulisan itu mengalir dan berhenti begitu saja karena tiba-tiba kita kehabisan ide atau kehilangan arah.

Menulis hampir sama dengan membangun sebuah rumah. Kita membutuhkan desain dan rancangan sebelum membangun. Arsitek membutuhkan rancangan untuk fondasi, dinding, langit-langit, atap, pintu-pintu, tanpa itu rumah bisa runtuh.

Begitu pun dengan menulis, kita harus mempunyai rencana atau rancangan tentang cerita sebelum duduk di depan laptop dan menulis kata-kata pertama. Jika Anda stuck di tengah-tengah proyek novel Anda, atau sepertinya cerita Anda pergi ke mana-mana, kemungkinan terbesar adalah karena Anda tidak membuat kerangka novel sebelum memulai proyek ini.

Memang ada banyak penulis yang tidak memerlukan kerangka atau garis besar untuk memulai dan menyelesaikan cerita. Tapi saya ingin membagikan 10 alasan mengapa struktur, kerangka dan membuat garis besar untuk buku Anda sangat penting. Karena dengan mengetahuinya, Anda bisa menganalisa apakah Anda memerlukannya dan seberapa penting untuk Anda lakukan. Berikut adalah alasannya:

1. Membuat menulis lebih mudah. Ketika Anda duduk untuk menulis, Anda tahu persis bagian mana dari novel Anda yang harus diselesaikan. Dengan mengetahui rencana adegan demi adegan untuk cerita, Anda tahu apa yang perlu Anda tulis sehingga Anda juga dapat mengukur waktu Anda dan memanfaatkannya.

writer's block2. Menghindari writer’s block. Seringkali penulis yang menggunakan metode ‘mengalir’ memulai novel dengan sangat antusias, tetapi kemudian akan mencapai titik di mana tidak tahu bagaimana melanjutkan. Memiliki gagasan tentang bagaimana alur cerita akan maju akan menghindari Anda menghadapi writer’s block dan meningkatkan keberhasilan menyelesaikan novel Anda.

3. Menghindari ketidakkonsistenan dan plot holes. Ketika sedang merencanakan sebuah novel, Anda akan melihat seluruh cerita secara sekilas sebelum menulisnya, sehingga Anda dapat menemukan inkonsistensi dalam plot, karakter yang tidak berfungsi, plot holes, urutan logis peristiwa dan adegan, dll.

Untuk mengetahui tentang plot holes, Anda bisa membaca postingan berikut:

10 Cara Meminimalisir Plot Holes dalam Novel Anda

4 Cara Merencanakan Plot Novel Dengan Lebih Baik

4. Merencanakan cerita akan menyediakan Anda detail lengkap untuk tulisan Anda. Itu akan membuat Anda lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan melihat kesinambungan novel Anda sebelum menulisnya. Anda juga tidak akan terjebak di suatu titik di mana ribuan kata telah Anda tulis tetapi Anda harus menghapusnya karena banyak kesalahan yang terjadi. Sementara ketelitian mengacu pada memastikan bahwa semua pemikiran dan detail penting dimasukkan dalam teks Anda, kesinambungan mengacu pada memastikan pemikiran dan peristiwa Anda mengikuti urutan logis.

focus 15. Membantu Anda tetap fokus pada apa yang penting. Ketika Anda memiliki kerangka Anda dan berpegang padanya, Anda tidak akan tergoda untuk pergi di luar itu. Bukan berarti Anda tidak akan pernah menyimpang atau menghasilkan ide-ide baru yang hebat. Tetapi jika garis besarnya ada di sana, Anda dapat melihat bagaimana ide-ide baru ini cocok dengan niat awal Anda. Ini juga akan menghemat waktu menulis ulang dan akan membuat novel Anda jauh lebih menarik.

6. Anda akan membuat karakter dengan tujuan yang jelas. Mengerjakan karakter Anda sebelum menulis novel akan memungkinkan Anda untuk mengenal mereka lebih baik, memberi mereka tujuan yang menarik dan konflik internal. Dengan begitu Anda tidak perlu bertanya-tanya bagaimana protagonis Anda harus bereaksi terhadap situasi tertentu, karena mereka akan menjadi karakter yang konsisten dan menarik bagi pembaca.

7. Membuat cerita lebih mudah dibaca. Buku yang memiliki struktur lebih baik akan lebih mudah dipahami pembaca. Pada akhirnya akan membuat buku Anda diterima dengan baik, pesan tersampaikan dengan baik. Dan pembaca Anda dapat mengingat dan merasakan apa yang mereka terima dari cerita Anda bahkan jauh setelah mereka selesai membacanya.

motivation 18. Memotivasi Anda. Ketika Anda memiliki kerangka cerita novel, Anda dapat melihat sejauh mana Anda sudah mengerjakannya, dan apa yang belum Anda capai. Ini membantu Anda untuk terus termotivasi saat menulis semakin dekat ke tujuan menyelesaikan novel.

9. Membantu Anda mengembangkan waktu menulis yang regular. Jika Anda memiliki kerangka cerita untuk diandalkan, maka mau tidak mau Anda duduk dan menulis, dan mengusahakan waktu untuk itu.

10. Mempercepat proses penulisan. Perencanaan awal yang baik akan membuat Anda menulis dengan lebih cepat. Bukan hanya dapat menghindari writer’s block atau terjebak setengah jalan dan bertanya-tanya bagaimana harus melanjutkannya, Anda juga akan menghindari penulisan ulang besar-besaran untuk masalah plot atau karakter karena Anda sudah melakukan itu di awal Anda merencanakan kerangka cerita.

 

 

 

Advertisements

4 Hal yang Jangan Dilakukan Dalam Menulis Cerpen (The Don’ts dalam Menulis Cerpen)

Hanya karena lebih pendek daripada sebuah novel, bukan berarti menulis sebuah cerpen lebih mudah dan tidak membutuhkan keterampilan untuk dapat mengeksekusinya dengan baik. Dari postingan sebelumnya kita sudah melihat hal-hal yang harus dilakukan dalam menulis cerpen, sekarang kita bisa melihat hal-hal yang sebaiknya jangan dilakukan saat menulis cerpen:

1. Jangan menceritakan semua 

Dalam cerpen, apa yang dikatakan sama pentingnya dengan apa yang tidak dikatakan. Tidak ada ruang untuk keluar dari topik cerita. Jadi Anda harus memilih mana yang sangat perlu untuk dikatakan, mana yang tidak perlu. 

2. Jangan menambahkan karakter daripada yang bisa Anda tangani 

Anda harus memperhatikan jumlah karakter yang Anda ciptakan dalam cerpen. Apakah mereka mempunyai fungsi dan tugas dalam cerita atau tidak. Selain protagonis, dan antagonis, Anda juga bisa tetap memasukkan karakter-karakter minor. Dengan deskripsi yang adil yaitu memperdalam karakter-karakter utama Anda.

expression 13. Jangan menambahkan ekspresi yang tidak berarti dalam cerpen Anda

Hanya karena satu kalimat akan memberikan kesan yang sangat baik tidak berarti cocok dengan konteks cerpen Anda. Sehingga ini akan membuang-buang usaha dan menciptakan kalimat yang sama sekali tidak berguna.

4. Jangan memberikan semua informasi dalam satu kalimat atau paragraf

Semua informasi dapat Anda ukur dengan baik, untuk membuat pembaca Anda menahan napas sampai kalimat-kalimat terakhir. Jangan memberikannya langsung sejak awal cerita. Nantinya Anda akan kehabisan yang perlu ditulis. Kapan pun memungkinkan, cobalah untuk memasukkan twist yang masuk akal, atau kejutan di akhir kisah karena itu dapat memberikan makna baru pada cerita Anda.

Salah satu keterampilan yang paling sulit tetapi juga paling penting untuk dicapai adalah menulis cerita yang meninggalkan efek pada pembaca Anda. Jika kalimat terakhir Anda bisa mengandung twist yang kuat maka itu akan memberi cahaya pada cerita. Sehingga mengetahui kapan harus menahan informasi dan mengeluarkan kalimat sangat penting, terutama dalam menulis cerpen.

Selamat menulis, Writers!

Baca juga:

5 Hal yang Harus Dilakukan dalam Menulis Cerpen (The Do’s dalam Menulis Cerpen)

Menulis Cerpen: 7 Cara Membuat Adegan Pertama Cerpen Menjadi ‘kail’ Bagi Pembaca

Menulis Cerpen: 6 Hal yang Harus Ada Dalam Cerpen