4 Alasan Mengapa Cuaca Penting dalam Novel

Kita hampir selalu membaca deskripsi cuaca di dalam setiap novel. Bahkan sebagai penulis, kita tak pernah alpa menuliskan deskripsi cuaca di banyak scene tulisan kita. Mengapa sih cuaca sebegitu pentingnya? Berikut adalah empat alasan mengapa cuaca penting dalam fiksi:

1. Cuaca adalah bagian dari setting

Ya, cuaca adalah bagian penting dari sebuah setting, terutama ketika cuaca berubah dari biasanya menjadi ekstrim.

Coba bayangkan sepasang kekasih bertengkar dalam mobil yang melaju di sepanjang jalan gelap dan sepi. Mereka saling menuding karena mereka sekarang tersesat. Di luar, kondisi adalah sebagai berikut:

  • Mereka hampir tidak bisa melihat jalan di depan mereka.
  • Hujan badai. Dan mereka harus terus melaju ke dalam badai tersebut.
  • Dingin dan beku. Salju yang turun dengan lebat, ditambah dengan tumpukan salju di jalan yang membuat jalan semakin licin.
  • Panas terik. Hari terpanas sepanjang bulan dan AC mobil mati.

Masing-masing dari kondisi cuaca di atas akan memberikan suasana yang berbeda. Tetapi bahkan cuaca yang tidak terlalu spesial seperti—pagi yang hangat dan cerah, masih memberikan atmosfer dan suasana yang berbeda dalam cerita.

Tetapi jika Anda tidak menuliskan cuaca sama sekali dalam novel, elemen penting akan hilang dari imajinasi pembaca.

cuaca 32. Cuaca mempengaruhi karakter

Sama seperti cuaca mempengaruhi mood kita di dunia nyata, itu juga mempengaruhi mood karakter dalam novel.

  • Jika seorang karakter merasa sedih, hujan yang turun sepanjang hari akan membentuk background yang sempurna.
  • Jika matahari terbit di pagi hari, maka itu pertanda kalau semangat para karakter akan meningkat dan cenderung positif.

Tapi kadang-kadang, untuk membuat cerita lebih menarik kita juga bisa membuatnya kontras: seorang karakter yang tetap gembira meskipun cuaca mendung dan suram, atau tenggelam dalam kesedihan meskipun langit biru cerah.

Apa pun itu, memiliki sudut pandang mood para karakter atau kontras dengan cuaca di luar hanyalah sedikit cara untuk menambah dimensi pada novel Anda.

3. Cuaca mempengaruhi plot

Cuaca dapat mempengaruhi rencana kita di dunia nyata dan tentu saja karakter dalam novel.

  • Hujan dapat merepotkan sebuah pesta pernikahan.
  • Kabut asap dapat mengganggu rencana perjalanan.
  • Kekeringan yang panjang dapat menyebabkan krisis air dan gagal panen.

Jika Anda membuat cuaca menjadi lebih ekstrim maka Anda dapat meningkatkan taruhan. Faktanya, menulis tentang cuaca ekstrim dapat menjadi sumber utama konflik dalam sebuah novel.

Perlu diingat bahwa plot adalah tentang karakter yang mencoba mencapai tujuan dalam menghadapi tantangan. Tantangan, atau konflik, juga dapat berupa ancaman dari lingkungan. Sesuatu yang bukan manusia melawan protagonis Anda, seperti cuaca misalnya.

Pekerjaan Anda sebagai penulis adalah meletakkan sebanyak mungkin rintangan di jalur karakter yang Anda bisa. Jadi selalu cari peluang untuk memperkenalkan konflik lingkungan ke dalam sebuah adegan.

  • Jika seorang cowok mengajak pacarnya piknik, buatlah hujan.
  • Jika seorang wanita takut pada kegelapan, buatlah listrik di rumahnya padam.

Saya sih yakin Anda adalah orang paling baik tapi menjadi kejam sangat diperlukan saat menulis novel 😉

hujan4. Cuaca itu simbolik

Di poin sebelumnya, saya sudah jelaskan kalau cuaca dapat mempengaruhi mood karakter. Dengan mengambil satu langkah lebih jauh, Anda dapat melambangkan bagaimana perasaan karakter Anda dengan cuaca.

Misalnya seorang istri memikirkan suaminya yang terlambat pulang ke rumah. Ketika dia berdiri di dekat jendela yang menunggunya untuk kembali, dia melihat angin bertiup. Pada titik ini, dia hanya khawatir.

Namun, satu jam kemudian, kursi di halaman bergoyang-goyang dan akibatnya, sang istri mulai panik. Penulis bahkan tidak perlu menggambarkan kepanikannya. Adegan di luar memberi tahu para pembaca segala hal yang perlu mereka ketahui tentang bagaimana perasaan istri itu.

3 Cara Mendeskripsikan (Menciptakan) Tempat (Setting) dalam Novel

Sebagai penulis fiksi, tujuan Anda adalah menciptakan dunia cerita yang sepenuhnya terbayangkan di benak pembaca Anda. Ini sulit karena Anda memiliki batasan kata. Novel rata-rata kurang dari 100.000 kata, dan Anda memerlukan sebagian besar kata-kata itu untuk menceritakan kisah Anda, bukan untuk menggambarkan dunia cerita Anda. Artinya Anda tidak bisa menyia-nyiakan satu kata pun.

Ketika Anda menggambarkan suatu tempat, siapa pun, apa pun dalam cerita Anda, ini yang harus Anda perhatikan:

  • Berilah pembaca pengalaman emosional yang kuat.
  • Teruskan cerita Anda bergerak dengan memadukannya secara halus dengan aksi, dialog, monolog dalam batin, dan emosi batin.
  • Sesuaikan deskripsinya ke dalam cerita.

Berikut adalah tiga cara mendeskripsikan tempat  (setting) dalam novel yang bisa Anda ikuti:

emotion 11) Menenun kekuatan emosi ke dalam deskripsi Anda.

Segala sesuatu di dunia cerita Anda memiliki satu dari tiga arti untuk masing-masing karakter, yaitu baik, buruk, atau netral. Sebagian besar waktu dan sebagian besar dunia cerita Anda akan netral untuk karakter Anda, jadi lewati saja deskripsi, kecuali salah satu dari hal berikut berlaku:

⇒Anda benar-benar harus menggambarkan sesuatu untuk menggerakkan cerita ke depan.

⇒Anda perlu mengatur sesuatu yang penting nanti di cerita ke depan.

Misalnya, ada sebuah rumah kosong di sudut jalan tempat karakter Diana tinggal. Diana berjalan melewati rumah itu setiap hari berjalan kaki menuju stasiun kereta untuk ke kantornya. Rumah itu sama sekali tidak berarti bagi Diana atau rumah itu netral baginya. Jadi, sebutkan rumah itu jika rumah itu akan menjadi penting nanti di dalam cerita. Katakan kepada pembaca bahwa rumah itu ada, tapi jangan buang banyak kata untuk menjelaskannya. Jika Diana akan perlu masuk ke rumah itu, maka bisa dijelaskan dalam deskripsi.

2) Apakah Anda perlu deskripsi sampai ke detail sempurna?

Misalnya, dalam cerita Anda terdapat sebuah gunung api, apakah Anda benar-benar perlu menggambarkan sebuah gunung berapi dalam detail sempurna? Mungkin, jika karakter Anda adalah seorang ayah yang khawatir sedang menyusuri jalan setapak mencari anak perempuannya yang hilang saat naik gunung. Mungkin juga jika karakter Anda adalah seorang gadis 17 tahun yang diculik untuk dikorbankan untuk dewa jahat di gunung api itu. Dalam berbagai adegan serupa, teruskan dan tunjukkanlah tentang gunung api tersebut. Buatlah mata pembaca Anda terbakar dengan belerang belerangnya. Buatlah mereka gelisah akan ketinggian dan ketipisan atmosfer, dll.

description 13)  Deskripsi sebagai tambahan sensor untuk adegan- adegan langsung di cerita Anda, seperti tindakan, dialog, monolog dalam batin.

Kembali ke contoh rumah yang telah disebutkan di atas. Jika rumah yang dilewati oleh Diana adalah rumah cinta masa kecilnya, maka di depan rumah itu membawa kenangan akan cinta pertamanya. Rumah itu akan bagus untuk Diana. Saat dia melewati rumah itu, Anda bisa memilih untuk menggambarkannya melalui matanya, dengan menggunakan kata-kata sinar mentari di jendela, hati yang terhubung dengan ukiran nama kasar mereka di pohon di halaman. Bila Anda melakukan itu, Anda tidak hanya menggambarkan rumah. Anda juga menunjukkan hati Diana.

Mungkin Diana bersama Remy dan Karla, teman-teman kecilnya dulu, waktu umur 9 tahun yakin rumah itu dihantui. Karla yang tomboi senang menarik-narik Diana ke rumah itu untuk menakuti Diana. Rumah itu buruk bagi Diana. Saat dia melewatinya di tengah malam, gambarkanlah melalui matanya dengan menggunakan kata-kata yang membangkitkan teror. Tunjukkan seolah-olah ada sepasang mata mengawasinya dari jendela-jendela yang gelap. Dengarkan angin yang menerobos pohon, mendesis mengancam. Sekali lagi, Anda tidak hanya menggambarkan rumah. Anda memberi pembaca emosi. Itulah mengapa pembaca Anda membaca novel Anda. Gunakan rincian konkret untuk membangkitkan indera karakter Anda.

Pada akhirnya, jika Anda tidak punya alasan untuk mendeskripsikan sesuatu, jangan lakukan. Jika Anda punya alasan, maka lakukanlah, tapi buatlah deskripsi itu personal—terhubung dengan indera dan emosi dari salah satu karakter Anda. Deskripsi yang tepat adalah seperti yang terlihat melalui mata dari karakter yang tepat, sehingga dapat menyulap tempat, waktu dan suasana hati pembaca Anda.