10 Cara Meminimalisir Plot Holes dalam Novel Anda

Pernah nggak sih saat menonton atau membaca suatu cerita, kita mengerutkan dahi dan berpikir kok sepertinya ada yang hilang, atau kok sepertinya ada yang nggak masuk akal ya? Bisa jadi, itu artinya Anda menemukan sebuah plot holes atau lubang plot di cerita tersebut.

Secara definisi, plot holes adalah elemen yang hilang atau kesalahan yang jelas dalam alur cerita yang menghilangkan kelogisan dan integritas plot. Contoh plot holes meliputi:

  • Peristiwa tidak logis. Contoh: Para penjahat super yang mudah sekali dikalahkan.
  • Kontradiksi. Contoh: Seorang ibu yang sangat penyayang di satu adegan, tapi tiba-tiba di adegan berikutnya menjadi sangat kejam.
  • Menurunkan garis plot atau karakter. Contoh: Seorang karakter pendukung pergi mencari sesuatu, meninggalkan karakter utama, lalu kita tidak pernah mendengar lagi tentang dia.
  • Perubahan karakter atau setting yang tidak dapat dijelaskan. Contoh: Seorang karakter memulai hari mereka di sebuah kota, tapi tiba-tiba berada di sebuah pedesaan di siang hari.
  • Kesalahan yang continue. Contoh: seorang karakter dikatakan memiliki mata cokelat dalam suatu adegan tapi di adegan lain tiba-tiba berwarna hitam.

post it

Pada akhirnya, setiap elemen yang membuat pembaca menggaruk kepala bisa dianggap sebagai plot holes, meski tidak tercantum di atas. Tapi jangan khawatir, ada caranya lho untuk meminimalisir plot holes dalam novel Anda, simak yang berikut:

  1. Minimalkan kebetulan-kebetulan.
  2. Carilah solusi yang tak terduga untuk masalah dalam novel Anda, tapi harus tetap masuk akal.
  3. Apakah Anda sudah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan besar dalam novel Anda?
  4. Apakah Anda sudah menjawab semua pertanyaan kecil dalam novel Anda?
  5. Pertanyaan besar adalah hal-hal seperti siapa yang melakukan pembunuhan di cerita kriminal (thriller). Pertanyaan kecil adalah seperti apakah karakter-karakter pendukung menemukan cara untuk menebus dirinya.
  6. timeGunakan transisi untuk menghindari lompatan waktu, termasuk petunjuk tentang lewatnya hari, atau musim, atau bulan dan tahun.
  7. Pastikan bahwa segala sesuatu terjadi dalam urutan logis waktu, kecuali kalau novel atau cerita Anda bergenre di luar narasi umum.
  8. Apakah semua karakter Anda berperilaku sesuai dengan kepribadian mereka? Jika tidak, itu alasan yang baik untuk mengistirahatkan mereka sebagai karakter.
  9. Periksa semua detail kecil, sehingga ada konsistensi dalam informasi yang diberikan tentang karakter-karakter Anda.
  10. Cerita yang kuat adalah ketika kekuatan karakter dikembangkan, dan membawa mereka menjadi solusi atau mencari solusi, untuk masalah-masalah yang terjadi sepanjang cerita.

Untuk membantu Anda merencanakan plot novel Anda, baca juga 4 Cara Merencanakan Plot Novel Dengan Baik.

Selamat Menulis Writers 🙂

 

 

 

Advertisements

4 Cara Merencanakan Plot Novel Dengan Lebih Baik

Untuk merangkai cerita yang indah, unsur-unsur esensial tertentu sangat diperlukan dalam penulisan novel. Salah satu unsur penting tersebut adalah plot.

Plot lebih dari sekedar apa yang terjadi dalam cerita. Tetapi juga mengapa cerita tersebut terjadi dan bagaimana dapat terjadi. Rangkaian kejadian yang saling berkaitan dengan karakter. Peristiwa-peristiwa tersebut harus terhubung dengan rantai sebab dan akibat yang tidak terputus. Untuk membangun plot yang lebih baik, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda ajukan kepada novel Anda:

1. Apakah adegan yang Anda inginkan akan berkontribusi pada keseluruhan cerita? Anda tidak hanya ingin mendaftar semua adegan atau aksi dari para tokoh. Jika adegan-adegan tersebut dimasukkan ke dalam cerita artinya, harus ada alasannya. Apakah adegan tersebut akan mengembangkan plot Anda? Atau mengembangkan karakter Anda? Akan lebih baik jika adegan tersebut melakukan keduanya.

2. Apakah plot Anda bervariasi? Dengan kata lain, apakah karakter Anda melakukan hal yang sama setiap harinya? Apakah semua karakter Anda melakukan hal yang sama? Jika Anda telah menulis lebih dari satu novel, dan menuliskan hal yang sama setiap waktunya dengan karakter yang berbeda nama saja, mungkin pembaca akan mengingatnya, dan itu bisa membosankan atau tidak berhasil terhadap cerita baru Anda.

post it 2

3. Apakah cerita Anda mudah ditebak? Plot yang baik harus memiliki kejutan dan intrik. Tapi juga harus masuk akal. Sesuatu yang mengagetkan tidak terjadi hanya untuk membuat pembaca senang. Harus ada alasan yang logis mengapa hal-hal terjadi dalam novel Anda. Tips yang mudah untuk memastikan bahwa plot Anda tidak terlalu mudah ditebak adalah meminta seseorang untuk membaca novel atau tulisan Anda. Siapa yang selalu menjadi pembaca pertama Anda? Berikan kepada mereka. Apakah setelah membacanya, mereka terkejut? Jika Anda bisa mengejutkan mereka, Anda akan mengejutkan orang lain.

4. Apakah Anda memiliki campuran peristiwa-peristiwa kecil dan besar dalam cerita Anda? Hidup bukanlah hanya serangkaian peristiwa-peristiwa besar. Setiap hari peristiwa-peristiwa kecil dapat berkontribusi menjadi cerita yang jelas dan lebih baik.

Semoga keempat hal di atas dapat menolong Anda menulis. Baca juga 10 Cara Meminimalisir Plot Holes dalam Novel Anda.

Selamat Menulis 🙂