6 Cara Memperkenalkan Karakter

Mari luangkan waktu sebentar, pikirkan karakter-karakter novel kesayangan atau film favorit Anda. Bagaimana mereka memasuki cerita? Bagaimana mereka diperkenalkan oleh penulis?

Salah satu tantangan untuk penulis dari sekian juta tantangan lainnya ^^ adalah menciptakan karakter yang meninggalkan kesan pada pembaca. Kalau kita membaca para penulis hebat, kita bisa melihat mereka bagaimana mereka memperkenalkan karakter-karakter mereka dengan cara masuk yang berdampak. Jika Writers bingung bagaimana harus memperkenalkan karakter pada novel yang sedang ditulis, mungkin salah satu cara di bawah ini menarik perhatian Anda.

1. Dikirim ke tempat/ event yang sama

Cara ini memang cukup umum, tapi Anda bisa membuat detailnya unik. Pergi ke suatu tempat dengan cara tak terduga. Tersasar, mendapatkan tiket dari teman yang tidak dapat pergi, mendatangi pemakaman teman, atau pernikahan teman, misalnya.

2. Dengan menyelamatkan mereka

Adegan ini bisa menjadi pintu masuk yang menarik bagi karakter Anda. ‘Menyelamatkan’ Sang Heroine atau bisa juga Sang Heroine menyelamatkan Sang Hero.

Umbrella 23. Hari biasa dengan kejadian tidak biasa

Film Paperman adalah salah satu cerita yang menggunakan cara ini. Saya sungguh menyukai bagaimana kedua karakter ini diperkenalkan. Hanya sebuah hari yang biasa, hari yang selalu membosankan bagi Sang Hero, tapi ada kejadian yang berbeda hari itu. Anda bisa membuat cerita tentang karakter pergi ke sekolah setiap harinya seperti hari-hari yang lainnya, hanya saja kali ini karakter Anda terlambat, ketinggalan kereta, ban sepeda kempes, dll.

4. Melalui teman-teman dari karakter-karakter Anda.

Saling memperkenalkan antar teman adalah hal yang lazim. Dan karena itu, cerita Anda dapat relate dengan pembaca, asalkan jangan lupa membuat karakterisasi yang detail dan unik, juga mempertemukan karakter di tempat atau situasi yang tidak biasa.

5. Bertemu ketika salah satu karakter melakukan kesalahan, atau terlibat dalam insiden yang sama.

Ini bisa menjadi scene yang menarik. Misalnya smartphone yang tertukar, koper yang tertukar, tidak sengaja menjatuhkan benda berharga karakter lainnya, dsb.

6. Melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan lain datang 🙂 

Saya pernah membaca sebuah novel yang bercerita tentang seorang wanita yang merintis sebuah gerakan sosial. Ketika dia mencoba mencari dana untuk yayasannya, dia bertemu dengan salah satu penyumbang. Dan tak terduga ternyata pria tersebut adalah teman SMAnya yang dulu begitu sombong dan tidak menyenangkan. Tapi pria tersebut sekarang telah berubah karena pengalaman hidup yang dialami. Dan cerita bergulir dari situ.

Bagaimana? Tertarik untuk memperkenalkan karakter Anda lewat cara-cara di atas?

7 Cara Membuat Karakter Pendukung yang Mencuri Perhatian

Saya yakin sebagian besar penulis tahu cara membuat karakter utama, kita tahu protagonis kita akan menempati ruang terbanyak di dalam naskah. Namun setiap cerita membutuhkan karakter pendukung. Tanpanya, karakter utama Anda tidak akan berkembang, dan tanpanya karakter utama Anda tidak memiliki teman atau keluarga.

Untuk postingan kali ini, saya ingin mendedikasikan kepada para karakter pendukung yang biasanya hanya mampir secara singkat. Namun jika ditulis dengan baik mereka dapat mencuri perhatian.

Anda bisa mengikuti cara-cara di bawah ini untuk bisa membuat para pendukung mendukung agar tidak terlihat sekedar ‘numpang lewat’ Semoga trik ini membantu Anda membuat karakter pendukung tidak terlalu kecil.

1. Alasan dan tujuan

Berikan mereka alasan untuk berada di dalam sana. Seringkali sebagai penulis kita tergoda untuk memenuhi novel dengan warna-warni karakter, hanya untuk menambah kelucuan, atau keunikan, tapi jika karakter tidak memiliki peran untuk dimainkan di dalam plot, maka mereka harus pergi.

2. Karakteristik

Meskipun mereka tidak selalu muncul, tetapi pastikan kehadiran mereka dapat memberikan nuansa lain dalam cerita. Banyak orang memiliki satu atau dua kebiasaan yang unik dan menonjol. Itu bisa menjadi karakteristik, ciri khas. Berikan itu juga kepada karakter sekunder Anda.

3. Buatlah mereka berhubungan dengan protagonis atau antagonis dengan cara yang berarti.

Apa arti karakter ini bagi protagonis Anda? Peran apa yang dia penuhi? Apa yang diinginkan karakter utama Anda dari mereka? Fokuskan pada peran mereka terhadap protagonis Anda, sehingga cerita tidak akan melebar dan pembaca pun terkesan terhadap karakter pendukung.

Character 44. Memastikan mereka berbicara dengan cara yang khas

Anda harus memastikan karakter Anda tidak berbicara dengan cara yang sama. Setiap karakter unik. Mereka terlihat berbeda, bersikap berbeda, jadi cara bicara mereka juga berbeda. Meskipun mereka adalah karakter pendukung, ketika mereka berbicara tidak terasa “numpang lewat” saja.

5. Kaitkan mereka dalam satu lokasi khusus

Dalam upaya untuk memudahkan pembaca Anda untuk mengingat siapa adalah siapa, letakkan karakter pendukung Anda ke satu lokasi bila memungkinkan. Karakter ini hanya muncul di lokasi tertentu (kantor pos, bioskop, kafe, butik, dll).

Mungkin protagonis selalu bertemu karakter pendukung Anda di satu butik, maka pembaca Anda akan belajar mengaitkan karakter ini dengan butik tersebut. Namun, jika Anda memposisikan karakter tersebut di taman bermain (tanpa alasan yang bagus), ia dapat membingungkan pembaca. Jika tidak ada alasan untuk karakter pendukung Anda berada di lokasi kedua, jangan pindahkan mereka.

Character 16. Berikan latar belakang (sejarah).

Meskipun karakter ini adalah karakter pendukung, tetapi Anda tetap dapat memberikan latar belakang atau sejarah mereka. Tidak perlu sebanyak protagonis Anda tentunya, tapi setiap orang memiliki sejarah. Dari mana mereka berasal, apa yang membentuk mereka. Mengapa ini penting? Karena jika Anda tidak memahami karakter, pembaca Anda juga tidak.

7. Jangan membuatnya berlebihan

Ingatlah bahwa karakter ini adalah karakter sekunder, jadi jangan juga berlebihan. Anda mungkin tidak ingin mereka membayangi protagonis Anda. Atau mungkin Anda melakukannya. Terkadang karakter pendukung memiliki sudut pandang untuk dibagikan yang mengubah cerita dengan cara yang menarik.

Dengan memberikan pembaca beberapa pemain sekunder yang segar, kuat dan menyenangkan, maka pembaca Anda akan menghargainya.