Menciptakan Protagonis yang Kuat

Protagonis Anda dapat mensukseskan atau menghancurkan cerita Anda. Saat kita bekerja untuk menghidupkan karakter utama kita, seringkali kita menghadapi keraguan: apakah protagonis kita cukup menarik? Akankah pembaca mendukung mereka untuk mencapai tujuan mereka?

Memilih karakter utama yang tepat untuk membawa bobot cerita Anda sangatlah penting. Lalu apa yang harus protagonis Anda miliki untuk mencapai ini? Yuk kita lihat:

1. Mereka harus memiliki pertaruhan dalam cerita

Saat peristiwa demi peristiwa dalam cerita Anda mulai berjalan, adakah alasan kuat bagi karakter utama Anda untuk tertarik atau masuk ke dalamnya? Apa yang dipertaruhkan oleh protagonis Anda jika mereka tidak terlibat? Apa konsekuensinya? Jika mereka tidak mempunyai kepentingan yang berarti dan bisa dengan mudah keluar dari ‘masalah atau tragedi’ dalam plot yang Anda buat, maka Anda mungkin belum membuat karakter yang dapat membawa bobot dalam cerita Anda.

2. Mereka harus berinteraksi dengan tema cerita

Tema menentukan cerita dan protagonis yang kuat harus mampu berada di dalam tema, berinteraksi dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh karakter lain. Sesuatu yang berkaitan dengan tema cerita Anda menjadi sesuatu yang personal untuk protagonis Anda.

Pada Gone Girl kita dapat melihat tema balas dendam yang kental. Amy Dunne dan pembalasan dendamnya pada suaminyalah yang menjalin plot. Amy bukan hanya berinteraksi dengan tema tapi juga memikul bobot cerita sehingga plot berkembang sesuai dengan tema.

Karakter harus mampu memikul bobot kedua elemen ini karena inilah yang mendorong mereka bertindak. Tanpa pertaruhan dan tanpa terlibat dalam tema maka karakter utama Anda mungkin hanya menjadi pemanis cerita. Jadi mulailah dari dua hal ini sebelum bergerak ke dalam karakterisasi. Selamat menulis Writers 🙂

Berikut adalah postingan lain tentang karakter utama yang mungkin bisa membantu Anda:

Alasan Mengapa Hero (Karakter Utama) Anda Membutuhkan Kelemahan

5 Cara Menciptakan Protagonis (Karakter Utama) yang Berbeda dengan diri Anda

12 Hal Mendasar Untuk Karakter Utama Anda

Kelemahan Karakter Untuk Menulis Novel Bagian 2

Karakter utama memerlukan kelemahan agar terdapat ruang untuk pertumbuhan diri. Karenanya sebagai penulis kita memerlukan kelemahan-kelemahan untuk para karakter kita. Pada postingan sebelumnya saya sudah menuliskan Kelemahan Karakter dalam Menulis Novel Bagian 1. Jika Anda masih memerlukan ide tentang kelemahan atau kekurangan untuk karakter-karakter Anda, daftar berikut bisa menambah perbendaharaan Anda:

21. Tidak sabar. Tidak bisa menunggu dengan sabar atau mentolerir keterlambatan; gelisah.

22. Ceroboh. Canggung; sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat.

23. Obsesif. Gangguan yang ditandai pikiran negatif yang membuat orang tersebut merasa cemas; takut; khawatir secara berlebihan.

24. Overprotective. Rasa cemas yang sangat besar sehingga berlebihan dalam melindungi orang terdekatnya.

25. Pesimis. Kecenderungan untuk mempercayai hal negatif atau tidak menguntungkan; mengambil pandangan yang sesuram mungkin.

26. Dangkal. Kurangnya kecerdasan atau pengetahuan; tidak dalam.

27. Manipulatif. Melakukan kontrol atau mempengaruhi perilaku atau tindakan orang lain.

28. Serakah. Memiliki atau menunjukkan keinginan yang kuat dan egois untuk kekayaan, kekuasaan, atau memiliki keinginan yang berlebihan.

29. Troublemaker. Seseorang yang dengan sengaja membangkitkan masalah, mengacau.

connor-botts-75ajdruN3Ok-unsplash30. Prasangka. Anggapan dan pendapat yang kurang menyenangkan atau penilaian negative yang tidak rasional, tidak berdasar.

31. Pembohong. Mengatakan pernyataan yang tidak benar, terutama dengan maksud untuk menipu orang lain, seringkali dengan niat untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan melindungi seseorang atau menghindari hukuman atau penolakan.

32. Usil. Ikut campur dalam urusan orang lain; penasaran; selalu ingin tahu.

33. Fobia. Mereka memiliki bentuk ketakutan yang parah dalam hal yang satu ini. Contoh: Gelap, tempat sempit, laba-laba, dll.

34. Gegabah. Keras kepala; kecerobohan liar dan mengabaikan konsekuensi.

35. Manja. Tidak memiliki gagasan tentang kerja keras; memiliki karakter yang meminta perhatian lebih; ingin selalu dituruti kehendaknya.

36. Penindas. Seseorang yang memiliki otoritas yang membuat orang lain tertekan, untuk dikalahkan oleh penggunaan kekuatan atau otoritas secara tidak adil.

37. Skeptis. Orang yang secara naluriah meragukan, mempertanyakan, atau kurang percaya dengan pernyataan yang secara umum diterima.

38. Temperamental. Mudah marah; emosional.

39. Paranoid. Memperlihatkan atau ditandai dengan rasa takut yang ekstrem dan tidak rasional atau ketidakpercayaan terhadap orang lain.

40. Pemalu. Kurang percaya diri; mudah merasa; merasa sangat tidak enak hati; agak takut.

Semoga membantu dan selamat menulis Writers 🙂 

Baca juga:

3 Elemen Karakter dalam Novel

2 Cara Memberikan Karakter Anda Motivasi (Part 2)