Kelemahan Karakter dalam Menulis Novel Bagian 1

Pada postingan-postingan sebelumnya, saya berbicara soal kelemahan dan kekurangan karakter protagonis. Jika Anda membutuhkan ide seperti apakah kelemahan-kelemahan yang dapat diberikan kepada karakter utama Anda, daftar di bawah ini mungkin dapat membantu dan cocok untuk karakter yang sedang Anda ciptakan. Selamat Menulis 🙂

1. Mudah linglung. Melamun; lalai; pelupa.

2. Kecanduan. Orang yang kecanduan suatu aktivitas. Contoh: Alkohol, judi, dll.

3. Mudah cemas. Gelisah; takut akan bahaya atau ketidakberuntungan; sangat khawatir.

4. Sombong. Memiliki atau menampilkan rasa sombong harga diri; cenderung eksklusif.

5. Lancang. Berani dalam menentang kepatutan, hukum atau sejenisnya; kurang ajar; tidak patuh.

6. Kebiasaan Buruk. Kebiasaan pribadi yang menjijikkan. Contoh: meludah sembarangan, dll.

7. Bermulut besar. Suka bergosip; banyak bicara.

volkan-olmez-wESKMSgZJDo-unsplash8. Bergantung. Tidak dapat menopang diri sendiri atau bertindak tanpa bantuan atau arahan orang lain.

9. Dingin. Mengerasnya emosi; jarang mengekspresikan emosi.

10. Kekanak-kanakan. Tidak dewasa.

11. Tidak jujur. Curang; suka menipu dan berbohong.

12. Tidak loyal. Kurangnya loyalitas; tidak setia; pengkhianat.

13. Egois. Karakteristik mereka yang memiliki gagasan besar tentang kepentingannya sendiri.

14. Cemburu. Sangat menginginkan keuntungan orang lain; tamak; iri.

taras-chernus-7yKhUCkGzGM-unsplash15. Plin-plan. Tidak menentu; berubah-ubah; tidak stabil; labil.

16. Rewel. Tidak menyenangkan; rewel; terlalu peduli dengan detail; teliti; cerewet; pemilih; pilih-pilih.

17. Hedonistik. Mengejar kesenangan indera; mengabdi pada dunia.

18. Munafik. Orang yang selalu bertentangan dengan keyakinan; tindakan, atau ucapannya sendiri.

19. Malas. Enggan bekerja atau mengerjakan sesuatu.

20. Perfeksionis. Keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna dan memenuhi standar yang tinggi.  

Baca juga:

6 Cara Memperkenalkan Karakter

Cara Memperbaiki Karakter yang Rusak (Bagian 1)

2 Cara Menciptakan Ketidaksempurnaan Karakter Utama

3 Tips untuk Mengembangkan Suara Karakter

Suara karakter adalah cara unik para karakter di novel atau cerita Anda dalam mengekspresikan diri mereka baik secara fisik maupun emosional. Suara karakter dapat dikomunikasikan melalui kepribadian karakter, pemikiran, dan cara karakter itu berbicara.

Sebagai seorang penulis, ada beberapa cara untuk menyampaikan suara karakter sesuai dengan gaya tulisan Anda sendiri. Berikut adalah beberapa cara yang bisa penulis gunakan untuk mengekspresikan suara karakter:

1. Memperhatikan dialog.

Dialog mendefinisikan suara karakter Anda, menetapkan cara bicara mereka, dan mengungkapkan pikiran terdalam mereka. Dialog yang nyata sangatlah penting untuk menulis karakter yang menarik.

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan dialog Anda adalah dengan mendengarkan cara orang berbicara. Anda bisa pergi duduk di café dan memperhatikan cara dan gaya orang-orang berbicara. Dan cobalah menebak karakter mereka dari cara mereka berbicara. Kemampuan untuk menulis dialog yang bisa dipercaya akan membantu karakter Anda meyakinkan.

character 22. Memperhatikan bahasa tubuh.

Bahasa tubuh dapat menyampaikan begitu banyak tentang karakter Anda, sama seperti ketika mereka berbicara. Bagaimana karakter Anda berjalan? Seperti apa postur mereka? Bagaimana reaksi mereka terhadap berita buruk? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dapat menjadi integral dalam menentukan suara karakter sebagai kata-kata literal yang mereka ucapkan.

3. Memisahkan suara Anda dan karakter Anda.

Bukan tidak mungkin sebagai penulis kita memasukkan gaya berbicara kita ke dalam karakter yang kita tulis. Tapi penulis yang baik harus mampu memisahkan suara dan gaya kita sendiri dengan karakter. Buatlah tabel tentang karakter Anda. Sehingga ketika menulis Anda bisa mengecek apakah suara karakter Anda melenceng dari karakteristik yang sudah Anda rencanakan.

Tabel tersebut dapat merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini: Apakah pandangan karakter Anda terhadap dunia? Apakah mereka sopan atau kasar? Apakah mereka bersumpah serapah atau tidak sama sekali? Ini dapat menolong Anda membentuk karakter yang unik.

Ketika pembaca mempercayai karakter Anda seperti nyata, Anda memiliki kesempatan untuk menghibur pembaca. Ketika kita membaca sebuah cerita, para karakterlah yang akan mempertahankan minat kita. Selamat mengembangkan karakter Anda 🙂