4 Resolusi Tahun Baru untuk Para Penulis

Tahun 2019 akan datang dalam hitungan hari. Tahun baru adalah kesempatan untuk merenungkan tahun yang lalu sambil memikirkan tujuan dan harapan untuk tahun depan yang baru. Bukan berarti Anda harus menunda untuk memulai kebiasaan yang baik untuk dilakukan pada tahun depan saja. Tapi ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk membuat komitmen baru terhadap tujuan menulis Anda.

Apa arti tujuan tulisan Anda? Mungkin 2019 adalah tahun Anda menyelesaikan novel Anda. Mungkin ini adalah tahun Anda berkomitmen untuk kebiasaan menulis yang disiplin.

Untuk memulai Tahun Baru yang penuh dengan harapan, berikut adalah empat resolusi yang dapat Anda buat untuk meningkatkan tulisan Anda dan memfokuskan diri Anda. Anda dapat memilih salah satu untuk memulai, atau tenggelam dengan keempat-empatnya.

1. Menyediakan waktu untuk menulis

Begitu mudah mengatakannya. Tapi terkadang kita masih sulit menerapkannya. Kebanyakan dari kita memiliki pekerjaan, anak-anak, tugas-tugas, dan kepentingan lain yang menyita waktu yang hanya 24 jam dalam sehari. Karenanya menyediakan waktu untuk menulis membutuhkan pengorbanan dan disiplin.

Tentu ada banyak tanggung jawab yang harus kita lakukan, tetapi jika Anda masih sempat untuk mengupdate sosial media Anda dalam sehari, itu artinya Anda masih memiliki waktu untuk digunakan untuk menulis. Setidaknya satu jam tenang untuk mengabdikan diri kepada tulisan Anda. Jika hal ini Anda lakukan secara rutin, maka kebiasaan ini dapat membuat Anda menghasilkan banyak tulisan.

editing 12. Dapat mengedit sendiri

Saya tahu tugas mengedit adalah tugas editor, tapi bukan berarti tulisan kita boleh berantakan. Itulah yang membedakan kita dari banyak orang. Para penulis mengerti tata bahasa yang baik dan benar. Tidak ada salahnya mempelajari bagaimana memecah paragraf, di mana meletakkan huruf besar, dan lain sebagainya.

Mengedit sendiri juga mencakup kemampuan merevisi naskah Anda untuk menghasilkan naskah yang lebih bersih. Lebih bersih dari typo. Lebih bersih dari masalah-masalah struktural yang besar seperti kalimat yang diulang-ulang, kalimat yang panjang, plot yang mondar-mandir. Tulisan Anda akan lebih baik, lebih jelas, dan memiliki lebih sedikit masalah dibandingkan sebelumnya.

3. Membaca buku lebih banyak

Penulis membutuhkan buku seperti manusia membutuhkan air. Air adalah sumber kehidupan. Karena itu para ilmuwan mencari keberadaan air di planet-planet lain selain bumi. Dengan menemukan air sama saja dengan menemukan kehidupan. Begitu pun dengan penulis. Membaca membuat kosa kata kita menjadi kaya. Membaca membuat kita mengenal para penulis lain. Membaca membuat kita memilih genre mana yang cocok untuk kita. Membaca membuat wawasan kita luas dan mengembang. Membaca membuat kita terbuka hatinya. Dengan membaca kita belajar bagaimana menyentuh para pembaca. Tidak harus buku secara fisik, dapat juga berupa e-book atau jurnal-jurnal online. Tapi membacalah. Seberapa banyak? Sebanyak-banyaknya.

writer14. Menyebut diri Anda seorang penulis

Anda mungkin berpikir Anda sedang mencoba-coba untuk menulis dan tidak yakin apakah ini akan berhasil atau tidak, atau Anda adalah penulis yang baru berjuang, atau apa saja, tapi dengan menyebut diri Anda sebagai penulis, itu artinya Anda mengetahui bahwa penulis melekat pada jati diri Anda dan Anda bertanggung jawab akan itu. Menulis bukan perjalanan yang singkat, ini bisa dibilang adalah pekerjaan seumur hidup. Ada keringat, air mata, pengorbanan di sana.

Mengakui status Anda sebagai penulis adalah untuk mengingatkan Anda mengapa Anda menulis, mengapa Anda mencintai menulis di tempat pertama. Jadi ketika Anda merasa putus asa, inilah yang akan membantu Anda.

Seringkali para penulis tidak diberi penghargaan atau rasa hormat yang tinggi. Bagi orang luar, menulis mungkin hanya dianggap sebagai hobi semata atau mungkin passion dan mimpi yang tidak mereka pahami. Tetapi jika Anda adalah seorang penuli dan jika Anda benar-benar menulis—Anda sudah berjalan dalam mimpi tersebut.

Apa pun yang Anda tulis, Anda sedang menjangkau orang lain. Anda menyatakan bahwa Anda memiliki sesuatu untuk dibagikan, sesuatu untuk dikatakan. Tulisan Anda akan bertahan hidup. Bahkan hidup lebih lama dari yang pernah Anda harapkan. Jadi para penulis adalah orang-orang yang beruntung. Karena itu selamat menyambut tahun yang baru dengan harapan menulis yang baru.

Advertisements

Menulis Untuk Kebahagiaan

Menulis seringkali memang melelahkan dan memakan waktu. Kita para penulis tahu persis bagaimana berjuang untuk menemukan kata yang tepat atau menyusun kalimat agar sempurna. Meskipun berat kita akan melakukannya terus karena kita menemukan kebahagiaan dalam menulis. Tapi jangan salah, sebenarnya jika dilakukan secara rutin, menulis secara sains memang mampu mengatasi emosi negatif dan mampu membuat kita berpikir lebih jernih dan lebih luas. Jadi menulis dapat menjadi obat bagi Anda semua yang sedang merasa sedih atau tidak bahagia. Mengapa? Berikut adalah alasannya:

1. Mengelola Emosi Anda

Seringkali perasaan atau emosi negatif mempengaruhi pandangan kita tentang dunia. Apakah itu diakibatkan karena kita sedang melalui keadaan yang suram atau kondisi traumatis, sebagai manusia kita pasti mengalaminya. Secara pribadi saya membuktikan bahwa menulis adalah cara yang baik untuk menerima apa yang telah terjadi. Seberapa sering jika kita menceritakan masalah kita kepada orang lain, mereka akan menjadi sok tahu dan menasehati tanpa repot-repot berada dalam sudut pandang Anda? Jika iya, cobalah untuk menulis. Karena pada dasarnya menulis dapat membantu Anda untuk memproses semua perasaan Anda. Bukan hanya perasaan-perasaan negatif saja tapi juga perubahan-perubahan besar dalam hidup Anda seperti pindah ke tempat baru, menikah, atau memiliki anak.

2. Membangun Kesadaran Anda

Menulis adalah tentang memperhatikan dunia di sekeliling Anda. Apa yang kita rasakan adalah apa yang bisa kita tulis. Kita bisa bersikap baik kepada orang-orang di sekeliling kita, membangun kesadaran bahwa kita adalah bagian dari masyarakat, dan mendapatkan beban untuk menulis sudut pandang kita tentang apa yang terjadi. Kita melakukan pekerjaan kita sendiri dengan serius, menawarkan ide-ide kita kepada orang lain. Hal itu dapat terjadi tentu jika kita menulis.

 

resilience3. Ketahanan

Banyak hal yang terjadi dalam hidup termasuk kehilangan, kondisi buruk dan sebagainya. Kita membutuhkan ketahanan untuk menghadapinya. Menulis adalah cara yang baik untuk membangun ketahanan tersebut. Ketahanan tidak berarti kita berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, melainkan menerima bahwa ada saat-saat ketika semuanya tidak baik dan mencari cara untuk bangkit dan pergi dari situ. Kita dapat menulis tentang hal-hal negatif seperti rasa marah, takut, kehilangan, kematian dengan kejujuran dan kejelasan, dengan cara yang membantu orang lain melalui kondisi-kondisi ini.

4. Penerimaan Diri

Sebagian besar kita dapat bersikap lebih keras pada diri kita sendiri daripada orang lain. Penerimaan diri berarti kita berusaha untuk tidak membandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Atau menghakimi diri sendiri karena hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita. Bukan hal yang mudah untuk mengatasi hal itu. Apalagi kita berada di dunia di mana sosial media terus menayangkan kebahagiaan dan kesuksesan orang lain. Menulis dapat meningkatkan empati kita. dan empati adalah keterampilan yang penting bagi para penulis untuk dapat memahami sudut pandang orang lain. Dan pada akhirnya membuat kita menerima diri sendiri.

balloons5. Makna

Kita menulis tentang apa yang kita hargai, dan membagikannya dengan orang lain. Menulis adalah tentang makna. Sebuah cara untuk memberikan pengalaman, fiksi dan non fiksi. Ketika kita memiliki makna akan apa yang kita lakukan, kita akan merasa lebih bahagia.

Menulis adalah cara yang baik untuk mencapai perasaan bahagia ketika kita merasa sendirian. Merasa mundur, kehilangan, kecewa, dan segala perasaan buruk yang mungkin akan kita alami. Jadi menulislah untuk kebahagiaan.