10 Ide Cerita Dunia Distopia

Menulis distopia bisa menjadi perjalanan yang mengasyikkan, kamu bebas menciptakan realitas di masa depan. Kalau kamu penggemar distopia dan ingin coba menulis genre ini, berikut adalah 10 ide cerita tentang dunia distopia untuk memulainya.

1. Di ‘dunia ini’ kematian bukan lagi momok, karena di sini kamu bisa memperpanjang hidupmu tanpa batas. Namun tentunya dengan biaya yang mahal, mereka yang memiliki banyak uang tidak perlu khawatir sampai sumber dari teknologi ini bocor ke tangan pemberontak!

2. Di dunia pasca-apokaliptik, seluruh populasi manusia hidup di bawah pemerintah global mengendalikan semua sumber daya yang tersisa dan masyarakat hidup dengan jatah. Banyak kelompok memberontak untuk diberikan jatah lebih banyak. Ada juga yang menggunakan kekuasaan untuk curang. Sementara mereka yang tidak mematuhi sistem ditangkap dan tidak pernah terlihat lagi.

3. Sebagian besar umat manusia telah mati setelah perang dunia dengan senjata nuklir. Manusia yang tersisa bertahan hidup di bunker-bunker bawah tanah, tetapi setelah bertahun-tahun sejak perang berakhir sumber daya mereka hampir habis. Beberapa kelompok tentara khusus ditugaskan meninggalkan bunker untuk menemukan bunker yang tidak terpakai yang masih penuh dengan sumber daya.

4. Manusia hidup dan bekerja di apartemen dan kantor yang lebih tinggi dari apa pun yang ada di dunia saat ini. Masyarakat melakukan perjalanan melalui mobil-mobil kecil di udara. Bumi di bawah terlarang. Siapa pun yang terlalu dekat dengan permukaan laut akan tertular penyakit mematikan.

5. Sebuah bencana global membunuh sebagian besar populasi manusia. Mereka yang selamat dan beruntung dibawa ke koloni di Mars. Para penyintas percaya bahwa mereka sedang diselamatkan, tetapi kehidupan di koloni Mars bukanlah seperti yang diduga. Status sosial ekonomi masih berlaku, dan orang-orang miskin dipaksa bekerja keras untuk golongan atas.

6. Setelah peristiwa apokaliptik, sebagian besar manusia mulai hidup di dalam realitas virtual melalui chip yang ditanam di otak. Chip ini terhubung ke sistem saraf. Mereka tinggal di alam semesta alternatif virtual bisa menjalani kehidupan sensorik penuh, dengan sensasi fisik seperti lapar, kesenangan, dan rasa sakit. Tiba-tiba perusahaan ruang realitas virtual ini diretas, dan ingatan para pengguna dihapus. Mereka yang hidup dalam realitas virtual ini tidak menyadari bahwa ternyata ada realitas asli. Seperti apakah realitas asli mereka?

7. Sebuah microchip diciptakan untuk merekam pengalaman manusia dan bisa menontonnya berulang kali dalam ingatan mereka. Sebuah tim peretas memasuki sistem dan memperoleh kekuatan untuk menghapus dan mengubah ingatan orang. Suatu hari, diberitakan bahwa para peretas telah ditemukan, diadili, dan dijatuhi hukuman. Namun seorang pemuda mengumumkan para peretas tidak pernah tertangkap—dialah salah seorang peretasnya.

8. Serangan dunia maya mematikan jaringan listrik di seluruh dunia. Kerusuhan pun terjadi di berbagai negara. Pihak yang bertanggung jawab adalah jaringan penyerang dunia maya. Mereka mengalihkan semua energi dunia menjadi satu jaringan listrik di mana mereka membangun kota bertembok tinggi untuk diri mereka sendiri, meninggalkan kehidupan manusia lainnya yang harus bertahan hidup dalam kegelapan.

9. Manusia terhubung dengan internet sejak mereka lahir hingga meninggal. Semua yang perlu mereka ketahui tentang kehidupan ada di layar yang terhubung dengan mereka. Suatu hari, wabah teknologi benar-benar menghapus internet. Apa yang terjadi selanjutnya pada manusia?

10. Sebuah aturan baru diberlakukan karena populasi bumi sudah terlalu tinggi—setiap manusia harus membuktikan nilai mereka untuk tetap hidup. Mulai usia 17 tahun, manusia harus mengikuti tes setiap tahunnya. Jika mereka gagal dalam ujian, mereka akan segera dibunuh.

Rekomendasi: 4 Buku George Orwell Wajib Baca

Sebagian besar pembaca mengenal George Orwell dari dua novelnya Animal Farm dan 1984. Kedua novel ini masih sama relevannya sekarang seperti saat pertama kali diterbitkan. Tidak hanya tentang totalitarianisme tetapi mengungkapkan sesuatu yang mendasar tentang sifat manusia itu sendiri.

Namun ada buku-buku George Orwell yang lain yang juga harus Anda baca, seperti Down and Out in Paris and London. Cerita tentang bagaimana dia melarat di Paris dan London. Segala sesuatu yang ditulisnya memiliki rasa pengalaman nyata yang diubah menjadi makna. Hampir semua karyanya terasa sangat otobiografi. Jadi jangan lewatkan untuk membaca karya-karyanya yang berikut:

1. 1984

Bagaimana jika berpikir independen saja bisa membuat kita disiksa bahkan dihukum mati? Bagaimana jika kita hidup dalam masyarakat di mana kita harus mengikuti manipulasi publik dan pemalsuan catatan sejarah oleh pemerintah? Inilah yang terjadi di 1984.

1984 merinci bagaimana sebuah negara totaliter bernama Oceania menjaga populasi masyarakatnya berada di bawah kendali total. Sang karakter utama Winston Smith adalah seorang karyawan di Kementerian Kebenaran, tugasnya mengubah catatan sejarah agar sesuai dengan apa yang dikatakan Partai. Namun, tidak seperti kebanyakan orang, Winston sadar akan manipulasi tersebut.

Novel 1984 ditulis pada 1949 artinya sudah 73 tahun perjalanannya dan masih belum kehilangan popularitasnya. Saya pikir mungkin karena George Orwell memberikan peringatan penting kepada seluruh dunia ketika kebebasan pikiran hilang dari dunia ini.

2. Animal Farm

Manor Farm adalah sebuah peternakan milik Mr.Jones yang kasar dan pemabuk. Hewan-hewan di situ terlalu banyak bekerja dan diperlakukan dengan buruk. Sampai akhirnya mereka bersatu untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.

Animal Farm bukan hanya cerita sederhana tentang hewan-hewan ternak, ada level yang lebih dalam dari cerita ini. Pesan fundamental Animal Farm adalah bahwa kekuasaan absolut itu korup, meskipun didasarkan pada idealisme dan niat baik. Revolusi melawan tirani yang dilakukan oleh hewan-hewan Manor Farm pada akhirnya malah bergerak menuju totalitarianisme yang sama mengerikannya. Pengisahan cerita yang kuat dan pemikiran mendalam yang diberikan pada alur dan karakternya menjadikan buku ini klasik.

3. Down and Out in Paris and London

Down and Out in Paris and London adalah kisah tentang bulan-bulan yang George Orwell habiskan bersama orang-orang miskin, melarat, dan setengah kelaparan yang tinggal di dua ibu kota besar dunia yaitu Paris dan London. Buku ini adalah semi-otobiografi atau memoar fiksi yang terbit pertama kali di Inggris pada 9 Januari 1933.

Di halaman pertama George Orwell langsung membawa Anda ke pinggiran kota Paris untuk melihat kesibukan sehari-hari di Rue du Coq d’Or. Di mana Anda akan berkenalan dengan Henri, pekerja selokan yang melankolis, Rougiers, pasangan tua yang compang-camping, dan Boris si tentara Rusia yang menjadi pelayan dan banyak karakter eksentrik melarat lainnya.  

Deskripsi George Orwell tentang kehidupannya yang melarat penuh dengan warna serta kenyataan yang gamblang. Ketika George tidak ke pegadaian untuk menggadaikan baju-baju lusuhnya, dia akan berjalan kaki berkilo-kilometer untuk mencari pekerjaan. Atau bagaimana dia bercerita menjadi tukang cuci piring dengan jam kerja yang tidak masuk akal. George memperlihatkan kemiskinan dengan prosa yang jernih, karena itu secara pribadi buku ini akan selalu menjadi salah satu favorit saya.

4. Keep The Aspidistra Flying

Gordon Comstock berasal dari keluarga yang miskin. Dia menerima pendidikan karena Julia sang kakak mengalah untuknya. Seseorang dalam keluarga Comstock harus memiliki pekerjaan yang bagus. Namun Gordon menolak gagasan untuk memiliki pekerjaan yang bagus. Meskipun dia seorang copywriter yang sedang naik daun di dunia periklanan London, Gordon melepaskan karirnya itu. Dia menghindari setiap kemewahan tetapi juga memendam kecemburuan terhadap mereka yang menikmatinya. Dengan putus asa dia berharap pada puisi-puisinya ketika kehidupan memburuk dari satu hari ke hari berikutnya.

Keep The Aspidistra Flying adalah buku yang akan membuat Anda penasaran. Saat membacanya saya tak sabar ingin melihat apa yang terjadi dan apa yang dilakukan Gordon selanjutnya.