Berhenti Pedulikan Pendapat Buruk Orang Lain

Seorang filsuf Romawi Marcus Aurelius pernah berkata: “Itu tidak pernah berhenti membuat saya takjub: kita semua mencintai diri kita sendiri lebih dari orang lain, tetapi lebih peduli dengan pendapat mereka daripada pendapat kita sendiri.” Sebagai mahkluk sosial, kita terprogram berada di dalam kelompok. Kita juga seringkali peduli tentang apa yang orang lain pikirkan. Entah mereka seorang teman, orang asing apalagi musuh.

Kecenderungan ini jika dibiarkan bisa membuat kita cemas karena merasa dihakimi ke mana pun kita pergi. Terlalu peduli tentang pendapat orang lain juga bisa menyebabkan kita kehilangan diri sendiri. Berhentilah memberi orang lain kekuatan atas hidupmu. Kamu bisa  memilih untuk percaya pendapat negatif orang lain, atau kamu bisa memutuskan sendiri siapa kamu dan akan menjadi apa kamu nantinya dengan beberapa hal berikut:

1. Komentar buruk orang lain adalah tentang mereka, bukan tentangmu

Dulu saya sering mengambil hati setiap komentar negatif yang saya terima dari orang lain. Namun lama-kelamaan saya jadi lelah sendiri. Saya juga bisa menarik kesimpulan kalau mereka yang sering berkomentar buruk tentang saya adalah orang-orang itu saja. Jadi itu bukan tentang saya. Melainkan itu soal mereka.

2. Ini adalah satu-satunya kehidupanmu

Semua cerita kehidupan kita akan berakhir sama, meskipun tidak nyaman kita harus menerima bahwa kita semua akan mati. Ketika menyadari bahwa kita hanya mendapatkan satu kehidupan, akan lebih mudah untuk berhenti terlalu peduli tentang apa yang dipikirkan orang lain. Lebih baik memfokuskan diri akan melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia dan menjalani hidup secara sepenuhnya.

3. Percayai beberapa pendapat, tapi lupakan sisanya

Penting sekali untuk memercayai beberapa orang untuk berbagi pendapat, atau orang yang dapat kamu hubungi atau kunjungi saat kamu perlu berbicara. Miliki beberapa orang dekat yang bisa kamu percayai; orang yang kamu kenal hanya menginginkan hal-hal baik terjadi bagimu.

4. Belajar melepaskan

Kamu tidak bisa mengubah pendapat orang lain terhadap dirimu. Meski terkadang sulit untuk mengubah cara kamu bereaksi terhadapnya tetapi itu bukan hal yang mustahil. Dan itulah satu-satunya hal yang harus kamu fokuskan.

5. Hindari membandingkan diri dengan orang lain

Akan selalu ada seseorang yang menurut kamu memiliki segalanya atau lebih maju darimu dalam sesuatu. Namun setiap kita menjalani kehidupan yang berbeda karena suatu alasan. Terkadang saya melihat diri saya di depan cermin dan merasa begitu gagal dibandingkan banyak orang. Namun saya belajar untuk menuliskan kemenangan-kemenangan kecil sebagai upaya lebih mengapresiasi diri saya. Meskipun saya belum mencapai hal ini atau hal itu dibandingkan teman-teman lain, tapi bisa berkarir sesuai dengan passion saya yaitu menulis adalah hal yang benar-benar saya syukuri dari hidup ini.

6. Fokus pada apa yang benar-benar penting

Perhatianmu adalah sumber dayamu yang paling berharga. Jika kamu ingin menjadi yang terbaik, pilihlah apa yang kamu perhatikan. Tidak mungkin untuk fokus pada semua hal sekaligus. Akan lebih konstruktif dan produktif untuk berkonsentrasi pada pemenuhan tujuan dan cita-cita.

7. Menjadi versi terbaik dari dirimu

Kita semua ingin disukai. Kita ingin menyesuaikan diri dan merasa dihargai oleh orang lain. Tetapi mencari persetujuan seperti itu adalah sumber stres yang konstan. Tidak hanya membuat kita tidak bahagia tetapi juga mengalihkan kita dari tujuan kita yang sebenarnya.

8. Tidak semua orang akan menyukaimu

Jangan buang waktumu untuk membuat semua orang menyukaimu, karena itu adalah hal yang tidak mungkin. Akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu tak peduli apa pun yang kamu lakukan. Habiskan waktu dan energi untuk menjalani kehidupan dengan bakat dan kemampuanmu untuk membuat dunia di sekitarmu menjadi lebih baik.

4 thoughts on “Berhenti Pedulikan Pendapat Buruk Orang Lain

  1. Sejak kecil saya tidak pernah ‘gagal’ tapi setelah selesai pendidikan saya mengalami kegagalan beruntun yang membuat saya mengalami depresi panjang lebih dari 4 tahun tapi akhirnya saya bisa melaluinya berkat dukungan moril dari mendiang Ayah saya. Yang beliau yakinkan hanya satu ; Saya harus menyukai diri saya sendiri sebelum mengharapkan orang lain menyukai saya. Dan ternyata menyukai diri sendiri adalah hal yang tersulit, sampai saat ini saya masih berusaha tapi saya mulai merasa lebih baik. Saya tidak lagi menuntut diri saya melakukan sesuatu dengan keras hanya karena mendengar omongan orang. Saya merasa rugi menjalani hidup yang singkat dengan mengmbil pilihan berdasarkan ‘kata orang’ toh mereka tidak akan pernah puas dengan apa yang saya capai. Toh saya yakin mereka tak pernah benar-benar peduli dengan hidup saya.

    Makasih karena tulisan Kakak membuat saya kembali bersemangat untuk terus menjadi diri sendiri. 😊

    Liked by 1 person

  2. Bener banget. Ketika kita berkomentar buruk terhadap orang lain, sebenarnya kita mungkin sedang merasa negatif terhadap diri sendiri.

    Btw salam kenal ya 😊
    Saya Tessa di Jerman 👋

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s