5 Kesalahan yang Harus dihindari Dalam Menulis Dialog

Ketika menulis dialog saya berpikir tentang apa yang ingin karakter saya katakan, dan kemudian saya bertanya apa yang akan menjadi kata terakhir yang akan saling dipertukarkan dengan karakter lain. Kata-kata terakhir tersebutlah yang akan memberikan petunjuk baru, masalah baru, tindakan baru, dan menciptakan perasaan yang baru mengantarkan kehalaman berikutnya dan seterusnya sehingga pembaca hanyut dan masuk ke dalam cerita. Mengingat pentingnya dialog dalam fiksi maka postingan ini saya harapkan dapat membantu Anda agar dapat menghindari kesalahan-kesalahan dalam penulisannya.

1. Suara yang sama

Pastikan setiap karakter yang Anda ciptakan memiliki suara yang berbeda. Mereka harus memiliki cara dan gaya bicara berbeda satu sama lain dan mungkin juga kosa kata yang unik. Setiap karakter seharusnya memang berbicara dengan cara yang berbeda.

2. Dialog yang kaku

Dialog Anda mungkin tidak terdengar alami. Untuk memperbaikinya bacalah dengan keras dan lihatlah apakah itu terdengar seperti sesuatu yang akan dikatakan karakter Anda. Jika tidak Anda bisa memperbaikinya.

christin-hume-610U5teI5B4-unsplash3. Obrolan ringan

Dialog yang ada hanya untuk ‘mengisi’ kekosongan dan tidak memajukan plot dan tidak memberikan pemahaman tentang karakter sebaiknya dibuang. Saya tahu itu menyakitkan dan bagi saya pribadi seringkali saya begitu mencintai adegan dan dialog tersebut karena berbagai alasan: lucu, manis, penuh warna, tapi kita membutuhkan dialog untuk melakukan bagiannya dalam cerita. 🙂

4. Eksposisi

Memaparkan cerita dalam dialog adalah jalan keluar yang mudah. Jika itu satu-satunya jalan cobalah lakukan sesingkat mungkin atau pecah ke dalam beberapa bagian. Namun di atas segalanya hindari menuliskan eksposisi yang panjang sebisa mungkin.

5. Dialog Tag yang Terlupakan

Penting untuk mengetahui siapa yang berbicara dalam dialog yang Anda tulis. Jika pembaca berhenti karena dia tidak bisa membedakan karakter mana yang berbicara, Anda perlu memasukkan dialog tag, tapi juga jangan berlebihan. Pada waktu editing Anda bisa memasukkan poin ini dalam proses agar tidak lupa.

Menulis dialog bukan hal yang mudah, dan dalam menulis tidak ada yang instan, semoga tips di atas bisa membantu. Tetap semangat menulis Writers 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s