4 Tanda Kurang Berkembangnya Karakter dalam Novel

Pernahkah Anda merasa bahwa novel Anda mungkin kekurangan sesuatu? Seperti ada kekosongan dalam cerita? Anda sudah mengerahkan banyak pekerjaan untuk memoles plot, membangun setting cerita Anda namun entah kenapa tetap masih terasa hampa.

Jika itu terjadi, mungkin Anda bisa melihat kembali kepada karakter Anda. Pembaca lebih bisa menoleransi kekurangan lain dalam novel Anda asalkan karakter Anda mempunyai kepribadian dan dimensi. Inilah mengapa begitu penting untuk mengembangkan karakter. Dalam postingan berikut, Anda dapat melihat tanda-tanda karakter yang kurang berkembang. Dengan mengenalinya, Anda bisa memoles kembali cerita Anda.

1. Dialog yang datar

Mungkin Anda berpikir apakah hubungannya antara dialog yang datar dengan karakter yang kurang berkembang? Dialog diucapkan oleh para karakter dalam novel. Saat Anda merasakan dialog atau percakapan yang datar, sebaiknya periksa motivasi, perspektif dan sikap karakter Anda. Mungkinkah lubang dalam karakterisasi karakter Anda berkontribusi pada datarnya dialog mereka? Dialog yang segar dan tidak bertele-tele datang dari karakter yang lengkap dan berkembang dengan baik.

sydney-sims-fZ2hMpHIrbI-unsplash2. Kurangnya emosi

Manusia adalah makhluk emosional. Kita semua merasakan emosi dalam banyak hal, terlepas dari apakah kita melepaskannya keluar atau tidak. Sebagai penulis, kita mungkin kesulitan untuk mengomunikasikan emosi pada halaman cerita sehingga membuat karakter kita seperti robot, bukan orang sungguhan. Sangat penting untuk menghembuskan kehidupan ke dalam karakter Anda dan memberi mereka kedalaman. Itu bisa berupa emosi yang alami.

3. Monolog dalam batin yang panjang

Saya sebenarnya menyukai monolog dalam batin. Ini adalah wadah untuk memaparkan pemikiran karakter yang unik juga agar pembaca benar-benar mengerti apa yang ada di dalam kepala mereka. Tapi monolog dalam batin cenderung terasa datar dan jika Anda harus menulis monolog ini panjang dan berparagraf-paragraf hanya untuk memastikan dan mencari tahu apa yang terjadi di dalam kepala karakter Anda, maka mungkin Anda belum mengetahui lebih dalam tentang perkembangan mereka.

4. Kurangnya keinginan atau rasa takut

Orang yang nyata memiliki keinginan. Mereka memiliki motif untuk semua yang mereka lakukan, meskipun itu sesederhana mengarahkan percakapan ke arah tertentu. Orang juga memiliki ketakutan. Karakter tanpa rasa takut tidak mungkin berhubungan dengan orang lain. Jika karakter Anda tidak menginginkan sesuatu maka cerita tidak akan ada. Hal inilah yang mendorong karakter untuk melakukan apa yang mereka lakukan.

Terkadang Anda akan melihat tanda-tanda ini di draft pertama, dan itu tidak apa-apa. Itu normal. Jadi jika Anda sedang menyusun novel Anda sekarang, Anda dapat membuat catatan di mana Anda mengamati tanda-tanda ini lalu merevisinya nanti. Selamat menulis 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s