4 Elemen yang harus ada pada paragraf pertama cerita Anda

Mengapa penulis perlu fokus pada paragraf pertama? Dan apa yang membuat paragraf pertama yang bagus? Paragraf pertama membawa beban dari seluruh halaman dalam novel Anda. Pembaca menginginkan paragraf yang mempunyai efek, dan membuka jalan untuk mereka masuk ke dunia yang Anda ciptakan. Jika Anda menginginkan paragraf seperti itu, berikut adalah elemen-elemen spesifik yang bisa Anda masukkan dalam paragraf pertama, sehingga membantu Anda untuk memikirkan adegan-adegan di dalamnya:

1. Protagonis cerita

Rachel

Ada onggokan pakaian di samping rel kereta. Kain biru muda—mungkin kemeja—bercampur aduk dengan sesuatu yang berwarna putih kotor. Itu mungkin sampah, bagian dari sampah yang dibuang sembarangan di tepian sungai dalam hutan belukar kecil. Itu mungkin saja peninggalan insiyur-insiyur yang bekerja di bagian rel di sini, mereka cukup sering kemari. Atau, itu mungkin sesuatu yang lain. Dulu ibuku sering mengatakan bahwa imajinasiku terlalu aktif; Tom juga berkata begitu. Aku tak bisa menghentikan kebiasaan ini. Ketika melihat onggokan benda yang dicampakkan, kaus kotor atau sepatu sebelah, mau tak mau yang terpikirkan olehku pasangan sepatu itu, dan kaki yang pas dengannya. –The Girl on the Train (Paula Hawkins)

Contoh di atas menunjukkan sudut pandang yang unik dari Rachel—protagonis novel tersebut. Rachel mempunyai imajinasi yang aktif, dia bisa membayangkan apa saja, dan dia tidak bisa menghentikannya. Ada sesuatu yang sepertinya mengganggu, menelisik perasaan kita sebagai pembaca ketika kalimat berikut ditulis: Ketika melihat onggokan benda yang dicampakkan, kaus kotor atau sepatu sebelah, mau tak mau yang terpikirkan olehku pasangan sepatu itu, dan kaki yang pas dengannya.

Pembaca perlu mengenal karakter utama Anda sejak awal, sehingga itu bisa menjadi benih yang bagus untuk dipupuk agar pembaca semakin bersimpati padanya.

Flipped2. Cita-cita dan motivasi karakter

Bryce

Aku cuma ingin Juli Baker pergi. Aku ingin dia nggak ikut campur urusanku dan memberiku sedikit ruang. –Flipped (Wendelin Van Draanen)

Paragraf pertama dalam novel Flipped di atas memberikan motivasi jelas pada pembaca bahwa Bryce punya tujuan untuk menghindari Juli Baker apa pun yang terjadi. Kemudian lihatlah apa yang tertulis dalam paragraf pertama dari sudut pandang Juli Baker.

Julianna

Pertama kali bertemu Bryce Loski, aku jungkir balik. Sungguh, baru melihatnya saja aku jadi seperti orang gila. Pasti karena matanya. Ada sesuatu di matanya. Matanya yang biru dengan bulu mata yang hitam itu benar-benar memukau. Sangat memesona. –Flipped (Wendelin Van Draanen)

Kedua paragraf pertama dalam masing-masing sudut pandang kedua karakter mengarahkan pembaca kepada motivasi, tujuan atau cita-cita para karakter. Ketika kita membaca sudut pandang Bryce, kita mungkin kesal dengan Juli. Tapi ketika penulis mengajak kita mengintip benak Juli, kita tahu kalau kita pernah ada di sana—jatuh cinta. Hal itu langsung membuat kita terhubung kepada kedua karakter, kita bersimpati pada mereka. Ada emosi yang ditanam oleh penulis agar kita penasaran tentang apa yang akan terjadi pada kedua motivasi berlawanan ini pada akhirnya? Cerita bergerak terarah, kita mengerti arahnya, tapi masih tetap ada tanda tanya di situ.

3. Ketidakpastian di masa depan

SUAMINYA HAMPIR TIBA DI rumah. Kali ini, dia akan terpergok.

Tak ada selembar pun tirai, atau sebilah pun kerai, di rumah nomor 212—rumah Bandar merah-karat yang dulunya dihuni pasangan Mott yang baru menikah, hingga baru-baru ini, ketika mereka tak lagi menikah. Aku tak pernah berjumpa dengan suami istri Mott, tapi terkadang aku mengecek mereka di internet: profil LinkedIn si suami, halaman facebook si istri. Daftar hadiah pernikahan mereka masih berlaku di toserba Macy’s. aku masih bisa membelikan peralatan makan untuk mereka. –The Woman In The Window (A.J. Finn)

TWIWDari paragraf tersebut, dapat dikatakan bahwa protagonis punya hobi mengamati rumah-rumah tetangganya. Dengan kalimat pertama di atas, ada ketidakpastian yang sengaja dimunculkan penulis. Apa maksud dari terpergok? Mungkinkah sang istri sedang berselingkuh dan sang suami hampir tiba untuk memergokinya? Protagonis dan Anda menonton dan menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Elemen ketidakpastian akan meletakkan ketegangan dan komplikasi di masa depan. Ini intrik yang baik untuk menarik masuk pembaca Anda.

 

4. Peristiwa. Kejadian. Situasi.

Elemen ini mendorong Anda untuk menciptakan adegan pertama di mana protagonis Anda sedang berada di tengah-tengah sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa konflik, drama, situasi tegang yang menempatkan protagonis tepat di jantung adegan untuk menunjukkan ketakutannya, impiannya, rasa kemanusiaannya, atau apa pun yang ingin Anda ungkapkan tentang dirinya kepada pembaca.

Hukum mengharuskan kami selalu mencatat nama orang tak bersalah yang kami bunuh.

Sedangkan menurutku, mereka semua tidaklah bersalah. Bahkan yang berdosa sekalipun. Semua memang memiliki dosa, dan semua masih memiliki ingatan masa kecil mereka yang lugu, meski beberapa lapis kehidupan membungkus kenangan itu. Umat manusia berdosa, dan kedua pernyataan itu adalah kebenaran tak terbantahkan. –Scythe (Neal Shusterman)

Dengan menempatkan mereka di situasi tersebut, Anda bukan hanya memperkenalkannya sebagai pribadi yang punya sudut pandang unik, tapi juga dijanjikan pada situasi, peristiwa atau dunia tak lazim dan dramatis yang ada di halaman-halaman berikutnya.

Paragraf pertama memberikan karakter Anda untuk berbicara. Paragraf pertama adalah kesempatan untuk memesona, menarik perhatian pembaca Anda agar mereka mau membaca keseluruhan cerita Anda. Dan bahkan mengingatnya lama setelah mereka menyelesaikan buku Anda.

 

Advertisements

4 thoughts on “4 Elemen yang harus ada pada paragraf pertama cerita Anda

    • Bisa banget! Ini contoh opening line non fiksi yang mempunyai elemen-elemen di atas.

      ISTANBUL –ORHAN PAMUK
      Sejak usia yang masih sangat muda, aku curiga di duniaku terdapat lebih banyak hal ketimbang yang dapat kulihat: di suatu tempat di jalan-jalan Istanbul, dalam sebuah rumah yang mirip dengan rumah kami, hiduplah Orhan lain yang sangat menyerupaiku sehingga dia bisa dianggap sebagai kembaranku, bahkan duplikatku.

      Opening Line Istanbul terdapat poin pertama yaitu protagonis cerita yang mempunyai sudut pandang unik.

      THE GEOGRAPHY OF LOVE — PETER THEISEN

      Bagiku cinta itu seperti teka-teki silang. Sejak bertahun-tahun lalu, kuisi kotak jawaban dengan semangat. Beberapa jawaban sudah aku hafal. Misalnya: “22 huruf untuk Syarat hubungan yang awet dan langgeng: mau dan bersedia kompromi.” Atau “8 huruf untuk yang tidak bisa dilakukan oleh pria: menyimak”. Aku ahlinya di sini….
                  Umurku 44 tahun, cukup sukses dalam karier. Aku tidak bodoh, dan kata orang penampilanku cukup menarik. Secara umum, aku cukup memesona. Aku belum punya anak, sedangkan pernikahan seakan-akan masih teramat jauh sejauh jarak ke planet Venus. Meskipun kata orang, aku bukanlah tipe yang layak dihindari, ya…maksudnya untuk pernikahan, bukan perjalanan ke Venus….

      Opening Line The Geography of Love terdapat poin 2 –> cita-cita dan motivasi karakter. Juga poin 3 yaitu masa depan yang tidak pasti, kita tidak tahu apakah Peter akhirnya mendapatkan cintanya atau tidak.

      THE GEOGRAPHY OF GENIUS –ERICK WEINER

      Cahaya. Barangkali faktor cahayanya. Pikiran tersebut menyeruak ke dalam otakku yang kurang tidur, melenggang dengan lagak canggung bak penganut aliran klasik yang sedang mabuk. Ya, pikirku sambal mengerjap mengusir berjam-jam udara pengap Boeing, cahayanya.
      ……Cahaya Yunani tajam dan bersiku-siku. Jenis cahaya yang membuat kita menaruh perhatian, dan seperti yang akan segera kuketahui, menaruh perhatian adalah langkah pertama di jalan menuju kegeniusan. Sewaktu menatap ke luar jendela taksi sambil menaungi mata dari sinar matahari pagi yang terik menyengat, mau tak mau, aku bertanya-tanya. Apakah aku sudah menemukan sepotong teka-teki Yunani?

      Erick Weiner berada dalam perjalanannya menuju Yunani untuk menemukan mengapa Yunani berhak menjadi salah satu tempat di mana genius ditemukan/diciptakan. Terdapat poin 4 yaitu kejadian/peristiwa/ situasi dalam opening line tersebut.

      Basically, teori-teori dalam fiksi bisa diterapkan juga ke buku-buku non fiksi, hanya mungkin diadaptasi sesuai dengan genrenya. Semoga membantu ya 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s