4 Hal yang Jangan Dilakukan Dalam Menulis Cerpen (The Don’ts dalam Menulis Cerpen)

Hanya karena lebih pendek daripada sebuah novel, bukan berarti menulis sebuah cerpen lebih mudah dan tidak membutuhkan keterampilan untuk dapat mengeksekusinya dengan baik. Dari postingan sebelumnya kita sudah melihat hal-hal yang harus dilakukan dalam menulis cerpen, sekarang kita bisa melihat hal-hal yang sebaiknya jangan dilakukan saat menulis cerpen:

1. Jangan menceritakan semua 

Dalam cerpen, apa yang dikatakan sama pentingnya dengan apa yang tidak dikatakan. Tidak ada ruang untuk keluar dari topik cerita. Jadi Anda harus memilih mana yang sangat perlu untuk dikatakan, mana yang tidak perlu. 

2. Jangan menambahkan karakter daripada yang bisa Anda tangani 

Anda harus memperhatikan jumlah karakter yang Anda ciptakan dalam cerpen. Apakah mereka mempunyai fungsi dan tugas dalam cerita atau tidak. Selain protagonis, dan antagonis, Anda juga bisa tetap memasukkan karakter-karakter minor. Dengan deskripsi yang adil yaitu memperdalam karakter-karakter utama Anda.

expression 13. Jangan menambahkan ekspresi yang tidak berarti dalam cerpen Anda

Hanya karena satu kalimat akan memberikan kesan yang sangat baik tidak berarti cocok dengan konteks cerpen Anda. Sehingga ini akan membuang-buang usaha dan menciptakan kalimat yang sama sekali tidak berguna.

4. Jangan memberikan semua informasi dalam satu kalimat atau paragraf

Semua informasi dapat Anda ukur dengan baik, untuk membuat pembaca Anda menahan napas sampai kalimat-kalimat terakhir. Jangan memberikannya langsung sejak awal cerita. Nantinya Anda akan kehabisan yang perlu ditulis. Kapan pun memungkinkan, cobalah untuk memasukkan twist yang masuk akal, atau kejutan di akhir kisah karena itu dapat memberikan makna baru pada cerita Anda.

Salah satu keterampilan yang paling sulit tetapi juga paling penting untuk dicapai adalah menulis cerita yang meninggalkan efek pada pembaca Anda. Jika kalimat terakhir Anda bisa mengandung twist yang kuat maka itu akan memberi cahaya pada cerita. Sehingga mengetahui kapan harus menahan informasi dan mengeluarkan kalimat sangat penting, terutama dalam menulis cerpen.

Selamat menulis, Writers!

Baca juga:

5 Hal yang Harus Dilakukan dalam Menulis Cerpen (The Do’s dalam Menulis Cerpen)

Menulis Cerpen: 7 Cara Membuat Adegan Pertama Cerpen Menjadi ‘kail’ Bagi Pembaca

Menulis Cerpen: 6 Hal yang Harus Ada Dalam Cerpen

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s