4 Pertanyaan Sebelum Membunuh Karakter dalam Cerita Anda

Ada banyak alasan penulis untuk membunuh karakter-karakternya. Mungkin untuk dampak emosional, mungkin juga untuk perubahan dramatis plot, saya sendiri biasanya membunuh karakter untuk kepentingan plot dan pertumbuhan karakter. Membunuh karakter bagaimanapun juga tidak bisa dilakukan hanya demi mengejutkan pembaca. Memang kita membutuhkan unsur kejutan tapi membunuh karakter hanya semata-mata untuk itu adalah bukan alasan yang tepat.

Karakter harus mati pada saat tujuan kematian mereka akan paling berdampak pada cerita. Jadi bagaimanakah kita dapat mengetahui apakah kita dapat membunuh karakter dalam cerita? Dan kapankah itu harus dilakukan? Berikut adalah hal-hal yang harus Anda periksa atau tanyakan kepada diri Anda sebelum melakukannya:

1. Apakah kematian karakter Anda tersebut akan memajukan plot? Memajukan plot adalah hal terpenting dalam menulis cerita. Dan apabila kematian karakter Anda dapat menarik plot untuk maju, maka membunuh karakter adalah alasan yang baik.

2. Apakah kematian karakter Anda memenuhi tujuan pribadi dari karakter tersebut? Para penulis menciptakan karakter untuk tujuan tertentu. Dan jika peran karakter tersebut harus mati untuk memenuhi tujuannya, maka Anda membutuhkannya. Contohnya, dalam novel City of Heroes saya harus membunuh beberapa karakter di mana kematian mereka memenuhi tujuan pribadi sebagai pahlawan yang merupakan tema dari novel tersebut.

Death 13. Apakah kematian karakter merupakan motivasi untuk karakter lain (biasanya karakter utama)? Kematian sekalipun di dalam cerita pastilah menyakitkan, tapi seringkali hal-hal yang menyakitkan yang terjadi pada karakter Anda (seperti kematian orang yang mereka sayangi) bisa membentuk mereka dan akhirnya memotivasi mereka. Dalam hal ini kematian bisa dijadikan pilihan.

4. Apakah kematian tersebut menekankan tema yang sama? Dalam cerita-cerita crime, thriller, perang, misteri, dibutuhkan beberapa atau banyak kematian untuk menjalin cerita. Hampir tidak mungkin membuat cerita tentang kejahatan psikopat tanpa korban, bukan?.

Setiap karakter dalam cerita harus ada di sana karena alasan tertentu. Dia ada di sana untuk menjalankan fungsi tertentu. Jika dia tidak menjalankan fungsi itu, maka Anda harus mempertanyakan tujuannya dalam cerita. Dan jika dia mengisi peran dalam cerita Anda, maka tanyakan pada diri Anda: siapa yang akan mengisi peran itu jika Anda membunuhnya? Itu dapat menjadi pertimbangan terakhir untuk membunuh karakter Anda. Kematian karakter dalam cerita dapat mengangkat cerita menjadi istimewa jika dilakukan dengan tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s