Mewaspadai Repetisi dalam Novel

Sebenarnya tidak apa-apa bila Anda menulis sampah, asalkan Anda mengeditnya dengan brilian. C.J Cherryh

 

Masalah yang sering terjadi dalam menulis karya fiksi yang panjang adalah pengulangan kata atau repetisi yang tidak disengaja. Bahkan penulis berpengalaman pun dapat lengah dengan repetisi. Kadang-kadang penulis mencoba terlalu keras untuk membuat pembacanya terkesan dengan mengulangi sebuah informasi lebih dari sekali. Namun faktanya, repetisi malah memperlemah cerita. Repetisi yang seperti ini justru akan menjadikan jalan cerita berbelit-belit.

Namun, ada juga repetisi yang sengaja dilakukan oleh penulis. Repetisi seperti ini memiliki tujuan. Seorang penulis harus memahami perbedaannya. Sementara itu, hanya ada satu jalan untuk menghindari repetisi yang tidak disengaja. Kita harus membaca dan merevisi naskah berkali-kali. Sering kali naskah harus diberikan kepada para reviewer sebelum masuk untuk proses editing.

Contoh:

Perhatikan cara merevisi repetisi dalam cerita berikut.

Ada repetisi yang bertujuan menegaskan cerita, ada pula repetisi akibat kelalaian penulis. Menangani repetisi memang memerlukan seni tersendiri untuk membuat penyajian cerita lebih menarik.

book1

Naskah

Mata-mata butuh operasi rahasia. Aku tahu kedengarannya sinting, tapi itu benar. Karena walaupun otak kami…kau tahu ‘kan…seukuran otak normal, setiap mata-mata yang menyamar tahu bahwa pikiran manusia cukup besar sehingga bisa membuat seseorang tersesat di dalamnya—kau bisa sinting kalau punya terlalu banyak waktu luang dan terlalu banyak ruang untuk membiarkan ketakutan-ketakutan terbesarmu terbebas lepas. Jadi, yeah …mata-mata butuh operasi rahasia. 

Diadaptasi dari: Only Good Spy Young

Revisi

“Mata-mata selalu membutuhkan operasi rahasia. Aku tahu kedengaranannya gila, tapi itu benar. Karena walaupun otak kami berukuran normal sama seperti manusia lainnya, tapi setiap mata-mata paham betul bahwa ruang pikiran manusia itu cukup besar untuk membuat seseorang tersesar di dalamnya. Maksudku, sebagai mata-mata, kau bisa sinting kalau punya terlalu banyak waktu luang, yang hanya akan memberimu lebih banyak kesempatan untuk mengungkap ketakutan-ketakutan terbesarmu. Jadi, yeah…memang benar, mata-mata selalu membutuhkan operasi rahasia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s