Cara Memperbaiki Karakter yang Rusak (Bagian 1)

Hai Writers, tanpa karakter yang menarik maka tulisan kita dapat dikatakan gagal. Nah agar cerita kita tidak gagal, kita harus bisa menganalisa apakah karakter yang kita ciptakan rusak atau tidak. Dan Writers, karakter kita tidak ditulis di atas batu. Jadi jika kita menemukan masalah pada salah satu karakter, maka kita dapat memperbaiki mereka.

Kita dapat menulis ulang karakter kita untuk membuatnya lebih dalam, lebih dapat dipercaya, dan lebih menarik. Tapi pertama-tama kita perlu mendiagnosa masalah. Bagian ini dapat memberi tahu Anda cara mengubah karakter yang membosankan, dangkal, tidak dapat dipercaya, atau tidak disukai.

1. Karakter yang Membosankan

Karakter yang menarik adalah ketika mereka memiliki tujuan yang kuat dan menarik. Ketika mereka tidak memiliki tujuan yang baik, mereka akan menjadi membosankan. Jika karakter Anda membosankan, berikan sesuatu yang sangat mereka inginkan.

Pada awal cerita, karakter Anda mungkin belum memiliki tujuan cerita yang jelas. Tidak apa-apa. Tapi perlu diingat kalau cerita Anda adalah tentang rintangan atau gangguan dalam kehidupan karakter utama Anda. Sebelum cerita pecah pada mereka, mereka masing-masing menjalani hidup dan mengejar tujuan. Mungkin itu hanya sebuah tujuan yang sederhana, tetapi mereka memiliki sesuatu yang ingin mereka lakukan atau miliki. Tujuan-tujuan sederhana itulah membuat pembaca Anda tertarik ketika Anda membawa karakter Anda kepada sasaran ceritanya.

karakter 12. Karakter yang Dangkal

Saya menyebut karakter-karakter dangkal ketika tidak banyak yang mereka miliki: ketika pembaca dapat memprediksi apa yang akan mereka lakukan atau katakan, ketika mereka tampil dengan satu-dimensi saja, atau ketika minat mereka tampak sepele dan tidak penting.

Apa yang dapat menyembuhkan karakter dangkal? Values atau nilai-nilai. Berikan karakter Anda minimal dua nilai-nilai, dan pastikan itu bertentangan dengan nilai satunya.

Contoh: Anda memiliki karakter utama yang pekerjaannya hanya nongkrong dan berjemur di pantai, tersenyum dengan para surfer dan penjaga pantai. Dia hanya memiliki satu nilai saja yaitu: Bergaul di pantai adalah lebih dari apa pun di dunia ini. Ketika Anda menulisnya seperti itu, maka ada rasa dangkal dari karakternya, bukan? Tetapi jika Anda menambahkan kedalaman untuknya tidaklah terlalu sulit. Sekarang cari tahu mengapa dia menghabiskan begitu banyak waktu di pantai?

Mungkin ibunya meninggal, dan ayahnya adalah seorang pemabuk. Rumah adalah neraka untuknya, jadi pantai membebaskannya dari semua tekanan dan masalahnya. Tapi pantai bukanlah nilai-nilanya yang sebenarnya. Nilai-nilai yang sebenarnya adalah “Keluarga penting bagi saya.” dan “Kedamaian dan stabilitas penting bagi saya.” Dua nilai ini menciptakan konflik bagi karakter Anda, karena keluarganya melanggar kedamaian dan stabilitasnya. Itulah sebabnya dia pergi ke pantai. Tiba-tiba saja karakter Anda menjadi lebih dalam, bukan?

Nah dua poin selanjutnya saya bahas di postingan berikut ini: Cara Memperbaiki Karakter yang Rusak (Bagian 2). Jadi jangan lewatkan ya Writers!

Advertisements

2 thoughts on “Cara Memperbaiki Karakter yang Rusak (Bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s