Alasan Mengapa Penulis Perlu Memberikan Setiap Karakter Masa Lalu

Karakter Anda tidak lahir kemarin. Mereka memiliki sejarah keluarga yang panjang dan kompleks. Mereka juga memiliki kehidupan awal dengan banyak kegagalan, trauma, kemenangan, bencana dan keputusan. Masa lalu karakter Anda dikenal sebagai backstory atau latar belakang, ini membantu Anda membuat sketsa karakter, dan menghindari stereotipe.

Memahami materi backstory

Masa lalu karakter menentukan jenis orang yang Anda ciptakan dalam novel Anda. Masa lalu hanyalah sebuah panduan yang tidak sempurna untuk masa depan. Karakter Anda memiliki keinginan bebas, dapat memilih melepaskan diri dari masa lalunya dan mengejar masa depan yang baru. Tapi apakah dia akan berhasil? Tujuan Anda sebagai penulis adalah membuatnya masuk akal.

Mengapa backstory penting bagi Anda sebagai Penulis

Anda harus mengerti dari mana karakter Anda berasal, atau Anda tidak akan pernah mengerti apa yang diinginkan karakter Anda atau mengapa dia bertindak dan memutuskan sesuatu seperti dirinya sekarang. Jika Anda tidak tahu, maka pembaca pun tidak akan tahu.

character 1Tentu saja, Anda tidak perlu memikirkan latar belakang karakter Anda sekaligus. Itu semua tergantung dengan paradigma kreatif cerita Anda, Anda mungkin tidak tahu backstory sebelum Anda mulai menulis. Tapi pada akhirnya mau tak mau Anda harus mengembangkan backstory Anda.

Menurut pengalaman saya, saya harus mengetahui setidaknya latar belakang yang penting sebelum memulai cerita, karena tanpanya saya tidak dapat memajukan cerita. Ketika menulis City of Heroes misalnya, saya harus menciptakan Orion begitu trauma dengan kata ‘pahlawan’ agar di masa depan, dia harus berhadapan dengan trauma dan ketakutannya sendiri sebelum menjadi ‘pahlawan’ bagi Alora, sahabatnya.

Pekerjaan Anda sebagai penulis fiksi adalah menyedot pembaca ke dalam cerita dengan sangat baik sehingga akhirnya mereka penasaran mengapa karakter Anda berperilaku seperti dia sekarang.

Backstory menghidupkan banyak hal, tapi jangan keluarkan semuanya sekaligus. Keluarkan backstory itu dalam cuplikan kecil, biarkan pembaca penasaran, ingin tahu lebih banyak. Jauh lebih baik jika pembaca menginginkan lebih banyak backstory. Jika Anda membuang terlalu banyak backtory pada pembaca di awal buku, Anda mungkin akan memperlemah ceritanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s