Mendefiniskan Peran Karakter saat Menulis Novel

Sebagai penulis fiksi kita menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan dan mengenal karakter utama, membayangkan sejarah kehidupan yang rumit dan menggali lebih dalam untuk menemukan motivasi yang masuk akal. Jika kita tidak tahu karakter kita, maka pembaca pun tidak.

Postingan berikut ini dapat membantu Anda untuk mengungkapkan karakter-karakter kepada pembaca. Membantu Anda memutuskan bagaimana menyaring cerita Anda melalui persepsi karakter, apakah karakter tersebut menceritakan kisahnya melalui persepsi mereka, apakah karakter itu menceritakan kisahnya atau Anda menceritakannya kepadanya.

Mendefinisikan peran: memutuskan siapa yang masuk ke dalam novel Anda

Tentu Anda akan membuat karakter yang orisinil untuk novel Anda. Anda mungkin akan mengikuti pola umum (mapan) tertentu dalam bagaimana karakter Anda berfungsi dalam cerita Anda. Pola ini dikenal sebagai arketipe. Mengetahui arketipe penting untuk menciptakan karakter dan tujuan mereka dalam cerita. Juga dapat membantu pembaca memahami cerita Anda. Berikut beberapa arketipe umum di dalam cerita fiksi:

1. Hero (protagonis)

Pahlawan cerita Anda biasanya adalah orang yang diingat pembaca Anda. Kebanyakan novel memiliki hero yang kuat, meski biasanya yang tidak sempurna. Thomas adalah pahlawan dari novel Maze Runner. Robert Langdon adalah pahlawan The Da Vinci Code karya Dan Brown. Dalam kebanyakan kategori, seorang pahlawan bisa pria atau wanita. Katniss adalah contoh pahlawan dari The Hunger Games.

2. Penjahat (antagonis)

Penjahat dalam cerita biasanya adalah orang yang menentang sang pahlawan. Dalam seri yang panjang, pahlawan tunggal umumnya memiliki banyak penjahat dalam setiap cerita. Voldemort dalam novel Harry Potter, Presiden Snow dalam The Hunger Games. Namun, Anda mungkin memiliki penjahat yang bertahan untuk bertarung lagi pada hari lain, seperti yang dilakukan Jim Moriarty dalam permainannya dengan Sherlock.

karakter 23. Antihero

Ini adalah protagonis nontradisional yang tidak memiliki kebaikan dari pahlawan biasanya. Contoh yang paling populer adalah Macbeth dan Hamlet dalam drama Shakespeare.

4. Sidekick

Teman dekat sang pahlawan, biasanya memiliki kualitas yang melengkapi sang pahlawan. Dr. Watson berperan sebagai sahabat Sherlock Holmes, yang sering memberi kontribusi pada keahliannya. Spock dan McCoy adalah sidekicks untuk Kapten Kirk dalam Star Trek.

obi wan5. Mentor

Biasanya adalah guru yang lebih tua dan bijak yang membimbing pahlawan dalam perjalanan menuju kedewasaan. Obi-Wan Kenobi berperan sebagai mentor Luke Skywalker di Star Wars. Gandalf adalah mentor Frodo di The Lord of The Rings. Seringkali para mentor meninggal, membiarkan sang pahlawan meraba-raba, belum sepenuhnya terlatih. Tapi kematian sang mentor biasanya justru membuat hero bertumbuh pesat dan mengenal dirinya sendiri.

Jika Anda melakukan sedikit riset, Anda bisa menemukan daftar panjang berbagai arketipe, termasuk para figure ibu, remaja polos, pengganggu, kambing hitam, dan banyak lagi. Daftar ini dapat memandu Anda dalam memikirkan dan menciptakan karakter yang novel Anda butuhkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s