3 Cara Mendeskripsikan (Menciptakan) Tempat (Setting) dalam Novel

Sebagai penulis fiksi, tujuan Anda adalah menciptakan dunia cerita yang sepenuhnya terbayangkan di benak pembaca Anda. Ini sulit karena Anda memiliki batasan kata. Novel rata-rata kurang dari 100.000 kata, dan Anda memerlukan sebagian besar kata-kata itu untuk menceritakan kisah Anda, bukan untuk menggambarkan dunia cerita Anda. Artinya Anda tidak bisa menyia-nyiakan satu kata pun.

Ketika Anda menggambarkan suatu tempat, siapa pun, apa pun dalam cerita Anda, ini yang harus Anda perhatikan:

  • Berilah pembaca pengalaman emosional yang kuat.
  • Teruskan cerita Anda bergerak dengan memadukannya secara halus dengan aksi, dialog, monolog dalam batin, dan emosi batin.
  • Sesuaikan deskripsinya ke dalam cerita.

Berikut adalah tiga cara mendeskripsikan tempat  (setting) dalam novel yang bisa Anda ikuti:

emotion 11) Menenun kekuatan emosi ke dalam deskripsi Anda.

Segala sesuatu di dunia cerita Anda memiliki satu dari tiga arti untuk masing-masing karakter, yaitu baik, buruk, atau netral. Sebagian besar waktu dan sebagian besar dunia cerita Anda akan netral untuk karakter Anda, jadi lewati saja deskripsi, kecuali salah satu dari hal berikut berlaku:

⇒Anda benar-benar harus menggambarkan sesuatu untuk menggerakkan cerita ke depan.

⇒Anda perlu mengatur sesuatu yang penting nanti di cerita ke depan.

Misalnya, ada sebuah rumah kosong di sudut jalan tempat karakter Diana tinggal. Diana berjalan melewati rumah itu setiap hari berjalan kaki menuju stasiun kereta untuk ke kantornya. Rumah itu sama sekali tidak berarti bagi Diana atau rumah itu netral baginya. Jadi, sebutkan rumah itu jika rumah itu akan menjadi penting nanti di dalam cerita. Katakan kepada pembaca bahwa rumah itu ada, tapi jangan buang banyak kata untuk menjelaskannya. Jika Diana akan perlu masuk ke rumah itu, maka bisa dijelaskan dalam deskripsi.

2) Apakah Anda perlu deskripsi sampai ke detail sempurna?

Misalnya, dalam cerita Anda terdapat sebuah gunung api, apakah Anda benar-benar perlu menggambarkan sebuah gunung berapi dalam detail sempurna? Mungkin, jika karakter Anda adalah seorang ayah yang khawatir sedang menyusuri jalan setapak mencari anak perempuannya yang hilang saat naik gunung. Mungkin juga jika karakter Anda adalah seorang gadis 17 tahun yang diculik untuk dikorbankan untuk dewa jahat di gunung api itu. Dalam berbagai adegan serupa, teruskan dan tunjukkanlah tentang gunung api tersebut. Buatlah mata pembaca Anda terbakar dengan belerang belerangnya. Buatlah mereka gelisah akan ketinggian dan ketipisan atmosfer, dll.

description 13)  Deskripsi sebagai tambahan sensor untuk adegan- adegan langsung di cerita Anda, seperti tindakan, dialog, monolog dalam batin.

Kembali ke contoh rumah yang telah disebutkan di atas. Jika rumah yang dilewati oleh Diana adalah rumah cinta masa kecilnya, maka di depan rumah itu membawa kenangan akan cinta pertamanya. Rumah itu akan bagus untuk Diana. Saat dia melewati rumah itu, Anda bisa memilih untuk menggambarkannya melalui matanya, dengan menggunakan kata-kata sinar mentari di jendela, hati yang terhubung dengan ukiran nama kasar mereka di pohon di halaman. Bila Anda melakukan itu, Anda tidak hanya menggambarkan rumah. Anda juga menunjukkan hati Diana.

Mungkin Diana bersama Remy dan Karla, teman-teman kecilnya dulu, waktu umur 9 tahun yakin rumah itu dihantui. Karla yang tomboi senang menarik-narik Diana ke rumah itu untuk menakuti Diana. Rumah itu buruk bagi Diana. Saat dia melewatinya di tengah malam, gambarkanlah melalui matanya dengan menggunakan kata-kata yang membangkitkan teror. Tunjukkan seolah-olah ada sepasang mata mengawasinya dari jendela-jendela yang gelap. Dengarkan angin yang menerobos pohon, mendesis mengancam. Sekali lagi, Anda tidak hanya menggambarkan rumah. Anda memberi pembaca emosi. Itulah mengapa pembaca Anda membaca novel Anda. Gunakan rincian konkret untuk membangkitkan indera karakter Anda.

Pada akhirnya, jika Anda tidak punya alasan untuk mendeskripsikan sesuatu, jangan lakukan. Jika Anda punya alasan, maka lakukanlah, tapi buatlah deskripsi itu personal—terhubung dengan indera dan emosi dari salah satu karakter Anda. Deskripsi yang tepat adalah seperti yang terlihat melalui mata dari karakter yang tepat, sehingga dapat menyulap tempat, waktu dan suasana hati pembaca Anda.

 

Advertisements

2 thoughts on “3 Cara Mendeskripsikan (Menciptakan) Tempat (Setting) dalam Novel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s