4 Cara Menciptakan Karakter Penjahat (Antagonis) dalam Novel

Sebenarnya peran antagonis cukup sederhana yaitu orang yang bertindak untuk menjaga protagonis Anda agar tidak mencapai tujuannya. Kata kuncinya adalah orang dan bertindak. Orang di sini maksudnya adalah ciptaan dalam bentuk apa pun yang mampu menimbulkan emosi dan memiliki kemampuan intelektual untuk melawan protagonis Anda. Dengan demikian, antagonis Anda bisa menjadi efektif.

Dengan cara berikut ini, Anda bisa melihat kembali naskah Anda apakah antagonis Anda sudah sama kuatnya dengan protagonis Anda:

1. Ingatlah bahwa Antagonis juga manusia.

Jika saya tidak dapat berempati dengan antagonis, percaya pada motifnya atau mengerti mengapa dia memilih kejahatan, saya akan berhenti membaca buku tersebut. Berilah pembaca asal mulanya mengapa antagonis Anda menjadi dirinya sekarang.

Jika bekerja dengan antagonis yang bukan manusia, sesuaikan mereka. Pikirkan kesepian Frankenstein, kebencian para Apes dalam Planet of The Apes. Tunjukkan antagonis dengan alasan. Bahkan para penjahat mencintai ibu mereka. Beri mereka motivasi yang bisa dipercaya.

2. Ciptakan Antagonis Anda sekuat, sepintar, dan setara kemampuannya dengan protagonis Anda.

Tidak ada ketegangan dalam sebuah cerita di mana protagonisnya adalah anggota pasukan intelegen dan musuhnya adalah pencuri biasa. Apakah Anda menikmati menonton pertandingan sepak bola saat skor 50-0? Tidak kan? Pertandingan yang tidak seimbang itu membosankan. Hal itu juga berlaku untuk novel.

Jadi, untuk meningkatkan ketegangan sepanjang cerita, antagonis Anda perlu setara dengan protagonis Anda atau bahkan lebih unggul darinya, setidaknya di beberapa area. Pertimbangkan untuk memberi ciri lain antagonis misalnya dia tenang jika protagonis Anda impulsif. Atau dia adalah motivator jika protagonis Anda adalah seorang penyendiri.

3. Jagalah ketegangan saat Antagonis Anda adalah teman, sekutu atau orang yang dicintai.

conflict 1Jika impian protagonis Anda adalah kembali ke perguruan tinggi pada usia 45 tahun dan suaminya mengatakan kepadanya bahwa dia terlalu tua, maka suaminya  adalah antagonis, meskipun mereka saling mencintai. Skenario ‘antagonis tercinta’ ini sering terjadi dalam genre fiksi wanita, keluarga dan novel sastra.

Seorang suami mungkin bertindak, kadang-kadang tanpa sadar, agar protagonis wanita Anda tidak menemukan kembali dirinya sendiri. Pikirkan karakter apa pun yang pernah mengucapkan ungkapan, “Ini untuk kebaikanmu sendiri.” Tokoh protagonis kita tidak ingin menghancurkan antagonis yang dicintainya. Mereka ingin mengubah pikiran orang-orang tercinta mereka. Hal ini bisa menjadi tantangan untuk menjaga agar ketegangan tetap tinggi dalam cerita, karena Anda mungkin tidak ingin menimbulkan terlalu banyak rasa sakit baik pada protagonis maupun antagonisnya. Tapi Anda harus membuat hidup sulit bagi mereka berdua.

4. Jika Antagonis Anda tetap tersembunyi untuk sebagian besar cerita (seperti dalam sebuah misteri), berikan dia perantara atau biarkan dia bekerja di belakang layar.

Salah satu contoh terbaik dalam novel adalah Harry Potter. Dalam buku pertama, antagonis utama, Lord Voldemort, kurang mendapat perhatian. J.K Rowling secara bertahap mengungkapkan pentingnya selama seri berlangsung. Harry dan sekutunya harus menghadapi serangkaian perantara sepanjang seri sebelum berhadapan muka dengan Voldemort untuk pertempuran klimaks. Voldemort, tentu saja, bekerja melawan Harry dari balik layar bahkan sebelum buku pertama dibuka, tapi dia harus menggunakan kekuasaannya untuk melaksanakan rencananya sampai dia mendapatkan kembali tubuh dan kekuatannya.

pointing 1Pada akhirnya antagonis harus bertindak untuk mencegah protagonis Anda mencapai tujuannya, apakah dengan terus menerus mengingatkan tokoh utama Anda bahwa dia sama sekali tidak berguna atau dengan menjatuhkan pisau ke punggungnya atau apa pun di antaranya.

Jenis tindakan antagonis Anda akan tergantung pada sifat dan jenis cerita yang Anda tulis. Tapi tanpa antagonis yang aktif, protagonis Anda bisa berjalan santai menuju tujuannya. Karena mereka tidak memiliki hambatan yang bisa diberikan antagonis, dia juga tidak akan memiliki kesempatan untuk pertumbuhan atau kebutuhan untuk berubah, dan karakternya akan datar.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s