5 Alasan Mengapa Kita Membaca Fiksi

Suatu hari, seorang mahasiswa saya bercerita bahwa seorang dosennya, menasehatinya karena membaca novel fiksi. “Membaca novel tidak membawa faedah,” kata Sang Dosen, “Lebih baik baca buku-buku non fiksi, buku-buku motivasi.” Mahasiswa saya agak kecewa dan sedih karena dia menyukai novel dan membacanya sejak remaja.

Tapi apakah benar novel-novel fiksi tidak mempunyai manfaat selain hanya untuk menghibur saja? Tahukah Anda banyak ahli sains yang sangat berbakat akhirnya tertarik pada sains melalui novel science fiction? Astronom besar Edwin Hubble membaca karya-karya Jules Verne seperti Leagues Under the Sea dan From the Earth to the Moon, dan terpesona, sampai-sampai dia meninggalkan karir hukumnya dan memulai karir di bidang sains. Sebuah teleskop luar angkasa di orbit bumi menyandang namanya karena kontribusi Hubble di bidang sains.

Fiksi juga menginspirasi. Fiksi lahir dari imajinasi. “Logika akan mengantarkan Anda dari titik A ke B. Tapi imanjinasi akan membawa Anda ke mana saja,” itu kata Einstein.

Jadi, bagi Anda para pecinta fiksi, berikut mungkin mewakili alasan-alasan Anda mengapa kita membaca fiksi:

1. Membaca Fiksi untuk Melarikan Diri.
Terkadang realita bisa begitu menekan atau membosankan, sehingga fiksi mampu menarik kita meninggalkan dunia nyata dan masuk ke tempat lain. Ketika suatu waktu kita benar-benar ingin melepaskan diri dari pikiran kita sendiri–kita beralih ke buku.

2. Membaca Fiksi untuk Persahabatan.

Terkadang kita secara harfiah sendirian. Sedang naik pesawat, di rumah sendirian, atau mengantri dan menunggu giliran. Dan buku menjadi sahabat di jam-jam yang kita lewati. Ketika seseorang kesepian, keintiman buku bisa menunjukkan bahwa ada orang lain seperti kita di luar sana. Atau ada orang lain yang merasakan seperti yang kita rasakan.

3. Membaca Fiksi untuk Mendapatkan Perspektif.

Membaca fiksi tentang asteroid yang menabrak bumi, atau zombie apocalypse di bumi menempatkan kita dalam perspektif ketika kita benar-benar bisa berhadapan dengan akhir dunia. Sebagai alternatif, fiksi sejarah juga bisa memberi konteks kepada kita (para pembaca) akan dunia di masa lalu. Sadar akan peran fiksi ini juga dapat memperkuat tulisan Anda sebagai penulis.

reading 2

4. Membaca untuk Memahami Orang yang Belum pernah Ditemui dan Tempat yang Tidak Pernah Dikunjungi.

Fiksi memiliki kemampuan untuk membantu seseorang memahami orang lain. Pembaca fiksi tidak hanya mengalami sudut pandang protagonis, tapi juga pemikiran terdalamnya. Kita menghabiskan berjam-jam dengan perspektif dan belajar tentang latar belakang para karakter. Kita berpikir dan peduli dengan seseorang yang sangat berbeda dari diri kita sendiri.

Fiksi juga memungkinkan pembaca untuk mengalami setting baru. Bukan hanya pemandangan dan suara, tapi juga baunya, selera, dan sentuhan.

5. Membaca untuk Dihibur.

Tentu saja, kita membaca untuk dihibur! Kita membaca karena itu terasa menyenangkan, menarik, dan santai.

Kita membaca fiksi karena begitu banyak alasan. Kita juga mempunyai buku-buku favorit dan penulis favorit karena kita mencintai apa yang tulisan mereka lakukan pada diri kita. Selamat Membaca bagi para penggemar fiksi 🙂

 

 

Advertisements

8 thoughts on “5 Alasan Mengapa Kita Membaca Fiksi

  1. Entah fiksi arau non fiksi, tujuan saya untuk mengambil pelajaran dari setiap kisah. Kadang-kadang di saat tertentu, saat kita mengalami kesulitan, ingatan tentang kisah itu muncul dan memberi semangat 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s