Cinta Abadi Angsa Kutub

Tak ada keindahan yang dapat disandingkan dengan cinta pertama. Kala itu, cinta terasa lembut dan penuh kemurnian seputih salju. Namun berapa lama cinta pertama dapat bertahan dalam irama waktu? Jika salju abadi dapat mencair, begitu pula dengan kesetiaan. Di tengah hiruk pikuk skandal perselingkuhan dan angka perceraian yang terus meningkat, gagasan cinta abadi kini terdengar konyol dan naif, sesuatu yang hanya bisa ditemukan dalam novel atau film romance.

Tapi…tunggu!. Apakah dunia memang seburuk itu?. Masih adakah cinta yang dapat bertahan sampai selama-lamanya?

Legenda Cinta Abadi

swan 2Dalam tradisi Eropa kuno, cinta abadi sering dilambangkan dengan sepasang angsa. Mungkin karena mayoritas angsa berbulu putih, mewakili kemurnian cinta dan kesetiaan. Selain itu, ada sebuah kebetulan yang ajaib. Bila sepasang angsa dari arah yang berlawanan bertemu satu sama lain, perhatikan saja, mereka akan membentuk sebuah lambang hati.

Namun dinobatkannya angsa menjadi lambang cinta tidak hanya didasarkan pada alasan filosofis semata. Tak seperti bangsa burung lainnya, angsa merupakan hewan monogami. Dalam masa musim kawin mereka, setiap angsa umumnya hanya memilih satu pasangan. Tak heran bila para ilmuwan tertarik untuk meneliti kehidupan angsa dengan kaca mata yang lebih intim.

Keluarga Harmonis Angsa

swan 4Salah satu spesies angsa yang sangat menarik perhatian para ilmuwan adalah angsa kutub. Spesies Cygnus Columbianus ini memang sudah tergolong langka. Seperti angsa pada umumnya, bulu mereka seputih salju. Namun, ada banyak ciri khas yang menjadikan mereka unik dibandingkan angsa-angsa lainnya. Mereka adalah spesies angsa yang lahir di negeri paling bersalju di muka bumi ini yaitu kutub utara. Namun angsa kutub gemar bertualang. Mereka sanggup terbang sejauh 6000 kilometer setiap dua kali setahun dan biasanya menghabiskan liburan musim dingin di Eropa, Amerika utara dan Asia utara.

Angsa ini ternyata keren banget!. Mereka adalah perenang yang kuat. Sebelum terbang ke udara, mereka akan mengambil ancang-ancang dengan berlari dan ketika mengepakkan sayapnya, akan terdengar bunyi siulan yang sangat khas. Untuk mencari makan, angsa jenis ini tak ragu-ragu mencemplungkan kepala ke dalam air yang dingin untuk menyantap tanaman air. Mereka juga memburu kerang.

Forever with you

swan 5Dalam urusan cinta, kesetiaan seekor angsa kutub tak perlu diragukan lagi. Angsa kutub yang telah beranjak dewasa mulai mencari kekasih pada akhir musim semi. Pada masa ini, pesisir pantai di sepanjang kutub utara akan diramaikan oleh rombongan angsa yang kembali dari perjalanan migrasi panjangnya. Begitu menemukan pasangannya, mereka memang tidak perlu mengucapkan janji setia seperti manusia. Namun rupanya mereka memahami apa artinya komitmen saling mencintai – sampai maut memisahkan – dengan cara yang bahkan lebih baik dari manusia.

Para ilmuwan menemukan bahwa angsa kutub adalah spesies monogami yang hanya memilih pasangan sekali seumur hidup. Bersama-sama, pasangan angsa ini akan melayari wilayahnya dan mempertahankannya dari musuh. Angsa betina memerlukan waktu 32 hari untuk bertelur dan mengeraminya dan selama masa itu Sang Jantan mengawal sarang. Ketika berhadapan dengan predator yang mengancam keluarganya, Sang Ksatria Angsa ini bisa menjadi begitu galak dan berani, mereka bahkan tak gentar kalau harus berhadapan dengan serigala.

Lalu bagaimana bila pasangannya meninggal?

Hampir semua angsa kutub tidak ‘menikah’ lagi sampai seumur hidupnya….

Sekarang kita mengerti kan mengapa para ilmuwan juga sepakat bahwa angsa adalah lambang cinta abadi? Karena spesies ini hanya bisa mencintai satu kali seumur hidup. Ternyata cinta abadi masih ada di muka bumi ini, walaupun letaknya jauh di kutub utara 🙂

Written By: Ellen & Sylvia

Referensi :

http://animals.nationalgeographic.com/animals/birds/tundra-swan/AnAge%5B2009%5D: Cygnus columbianus life history data. Retrieved 2009-JAN-05.

Carboneras, Carles (1992): 16. Tundra Swan. In: del Hoyo, Josep; Elliott, Andrew & Sargatal, Jordi (eds.): Handbook of Birds of the World (Volume 1: Ostrich to Ducks): 579, plate 40. Lynx Edicions, Barcelona

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s