Sepuluh Langkah Menulis Novel dengan Metode Snowflake Part (1)

Merasa terbebani dengan mencoba menulis novel Anda dan membuatnya terorganisir? Hal tersebut memang sering terjadi. Menulis novel itu mudah. Menulis novel yang bagus yang sulit. Jika mudah, kita semua akan menulis fiksi. Ada seribu cara berbeda dalam menulis novel. Yang terbaik untuk Anda adalah yang cocok dan sesuai untuk Anda.

Pada postingan berikut ini, saya ingin berbagi tentang metode Snowflake. Anda bisa memutuskan apakah metode ini sesuai untuk Anda. Selamat membaca 🙂

Fiksi yang bagus tidak hanya terjadi begitu saja tapi dirancang. Merancang adalah kerja keras, sehingga pertanyaan mendasar dalam postingan ini adalah: Bagaimana Anda merancang sebuah novel?

Apa sih metode snowflake (kepingan salju)? Novel pada dasarnya adalah seperti kepingan salju.  Strukturnya berskala besar dan terdapat struktur-struktur lebih kecil, yang memiliki roda di dalam roda. Ketika Anda merancang novel Anda dengan metode snowflake artinya seperti Anda menggambar kepingan salju. Mulai dari “kecil” dengan satu ide sentral. Lalu diperluas keluar saat Anda menambahkan lebih banyak gagasan. Terus sampai semuanya tertulis. Setelah novel ditulis, analisis strukturnya dengan cara yang sama.

Beberapa langkah pertama terlihat seperti ini: Anda memulai dari yang kecil, kemudian membangun hal-hal sampai terlihat seperti sebuah cerita, disusun menjadi novel yang terstruktur dengan baik. Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda menghabiskan waktu lama untuk memikirkan novel sebelum Anda mulai menulis. Anda mungkin melakukan penelitian. Anda melamun tentang bagaimana ceritanya akan bekerja. Anda melakukan brainstorming. Atau Anda mulai mendengar suara karakter yang berbeda.

Anda memikirkan apa isi bukunya – sebuah tema yang dalam. Ini adalah bagian penting dari setiap buku. Ini adalah proses informal dan setiap penulis, melakukannya secara berbeda. Saya akan berasumsi bahwa Anda sudah punya sebuah novel yang baik dalam pikiran Anda dan Anda siap untuk duduk dan mulai menulis novel itu.

Sepuluh Langkah
Tapi sebelum Anda mulai menulis, Anda perlu mengaturnya. Anda perlu meletakkan semua gagasan bagus itu di atas kertas dalam bentuk yang bisa Anda gunakan. Mengapa? Karena ingatan Anda bisa salah, dan kreativitas Anda mungkin telah meninggalkan banyak lubang dalam cerita, lubang yang perlu Anda isi sebelum Anda mulai menulis.

steps 1

Inilah proses sepuluh langkah dalam menggunakan metode snowflake. Semoga dapat membantu Anda:

Langkah 1: Luangkan waktu satu jam dan tulis ringkasan satu kalimat dari cerita Anda. Sesuatu seperti ini: “Seorang fisikawan jahat kembali ke masa lalu untuk membunuh Bung Karno.”

Kalimat itu akan melayani Anda selamanya sebagai alat marketing sepuluh detik. Inilah gambaran besar dalam kepingan salju. Ketika Anda kemudian menulis proposal tentang novel Anda, kalimat ini seharusnya muncul sangat awal dalam proposal. Ini adalah kait yang akan menjual buku Anda ke editor, kepada marketing, kepada pemilik toko buku, dan akhirnya kepada pembaca. Jadi tulislah yang terbaik. Beberapa petunjuk tentang bagaimana membuat kalimat yang baik:

  • Lebih pendek lebih baik. Cobalah kurang dari 15 kata.
  • Tidak ada nama karakter. Lebih baik mengatakan “seorang fiskawan jahat daripada Rully….”
  • Ikutilah gambaran besar dan gambar pribadi. Karakter manakah yang paling banyak kalah dalam cerita ini? Sekarang katakan apa yang ingin dia menangkan.
  • Menulis deskripsi satu kalimat adalah sebuah bentuk seni. Jadi cobalah lihat bagaimana New York Times Bestseller memberi uraian sebuah novel.

Langkah 2: Ambil satu jam lagi dan selesaikan kalimat itu sampai paragraf penuh yang menjelaskan penyiapan cerita, bencana besar, dan akhir buku. Anda dapat menyusun cerita dengan “tiga bencana plus akhir”. Masing-masing bencana membutuhkan seperempat buku untuk dikembangkan dan endingnya akan berakhir pada akhir.

Jika Anda percaya pada struktur Tiga Adegan (Three Act), maka bencana pertama sesuai dengan akhir Act 1. Bencana kedua adalah titik tengah Act 2. Bencana ketiga adalah akhir dari Act 2, dan memaksa Act 3 yang membungkus hal-hal. Tidak apa-apa jika bencana pertama diakibatkan oleh keadaan eksternal, tapi akan lebih baik jika bencana kedua dan ketiga harus disebabkan oleh usaha protagonis Anda untuk “memperbaiki sesuatu”.

Hal-hal menjadi semakin buruk. Idealnya, paragraf Anda akan memiliki sekitar lima kalimat. Satu kalimat untuk latar belakang dan penyiapan cerita. Kemudian satu kalimat masing-masing untuk tiga bencana Anda. Kemudian satu kalimat lagi untuk menceritakan akhir cerita.

mask 1Langkah 3: Sekarang Anda memerlukan sesuatu yang serupa untuk alur cerita masing-masing karakter Anda. Karakter adalah bagian terpenting dari setiap novel, dan saat Anda merancangnya di depan itu artinya Anda akan melunasi sepuluh kali lipat saat Anda mulai menulis. Untuk masing-masing karakter utama Anda, luangkan waktu satu jam dan tulislah lembar ringkasan satu halaman yang berisi:

  • Nama karakter
  • Rangkuman satu kalimat dari alur cerita karakter
  • Motivasi karakter (apa yang dia inginkan secara abstrak?)
  • Tujuan karakter (apa yang dia inginkan secara konkret?)
  • Konflik karakter (apa yang mencegahnya mencapai tujuan ini?)
  • Pencerahan karakter (apa yang akan dia pelajari, bagaimana dia akan berubah?
  • Ringkasan satu-paragraf dari alur cerita karakter

Poin penting: Anda mungkin mendapati bahwa Anda perlu kembali dan merevisi ringkasan satu kalimat Anda atau satu paragraf Anda. Itu baik pada tahap proses perancangan untuk kembali dan merevisi tahap awal. Hal penting lainnya: tidak harus sempurna. Tujuan setiap langkah dalam proses merancang snowflake adalah memajukan Anda ke langkah selanjutnya. Tetap menulis ke depan jangan terlalu terpaku pada naskah Anda sebelumnya. Anda selalu bisa kembali lagi nanti dan memperbaikinya saat Anda memahami ceritanya dengan lebih baik.

Silakan membaca Sepuluh langkah menulis novel dengan metode Snowflake Part (2) di sini Selamat Menulis!

Advertisements

5 thoughts on “Sepuluh Langkah Menulis Novel dengan Metode Snowflake Part (1)

    • Bagian kedua sudah ready 🙂 Tombol like ada tepat dibawah icon sosmed, tapi sebelum itu harus klik leave a comment di sudut kanan atas postingan, setelah itu baru muncul icon sosmed dan tombol like tepat di bawahnya. Thank you.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s