From Antartica With Love

Dinginnya padang salju di dataran Antartika rupanya tetap menyimpan kisah cinta sejati yang menghangatkan hati. Namun kali ini bukan aktor Hollywood yang menjadi bintang utamanya, melainkan seekor penguin. Selama ini mungkin Anda mengenal penguin hanya sebagai karakter kartun yang imut, lucu dan menggemaskan. Itu memang benar, tapi Anda juga harus tahu kalau Penguin adalah spesies paling tangguh yang pernah hidup di muka bumi ini, terutama ketika mereka harus berjuang demi cinta sejatinya.

Ketika Penguin Mencari Cinta

Sampai hari ini para ilmuwan belum menemukan alasan mengapa musim kawin spesies Penguin Raja justru terjadi pada saat musim dingin? Saat ketika Antartika mengalami cuaca terburuk di sepanjang tahun. Masa pencarian cinta ini di mulai pada bulan April, ketika suhu udara anjlok hingga minus 40 derajat celcius, dan angin badai bertiup kencang. Para penguin akan berenang menyeberangi lautan es yang miskin oksigen, dan berjalan kaki hingga sepanjang 120 km untuk mencapai area “perhelatan jodoh” mereka. Oh ya jangan lupa, mereka melakukannya dalam kegelapan karena matahari tidak akan terbit selama 6 bulan.

penguin 4Apsley Cherry Garrard, seorang penjelajah terkenal asal Inggris sampai berpendapat, “Saya yakin tidak seorang manusiapun di muka bumi ini yang mengalami kehidupan lebih keras dari pada seekor penguin.”

Setelah tiba di tujuan, para penguin jantan akan segera membangun sarang yang terbaik dan “bernyanyi” untuk memikat sang pujaan hati. Benar-benar romantis! Tak seperti spesies burung lainnya, penguin adalah spesies yang setia dalam urusan cinta. Mereka hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Begitu seekor penguin betina menentukan pilihannya, ia akan mengikuti sang jantan kemanapun dia pergi.

Harganya Cinta Sejati

penguin 2Setelah membangun rumah tangga baru, spesies penguin raja hanya akan bertelur satu kali. Usai bertelur, penguin betina akan berenang ke laut lepas untuk berburu makanan selama 2 bulan. Sementara itu Sang Jantanlah yang menjaga telur semata wayang mereka. Pada saat itu, musim dingin Antartika telah mencapai puncaknya. Suhu turun drastis hingga mencapai minus 60 derajat, dalam cuaca seekstrim itu, telur bisa mati membeku. Maka Sang Ayah Penguin harus terus berjalan selama 64 hari sambil menjepit telur di antara kedua kakinya, melawan angin badai yang kecepatannya bisa mencapai hingga 200 km/jam! Bila Sang Buah Hati menetas sebelum ibunya pulang, Sang Ayah akan memberinya makan dari cadangan protein yang tersimpan di dalam tubuhnya. Tak heran saat penguin betina pulang dari perburuannya, ia akan menemukan suaminya menjadi kurus. Dalam proses ini berat badan Penguin Jantan bisa turun hingga 20 Kg!

Setelah para penguin betina pulang, para jantan akan bersiul kencang menyambutnya. Sang betina akan mengenali siulan kekasihnya ditengah ribuan penguin jantan yang menghampar di tepi pantai samudera Antartika. Berikutnya, dalam masa membesarkan anak, Sang jantan dan betina akan bergantian mencari nafkah dan menjaga anak-anak mereka.

Bagi seekor penguin, cinta sejati seharga komitmen dan pengorbanan tanpa akhir. Wah…kayaknya kita harus belajar banyak dari mereka 🙂

Ellen & Sylvia

Referensi :
http://www.seaworld.org/infobooks/penguins/reproduction.html
Williams, Tony D. (1995). The Penguins. Oxford, England: Oxford University Press.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s